
Raja Calpheon ke 56, Ivan. Semestinya begitulah seharusnya ia dipanggil. Kerajaan Calpheon berdiri megah di Midgard Utara pada masanya. Namun, karena serangan bangsa Demon, kerajaan itu hancur.
Sebagai pendiri dari Saint, ayahnya Ivan, raja ke 55, ia turut meninggal dalam serangan bangsa Demon itu. Saint adalah orang religi yang dibentuk untuk memerangi bangsa Demon. Saint juga di bentuk untuk menolong manusia serta ras lain. Anggota dari Saint juga terdiri dari beberapa kelompok seperti bangsawan, pedagang, dan rakyat biasa. Dan karena serangan itu juga, hampir seluruh anggota Saint dibunuh.
Setelah serangan itu, Ivan hanya menjadi warga biasa saja. Namun, kecintaan para pelayan pada dirinya begitu tinggi. Karena itulah walaupun kerajaan Calpheon hancur, mereka tetap melayani Ivan dengan sepenuh hati hingga saat ini. Mereka tinggal di sebuah desa dekat perbatasan wilayah sambil membangun Saint kembali secara diam-diam. Setahun berselang, Saint berhasil menemukan beberapa artefak kuno milik kerajaan Calpheon.
Dan tahun itu pula Ivan pertama kali bertemu Rhodes. Mereka bertemu secara tak sengaja di hutan. Kala itu Ivan hampir dimakan oleh hewan buas. Saat itulah Rhodes membantunya hingga Ivan terselamatkan.
Sejak saat itu, mereka berteman baik. Kemana pun selalu berdua. Hubungan mereka semakin erat. Hingga suatu malam, Rhodes menceritakan misi yang ia emban pada Ivan. Ia menceritakan bahwa gurunya memberikan misi untuk menemukan pusaka iblis. Dan salah satu pusaka itu ada pada Ivan. Sebuah pedang berwarna biru dengan garis emas.
Ivan yang mendengar hal itu juga menceritakan bahwa ia adalah kelompok dari Saint. Ia juga memiliki misi untuk memusnahkan ras Demon. Akhirnya, Rhodes tergabung dalam kelompok Saint dan sama-sama memerangi kelompok Demon.
Namun, beberapa tahun berselang sebuah bahaya mengincar mereka. Ras Demon berhasil menemukan keberadaan Rhodes. Rhodes memutuskan untuk menyimpan kembali pusaka yang ia kumpulkan karena ia tak sanggup melindungi semua itu, bahkan dengan bantuan Saint sekalipun.
Rhodes kembali berpetualang sendiri dan saat itu menjadi kali terakhir Rhodes melihat wajah sahabatnya itu. Akhirnya Ivan juga pindah ke Midgard Tengah dan membangun markas Saint di sana. Walaupun Saint tidak sekuat dulu, namun kini mereka mulai membangun kembali kekuatannya.
...***...
Ivan mengakhiri ceritanya. Ia lalu kembali melihat kalung di tangannya sebelum melihat ke arah Rey.
"Kalung iniĀ ada tiga buah. Dan jika ketiga-tiganya berhasil dikumpulkan, maka akan membuka rahasia tentang bangsa Demon," ucapnya pelan. "Aku akan menyimpan benda ini. Ngomong-ngomong, apa kau telah melihat semua benda peninggalan Rhodes?" tanya Ivan sambil menyimpan kalung itu di balik bajunya.
"Belum," jawab Rey singkat.
"Sebaiknya kau periksa. Aku ingat ada satu benda yang bisa membantu perkembangan dirimu," kata Ivan pelan. Rey hanya mengangguk sebelum mengeluarkan semua barang di peninggalan Rhodes dalam Inventori miliknya.
__ADS_1
Rey menoleh satu persatu. Ada banyak barang berkualitas di sana. Ada sebuah ramuan dengan tingkat penyembuh yang tinggi. Lalu ada sebuah cincin yang menambah semua status sebanyak 2 poin.
Rey segera merasa antusias. Ia tak sadar bahwa selama ini ia menyimpan barang-barang yang begitu hebat. Rey kembali memeriksa barang-barang itu dengan hati ceria. Ivan tertawa pelan melihat hal tersebut.
"Jika kau senang hanya karena melihat hal tersebut, mungkin kau akan pingsan saking bahagianya melihat benda ini," ucap Ivan sambil mengangkat sebuah kotak hitam kecil. Ia lalu menggoncang kotak itu pelan dan ada yang berbunyi, tanda ada sesuatu di dalam sana. Ivan lalu tertawa pelan sambil memberikannya pada Rey.
Rey menatap kotak hitam kecil itu dengan bingung. Ia membolak-balikkan benda itu mencari sisi yang dapat ia buka. Rey lalu menemukan sebuah tombol kecil di bagian bawah kotak itu. Dengan hati-hati, ia menekan tombol kecil itu. Penutup atasnya pun terbuka. Terlihat sebuah kristal kecil berwarna biru di sana. Rey segera mengambil benda itu. Ia hampir menjerit histeris saat tahu apa nama benda itu. Blood of Horus, Holy Water.
...***...
"Se-serius? Benda yang di tanganku ini asli 'kan?" Rey sebenarnya hendak mengatakan hal tersebut. Namun, panel transparan di hadapannya sudah memberikan fakta yang akurat tentang pertanyaannya tersebut.
[Blood of Horus
Holy Water
-Memberikan tambahan All Stat sebanyak 15% saat diaktifkan
- Memberikan efek kebal terhadap semua serangan fisik saat diaktifkan
-Hanya menerima 50% kerusakan saat terkena serangan sihir
- Dapat mengeluarkan beberapa sihir dengan elemen air
Kelemahan:
__ADS_1
-Menerima 300% kerusakan saat terkena elemen Chaos
-Mengurangi All Stat sebanyak 15% saat melawan pengguna Cosmos Spirit ]
Rey tersenyum lebar melihat panel di hadapannya itu. Jika ia mengkonsumsi Blood of Horus dengan elemen air ini, ia akan menjadi lebih kuat. Peningkatan kekuatannya akan naik secara signifikan. Ia bahkan tidak akan takut melawan Swordman berlevel 100. Namun sayangnya, Blood of Horus di tangannya itu bukanlah yang ia incar. Ia mengincar Archaic Sagacity terkuat. Apalagi ia tidak memiliki sihir berelemen air yang akan membantu perkembangannya. Blood of Horus hanya bisa dipakai sekali. Jika seseorang mengkonsumsi Blood of Horus kedua, maka efek Blood of Horus pertama akan hilang.
Rey menghela nafasnya pelan sebelum kembali meletakkan kristal itu ke dalam kotaknya. Ia lalu menyimpannya di Inventori. Rey memang tak berniat mengkonsumsi Blood of Horus itu.
Ivan yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum. Ia merasa bahwa Rey adalah orang yang aneh sekaligus unik.
"Aku bingung," ucap Rey. Ia lalu menatap Ivan dengan tatapan bingung dan berkata "Jika Rhodes memiliki Blood of Horus, kenapa ia tak ingin mengkonsumsinya? Bukankah ia akan menjadi lebih kuat?"
Ivan terdiam. Ia baru terpikir hal tersebut. Perkataan Rey menyadarkannya bahwa memang ada hal yang aneh.
Rey menggaruk kepalanya pelan karena merasa Ivan sama bingung dengan dirinya. Rey sejujurnya juga masih penasaran dengan Job yang ia miliki. Job Twin Heart adalah Job yang sedikit berbeda dari kebanyakan Job Special-Tier. Job yang ia miliki masih penuh dengan misteri. Sayangnya orang yang bisa ia tanya terkait Job ini telah meninggal.
Rey menghela nafas berat sambil menatap langit-langit ruangan itu.
...***...
Raihan merebahkan dirinya di sofa. Beberapa hari ini ia terlalu asik bermain MMO tanpa sempat berolahraga hingga kini badannya sedikit pegal. Raihan segera membuka gawainya. Ia tersenyum senang saat penjualannya di MMO Market laku keras. Barangnya sekarang pun telah habis.
Raihan kembali melihat uang di rekeningnya. Ia tersenyum saat melihat total uang di rekening miliknya telah bertambah satu digit.
TITT.. TITT..
__ADS_1
Sebuah notifikasi muncul dari atas layar ponselnya. Raihan segera melihat notifikasi yang ternyata dari orang tak dikenal. Ia segera membaca isi surat elektronik itu. Keningnya berkerut tipis saat mengetahui isi surel tersebut. Raihan bahkan mengumpat pelan saat ia tiba di bagian paling akhir surel itu.