
"Apa?"
"Jika tidak, apa alasan ia membawa lebih dari 100 anggota Guild Light Crusader dan 200 player lain? Kenapa setelah dua hari rombongan kalian tak menemukan satu pun goblin?" Sejujurnya Rey juga kebingungan. Ia merasa RobKing percaya diri untuk menahan rombongan kecil dua Guild Second Class ini. Mizu memijit keningnya. Kepalanya terasa sakit.
"Mari kita dengarkan apa yang kau pikirkan tentang rencana RobKing sebenarnya," ucap Daesang. Ekspresinya begitu buruk. Ia tak menyangka RobKing akan sehina ini. Mizu mengangguk mendengarkan perkataan Daesang.
Rey menatap Daesang, lalu kembali lagi ke arah Mizu. Rey pun menjelaskan dugaannya tentang rencana Guild Light Crusader. Azure Rose dan Aozora memiliki markas yang cukup dekat dengan Guild Light Crusader. Beberapa waktu ini Guild itu juga menyita beberapa perhatian publik. Akibatnya, perkembangan Guild Light Crusader terhambat oleh dua Guild Second Class itu. Jadi untuk menyingkirkan saingannya dengan cepat, ia akan menghancurkan kedua markas Guild tersebut. Namun, begitu berisiko jika mereka menyerang markas dua Guild itu secara langsung. Karena itulah mereka memancing kelompok Daesang dan Mizu keluar dari Guild. Di perjalanan, RobKing bersama rekan-rekanya akan menyerang kedua kelompok kecil dua Guild itu. Pastinya seseorang dari Guild Azure Rose maupun Aozora akan mengirimkan pesan untuk mengirimkan bantuan. Dan tentunya kedua Guild itu akan mengirimkan setengah dari anggota Guild mereka untuk membantu. Seperti yang Rey bilang, itu adalah sebuah pancingan. Rey yakin bala bantuan itu akan dicegat di tengah jalan dan juga dihabisi oleh Light Crusader. Light Crusader adalah Guild First Class. Jadi jika ia mengerahkan seluruh kekuatannya, bala bantuan itu akan segera hancur. Lalu penyerangan mereka akan berlanjut hingga menghancurkan markas Guild Azure Rose maupun Aozora. Rey pun menutup penjelasannya.
Mizu segera kebingungan. Semua penjelasan Rey begitu masuk akal. Rey juga tak terlihat berbohong. Mizu menatap Daesang yang tak jauh berbeda dengannya. Daesang menggaruk kepalanya berusaha memikirkan jalan keluar. Namun, otaknya serasa berhenti bekerja. Ia tak mendapatkan satu ide pun. Mizu dan Rey kini menatap Rey penuh arti. Jika Rey bisa menduga rencana Light Crusader sampai sejauh itu, setidaknya ia pasti memiliki ide yang dapat di pertimbangkan. Rey menyadari tatapan kedua orang itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Ia memang menemukan beberapa ide, tetapi terlalu banyak celah dan berisiko. Rey lalu duduk di tepi tenda sambil berpikir keras. Ia lalu menatap Mizu dan Daesang.
"Mizu dan Daesang. Apa Job yang kalian miliki dan berada di level berapa kalian?" tanya Rey.
"Aku memiliki Job Fighter. Levelku adalah 48," ucap Daesang.
"Aku seorang Swordman. Levelku sendiri adalah 51." Kini Mizu yang bersuara.
"RobKing memiliki Job Assasin. Dari yang kudengar oleh temanku, ia berada di level 75. Jika kita bertiga menyerangnya sekalipun akan begitu sulit," ucap Rey. Mizu dan Daesang sedikit kecewa mendengar hal tersebut. Mereka begitu kebingungan harus bagaimana. Rey menundukkan kepalanya berpikir keras. Rey sejujurnya bisa mengalahkan RobKing jika Rey mendapatkan semua bonus yang ia miliki. Jika ia bertarung sendiri dan menggunakan dua pedang yang sama, paling tidak statusnya akan sama dengan Swordman biasa berlevel 60. RobKing adalah seorang Assasin yang mengandalkan kecepatan. Daripada menyerang bertubi-tubi, Assasin lebih menyerang bagian vital. Jadi jika Rey bisa menyamakan kecepatannya dengan RobKing dan menghindari setiap serangan vital dari dirinya, ada kemungkinan untuk dirinya menang.
"Apakah memang tidak ada yang bisa kita lakukan? Aku bersedia melakukan apapun asalkan tidak terbunuh," ucap Daesang. Rey menyadari level begitu penting. Jika ia terbunuh, ia akan terkena pinalty berupa menurunnya level sebanyak 2 angka. Namun, jika seseorang terbunuh dalam Mark of Murder ia akan kehilangan level lebih banyak. Mark of Murder atau MoM sendiri ialah tanda seseorang yang membunuh player lain tanpa alasan yang jelas. Dengan kata lain seorang PK atau Player Killer
"Kalian memiliki 2 pedang dengan status yang sama? Dengan begitu ada kemungkinan untuk menang," ucap Rey tersenyum masam. Daesang menggaruk kepalanya pelan sebelum menggeleng. Rey sudah menyangka Daesang tidak memiliki barang seperti yang Rey katakan.
"Apakah seperti ini?" celetuk Mizu sambil menyerahkan dua pedang yang dipegangnya pada Rey. Rey pun memeriksa kedua pedang tersebut.
[Azuria's Sword (Rare)
Req: 20
Attack: 212
Speed: 122
Scarlet Sword(Rare)
Req:20
Atrack: 112
__ADS_1
Speed: 255]
Rey begitu terkejut dengan dua pedang itu. Walaupun dua pedang itu berbeda, tetapi status yang dimilikinya begitu berimbang. Rey segera memeriksa poin status tambahan yang didapatkan setiap pemain saat naik level. Rey sekalipun belum pernah menambahkan poin itu ke dalam statusnya. Rey berada di level 22. Dengan kata lain ia memiliki 66 poin tambahan. Rey segera menambahkan 40 poin pada Dex, dan 26 poin pada status Str. Rey menatap panel statusnya sejenak.
[Name: Rey
Ras: Human
Level: 22
Job: Twin Heart
Str: 366
Vit: 254
Int: 275
Dex: 459
Lck: 334
-Slash (Active)
-Sword Mastery (Passsive)
-Chaos Heart (Active)
-Sky Alchemist(Production)
Bonus:
-saat bertarung seorang diri All Stat +50%
-saat menggunakan pedang str +20%
-jika menggunakan dua pedang yang seimbang mendapatkan bonus Str +5%, Dex +15%
__ADS_1
-dapat menggunakan semua senjata
-dapat menggunakan semua armor
-dapat mempelajari semua skill]
Rey mendapatkan bonus semua statusnya naik 50 % saat bertarung sendiri. Jika menggunakan pedang, ia mendapatkan bonus Str sebanyak 20%. Selain itu Rey kini memiliki dua pedang yang sama hingga poin Str nya mendapatkan bonus lagi sebesar 5% dan statua Dex sebesar 15%.
[Sword Mastery (Passsive)
Beginner level 3
Mendapatkan bonus 4% serangan jika menggunakan pedang]
Ditambah dengan Sword Mastery miliknya, setidaknya Rey cukup memiliki kesempatan untuk mengalahkan RobKing. Walaupun cukup sulit, setidaknya ia harus mencobanya.
"Dengan kedua pedang ini, ada kemungkinan untuk diriku mengalahkan RobKing," ucap Rey. Mizu tersenyum lega. Daesang sendiri mengusap dadanya beberapa kali sambil tersenyum cerah. Rey mengambil kedua pedang itu. Ia lalu berdiri dan menebas beberapa kali. Rey merasakan kekuatannya meningkat drastis. Rey lalu menyarungkan kedua pedang itu sebelum menyimpannya. Ia lalu memberikan arahan kepada Daesang dan Mizu terkait rencananya. Awalnya Mizu berniat menolak rencana gila Rey tersebut. Namun, Rey dengan tekad kuat berkata, "Aku pasti bisa melakukannya"
...***...
Pagi pun tiba, kelompok pemburu goblin itu masih bersiap-siap untuk berangkat. Saat itu, semua player yang mengikuti perburuan goblin belum semuanya terhubung. Terlihat ada beberapa orang yang bergerak menuju perkemahan Guild Light Crusader. Namun, yang paling mencolok, kelompok itu terlihat menawan seseorang. RobKing yang mendengar keributan itu segera datang. Ia menemukan beberapa orang yang bukan dari Guildnya. RobKing mengenal beberapa orang itu. Diantaranya adalah Daesang, Mizu, dan Rey yang kini ditawan oleh Daesang. Selain itu juga ada beberapa anggota Guild Aozora dan Azure Rose. RobKing menatap bingung ke arah Daesang seakan bertanya "Ada apa ini?"
"Dia Rey. Swordman berlevel rendah. Salah satu anggotaku menangkap dia merencanakan hal buruk pada Guild Light Crusader," ujar Daesang menjelaskan. RobKing mengangguk sejenak. Tatapannya kini beralih ke arah penjual potion yang ditemuinya beberapa hari yang lalu itu. RobKing berjalan pelan ke arah Rey yang berada dalam posisi berlutut itu. RobKing merendahkan tubuhnya dan menatap Rey. Rey sendiri menatap kesal ke arah Daesang sebelum menatap RobKing dingin.
"Apa alasanmu melakukan hal ini?" tanya RobKing. Rey diam tak menjawab.
"Aku tanya sekali lagi. Apa motifmu melakukan ini?" tanya RobKing. Namun, kali ini ia sedikit mengintimidasi Rey.
"Ketua Guildmu itu. Prilakunya seperti sampah. Dan aku yakin anggotanya juga sama," jawab Rey.
"Kau serius ingin menyinggung kami. Bahkan kau tak akan bisa mengalahkan anak buahku," ujar RobKing menggeleng pelan. Rey tertawa pelan yang menunjukkan kesan merendahkan.
"Anak buahmu hanya mainan untukku. Kau sendiri pun tak akan bisa mengalahkanku," ucap Rey dengan nada sarkastis. "Bahkan Goblin Captain lebih baik daripada dirimu," lanjut Rey. Emosi RobKing segera memuncak ketika ia dibandingkan dengan makhluk hijau jelek itu. RobKing adalah seorang Assasin berlevel 71. Goblin Captain adalah lawan yang mudah menurutnya. Namun, Rey jelas-jelas merendahkan dirinya.
"Lepaskan dia. Biar dia tahu bagaimana rasanya dibunuh," ucap RobKing dingin. Daesang segera melepaskan tali yang mengikat tangan Rey. "Kalian jangan ada satupun yang mengganggu pertarungan kami." RobKing memandang ke sekelilingnya. Para player yang melihat kejadian itu sedari tadi mundur dengan cepat. Guild Aozora dan Azure Rose juga mundur. Kini RobKing dan Rey berada di dalam lingkaran yang dibuat para player itu. Rey tersenyun tipis. RobKing segera menarik kedua pisaunya. Rey sendiri menarik dua pedang berwarna biru dan merah yang sedari tadi ia sandang.
"Berlutut dan cium kakiku. Dengan itu akan kuberikan kematian yang cepat," ucap RobKing.
__ADS_1
"Sudah kubilang kau lebih lemah dari Goblin Captain," ejek Rey. Mereka berdua menarik nafas sesat sebelum saling menyerang satu sama lain.