Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 28: Solaris Kingdom


__ADS_3

Ternyata Rey membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dari perkiraannya. Pedagang yang ia tumpangi sering berkunjung ke desa-desa lain. Karena itu Rey lebih memilih untuk berlari ke Midgard Tengah. Perkiraannya ia akan sampai dalam waktu 3 hari mengingat ia telah berkendara menggunakan kuda. Tetapi Midgard bukanlah benua kecil seperti pada God Reason. Midgard dibuat lebih luas daripada game pendahulunya. Akhirnya Rey sampai ke Midgard Tengah seminggu setelah ia berpisah dengan pedagang yang ia tumpangi. Dan lagi-lagi ia salah. Ia baru sampai ke Midgard Tengah, belum ke kerajaan Solaris tempat dimana Saint berada. Akhirnya ia sampai ke Solaris Kingdom setelah tiga hari perjalanan.


Di Midgard tengah, ada empat kerajaan besar yang berada di wilayah itu. Yaitu adalah Solaris Kingdom, Gaia Monarchy, Riveria Empire, dan Wind Regality. Dan diantara empat kerajaan itu, Saint berada di kerajaan Solaris.


Untuk masuk ke dalam Solaris Kingdom ternyata sedikit mudah tak seperti kerajaan kebanyakan. Dan saat ini Rey tengah berjalan santai memasuki ibukota kerajaan Solaris. Sejujurnya ia masih tau belum pasti dimana letak Saint secara akurat, karena itu ia sekarang ingin melihat situasi kota dahulu.


Rey bisa melihat banyak pemain dengan level tinggi berlalu lalang. Sebagian pemain memiliki lambang Guild di pakaian yang mereka kenakan. Walaupun Rey tak begitu mengenali setiap lambang Guild pada pakaian pemain disekitarnya, namun ada beberapa lambang Guild yang cukup ia kenali karena sekarang sedang naik daun.


Dari yang Rey baca di forum, Solaris Kingdom adalah kerajaan yang netral. Para pemain bebas berkeliaran di kerajaan  ini asalkan tidak mengganggu ketertiban dan taat pada aturan. Lalu tidak ada Guild yang diperbolehkan membuat markas di kerajaan ini. Itulah yang membuat Solaris Kingdom berbeda dari kerajaan lainnya. Solaris Kingdom diyakini juga adalah kerajaan terkuat di Midgard tengah.


"Hey! Tunggu," ucap seseorang dari kejauhan. Walaupun Rey tahu panggilan itu bukan mengarah padanya, tapi tidak ada salahnya untuk melihat. Terlihat ada seorang Assasin berlari pelan ke arah temannya yang memiliki Job Swordman. Di pakaian kedua orang itu bisa dilihat dengan jelas lambang yang sama. Rey begitu kaget mengetahui kedua orang itu adalah anggota Guild Antariksa Aksara. Pastinya kedua orang itu adalah pemain profesional karena berjalan santai di kota ini tanpa takut orang lain terganggu.


Rey bergegas meninggalkan tempat itu saat mengetahui ada seseorang lelaki berjubah lain yang datang. Midgard memanglah luas, namun kelihatannya Rey begitu sial karena menemukan satu satu temannya disana.


Tak butuh waktu lama, Rey telah berada cukup jauh dari tempat itu. Tetapi Rey terus berjalan cukup cepat hingga ia menabrak seseorang dengan keras. Rey termundur kebelakang sedangkan orang yang ditabraknya jatuh dan mengaduh pelan.

__ADS_1


"Maaf," kata Rey pelan sambil mengusap dahinya yang sedikit sakit. "Aku salah karena tidak hati-hati," ucap Rey lagi sambil mengulurkan tangan ke arah orang yang ditabraknya. Barulah ia sadar kalau orang itu adalah seorang wanita.


Pantas saja ia terjatuh gumam Rey dalam hati saat tahu gender orang yang ia tabrak. Wanita itu menyambut tangan Rey perlahan dan berusaha bangkit dengan bantuan Rey.


"Maafkan aku telah menabrakmu," ucap Rey lagi karena permintaan maafnya tadi tak mendapatkan balasan. Wanita itu menoleh ke belakang sejenak sebelum menatap Rey. Ekspresi wanita itu sedikit aneh. Sekilas ekspresi yang ia tampilkan seperti terkejut, namun sekarang berubah menjadi cemas.


"Ah, iya. Aku juga salah. Permisi." Wanita itu menundukkan tubuhnya sedikit sebelum melangkah cepat-cepat meninggalkan Rey. Rey menatap orang itu dengan bingung. Lebih tepatnya penasaran karena ia seperti mengenal wajah perempuan itu.


"Permisi," ucap seseorang menepuk bahu Rey dari belakang. Rey berbalik cepat dan menemukan tiga orang wanita dengan jubah biru gelap. "Apa kau melihat seorang gadis Swordman lewat sini?" tanya wanita itu pelan. Jika dilihat dari pakaiannya, ia adalah seorang Assasin.


"Terima kasih," ucap wanita itu dan melangkahkan kakinya cepat diikuti kedua rekannya.


****


Heilige nama wanita itu. Ia terkejut saat menabrak seseorang. Awalnya ia hendak memarahi orang itu, namun setelah melihat wajah orang  itu emosinya segera sirna. Bukan karena wajah orang itu tampan atau semacamnya, tapi orang itu seperti kenalannya.

__ADS_1


Setelah meminta maaf, Heilige segera berlari menjauh karena ia memang dalam bahaya. Lebih tepatnya ia masuk ke dalam bahaya. Beberapa hari yang lalu, ia diundang masuk kr dalam salah satu Guild oleh temannya. Siapa sangka ternyata Guild itu dipenuhi oleh PK. Saat mengetahui hal tersebut, ia berniat keluar. Namun keinginannya ditolak dan ia dipaksa agar selalu di dalam Guild. Karena itulah ia memutuskan kabur.


Heilige segera keluar dari kota masuk ke dalam hutan. Ia yakin orang-orang yang mengejarnya akan segera menyusul. Karena itu ia ingin bersembunyi sekarang.


"Mau lari ke mana kau?" Sekelebat bayangan muncul menghadang jalannya. Tiga orang wanita itu segera mengeluarkan senjata mereka masing-masing. Heilige menggertakkan giginya sebelum menarik sebuah pedang yang berada di pinggangnya.


"Menyerah saja. Usahamu akan sia-sia. Jika kau terbunuh pun kau juga akan hidup kembali ke ibukota Solaris Kingdom." Wanita yang di tengah melemparkan dua pisaunya ke udara sambil tertawa pelan. Dengan cepat ia melemparkan salah satu pisaunya yang segera ditangkis oleh Heilige. Kedua teman wanita itu maju sambil menodongkan pedang pendek masing-masing.


Mereka menyerang Heilige dari dua arah. Heilige cukup sigap menyambut serangan itu sambil sesekali menepis lemparan pisau lawannya. Sebenarnya ia bukanlah pemain profesional dan bukan juga veteran dari God Reason. Hanya saja ia berteman dekat dengan veteran God Reason yang mengajarinya tentang pedang. Karena itulah kemampuannya dalam berpedang sedikit di atas orang-orang. Namun bukan manusia jika ia tak mendapatkan luka akibat serangan tiga orang itu. Sehebat-hebatnya ia, pasti ada serangan tiga orang itu yang mengenainya karena level orang itu setingkat dengan dirinya.


Heilige terpental ke belakang akibat serangan lawannya. Hp miliknya telah berkurang lebih dari setengah. Jika ia memaksa untuk melawan, pasti ia yang kalah. Tetapi jika ia kabur, pasti hanya butuh waktu untuk dirinya terkejar kembali.


Wanita Assasin yang menggunakan pedang pendek itu kembali melesat menyerang Heilige. Heilige menggigit bibirnya pelan sebelum kembali mengangkat pedangnya.


Jika aku mati, aku akan menghapus akunku. Pasti dia mau membantuku gumam Heilige dalam hatinya karena merasa tak ada harapan yang tersisa.

__ADS_1


Saat itulah dua orang lelaki datang menghalau serangan tersebut.


__ADS_2