
Walaupun dalam perjalanan mereka dihadang oleh beberapa monster, namun semua monster itu bukanlah hambatan yang berarti menurut Rey. Dengan bantuan Simon yang cukup handal dalam memanah, serta Rey yang sudah berpengalaman dalam melawan monster yang kuat, semua monster yang mereka jumpai menjadi lawan yang cukup mudah. Tak butuh waktu cukup lama hingga mereka tiba di tempat yang menjadi tujuan mereka.
Rey bisa melihat gua yang berada di hadapannya cukup besar. Gua ini dipenuhi dengan batu yang cukup besar di luar. Rey mengerutkan dahinya. Dari dalam gua bisa tercium bau-bau tidak sedap. Rey bisa menebak bau yang ia cium berasal dari bangkai makhluk hidup. Namun bukan itu yang membuatnya mengerutkan dahi. Selain bau, ia bisa mendengar suara berisik dari dalam gua itu. Ia segera mengajak Simon bergegas masuk ke dalam gua itu. Gua itu cukup gelap saat Rey dan Simon memasukinya. Namun entah sejak kapan, perlahan lorong yang mereka lalui sedikit lebih besar dan terlihat cahaya dari kejauhan. Suara yang Rey dengar semakin jelas. Rey berlari cepat ke arah sumber cahaya itu. Simon sendiri sedikit kesulitan mengikuti kecepatan Rey.
Saat Rey tiba, ia terkejut melihat monster yang tengah bertarung dengan beberapa orang itu. Monster itu menyerupai manusia. Namun ukurannya lebih besar lima kali lipat dari biasanya. Ia hanya memiliki satu mata yang tepat berada di tengah serta memiliki 4 lengan. Setiap lengan memegang senjata yang berbeda. Rey bisa melihat monster yang bernama Cyclop itu menggunakan sebuah tameng, pedang, kapak, serta sebuah tombak.
Di sisi lain sekelompok orang yang menyerang Cyclop itu juga membuat Rey terkejut. Mereka adalah kelompok pemain yang Rey temui satu hari yang lalu.
"Mereka kan orang-orang yang membawa kesialan pada desa kami," ucap Simon dengan geram. Rey semakin terkejut mendengar hal itu dan ingin melontarkan beberapa pertanyaan pada Simon. Namun keadaannya tak begitu menguntungkan. Rey bergerak cepat memasuki pertarungan itu. Ia lalu menghantamkan pedang miliknya ke pedang Cyclop itu yang terlihat hampir mengenai seorang Cleric. Cyclop itu termundur karena serangan tiba-tiba Rey. Tak berhenti disana, Rey segera melakukan beberapa tebasan lain. Namun Cyclop itu cukup cepat hingga ia bisa menangkisnya dengan perisai di tangannya.
"Mundur," teriak Rey kepada 5 orang yang terlihat terkejut itu. Mereka segera sadar dan segera mengikuti arahan Rey. Rey sendiri memperhatikan kelompok itu yang perlahan mundur bersama Simon. Saat kelompok itu berhasil mundur, Rey segera mengeluarkan Skill miliknya hingga monster itu kembali termundur. Melihat kesempatan itu, Rey segera melompat menjauh dan keluar dari sana. Ia tak yakin bisa menang dalam pertarungan itu. Karena sejauh ini, monster itu hanya menggunakan pedang dan perisai. Ia belum menggunakan dua senjata lainnya.
__ADS_1
Rey bertemu kelima orang tadivserta Simon tepat di luar gua itu. Kelima orang itu terlihat menunduk ke bawah. Di sisi lain, Simon menatap orang-orang itu dengan kesal. Simon terlihat ingin memaki-maki kelima orang itu, namun dengan cepat Rey menengahi mereka.
"Maafkan aku. Mereka ternyata adalah kenalanku." Rey memasang senyum terlebar yang ia bisa. Ia sekarang tahu alasan Simon begitu marah. Ternyata kelompok petualang itu adalah pemain yang tamak akan kekuatan. Namun melihat mereka kembali ke gua ini serta menundukkan wajah menatap Simon, berarti mereka menyesali tindakan mereka tersebut. Karena itulah Rey menolong mereka. Simon terlihat terkejut sesaat sebelum menatap Rey dingin. Dan Rey tahu betul maksud tatapan tersebut.
"Aku akan menyelesaikan masalah ini. Kau silahkan kembali ke desa dan tunggu kabar baik dari kami," ucap Rey berusaha menenangkan amarah Simon. Simon sendiri tersenyum tipis ke arah Rey.
"Jika kalian tak bisa menyelesaikan masalah ini...." Simon tak meneruskan ucapannya. Ia hanya melangkah pergi. Walaupun Simon tak melanjutkan ucapannya, namun Rey tahu maksud dari Simon. Simon bisa menggunakan jasa orang untuk membunuh mereka. Dengan kekuatan Rey sekarang, sulit untuk Rey menghindari pertempuran jika hal itu memang terjadi. Ia lalu menghela nafas berat karena merasa salah melangkah.
"Jelaskan diri kalian. Aku tak ingin menyelesaikan masalah ini tanpa tahu apa pun," ucap Rey ketus.
Kelima orang itu terlihat merasa bersalah. Seorang Swashbuckler berinisiatif untuk menjelaskan dirinya serta keempat temannya yang lain. Dari penjelasan itu, Rey mengetahui bahwa Swashbuckler di hadapannya bernama Reed. Ia adalah ketua dari kelompok ini. Lalu ada seorang ADC yang bernama Liu King, seorang Cleric bernama Lui Queen, seorang Swordman bernama Lage, dan terakhir Lencea bernama Zarco.
__ADS_1
"Kenapa kau menolong kami?" tanya Reed. Tentu saja ia bingung karena ia beserta anggotanya tak mengenal Rey, namun Rey sudah dua kali membantu mereka.
"Anggap saja aku sial karena dua kali bertemu kalian," ucap Rey dingin. Ia lalu menatap kelima orang di hadapannya. Ada rasa tak setuju di wajah mereka, namun tidak ada yang berani mengutarakan hal tersebut. Rey menghela nafas sejenak sebelum berekspresi seperti biasanya.
"Sudahlah. Aku akan membantu kalian menghabisi Cylop itu. Tapi kalian harus mendengarkan arahanku. Jika kalian setuju, mari kita masuk setelah memulihkan Hp kalian. Namun jika kalian tidak setuju, silahkan pergi dari sini secepat mungkin," ucap Rey sambil mencabut pedangnya dari tanah. Ia lalu memasukkan pedangnya dengan cepat ke sarungnya hingga terdengar bunyi gesekan yang dihasilkan karena benturan sarung dan bilah pedang itu. Rey sengaja melakukan hal tersebut untuk mengintimidasi kelima orang tersebut. Jika tidak, pasti mereka akan lari dari masalah mereka.
Reed menoleh ke arah temannya. Tak butuh waktu lama, keempat temannya segera mengangguk. Reed lalu mengalihkan pandangannya kembali pada Rey.
"Baiklah. Kami setuju," ucap Reed. Mendengar hal tersebut, Rey segera melemparkan 10 botol Small Potion ke arah Reed. Rey tahu bahwa kelima orang ini masih berada di level dua puluhan, karena itu Small Potion cukup untuk mengembalikan Hp mereka yang hilang. Reed terlihat terkejut dan berniat mengembalikan ramuan tersebut, namun Rey terlebih dahulu melangkah masuk ke dalam gua itu.
Reed tersenyum kecut sembari membagikan Small Potential itu sebanyak dua setiap orang. Setelah mereka memulihkan Hp miliknya, mereka bergegas mengikuti Rey yang berjalan pelan masuk ke dalam gua. Rey yang menyadari hal tersebut memberitahukan rencananya. Sebenarnya Clyclop adalah monster yang terbilang cukup mudah untuk dikalahkan. Kelemahannya terletak pada matanya. Namun bagian itu juga yang selalu ia jaga setiap saat. Belum lagi Rey sempat melihat bola mata Cyclop itu sedikit berbeda. Selain mempunyai kekuatan yang cukup tinggi, beberapa jenis Cyclop memiliki status Int yang tinggi. Mungkin alasan inilah yang membuat beberapa monster di sekitar gua ini menjadi lebih kuat. Jika dugaan Rey benar, level Cyclop ini setidaknya berada di angka 70 dan termasuk Boss Monster. Dengan bertarung dengan kelima orang ini, Rey tidak mendapatkan bonusnya. Ia juga menggunakan satu bilah pedang. Dengan begini kekuatannya hanya setara dengan Swordman biasa level 40. Namun, dengan adanya bantuan 5 orang ini Rey bisa bergerak bebas mengalihkan kesemua tangan Cyclop itu.
__ADS_1
Tepat setelah Rey menjelaskan rencananya, mereka pun tiba di hadapan Cyclop yang terlihat duduk bersila memegang kesemua senjata miliknya. Matanya segera mendelik tajam ke arah Rey.