
Tanpa terasa, Rey telah melakukan duel dengan wanita perwujudan harimau putih itu selama tiga hari penuh tanpa keluar dari gua itu.
Di hari pertama Rey terlihat menyerang dengan asal-asalan. Sebenarnya bukan tanpa alasan ia menyerang begitu. Rey sengaja melakukannya untuk mencari pola serangan dari wanita yang menjadi lawannya itu. Namun, seolah tidak memiliki celah sama sekali, Rey tak bisa melihat pola serangan wanita itu yang berbeda daripada orang lain. Gerakan pedangnya begitu cepat, tetapi sangat kuat jika harus ditangkis. Apalagi serangannya selalu tepat hingga sulit untuk dihindari. Rey mengetahui memang inilah dasar dalam menggunakan senjata. Kecepatan, kekuatan, dan ketepatan. Akhirnya Rey menghabiskan harinya dengan kekalahan beruntun tanpa sekalipun bisa mendaratkan serangan pada wanita itu, sedangkan ia sendiri sudah meminum lebih dari 50 Small Potion.
Di sisi lain, tepatnya Midgard Utara, Psycho-B memilih meninggalkan benteng di perbatasan untuk memasuki hutan seorang diri. Ia berniat mencari tahu asal usul dari Dark Elf yang muncul secara tidak wajar itu. Setiap Dark Elf muncul, mereka layaknya keluar dari dalam hutan tanpa melakukan perjalanan untuk sampai ke perbatasan. Ia sebenarnya tidak ingin masuk ke dalam hutan sendiri, tetapi situasi perbatasan sedikit tidak aman. Apalagi ia tidak tahu sampai kapan ia baru berhasil menemukan asal Dark Elf itu. Jadi Psycho-B meninggalkan benteng seorang diri dan menyerahkan kepemimpinan sementara kepada Deon.
Walaupun Job yang dimiliki Psycho-B tidak cocok untuk mengintai, terlebih ia tidak memiliki Skill untuk melarikan diri, tapi Psycho-B memiliki Skill yang bisa membuat dirinya mengetahui pergerakan di sekitarnya. Psycho-B juga sering berpetualang dengan Rey yang 75% menghabiskan diri dalam hutan siang dan malam, jadi ia tahu setidaknya dasar-dasar dalam bertahan hidup di alam terbuka.
Hari kedua, Rey mencoba kembali untuk mengalahkan lawannya. Hari itu juga wanita yang menjadi lawan Rey memberitahu namanya. Byakko, begitulah namanya disebut. Ia sebenarnya memiliki wujud seekor harimau putih dan merupakan penjaga Midgard Barat. Namun, saat ini ia hanyalah sebuah roh karena jiwanya sedang tersegel di suatu tempat yang tak ingin ia jelaskan pada Rey.
Rey sebenarnya sudah tahu identitas wanita itu dan tak terkejut sedikit pun. Namun Rey memaksakan ekspresi terkejutnya saat Byakko menjelaskan identitasnya. Byakko dan lainnya dianggap dewa oleh Midgard, karena itu sudah sepantasnya warga Midgard terkejut. Rey hanya mengikuti hal tersebut agar ia tidak terlihat mencurigakan.
Rey melanjutkan untuk mencoba mengalahkan Byakko, tetapi hasilnya sama saja. Namun ada perubahan yang berarti dari gerakan Rey. Ia sudah tak terlalu banyak terkena serangan Byakko lagi. Byakko juga terlihat lebih senang senang dan memberikan intruksi, walau ucapannya terdengar sedikit dingin.
"Kakimu terlalu lebar mengambil langkah.."
"Kau terlalu banyak membuat gerakan yang tak berguna.."
"Ayunan ini hampir mengenaiku. Aku mengatakan hampir, bukan telah."
__ADS_1
Pada akhirnya, Rey terpaksa menahan telinganya karena intruksi yang diberikan Byakko terus menerus seolah semua yang dilakukan Rey adalah kesalahan. Rey sebenarnya adalah orang yang menyukai kritik dan saran yang diarahkan kepadanya. Namun Rey merasa Byakko menggunakan nada ejekan dalam memberikan intruksi. Byakko baru berhenti berbicara saat pedang Rey mengenai pergelangan tangan kanannya. Saat itulah Byakko tersenyum sumringah. Dan saat itu juga Rey jatuh karena kelelahan mengayunkan pedang terus menerus.
Psycho-B sendiri meloncat senang karena berhasil menemukan wilayah yang menjadi tempat tinggal dari Dark Elf setelah mencari selama sehari semalam. Ia bahkan tidak tidur untuk menemukan tempat tinggal Dark Elf dihadapannya. Walaupun Psycho-B tidak sepenuhnya yakin, tapi banyak Dark Elf yang keluar masuk di tempat itu. Ia sebenarnya ingin masuk lebih dalam dan mencari tahu informasi lebih banyak. Namun, niatnya batal karena hal itu akan membahayakan nyawanya. Terlebih lagi Dark Elf yang menjaga kawasan itu bukanlah berlevel rendah. Setidaknya berbeda daripada Dark Elf yang ia lawan beberapa hari ini. Psycho-B juga ingat bahwa hari ini pihak Starlight Empire akan mengirimkan pasukan bantuan. Jadi setidaknya Psycho-B besok sudah harus disana, walau ia tak tahu semuanya sudah diurus oleh Deon.
"Ingat. Job yang kau miliki itu Sharpshooter, bukan Assasin." Psycho-B terus menekankan kata-kata itu di benaknya karena ada di satu sisi dalam dirinya yang ingin menyusup ke dalam desa itu. Ia tidak akan bisa menyusup ke dalam desa Dark Elf itu karena Job yang ia miliki. Psycho-B hendak kembali untuk memanggil pasukannya. Namun belum sempat ia melangkah, ia sudah merasakan kehadiran makhluk lain di dekatnya. Tidak satu, melainkan sepuluh dan bersenjata lengkap disertai senyuman mereka.
Hari ketiga, Rey sudah bisa melihat dengan jelas arah tebasan Byakko. Walaupun samar, tapi ia sudah mulai terbiasa dengan kecepatan wanita itu. Rey mengayunkan pedangnya secara menyilang yang segera ditahan oleh Byakko. Rey meloncat ke belakang sebelum menyerang lagi.
Jika dua hari yang lalu ia terus-terusan bertahan dan hanya sedikit melakukan perlawanan, hari ini Rey menjadi sedikit lebih agresif. Saat Byakko hendak menyerang, Rey segera menutup kesempatan itu dengan melompat mundur. Ia tahu dampak serangan Byakko akan lebih besar daripada biasanya karena Rey melakukan perlawanan. Rey melompat ke depan dan menebas secara vertikal. Byakko menghindar ke samping dan hendak mengayunkan pedangnya, tapi Rey dengan cepat memberikan berbagai macam tebasan lainnya hingga memaksa Byakko menjadi bertahan.
Sebetulnya ada yang Rey pikirkan selama dua hari melawan Byakko. Walaupun ia sekarang adalah Roh, tetapi kekuatan yang ia keluarkan jelas begitu besar. Jadi tidak mungkin Rey bisa membunuh Byakko. Apalagi pada informasi Quest ini, Rey harus membuat Byakko terkesan, bukan membunuhnya. Dengan kata lain Rey harus menunjukkan perubahan yang signifikan pada permainan pedangnya. Karena itulah Rey berniat mengerahkan seluruh kekuatannya hari ini.
"Chaos Heart!" Dengan pedang bersiap menebas, Rey bergerak cepat ke depan. Saat itulah Byakko terdiam. Ia tersenyum sekilas sebelum pedang di tangan kanannya terlempar jauh dengan sebuah luka goresan di punggung tangannya. Ia tersenyum ke arah Rey, senyum penuh rasa syukur.
Walaupun Rey tidak begitu mengerti kenapa Byakko lemah di saat-saat terakhir, tapi ia senang karena dirinya berhasil menyelesaikan Quest. Sebuah panel transparan muncul di hadapannya.
[Quest Selesai
Byakko mengakuimu dan percaya kau bisa membantu dirinya.
__ADS_1
Hadiah: Levep Up 2X]
"Apakah kau mau membantuku mengembalikan tubuhku seperti semula?" Byakko bertanya sopan.
[Quest: Mengembalikan Tubuh Sang Penjaga
Kesulitan: A
Byakko ingin dirimu untuk membantu dirinya mengembalikan tubuh fisik serta kekuatannya.
Hadiah: Tidak Diketahui]
"Dengan senang hati, aku akan membantu dirimu." Rey tersenyum tulus.
"Terima kasih. Apa yang kau cari dan bagaimana cara membantuku, ada di dalan gua ini. Sampai jumpa," ucap Byakko sambil melambaikan tangannya pelan. Saat itulah tubuhnya perlahan menghilang menjadi butiran cahaya bersama pedang yang tadi ia gunakan.
Rey menghela nafas lega setelah Byakko menghilang sepenuhnya. Ia berpikir Quest ini akan lebih lama. Namun mengingat sebelumnya Suzaku memberitahunya untuk segera menyelesaikan Quest ini, pasti Quest ini begitu penting. Terutama ini menyangkut hewan kuno penjaga Midgard. Ia harus menyelesaikan Quest ini agar perkembangan Ras Demon menjadi terhambat.
Rey hendak melangkah ke dalam gua, tetapi sebuah pesan masuk ke dalam kotak masuk pesannya. Pesan itu berasal dari Deon. Senyum di wajah Rey luntur seketika ketika ia berada di bagian akhir pesan itu.
__ADS_1