
Rey mencabut pedangnya dengan segera. Reed serta kelompoknya juga melakukan hal demikian dan menyiapkan senjata mereka.
"Seperti yang kujelaskan tadi, bidik matanya. kami akan mencoba mengalihkan perhatiannya," ucap Rey segera berlari ke arah Cyclop itu. Liu King segera mencabut dan melepaskan beberapa anak panah yang ia arahkan ke mata Cyclop itu. Reed seorang Swashbuckler yang menggunakan kapak dan pedang pendek. Ia juga mengikuti Rey dari belakang untuk menyerang dari sisi kanan. Di sisi lainnya Lage dan Zarco menyerang dari sisi kiri. Dan Lui Queen bertugas menyembuhkan pemain yang terkena serangan monster itu.
Rey melesat cepat ke arah Cyclop itu. Ia menghindari tebasan pedang monster itu dengan melompat pelan.
"Chaos Heart. Slash!" teriak Rey sambil mengeluarkan Skill miliknya. Cyclop itu termundur kebelakang dan hampir terjatuh. Dengan cepat ia mengembalikan keseimbangannya. Namun hal itu tak bertahan lama karena Zarco menyerang dengan tombaknya. Lage juga tak ingin kalah menebas beberapa kali. Rey bisa menilai Lage dan Zarco adalah pemain dengan tipe kecepatan karena serangan mereka sedikit lebih cepat. Reed juga segera menari perhatian Rey saat ia mengeluarkan Skill kapak miliknya untuk menyerang Cyclop itu. Walaupun serangannya dihalangi menggunakan perisai Cylop itu, namun bunyi yang dikeluarkan saat 2 benda itu bertabrakan begitu keras.
Cyclop itu tampak kesulitan. Ia lalu meloncat mundur kebelakang. Namun sayangnya Rey tak membiarkan hal tersebut.
"Chaos Wave." Sebuah gelombang pedang keluar dari tebasan Rey menghantam dada monster tersebut. Monster itu jatuh tersungkur. Ia segera bangkit dan menatap Rey marah.
"Reed, Zarco, Lage. Mundur,"pekik Rey sambil mengeluarkan sebuah Great Sword dari inventori miliknya dan memasukkan pedang biru yang digunakannya tadi dalam inventori miliknya. Reed, Zarco, dan Lage yang mendengar teriakan Rey tersebut segera mundur secepat yang mereka bisa.
Sebenarnya rencana Rey adalah agar Cyclop itu masuk dalam kondisi Rage. Jikalau mereka tidak memancing monster tersebut lebih dahulu, mereka pasti akan sulit mengalahkannya nanti. Karena Cyclop itu telah memasuki kondisi Rage, ia akan kehilangan akalnya dan menyerang tak beraturan. Cyclop memiliki status kekuatan yang sangat tinggi. Jadi diantara mereka hanya Rey sendiri yang bisa menyambut segala serangan monster di hadapannya. Saat Rey membuat Cyclop itu sibuk, Liu King akan memanah matanya. Itulah rencana Rey.
__ADS_1
"Jika ada kesempatan serang dia. Jika kalian terkena serangannya, pulihkan nyawa kalian sesegera mungkin," ucap Rey dan segera berlari ke arah monster itu.
Monster itu kembali bersiap. Ia mengangkat kaki kanan miliknya hendak menginjak Rey. Namun hal itu sudah terbaca oleh Rey. Ia dengan mudah menghindar ke kanan.
"Chaos Heart. Slash." Rey mengerahkan salah satu skill miliknya. Sebuah luka sayatan segera terbentuk di kaki Cyclop itu. Ia mengerang kesakitan. Rey kembali meloncat menjauh. Walaupun ia menggunakan sebuah Great Sword, namun kecepatan yang ia miliki seakan tak menurun.
Melihat kesempatan itu, Reed berdua temannya maju menyerang Cyclop itu. Rey juga tak mau kalah dan berlari lagi membantu ketiga rekannya itu. Walaupun serangan yang mereka keluarkan tak begitu besar, namun Hp milik Cyclop itu terus turun dengan cepat. Terlebih serangan yang dikeluarkan Rey meninggalkan bekas luka yang dalam.
"Sial." Di tengah serangan beruntun itu, Rey mengumpat keras. Ia sejak tadi menggunakan Skill Chaos Heart hingga mana yang ia miliki sekarang habis tak bersisa. Melihat Rey lengah, Cyclop itu kembali mengayunkan kapak miliknya dengan keras. Rey telat bereaksi hingga ia hanya bisa menahan serangan tersebut. Ia terpental cukup jauh. Reed beserta yang lainya terkejut. Tak lama, nasib Reed tak beda jauh dengan Rey disusul oleh Zarco dan Lage. Mereka juga terpental karena serangan Cyclop itu.
"Rey. Sulit untuk mengenai matanya. Busirku tidak cukup cepat," ucap Liu King yang baru saja tiba.
"Kalau begitu, arahkan saja ke tubuhnya." Rey berjalan pelan ke depan sambil mengangkat pedang besarnya itu.
"Tangan? Kaki? Dada? Perut?" Rey bertanya-tanya di dalam hatinya berusaha menebak kelemahan lain dari monster besar di hadapannya. Ia menghela nafas berat setelah saat mengetahui jikalau kelemahan monster ini satu-satunya berada di matanya.
__ADS_1
Rey meminum dua botol ramuan penambah mana. Ia lalu berjalan pelan ke arah Monster itu. Liu King terlihat kembali melesatkan anak panah miliknya, sedangkan Lui Queen berusaha untuk menyembuhkan Reed dan yang lainnya.
"Mari bertaruh dengan kemampuanku," ucap Rey sambil berlari cepat ke arah Cyclop itu. Cyclop itu meraung keras sebelum menyerang Rey menggunakan tombak miliknya. Dengan mudah Rey menghindar ke kiri. Ia kembali menambah kecepatannya saat Cyclop itu mengangkat kapak miliknya dan berusaha menebas. Sekali lagi Rey berhasil menghindar. Tak berhenti disana, Cyclop itu mengayunkan pedang miliknya secara vertikal hingga menghantam tanah tepat Rey berada.
Tanah hancur dan debu beterbangan kemana-mana. Reed terkejut melihat hal itu. Ia segera berdiri dan mengangkat kedua senjatanya diikuti oleh Lage.
Cyclop itu kembali meraung. Namun kali ini suaranya terdengar seperti sedang kesakitan.
"Chaos.... Wave." Rey mengerahkan semua mana yang ia miliki ke dalam skill tersebut dan menggunakannya tepat di depan paha Cyclop itu. Darah mengucur deras dan lambat laun tubuhnya terjatuh berdebum kelantai.
Rey juga tak jauh beda, ia jatuh berlutut ke depan dengan bertumpu ke pedang besarnya.
"Selesaikan," teriak Rey yang meyadarkan Reed, Lage, dan Zarco. Sebenarnya bukan tanpa alasan ia menyerang bagian kaki Cyclop itu sejak awal. Ia sudah menduga bahwa Liu King akan sulit mengenai mata Cyclop itu dengan panah miliknya. Karena itu sejak awal Rey membuat luka-luka sayatan di bagian kaki monster itu. Dan dengan kekuatan sertifikasi seluruh mana yang ia miliki, kaki Cyclop itu putus karena besarnya daya hancur Rey.
Reed yang mendengarkan teriakan itu segera tersadar dan maju menyerang monster itu. Lage dan Zarco juga tak tinggal diam, mereka segera membantu Reed. Cyclop itu tak bisa kembali bangkit karena satu kakinya putus. Ia juga membawa 4 senjata yang cukup berat. Dengan hati-hati dan penuh siaga Reed, Lage, dan Zarco menyerang monster itu habis-habisan. Setelah beberapa saat Cyclop itu terbunuh di tangan Reed yang mengerahkan Skill pamungkasnya.
__ADS_1
___________