
"Tadi itu hampir saja." Rey tertawa cukup lantang. Setelah berlari selama seperempat jam, akhirnya mereka telah lolos dari bahaya. Raph juga tak terlihat mengejar.
"Em ... Rey," PeAce berucap malu. Saat itulah Rey tersadar dirinya masih menggendong PeAce.
"Eh, maaf." Rey segera menurunkan PeAce. Ia sangat takut hingga tidak sadar bahwa dirinya terus menggendong PeAce. Di sisi lain, Psycho-B segera melempaskan pegangan tangannya pada Heilige dan tersenyum canggung.
"Di mana ras Dark Elf yang lain?" tanya Rey pada Vale. Sejujurnya Rey telah melupakan tujuan utamanya mengejar pasukan Ogre.
"Aku telah menyuruh mereka menyelamatkan diri terlebih dahulu. Mungkin mereka sekarang sedang menunggu di desa," jawab Vale.
"Baguslah kalau begitu. Untuk sekarang situasi sudah lumayan aman. Tapi, ada kemungkinan jika mereka akan kembali dan menculik kalian. Apa kalian punya rencana Vale, Psycho-B?" tanya Rey berusaha melihat jauh ke depan.
Psycho-B terdiam, begitu pula dengan Vale. Mereka sungguh tidak memikirkan hal tersebut. Untung saja Rey mengingatkan mereka, jika tidak permasalahan ini akan timbul kembali. Rey menghela nafas melihat dua pria yang ia tanya sedang kebingungan.
"Kalau menurutku, selagi Dark Elf menemukan tempat baru untuk dijadikan desa, lebih baik Starlight Empire melindungi mereka. Sebagai gantinya, selama itu mereka bisa membantu menjaga benteng kerajaan atau yang lainnya, asalkan disetujui oleh Dark Elf. Bagaimana?"
"Nah, kau memang selalu bisa diandalkan. Terima kasih sarannya," sahut Psycho-B sambil menepuk bahu temannya itu.
"Tidak masalah, asalkan jangan sering-sering," balas Rey. "Karena urusan kita telah selesai, mari kita kembali." Rey terbatuk pelan. Psycho-B segera tersenyum jahil.
"Ayo berangkat." Sekali lagi Psycho-B menarik tangan Heilige dan berjalan lebih dahulu. Celine dan Yun segera paham, lalu mulai menyusul mereka. Vale yang tidak mengerti hanya bisa tersenyum pahit sebelum berjalan sedikit lebih cepat meninggalkan Rey dan PeAce berdua.
Rey tersenyum sebelum berjalan sedikit lebih pelan daripada teman-temannya. PeAce terdiam, ia tahu teman-temannya sengaja membuat mereka berdua bersama untuk menyelesaikan masalah yang tak kunjung reda.
"Maaf, mungkin hari itu aku telah berkata kasar," ucap Rey. Ia masih teringat kata-katanya pada PeAce hingga membuat wanita itu menangis.
"Ah, tidak apa-apa. Aku juga salah." PeAce menundukkan wajahnya. Ia tak sanggup menatap langsung wajah Rey.
__ADS_1
Keduanya terdiam. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka katakan selanjutnya. Walaupun sebenarnya ada banyak hal yang ingin dibicarakan, tetapi kalimat itu tak dapat tersampaikan. Suasana mulai menjadi canggung beberapa saat. Saat itulah Rey teringat sesuatu.
"Saat itu, kenapa kau meninggalkanku dan masuk ke Nirvana Garden?" tanya Rey. Ia selalu ingin tahu alasan wanita itu sebenarnya. Walaupun PeAce selalu menjelaskan bahwa ia menyukai ketua Nirvana Garden, tetapi Rey tidak menerima alasan tersebut.
"Kenapa kau ingin tahu?" PeAce terlihat berat memberitahukannya.
"Kalau kau tidak mau memberitahukannya, itu tidak masalah. Setelah kupikir, itu adalah privasimu. Jadi aku tidak berhak tahu. Lagi pula ...."
"Orion. Karena dia," potong PeAce. Rey terdiam. Alasan PeAce terdengar tidak jauh berbeda.
"Kau tahu identitas aslinya? Dia adalah anak dari pemilik perusahaan terbesar di dunia, Ultra Techno," ujar PeAce menjelaskan.
"Lalu? Apa hubungannya?" tanya Rey. Rey memang terkejut dengan identitas asli Orion. Namun, ia tidak melihat ada hubungannya dengan masalah mereka.
"God Reason tidak seaman sekarang. Jika memiliki akun GM, kita bisa melihat beberapa informasi pribadi pemain. Dan Orion menggunakan akun GM milik ayahnya untuk melihat informasi terkait kita berdua. Tentunya secara diam-diam."
Rey terdiam mendengarkan penjelasan PeAce. Jika informasi ini diketahui publik, pasti akan banyak hinaan dan cacian datang ke pihak Ultra Techno.
***
Rey dan PeAce pertama kali bertemu Orion di sebuah kota di Midgard Selatan. Orion adalah orang yang cukup ramah, jadi ketiganya jadi lebih akrab. Apalagi Rey dan Orion selalu memiliki pendapat yang sama. Namun, ada satu hal yang tidak disukai Rey dari Orion. Yaitu, Orion adalah orang yang terlalu ambisius. Ia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia mau.
Mereka bertiga berpetualang bersama. Perlahan tapi pasti, Rey mulai merasakan kedekatan di antara Orion dan PeAce bertambah. Walaupun kala itu Rey tidak memiliki hubungan apa pun pada PeAce, tetapi ia memiliki perasaan khusus pada wanita itu.
Semakin lama, rasa cemburu di hati Rey semakin bertambah. Hingga pada suatu ketika, Rey pun menyatakan perasaannya di Midgard Barat, tepatnya di kota Rosevelt. Namun, kala itu Rey tak mendapatkan balasan. Dengan kata lain, ia digantung.
Beberapa hari setelah itu, hubungan PeAce dan Rey semakin renggang. Saat itulah PeAce memutuskan untuk masuk ke Guild Nirvana Garden. Rey menjadi marah saat mengetahui alasan PeAce masuk Guild itu karena Orion.
__ADS_1
Tanpa Rey sadari, PeAce masuk Guild Nirvana Garden karena alasan lain. Sehari sebelumnya Orion mendatangi dirinya. Orion menjelaskan identitasnya yang asli. Lalu Orion mengancam akan menghancurkan membuat hidup Rey menjadi sengsara.
Awalnya PeAce tidak percaya. Namun, setelah melihat berita kebakaran sebuah kantor tempat di mana orang tua Rey bekerja, PeAce terpaksa masuk Guild Nirvana Garden. Orion menyuruh seseorang untuk membakar kantor itu. Ia juga memberikan sejumlah uang ganti rugi kepada sang pemilik sekaligus uang tutup mulut. Karena itu kasus pembakaran itu hanya diselidiki sebentar.
PeAce dipaksa untuk membuat alasan palsu masuk ke Guild miliknya. Jika tidak, Orion akan menambah penderitaan Rey. PeAce akhirnya menurut.
Sayangnya kala itu PeAce dan Rey masih tetap saja berhubungan walau secara tidak langsung. Akhirnya Orion menyuruh seseorang untuk menghalang-halangi orang tua Rey dalam mendapatkan kerja. Saat itu juga PeAce mulai memutus hubungan pertemanan antara dirinya dan Rey. Rey kalap dan segera mendatangi markas Guild Light Crusader. Membantai orang yang mendukung Orion. Rey juga belasan kali membunuh Orion di markasnya.
Sayangnya, Orion meminta bantuan Guild lain. Rey yang juga dalam ekonomi buruk meninggalkan dunia virtual yang membuat namanya dikenang. Tanpa ia tahu, PeAce selalu menunggu kembalinya sang Black Kenshi di God Reason. Namun pria itu tak pernah kembali lagi.
***
PeAce telah menyelesaikan ceritanya. Terlihat ada penyesalan mendalam di hatinya. PeAce juga merasa bersalah karena telah membawa masalah dalam hidup Rey. Terlihat ada beberapa tetes air mata di pelupuk matanya.
Rey terdiam. Ada rasa marah yang meluap-luap di dalam hatinya. Namun, ia tak ingin menunjukkan itu pada PeAce. Bagaimanapun juga, ini bukanlah salahnya.
"Sudahlah, ini bukan salahmu. Lagi pula itu semua sudah berlalu," ucap Rey sambil menepuk bahu PeAce pelan. Perempuan itu mengangguk dan terlihat lebih tenang. Namun, masih ada sesuatu yang mengganggunya.
"Sebenarnya, aku juga memiliki alasan lain menjauhimu. Karena kau adalah ...."
"Karena aku adalah teman sekolahmu?" potong Rey cepat. PeAce terlihat terkejut dengan perkataan Rey.
"Bagaimana kau tahu?"
"Sejak awal aku sudah tahu. Walaupun aku tidak terlalu sering berbicara denganmu di dunia nyata, tapi aku tahu itu adalah kau. Sasya, 'kan?"
PeAce mengangguk pelan. Ia tidak tahu bahwa Rey telah mengetahui identitas aslinya. Ia menundukkan wajahnya karena malu.
__ADS_1
"Alasan aku jarang mengajakmu bicara, karena kau terlihat menjauhiku. Tapi, setelah mengetahui semua ini aku menjadi senang," ucap Rey. Ia lalu menatap awan-awan di langit sore. "Aku senang karena kau tidak berubah. Kau masih menjadi PeAce yang baik hati, pengertian, dan suka membantu orang lain. Itu salah satu alasan aku menyukaimu. Untuk sekarang, mari kita berteman." Rey menarik tangan PeAce tanpa peringatan terlebih dahulu.
"Ayo cepat, kita sudah ketinggalan." Rey menarik PeAce untuk berlari pelan di bawah sinar matahari sore. Hari itu, keduanya telah mengungkapkan apa yang sejak dulu terpendam di hati mereka.