Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 94: Masalah Dwarf


__ADS_3

Rey mengayunkan tangannya cepat. Pedang Rey bergerak cepat ke bawah. Namun, Dwarf itu bukanlah targetnya. Rey menancapkan pedangnya tepat di hadapan Dwarf itu.


Tawa Rey segera melengking keras. Ia lalu terduduk geli sambil tertawa tebahak-bahak. Para Dwarf itu segera menatap Rey kebingungan.


"Kalian sangat ketakutan melihatku. Aku sudah bilang sebelumnya, aku hanya kebetulan lewat," ucap Rey sambil mengusap sedikit air matanya. Ekspresi ketakutan yang ditunjukkan Dwarf itu sungguh sangat lucu.


"Sekarang tolong jelaskan padaku, kenapa kalian bisa begitu membenci manusia?" Rey segera mengambil posisi bersila. "Oh, iya. Sembuhkan teman kalian itu!" ucap Rey sambil melemparkan dua botol Potion.


Dwarf tua itu mengangguk dan menangkap botol ramuan pemberian Rey. Ia lalu memberikan botol itu pada anak buahnya untuk menyembuhkan rekan mereka yang terluka.


"Sekarang semuanya duduk baik-baik. Jangan bersujud seperti itu," ucap Rey lagi. Semua Dwarf itu bergerak cepat mengikuti perintah Rey.


"Tuan, apakah kau benar-benar bukan dari Starlight Empire?" tanya salah satu Dwarf di barisan belakang.


"Bukan. Aku berasal dari Midgard Barat. Aku hanya petualang yang suka menjelajahi Midgard," jawab Rey.


Semua Dwarf itu terlihat lebih tenang. Terlihat rasa bersalah tampak di wajah mereka sekarang. Rey menyadari hal tersebut.


"Dengar! Ini semua hanya salah paham. Aku juga tidak terlalu mempermasalahkannya. Yang kubutuhkan untuk saat ini hanya penjelasan," ujar Rey.


"Baiklah, tuan. Aku sebagai ketua dari 40 Dwarf ini akan menjelaskan apa yang terjadi pada kami. Sebelum itu, namaku adalah Killi," ucap Dwarf tua itu akhirnya memberitahukan namanya. Rey mengangguk pelan.


"Semua bermula sejak setahun yang lalu. Kami biasanya hidup di dunia bawah," ucapnya.


"Dunia bawah? Di mana itu?" Rey baru mendengar hal tersebut. Ia tidak pernah mendengar nama tempat itu sebelumnya.


"Sebuah tempat di Midgard Timur. Tempatnya berada jauh di kedalaman tanah. Saat itu, beberapa kelompok terpecah belah karena ras Demon tiba-tiba mendatangi kami. Kami lebih memilih menjauhinya dan keluar dari sana. 100 Dwarf kupimpin menuju sebuah hutan yang damai di pinggir daratan Midgard Utara. Namun, kami ditangkap oleh sekelompok manusia dan dibawa ke Starlight Empire. Karena kami adalah ras yang memiliki keahlian dalam Blacksmith, kami dipaksa membuat senjata serta alat perang lain," ujarnya menjelaskan.


Rey terdiam. Ia tidak tahu bahwa Starlight Empire terlibat dalam hal ini. Pasti Guild Antariksa Aksara tidak tahu permasalahan ini.


"Kau sebelumnya berkata 100 Dwarf. Di mana 60 lainnya?" tanya Rey.

__ADS_1


Killi terlihat sedih. Air mukanya segera berubah, begitu pula yang lainnya. Mereka terdiam.


"Mereka adalah kelompok Dwarf perempuan dan anak-anak yang saat ini ditawan Starlight Empire?" tanya Rey.


Killi mengangguk pelan. Sejujurnya ia sedikit terkejut Rey dapat menebaknya.


Rey menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal itu. Ia tidak tahu ada permasalahan tersembunyi di Starlight Empire.


"Sebenarnya senjata yang kalian buat itu untuk apa? Aku sudah melihat beberapa kesatria Starlight Empire, tapi senjata yang mereka gunakan kualitasnya masih terbilang rendah," ucap Rey.


"Aku juga tidak tahu. Setiap kami telah membuat senjata, senjata itu akan diambil oleh pihak kerajaan. Aku hanya dengar raja sendiri yang mengurus hal ini," ujarnya memberitahu.


"Kalian tahu di mana lokasi 60 Dwarf lainnya ditawan?" tanya Rey lagi. Kali ini Killi hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya pelan.


Rey menghela nafasnya berat. Permasalahan ini begitu rumit. Ia sebenarnya ingin mengabaikan semua Dwarf ini, tetapi instingnya berkata Starlight Empire masih menyembunyikan hal lain. Ia harus secepatnya menyelidiki hal ini.


"Bisakah kalian membuatkan pedang kembar untukku? Jika bisa, aku akan secepatnya menyusup ke Starlight Empire," ucap Rey. Ia merasa menyusup dan mencari informasi sendiri adalah cara yang paling aman untuk mengetahui apa yang disembunyikan Starlight Empire.


"Anda yakin?" tanya Killi. "Lawanmu adalah satu kerajaan. Aku juga mendengar mereka mendapatkan bantuan dari kelompok lain."


"Aku yakin," kata Rey sambil mencabut pedangnya dari tanah. Ia lalu menyodorkan pedang itu pada Killi. "Buat saja pedang kembar seperti pedang yang ada di tanganmu itu. Atau, jika kau bisa membuat yang lebih bagus daripada itu, itu lebih baik," ucap Rey.


"A-aku akan membuatnya sepenuh hati. Terima kasih karena sudah mau membantu kami." Killi segera bersujud. Ia tidak menyangka orang yang ia serang malah ingin membantunya. Para Dwarf lain juga ikut bersujud.


"Terima kasih, tuan."


"Tolong kami Tuan Pahlawan."


"Terima kasih."


Beberapa teriakan terima kasih terdengar dari Dwarf itu. Mereka sekarang menatap Rey penuh harap.

__ADS_1


"Berapa waktu untukmu membuat pedang kembar itu?" tanya Rey.


"Paling lama seminggu," jawab Killi.


"Aku akan membantu!" Terdengar teriakan lain.


"Aku juga!"


"Jangan lupakan aku!"


Killi menoleh ke belakang. Ia menemukan Dwarf lain penuh semangat ingin membantunya.


"Terima kasih semua. Dengan bantuan kalian, mungkin dua hari cukup untuk membuat pedang kembar dengan kualitas tinggi," ujar Killi.


Rey mengangguk. Ia segera mengeluarkan 10 lusin Small Potion dan memberikannya pada Killi.


"Aku menyadari beberapa dari kalian terluka karena dipaksa bekerja. Gunakan ramuan itu untuk menyembuhkan luka kalian. Jika ada kelompok kerajaan datang, sembunyikan itu segera," ucap Rey. Ia lalu segera berdiri dan membersihkan debu di pakaiannya.


"Aku ingin salah satu dari kalian berjaga di mulut gua, sedangkan aku akan berjaga di hutan. Tidak menutup kemungkinan kalau kelompok kerajaan datang saat kalian sedang mengerjakan sesuatu yang lain. Kalian mengerti?"


"Ya, kami mengerti!" teriak semua Dwarf itu. Rey tersenyum lebar. Semua Dwarf itu sungguh kompak dan saling bekerja sama.


"Kalau begitu aku akan segera keluar. Semoga kita bisa menyelamatkan saudara kalian yang lainnya," ucap Rey. Ia segera melambaikan tangannya dan berjalan keluar.


Saat ia sudah berada cukup jauh, Rey segera membuka kotak pesannya. Ia segera menghubungi Psycho-B.


"Aku ingin bertemu dengan Vale. Suruh dia ke desa Dark Elf yang telah ditinggalkan itu." Itulah pesan yang dikirimkan Rey pada Psycho-B.


Ia memang sudah tahu para Dark Elf diperbolehkan pindah ke wilayah kerajaan. Hanya saja, Rey takut Starlight Empire malah membuat mereka sengsara sama seperti halnya Killi dan lainnya. Ia harus segera mendiskusikan ini dengan Vale segera.


Tak lama, pesan balasan dari Psycho-B segera masuk. Rey segera membacanya.

__ADS_1


"Kebetulan. Aku sedang mencoba menyelidiki desa itu bersama Vale dan lainnya. Cepat ke sini segera sebelum hujan datang lagi."


Rey mengangguk sebelum mengeluarkan pedang lain dari inventori. Ia lalu bergegas keluar dari gua itu menuju desa Dark Elf.


__ADS_2