Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 22: Lux


__ADS_3

Rey terus melangkahkan kakinya. Ia setidaknya telah bergerak selama kurang lebih 3 jam tanpa berhenti. Walaupun ia tak menemukan kesulitan yang begitu berarti, namun sekarang ia sedikit merasa lelah. Rey duduk di bawah sebuah pohon rindang sambil memakan roti kering. Walaupun roti kering yang ia makan terasa hambar, namun setidaknya makanan itu cukup untuk mengganjal perutnya.


Setelah selesai memakan roti kering itu, Rey segera membuat Small Potion untuk mengisi persediaan miliknya. Ia telah menghabiskan lebih dari separuh persediaannya untuk dijual di MMO Market. Rey masih memiliki bahan yang cukup untuk membuat setidaknya 50 botol Small Potion. Kecepatannya dalam membuat Small Potion juga meningkat. Ia setidaknya bisa membuat 3 ramuan Small Potion dalam satu menit. Seharusnya ia juga bisa membuat Green Potion yang memiliki khasiat penyembuh lebih baik. Namun sayangnya Rey tak memiliki bahan untuk membuat ramuan tersebut. Ia juga tak mungkin mencari bahan itu sekarang karena waktu yang ia miliki tidaklah banyak.


"Keluarlah," ucap Rey tiba-tiba sambil mencabut pedang di punggungnya. Pandangannya menjadi waspada. Rey menyadari ada seseorang yang bersembunyi di balik pepohonan. Walaupun Rey tak tahu posisi pasti orang itu, namun ia bisa menyadari keberadaan orang tersebut dari gerakan kecil seperti suara ranting patah.


Rey menajamkan matanya ke satu sisi. Ia lalu mengeluarkan satu pisau dan melemparnya ke salah satu pohon.


"Keluarlah. Jika kau datang dengan damai, maka aku akan memperlakukanmu dengan baik," ucap Rey lagi. Namun tetap tak ada balasan. Rey mengumpat pelan dan bergerak cepat. Namun bukannya mendekati pohon yang ia lempar tadi, Rey berlari menjauh. Ia tak ingin mengambil resiko. Ia tak tahu apa yang ada di balik pohon itu.


Dengan cepat Rey keluar dari hutan itu. Ia tiba di sebuah padang rumput. Rey segera mengambil jarak dan berdiri sedikit lebih jauh dari hutan di hadapannya. Tangannya juga tak lepas dari gagang pedangnya. Bukan tanpa alasan Rey melarikan diri tadi. Buktinya setelah Rey berlari cukup cepat keluar dari hutan itu, ia masih bisa merasakan kehadiran orang lain di sekitarnya. Rey mengedarkan pandangan berusaha menebak-nebak tempat persembunyian orang itu.


Tak lama, seorang dengan tinggi hampir sama dengan Rey keluar dari balik salah satu pohon. Rey tak bisa melihat wajah orang itu entah ia laki-laki atau perempuan karena ia memakai tudung jubah serta sebuah kain yang menutupi sebagian wajahnya. Satu hal yang Rey tahu, orang di hadapannya ini adalah seorang Assasin. Dengan pakaian serta caranya mengintai Rey tadi, orang ini hampir mirip dengan Job Second Class Raven, pembagian kedua setelah Job Assasin.

__ADS_1


Rey mengangkat pedangnya. Ia menatap orang asing di hadapannya itu dengan waspada.


"Bisa kau katakan identitasmu?" tanya Rey. Ia merasa tak mungkin jika Assasin itu menyerang Rey tanpa sebuah alasan yang jelas. Rey juga tak mengingat memiliki teman seorang Assasin dengan perawakan seperti orang di hadapannya ini baik di MMO maupun God Reason.


"Nirvana Garden mulai mengincar Seven Hero," ucap orang itu pelan sambil membuka tudung jubahnya. Ia juga menyingkirkan kain yang menutupi sebagian wajahnya. Terlihat paras cantik seorang perempuan. Perempuan itu melemparkan sebuah benda yang segera di tangkap oleh Rey. Rey mengerutkan dahi menatap benda di tangannya itu.


"Kau dari Nirvana Garden? Dan bukankah kau bawahan Cold?" tanya Rey. Ia setidaknya pernah bertemu beberapa kali dengan sosok di hadapannya tersebut pada game God Reason. Wanita itu mengangguk pelan menjawab pertanyaan Rey. Ia lalu menjelaskan bahwa dirinya adalah mata-mata yang dikirim Cold untuk memata-matai pergerakan Nirvana Garden.


"Darimana kau mengetahui bahwa aku di Midgard Barat?" tanya Rey lagi. Ia sebenarnya sudah merasakan keberadaan orang lain saat ia meninggalkan Yun. Namun orang itu selalu berada di jarak aman hingga ia tak begitu memperdulikannya. Tapi saat Rey sedang membuat Potion tadi, orang itu mendekat dengan tiba-tiba.


Rey menyarungkan pedangnya kembali. Melihat Rey tak begitu mewaspadai dirinya lagi, perempuan itu sedikit mendekat ke arah Rey. Rey sendiri cukup percaya dengan perkataan perempuan di hadapannya karena perempuan itu tak punya alasan untuk berbohong. Saat perempuan itu sudah mendekat, ia memperkenalkan dirinya sebagai Lux.


Lux menjelaskan tentang rencana Nirvana Garden untuk mengumpulkan semua pemain Veteran yang terkenal di God Reason. Mereka juga berniat menekan perkembangan Seven Hero.

__ADS_1


"Sejauh ini, Senior Cold telah menemukan 3 Seven Hero termasuk dirimu. Yaitu Scream dan Peace," ucap Lux. Rey sedikit terkejut mendengar hal itu, namun ia hanya diam saja. Lux kembali menjelaskan bahwa Orion, sang ketua Guild Nirvana Garden tengah mencari keberadaan Peace.


"Senior Cold menitipkan pesan padamu bahwa kau diundang olehnya. Namun Senior juga menambahkan jika kau memiliki urusan lain, maka kau tidak diharuskan untuk datang," ujar Lux. Rey sendiri terlihat berpikir sejenak sebelum menggeleng pelan. Ia tak punya banyak waktu untuk mendatangi Guild Frozen Lotus yang berpusat di Midgard Selatan. Ia harus secepatnya untuk menuju Midgard Tengah.


"Senior Cold sudah memprediksi jawabanmu. Ia berkata jika kau menolak, aku diperintahkannya untuk menemani hingga ke wilayah aman," ucap Lux. Tentu saja Rey terkejut mendengar hal tersebut. Ia ingat bahwa hubungan pertemanan antara dirinya dan Cold memang cukup dekat. Namun ia tak menyangka akan langsung memerintahkan bawahannya untuk menemani Rey yang berarti bahaya yang menunggunya begitu besar.


"Kembalilah dan sampaikan rasa terima kasihku pada Cold. Katakan padanya bahwa aku memiliki cara untuk membela diri," ucap Rey dan melangkah pergi. Lux mengangguk sejenak sebelum kembali memasuki hutan. Rey dengan cepat meninggalkan lokasi itu.


Akhirnya Rey terpaksa meneruskan perjalanannya. Ia harus secepatnya sampai di Midgard Tengah. Guild Nirvana Garden sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda keberadaannya. Jadi tak mungkin markas mereka berada di Midgard Tengah tempat berkumpulnya para pemain profesional. Rey juga harus menaikkan levelnya dengan cepat. Ia tak boleh membuang-buang waktu. Semakin tinggi level dirinya, maka musuhnya akan berpikir dua kali untuk menyerang dirinya.


Akhirnya karena mengejar waktu, Rey melakukan perjalanan hingga 3 jam lamanya dan tiba di sebuah desa. Rey berencana untuk log out di salah satu penginapan disini, karena itu ia berjalan pelan mencari penginapan. Tak butuh waktu lama untuk Rey mencari penginapan tersebut karena bentuk dan ukuran penginapan itu sedikit berbeda dari bangunan yang lain. Rey segera memasuki penginapan sekaligus bar itu. Saat Rey melangkah masuk, ia bisa mencium aroma makanan yang begitu wangi.


Rey menyadari tatapan para pengunjung bar itu sedikit aneh pada Rey. Namun Rey tak begitu memperdulikannya dan segera berjalan menuju meja resepsionis untuk memesan kamar. Setelah membayar beberapa keping perunggu, Rey segera berjalan menaiki tangga karena kamarnya berada di lantai dua. Setelah Rey masuk kedalam kamarnya, ia segera mengunci pintu dan log out dari game

__ADS_1


****


__ADS_2