Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 67: Tantangan


__ADS_3

"Wih, pro player datang," ucap Dion, "silahkan duduk."


Raihan mengangguk pelan. Ia segera duduk di kursi yang telah disediakan, begitu pula dengan Rian. Tatapan Raihan masih saja terfokus pada wanita yang sedang duduk di sebelah Alia.


"Ada apa? Dari tadi liatin Syasya terus. Jangan-jangan ...." Rama sengaja menggantungkan perkataannya sambil tersenyum penuh arti. Perempuan yang bernama Syasya itu pun hanya bisa tersipu malu, sedangkan Raihan menggaruk pipinya pelan.


"Bukan begitu. Aku kan dulu tidak terlalu akrab dengan murid-murid lain di kelas. Jadi aku berusaha mengingat-ingat tentang murid di kelas kita, " ucap Raihan. Pandangannya lalu beralih ke arah wanita bernama lengkap Anastasya Syazani itu. "Dulu duduk di sebelah Alia 'kan? Yang sering dapat juara 1," tebak Raihan sambil menunjuk Syasya. Syasha tersenyum lalu mengangguk pelan untuk menanggapi perkataan Raihan.


"Aku merasa seperti pernah melihatmu, tapi lupa dimana." Raihan menatap langit-langit berusaha mengingat wajah Inara. Syasya tersenyum pahit mendengar perkataan Raihan. Saat itulah Rian terbatuk pelan.


"Aku sebenarnya ingin menanyakan sesuatu. Sedikit sama sih pertanyaanku dengan Rai, tapi lebih spesifik," ucap Rian sambil memangku setiap jarinya satu sama lain di atas meja. Suasya menjadi sedikit gelagapan mendengar perkataan Rian.


"Apa kau...."


Rian batal berucap karena suara lain sudah memotongnya. Terdengar suara dari depan, tepatnya dari pentas. Semua perhatian segera segera terarahkan ke orang itu.


"Selamat datang rekan-rekan dan teman-teman. Terima kasih karena sudah dapat hadir pada acara reuni ini," ucap orang itu. Raihan mengenalnya sebagai Dennis, mantan ketua osis angkatan sebelum Raihan. Selama menjabat sebagai osis, banyak perubahan positif yang terjadi di sekolah. Karena itulah banyak sekali orang-orang yang mengenal dan berteman baik dengan dirinya. Namun, Raihan sendiri memiliki pandangan yang sedikit berbeda tentang Dennis. Walaupun ia baik kepada orang lain, tapi ada satu sisi yang tidak terlalu disukai Raihan dari dirinya. Yaitu ia memberikan tugas yang berat pada bawahannya, sedangkan ia mendapatkan tugas yang ringan. Walaupun begitu, Raihan tak ingin mencari masalah dengan Dennis.


Dennis baru saja menyelesaikan kata sambutannya. Lalu acara pun beralih menjadi doa. Setelah doa selesai dipanjatkan, acara berlangsung ke acara hiburan. Para undangan dipersilahkan memakan hidangan yang telah disediakan di atas meja masing-masing. Selain itu musik pun juga dinyalakan untuk memeriahkan acara. Raihan sendiri lebih memilih memakan makanan ringan seperti kue dan es krim. Dion sempat mengajaknya untuk memakan makanan berat seperti nasi, tetapi Rai tolak dengan sopan.


Ia sebenarnya tidak terlalu lapar. Lagipula Raihan masih ingat makan malamnya di rumah masih tersisa lumayan banyak. Sambil menyendok es krim dan memasukkannya ke mulut, Raihan melihat ke arah panggung. Banyak laki-laki maupun wanita menari mengikuti alur musik. Ia cukup menikmati acara reuni ini. Lagi pula dirinya tidak mempunyai kegiatan lain selain bermain MMO.


"Ngomong-ngomong, kemana dirimu 4 hari yang lalu? Setelah menyelamatkan Psycho-B kau menghilang tanpa kabar."


Raihan hampir mengelurkan es di dalam mulutnya karena pertanyaan yang dilontarkan Dion. Rian sendiri tersenyum kecut melihat respon yang diberikan temannya itu. Alia mengerutkan dahinya kebingungan, sedangkan Syasya terlihat sedang memikirkan sesuatu. Dan Rama masih fokus dengan makanannya.


"Aku segera pergi dari sana. Aku ada urusan penting di Midgard Tengah, jadi tidak bisa berlama-lama," Raihan berusaha terlihat serileks sebelumnya sambil tersenyum lebar.


"Begitu yah. Aku berencana untuk membawamu ke tempat PeAce. Bagaimana pun juga, kurasa perlakuanmu padanya waktu itu sedikit kasar." Dion mengambil sebuah kue coklat di atas meja. Raihan tersenyum kecut mendengar hal tersebut. Ia tidak menyangka orang lain akan melihat buruk perbuatannya pada PeAce. Jika dipikir kembali, perkataan Dion ada benarnya. Namun tetap saja, Raihan tak ingin membahas hal tersebut untuk saat ini.


"Bisa kita bahas yang lain. Pembahasan ini sedikit mengangguku," ucap Raihan sambil tersenyum kecut. Dion malah menatap Raihan serius.

__ADS_1


"Terserahmu saja. Namun, jangan terlalu larut dalam masa lalu. Kau harus ingat, kau hidup pada masa kini dan akan melangkah menuju masa depan yang lebih baik," ujar Dion tepat sasaran. Raihan menggaruk pipinya sebelum mengangguk pelan.


"Kalian tahu beritanya? Katanya Frozen Lotus sedang ada masalah internal." Rian adalah orang yang cukup peka, jadi ia segera mengalihkan pembicaraan dengan membahas hal lain. "Yuki yang katanya orang kuat nomor dua di Midgard, bertarung dengan bawahannya. Daripada bertarung, lebih enak disebut penyiksaan sih."


"Aku juga mendengar beritanya. Dari kabar yang kudengar, ada sekitar 5 pemain yang ternyata merupakan penyusup dan berusaha menyabotase Guild Frozen Lotus. Akibatnya sesama anggota mereka bertarung satu sama lain karena fitnah." Rama sedikit tertarik dengan pembahasan kali ini, karena itu ia segera menyelesaikan makananya dan mengutarakan apa yang ia dengar.


"Katanya sih, semua ini karena ada Guild yang membenci Cold. Karena itu mereka ingin membuat Cold menjadi terlihat buruk di mata para petinggi. Dan hal ini sudah berkali-kali terjadi." Kini Dion yang menyahut.


"Lalu, apa yang terjadi dengan Cold?" Tentu saja Raihan penasaran dengan nasib temannya itu. Ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Cold.


"Mereka berhasil. Cold dikabarkan dikeluarkan karena tidak tahan lagi atas masalah yang tak kunjung reda."


Raihan terkejut mendengar perkataan Dion. Sepertinya kali ini Cold mendapatkan masalah yang cukup besar. Ia sebenarnya ingin membantu, tetapi Raihan saat ini belum bisa membantunya.


"Saat ini, Seven Hero hanya akan membawa masalah jika diketahui publik. Para pemain takut jika legenda Seven Hero kembali terulang. Karena itu aku menyarankan pada kalian agar PeAce disembunyikan baik-baik untuk saat ini. Lagipula kalian belum mempunyai fondasi yang cukup kuat. Sedikit keretakan di dalam Guild Antariksa Aksara, maka semuanya bisa hancur," ujar Raihan mengutarakan pendapatnya. Ia termasuk ke dalam salah satu Seven Hero, karena itu juga ia ingin menyembunyikan identitasnya lebih lama.


Rian dan lainnya mengangguk menyetujui perkataan Raihan, sedangkan Alia dan Syasya tidak bisa menyembunyikan ekpresi terkejutnya.


"Selamat malam semua. Maaf menyita waktu kalian sejenak. Aku percaya sebagian besar dari para undangan di sini bermain Might Magic Online. Karena itu, aku selaku ketua dari Guild Light Crusader hendak mengundang kalian masuk ke dalam Guild-ku. Apa kalian tertarik?" Randi pun mulai menjelaskan segala keuntungan yang didapatkan jika memasuki Guild miliknya.


Rian sulit untuk tidak tertawa, karena itu ia sedikit mengeluarkan sedikit tawanya. Semua perhatian teralihkan ke arah Raihan, mereka mengira Raihan yang baru saja tertawa. Raihan menginjak kaki Rian cukup keras karena membuatnya dalam masalah. Tatapan ke arah Raihan segera berubah.


"Apa ada hal yang lucu hingga kau tertawa?" Pandangan Randi menjadi sedikit buruk. Jika saja yang tertawa itu orang lain, maka ia bisa menekan orang itu dengan argumennya. Hanya saja, Raihan adalah orang yang sedikit berbeda. Bahkan jika kau hendak mengajukan argumen, kau sudah kalah sebelum sempat berucap. Randi pernah mengalaminya saat masa-masa sekolah dahulu.


"Tidak. Hanya saja lucu menurutku Guild kecil seperti Light Crusader mempromosikan dirinya di sini. Apakah kau tidak tahu petinggi dari salah satu Guild terbaik Indonesia ada di sini?" Raihan tidak ingin terlibat masalah, karena itu ia segera memandang ke arah Rian yang sekarang tersenyum kecut.


"Siapa?"


"Aku." Rian segera berdiri. Bagaimana pun, dia yang tertawa. Bukanlah Raihan. "Aku adalah salah satu dari tiga wakil Guild Antariksa Aksara."


Semua orang yang melihat Rian segera tertawa. Bagaimana tidak, saat di sekolah dahulu Rian adalah orang yang cukup pendiam. Bahkan teman-temannya hanya sekitar dua lusin di sekolah, sisanya hanyalah kenalan. Namun, sekarang Rian berkata dia menjadi petinggi Guild besar.

__ADS_1


"Kau?" Randi tertawa cukup keras sebelum berkata, "aku tahu kau bermain cukup lama daripada temanmu itu. Namun siapa yang percaya jika seorang pendiam bisa menjadi salah satu petinggi Guild?" Randi kembali tertawa lantang.


Rian sedikit kesal dan hendak menjawab. Namun dengan segera Raihan berdiri dan berjalan ke depan Rian. Bagaimana pun juga, ini menyangkut harga diri mereka berdua.


"Kau tahu Rian bermain sedikit lebih lama daripada diriku. Bagaimana jika kita membuat taruhan." Raihan tersenyum penuh arti. Ia berjalan perlahan mengarah ke sebuah meja.


"Taruhan seperti apa?" Randi menjadi sedikit berkeringat dingin. Raihan seakan mempunyai aura yang dapat menekan dirinya.


"Aku akan menghancurkan Guild milikmu hanya dengan tiga orang. Aku, seorang temanku, dan dirinya," ucap Raihan sambil menunjuk seorang wanita. Para undangan segera mengalihkan pandangan mereka ke arah yang ditunjuk oleh Raihan. Wanita itu segera berkeringat dingin. Mereka mengenalinya dengan nama Lani.


Randi tertawa cukup keras. Tentu saja perkataan Raihan terdengar seperti bualan. Randi mengusap beberapa bulir air mata yang berada di sudut matanya.


"Bagaimana kau berani? Jika aku berhasil, maka kau harus meminta maaf pada Rian di MMO. jangan lupa kau juga harus menyetujui satu permintaan dirinya."


Raihan tersenyum lebar.


"Jika kau tidak berhasil?"


"Maka aku dan dua orang yang akan menyerang Guild milikmu akan menjadi budakmu di Midgard."


Sebuah sorakan terdengar. Tentu saja tantangan ini begitu menguntungkan Randi. Namun Rian tersenyum lebar, ia tahu Raihan tidak selemah yang dipikirkan orang lain.


"Aku juga akan ikut. Kami berempat akan segera pergi," ucap Rian sambil maju ke dekat Raihan. Randi tersenyum lebar melihat itu.


"Baiklah. Aku setuju. Jika kau tidak berhasil, maka jangan menyesal dan menangis di hadapanku." Randi tertawa lantang. Raihan menganggukkan kepalanya.


"Seharusnya kau yang jangan menyesal karena telah menerima tantangan ini," ucap Raihan. Ia segera berbalik dan berjalan keluar diikuti oleh Rian. Wanita yang bernama Lani itu lekas berdiri dan sedikit berjalan cepat mengikuti Raihan dari belakang. Raihan dan Rian meninggalkan ruangan itu dengan semangat yang mengebu-gebu.


»※«


Sengaja mau Up banyak hari ini. Jika semakin banyak pembaca, saya akan lebih rajin mengetik dan juga up. Semoga pembaca MMO terus bertambah ke depannya.

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2