Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 70: Kekacauan


__ADS_3

Trindamar, begitulah nama kota itu disebut. Kota yang merupakan bagian dari Eleanor Province ini merupakan kota yang diberikan bangsawan setempat pada Guild Light Crusader. Guild Light Crusader banyak membantu kota ini hingga menjadi lebih baik, karena itu Eleanor Province memberikan kota ini untuk mereka urus. Karena itulah Light Crusader menjadikan kota ini markas mereka.


Sebenarnya tidak jarang suatu Guild memerintah suatu kota. Seperti Guild Antariksa Aksara yang diberikan amanah untuk menjaga salah satu kota di Starlight Empire. Namun, di Midgard Barat masih sedikit Guild yang menjadikan kota sebagai markas mereka. Selain karena masih banyaknya hutan dan tempat-tempat belum terjamah manusia, penghuni Midgard Barat masih tergolong sedikit. Mungkin Guild Light Crusader menjadi Guild pertama yang berhasil mendapatkan sebuah kota di Midgard Barat.


Randi sendiri sebagai ketua dari Guild Light Crusader cukup bangga. Ia selali tersenyum lebar setiap hari karena perkembangan kota miliknya sangat pesat. Ia mendapatkan banyak pasokan uang dari pajak yang sedikit dinaikkan.


Namun, beberapa hari ini ia terlihat murung. Randi terus memikirkan tentang tantangan dari Raihan. Ia awalnya menganggap hal itu biasa saja, tetapi firasatnya berkata lain. Karena itu ia meminta salah satu rekannya dari Guild lain untuk mengirimkan beberapa bantuan. Tiga orang wanita yang memiliki level cukup tinggi datang dua hari kemudian.


Namun, perasaannya tak kunjung berubah. Semakin hari ia semakin cemas. Jika ia pikir lagi, sungguh aneh 4 orang pemain ingin menantang satu Guild First Class. Mereka pasti memiliki sebuah rencana. Randi tak bisa untuk tetap tenang.


Terlebih lagi jika ia memikirkan beberapa bawahannya yang sering membuat ulah, bukan tak mungkin mereka menyinggung Guild besar. Mungkin itulah yang membuat Rey percaya diri untuk menghadapi mereka.


Saat ini, Randi sedang melepaskan semua bebannya sejenak. Ia duduk di sebuah kursi yang berada di taman bunga. Di sebelahnya ada Alma yang senantiasa menemaninya. Alma terlihat bingung, ada sesuatu hal yang ia pikirkan.


"Ada apa? Kau terlihat cemas?" tanya Randi sambil menggenggam tangan kiri Alma.


"Aku sedang merenungkan sesuatu. Apakah aku benar memutuskan hubunganku dengannya hari itu?"


Ekspresi wajah Randi segera memburuk setelah mendengar jawaban Alma.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Kau menyesal telah berhubungan dengan diriku!?" bentak Randi. Ia jelas emosi karena perkataan Alma.


"Ya, aku menyesal telah mempercayai dirimu. Kau bilang Guild milikmu adalah Guild yang baik. Tapi setelah kucari tahu, kalian sering mencari masalah dengan para pemain lain. Bahkan kalian menyiksa NPC dan mengurungnya di ruang bawah tanah," ucap Alma sambil menitikkan matanya. Ia mulai menyesali keputusan yang ia buat kala itu.


Sebuah tamparan melayang keras ke wajah Alma. Randi tidak bisa menahan diri untuk tidak menamparnya. Ia terlalu emosi setelah mendengar jawaban Alma


"Sudah kubilang kau jangan membuka pintu itu." Randi benar-benar emosi. Ia sering mengingatkan Alma untuk membuka sebuah pintu di mansion miliknya. Pasalnya tempat itu merupakan tempat dirinya untuk menyiksa warga yang tidak mengikuti aturan dan membangkang.


Alma menangis sambil memegangi pipinya. Ia hendak pergi, tapi tangannya segera ditangkap oleh Randi. Randi menatap wanita itu dingin. Saat itu juga dua orang Assasin datang dengan cepat. Randi segera melemparkan Alma ke salah satunya.


"Mark, bawa dia ke penjara bawah tanah."


Pria bernama Mark itu mengangguk dan segera membawa paksa Alma. Seberapa keras Alma mencoba, ia tidak bisa melepaskan diri dari pria itu. Hari ini, ia tahu bahwa dirinya telah membuat keputusan yang salah beberapa pekan lalu.


"Selain kertas itu, aku membawakan berita buruk. Warga mengamuk dan meminta uang pajak diturunkan. Ia seperti dihasut oleh seseorang untuk menentang kita. Beberapa saat lagi, pasti akan ada serbuan ke mansion ini," ujar Fuu memberikan informasi pada atasannya. "Dan kertas itu datang sebelum warga mulai mengamuk."


Randi menjadi marah mendengarkan hal itu. Biasanya para warga tidak akan berani melawan dirinya. Lagipula jika mereka melawan, hanya kematian yang menunggu mereka. Namun, sekarang para warga berani melawan. Hal ini membuat Randi menjadi bingung serta kesal. Pasti alasannya ada pada kertas di tangannya itu.


Randi segera melihat kertas itu dan membacanya pelan. Semakin ke bawah, kemarahannya semakin bertambah. Hingga pada ujung kertas itu, nama Rai tertulis di sana. Randi mengoyak kertas itu sambil memekik keras.

__ADS_1


"Keparat kau!" Randi sungguh emosi. Ia sangat ingin menebas putus kepala Rey dari tubuhnya saat ini.


"Panggil RobKing dan Pinokio. Segera temui aku di ruang pertemuan. Jangan lupa untuk memanggil Mark setelah ia selesai memenjarakan Alma."


Fuu segera bergegas untuk melaksanakan perintah Randi. Ia tahu Randi saat ini sedang marah besar, karena itu ia pergi secepat yang ia bisa. Setelah Fuu hilang dari pandangan, 3 orang wanita berjalan pelan ke arah Randi.


"Kalian bantu aku menemukan penyusup di kota ini," perintah Randi. 3 orang wanita itu mengangguk sebelum pergi untuk menuntaskan tugas mereka.


Randi segera berjalan cepat menuju ruang pertemuan. Ia harus memikirkan rencana untuk meredakan amarah warga. Jika hanya satu dua orang, ia bisa mengurus hal tersebut dengan mengurung mereka. Namun masalahnya, banyak warga yang membangkang. Ia tidak mungkin memenjarakan mereka semua, apalagi membunuh. Randi sungguh tidak akan membuat Rey hidup tenang di MMO mulai saat ini


***


Di tengah kota pada suatu bangunan, Rey tengah duduk di pinggir atap sambil mengamati para warga yang berbondong-bondong menuju mansion Randi. Rey sudah berhasil menyusup dua hari yang lalu dan berhasil mendapatkan beberapa informasi penting. Walaupun para warga merupakan NPC, mereka memiliki kecerdasan masing-masing seperti manusia pada umumnya. Bukan hal sulit untuk Rey menghasut para warga karena hal itu memanglah keahliannya.


"Kelihatannya aku kedatangan tamu," ucap Rey sambil menoleh ke belakang. Dan benar saja, seseorang yang menggunakan topeng putih polos sedang mengacungkan pedangnya ke arah Rey. Rey segera berdiri dan menarik pedangnya.


"Bisa aku melihat wajah aslimu? Aku ingin tahu seperti apa rupa penyerangku," ucap Rey pelan.


"Kau saja tidak membuka topengmu. Buka topengmu, maka aku juga akan membuka topengku," balas orang itu. Dari suaranya ia terdengar seperti seorang wanita. Rey tersenyum pahit dari balik topengnya.

__ADS_1


"Kalau begitu lupakan saja. Aku banyak kegiatan, jadi mari kita akhiri secepat mungkin." Rey segera menendang tanah melesat ke depan. Tak lupa ia mengaktifkan Skill Chaos Heart. Rey menghantamkan pedangnya keras membuat wanita itu terpukul mundur dan hampir jatuh dari atap.


Wanita itu berkeringat dingin. Ia telah salah memilih lawan


__ADS_2