Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 57: Penyelamatan


__ADS_3

"Sebenarnya bagaimana caramu bisa mengetahui kita akan di serang?" tanya Scream penasaran. Di matanya Rey terlihat seperti bisa menebak masa depan. Karena itulah seberbahaya apa pun situasi yang mereka alami, asalkan bersama Rey dirinya tetap tenang.


"Firasat mungkin," jawab Rey singkat yang baru saja selesai menyarungkan pedangnya.


"Hey, aku tidak terima jika kau memberikan jawaban seperti itu." Lluminos mengutarakan pendapatnya. "Jelas-jelas sikapmu menjadi aneh setelah melihat bangkai monster yang kita temukan di jalan."


Rey mengangguk. Ia lalu menjelaskan bahwa bangkai itu telah mati beberapa hari yang lalu. Namun, bangkai itu mati bukan dikarenakan senapan yang berarti bukan Psycho-B yang membunuhnya. Apalagi ada tombak yang tertancap di dekat bangkai itu. Lalu saat di perjalanan, mereka telah menemukan bangkai yang mati karena tombak juga.


"Aku tidak tahu kenapa, tapi yang bisa kupikirkan hanya satu," ucap Rey sambil menghela nafasnya. "Kurasa Dark Elf yang menjadi lawan kalian cukup pintar. Dan sepertinya Psycho-B terjatuh dalam jebakan mereka."


"Apa? Kenapa bisa begitu?" Deon bertanya, ia berpikir Psycho-B tidak mungkin terjatuh dalam jebakan karena pria itu memiliki wawasan serta intuisin yang tinggi.


"Kalian melihatnya, kan? Saat melihat bangkai itu, kita otomatis menjelajahi kawasan itu hingga menemukan bangkai yang lain. Itulah jebakannya. Mungkin Dark Elf sengaja menaruhnya untuk memancing lawannya ke posisi yang mereka inginkan. Jebakan ini terlalu sederhana, saking sederhananya sampai tidak terpikir oleh kita," ujar Rey menjelaskan. Deon terdiam, sedangkan Lluminos mengangguk mengerti.


"Lalu, kemana kita akan pergi selanjutnya?" tanya Scream. Jika mereka tidak mencari bangkai yang lain, berarti tidak ada petunjuk yang bisa mereka gunakan.


"Firasatku, jika kita berjalan lurus saja dan tidak terpengaruh dengan bangkai yang kita temukan, maka kita bisa mencapai tempat yang kita tuju," ucap Rey sambil memandang ketiga temannya untuk meminta persetujuan. Seolah mengerti tatapan Rey, Deon dan Scream mengangguk pelan.


"Kau ahlinya di sini. Mari kita berangkat," ucap Scream. Mereka kembali melangkah untuk menemukan sang Dead target, Psycho-B.

__ADS_1


***


Psycho-B duduk di pojokan sambil mengelus senapan yang berada di sebelah kannya. Ia sekarang berada di sebuah jeruji besi. Ia sebenarnya bisa saja keluar, tetapi ia akan di tangkap lagi. Lagipula ia memiliki informasi penting yang harus ia sampaikan pada Rey terkait desa Dark Elf ini.


Ia menatap sekelilingnya. Tidak ada lubang di manapun. Jika ia menghancurkan jeruji ini, maka akan menimbulkan suara yang cukup besar. Andai saja ada lubang di dinding, maka ia bisa membuat lubang itu sedikit lebih besar.


Psycho-B menghela nafas berat karena tak menemukan jalan keluar. Ia hanya bisa berharap Rey bisa menemukannya dengan segera. Walaupun petunjuk yang dimiliki Rey cuma sedikit, tapi jika Rey mengetahui bentuk dari hutan ini maka ia akan bisa menemukan Psycho-B.


"Jika dipikir-pikir, bukankah aku dulunya pernah mengalami hak seperti ini?" Psycho-B mencoba mengingat-ingat masa lalu.


Memang benar, ia pernah mengalami hal seperti ini di masa lalu. Namun dulu ia menjadi penyelamat bersama Rey. Saat itu salah satu teman Rey yang bernama Celine tertangkap oleh Dark Guild karena ia memiliki kekuatan yang tidak dimiliki banyak orang. Terlebih Celine tidak tergabung dalam Guild mana pun, sama seperti Rey yang menjadi petualang bebas.


Psycho-B menjadi sedikit merindukan masa-masa itu. Ia terdiam sejenak. Psycho-B lalu melemaskan seluruh tubuhnya. Kegiatan yang ia lalui bersama Guild akhir-akhir ini cukup melelahkan. Ia berpikir untuk mengambil cuti beberapa waktu jika semua urusannya dengan Dark Elf telah selesai. Psycho-B ingin merasakan kembali perasaan menegangkan saat dirinya bertualang bersama Rey karena selalu melawan musuh-musuh yang kuat.


Saat itulah, suara denting lonceng terdengar keras berkali-kali. Psycho-B menjadi waspada sekaligus bingung. Seharusnya lonceng itu dibunyikan jika ada serangan yang besar atau pun penyusup di dalam desa.


"Penyusup?" Kata itu tanpa sadar keluar dari mulutnya. Psycho-B mengangkat senapannya dan segera bersiap. Ia masih merasakan ada Dark Elf yang menjaga jerujinya sedari tadi, karena itu Psycho-B tidak langsung mengambil tindakan yang mencurigakan.


Suara lonceng itu masih terdengar sampai beberapa menit sebelum benar-benar hilang. Saat itu juga suara gaduh yang cukup besar terdengar dari luar. Suara dua pedang yang saling bertubrukan pun terdengar keras di udara hingga ke dalam jeruji Psycho-B.

__ADS_1


Kelihatannya mereka sudah sampai di sini. Aku harap mereka tidak apa-apa, ucap Psycho-B dalam hati. Ia memutuskan menunggu lagi beberapa saat.


Suara pertarungan masih terus terdengar. Teriakan kesakitan mengikuti setiap suara tubrukan kedua pedang. Hingga dua menit, tidak ada apa pun yang terjadi pada jeruji Psycho-B. Lalu sekelebat bayangan terlihat di depan jeruji Psycho-B dan menghabisi salah satu Dark Elf yang menjaga jeruji itu. Sosok itu kembali bergerak cepat.


"Shadow Puncture!" Sosok itu berseru keras dan menusuk lawannya yang tersisa dengan pedang hitamnya. Sebuah lubang besar tercipta di perut Dark Elf itu. Ia segera berjalan ke arah jeruji Psycho-B. Perlahan tapi pasti, sosoknya mulai terlihat. Psycho-B tersenyum lebar saat mengetahui bahwa sosok itu ternyata adalah temannya, Lluminos.


Lluminos segera membuka jeruji itu menggunakan sebuah kunci yang entah ia dapat darimana. Psycho-B berjalan cepat keluar setelah pintu jeruji itu terbuka.


"Dimana yang lainnya? Apakah kalian yang memancing keributan itu?" tanya Psycho-B cepat. Jika memang kelompoknya yang memancing keributan itu, maka ia harus segera membantu. Atau pun jika tidak bisa melawan, setidaknya Psycho-B bisa membunuh beberapa Dark Elf dan kabur bersama yang lainnya.


"Sayangnya kata-katamu kurang tepat." Lluminos menggaruk pipinya sambil tersenyum hambar.


"Apa maksudmu?" Psycho-B menjadi sedikit kebingungan. Sedetik kemudian, barulah ia sadar maksud dari jawaban Lluminos itu. "Jangan katakan ..."


"Ya, Rey yang memancing keributan itu. Sendiri," ucap Lluminos dengan menekankan kata 'sendiri'.


"Dia memang gila. Tidak, bukan gila," ralat Psycho-B sambil mulai berlari diikuti oleh Lluminos. "Pikirannya hanya berbeda daripada orang kebanyakan."


Lluminos tertawa hambar mendengar hal itu walaupun ia tahu bukan saat yang tepat untuk tertawa. Psycho-B san Lluminos bergerak cepat menuju asal dari suara keributan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2