Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 46: Kura-kura ?


__ADS_3

Mereka melompat jatuh ke dalam lorong itu. Rey menggenggam tangan Selena erat dan sedikit mendekatkan tubuh wanita itu. Ia juga menggenggam gagang pedang di tangan kirinya. Jika di bawah memang tak ada sesuatu yang bisa membuat mereka aman mendarat, Rey akan menancapkan pedangnya di dinding di saat-saat terakhir.


Selama dua menit, Rey dan Selena terus jatuh ke dalam lorong itu. Samar-samar Selena bisa mendengar suara gemericik air. Dan benar saja, mereka berdua jatuh di sebuah telaga yang cukup dalam hingga mereka jatuh dengan selamat. Mereka berdua segera berenang ke tepian karena ada jalan lain di sana.


"Kau benar. Kita selamat," ucap Selena sambil menguras bagian bawah bajunya. Rey mengangguk pelan, sejujurnya ia juga tak begitu yakin. Hanya saja instingnya yang berkata bahwa mereka akan baik-baik saja. Ia tak ingin membahasnya lebih lanjut, jadi Rey lebih memilih untuk diam. Setelah dipikir-pikir, cukup memalukan saat ia menggenggam tangan wanita itu. Ia tak ingin mengingatnya atau pun melakukan hal itu lagi, kecuali jika ada kondisi yang membuatnya harus melakukan itu.


"Ayo kita telusuri jalan itu," ucap Rey sambil menunjuk lorong di hadapannya. Selena mengangguk dan mulai berjalan berdampingan dengan Rey.


Saat mereka berdua tepat berada di hadapan lorong itu, mereka sedikit terkejut. Lorong itu tidak begitu gelap karena ada batu cahaya yang bersinar pelan di dinding lorong itu. Mereka melangkah memasuki lorong itu dan tak perlu khawatir akan penerangan.


"Hey, lihat!" Rey menunjuk lorong di hadapannya. Ia melihat ada makhluk kecil yang melayang dengan bercahaya redup. Selena yang melihat itu jadi merinding ketakutan, sedangkan Rey menarik salah satu pedangnya. Rey berjalan pelan agar keberadaan mereka tidak diketahui mahkluk itu. Semakin lama, Rey bisa melihat dengan jelas rupa mahkluk itu.


Makhluk dengan rupa burung kecil berbulu merah, paruh berwarna perak, serta surai merah terang layaknya kobaran api pada kepala burung itu. Baru beberapa langkah Rey mendekati makhluk itu, burung itu bergerak cepat memasuki lorong lebih dalam. Rey sedikit terkejut dan segera berlari mengejar makhluk itu. Walaupun keberadaan burung itu cukup aneh di tempat seperti ini, tetapi burung itulah satu-satunya petunjuk agar mereka mengetahui rahasia dari Death Realm.

__ADS_1


Burung itu terbang cukup cepat. Dalam beberapa detik saja, Rey dan Selena telah kehilangan jejaknya. Rey terlihat menatap sekitarnya, sedangkan Selena berusaha mengatur nafasnya.


"Kurasa kita harus pergi dari sini." Rey menarik tangan Selena pelan. "Kita harus berlari lagi," ucap Rey pelan sambil memperhatikan sekitarnya. Orang lain mungkin tidak tahu, tapi ia tahu bahwa tempat yang mereka berada sekarang begitu berbahaya. Rey bisa merasakan suhu menjadi lebih dingin. Ia juga melihat kabut yang datang dari belakangnya.


Selena mengangguk pelan setelah melihat arah yang dipandang Rey. Mereka sekali lagi kembali memasuki tempat itu lebih dalam, tempat yang sebelumnya tidak sempat dijelajahi pemain lain.


...***...


Setelah beberapa saat berlari, Rey bisa melihat ada cahaya di depan. Selena juga bisa mendengar ada suara gemericik air yang cukup besar. Saat mereka keluar dari lorong itu, mata mereka segera disuguhkan pemandangan yang begitu indah.


Rey memandang ke atas mengikuti asal air terjun itu. Rey sangat terkejut saat menyadari ia bisa melihat hamparan bintang di langit. Tempat mereka berada sekarang berada di luar dari gua, dan air terjun itu terlihat berasal dari permukaan. Rey sebenarnya ingin menikmati pemandangan itu lebih lanjut, tetapi tiba-tiba tubuhnya terasa begitu lemas. Ia segera terjatuh dalam posisi berlutut seakan-akan ada beban berat tak kasat mata yang menimpa dirinya. Selena yang melihat itu segera memanggil namanya berkali-kali.


Saat itu juga, sebuah bola angin mengarah ke arah mereka berdua dengan cepat. Rey ingin bergerak dan menarik Selena untuk menghindar, tetapi tubuhnya terlalu sakit untuk digerakkan. Serangan itu segera mengenai mereka hingga membuat Rey dan Selena terhempas. Rey melihat HP yang ia miliki berkurang setengah karena serangan itu. Seolah serangan yang diarahkan ke arah mereka belum cukup, kali ini sebuah gelombang air kembali mengenai mereka hingga tersantak di dinding. Saat itulah air itu mengeras dan menjadi es yang menahan tubuh mereka. Rey mengumpat di dalam hatinya. Hp yang ia miliki nyaris habis dan sekarang hanya tersisa 10%.

__ADS_1


Rey mengedarkan pandangannya mencari asal serangan tersebut. Namun, ia tidak melihat apa-apa karena penerangan yang kurang. Rey lalu menoleh ke arah Selena. Ia bersyukur karena wanita itu baik-baik saja, sebab Selena adalah NPC. Jika ia mati, maka mereka tidak akan pernah bertemu kembali.


Bulan menampakkan dirinya saat awan-awan yang menutupinya menghilang. Sinar bulan itu sedikit membuat penglihatan Rey menjadi lebih baik. Saat itulah Rey melihatnya.


Sebuah pusaran air terlihat di tengah telaga itu. Perlahan tapi pasti, pusaran itu semakin besar. Sesosok monster keluar dari sana. Monster setinggi tiga kali ukuran mereka, menatap ke arah mereka tajam.


Sekali lagi, Selena bergidik pelan melihat monster itu. Ia menjadi ketakutan hingga tubuhnya bergetar. Rey sendiri cukup mengetahui monster di hadapannya itu.


Monster itu berbentuk kura-kura dengan ekor ular. Mata kura-kura itu memancarkan aura yang mendalam, sedangkan mata ular itu menatap Rey dan Selena seolah ingin menelan mereka bulat-bulat. Cangkang kura-kura itu berwarna hitam, sedangkan kulit kura-kura serta ular itu berwarna hijau gelap.


Rey menelan ludahnya. Umur dari makhluk di hadapan mereka ini pastilah cukup lama mengingat ukuran serta kekuatan yang dimiliki mereka. Rey yakin dan percaya mahkluk ini belum mengerahkan kekuatan penuhnya saat menyerang mereka. Pasti ada alasan dibalik mereka tidak membunuh Rey dan Selena.


"Siapa kalian?" Rey bergetar hebat mendengar suara tersebut. Walaupun tidak ada yang aneh dengan pertanyaan tersebut, tetapi suara dari kura-kura tersebut seolah diucapkan tepat di telinganya. Bahkan suara kura-kura itu masih terngiang-ngiang di telinga Rey. Rey kembali meneguk ludahnya. Mereka sungguh akan mati jika mencari masalah dengan makhluk di hadapan mereka itu.

__ADS_1


"Kami adalah anggota dari kelompok Saint. Kami ingin mengumpulkan pusaka yang berada di tempat ini untuk memerangi Ras Demon." Rey merasa tak ada gunanya ia berbohong. Sepandai apa pun Rey memanipulasi lawan bicaranya, keahliannya tidak akan berguna di depan makhluk ini. Lagi pula ia tidak ingin mengambil resiko.


Kura-kura itu terlihat diam sesaat. Lalu mata hijaunya berubah menjadi biru gelap. Saat itulah air disekitarnya menjadi tak tenang. Rey mengumpat pelan. Ia telah salah bicara hingga membangkitkan kemarahan kura-kura itu.


__ADS_2