Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 95: Sesuatu yang Dicari


__ADS_3

Saat Rey hampir tiba di desa Dark Elf itu, ia bisa melihat Psycho-B sedang berdiri di depan desa menunggu dirinya. Rey segera mempercepat langkahnya melihat pakaian temannya itu sedikit lembab.


"Aku kira kau akan lebih lama," ucap Psycho-B.


"Aku hanya kebetulan berada di sekitar sini," balas Rey.


"Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan ayahmu?" tanya Psycho-B. Sejak hari itu ia belum pernah bertanya tentang keadaan orang tua Rey.


"Dia lumayan baik. Sudahlah, aku tidak ingin membahas itu sekarang," ucap Rey sambil tersenyum pahit. "Di mana Vale?"


"Ada di dalam. Yang lain juga ada," jawab Psycho-B sambil mulai melangkah.


"Emang ada siapa aja di dalam?" tanya Rey sambil mengikuti langkah temannya itu.


"Ada Yun, PeAce, Heilige, Deon, Celine, Scream, dan juga Alma," jawabnya.


"Yun? Kalian belum membawanya ke Midgard Tengah?" Rey tidak percaya bahwa pergerakan Psycho-B sedikit lambat.


"Aku ingin sih. Tapi, ketua Guild berkata bisa menghadapi serangan yang datang," jawab Psycho-B.


"Aku tidak yakin," balas Rey cepat-cepat. "Aku sebenarnya tidak terlalu peduli dengan Guild Antariksa Aksara, tapi aku akan memperingatkan kalian. Ada bahaya yang menunggu Starlight Empire," ujar Rey.


"Bagaimana kau bisa tahu?" Psycho-B adalah orang yang berpikiran logis. Ia harus tahu alasan bahaya yang diperingatkan Rey.


"Saat ini aku tidak bisa menjelaskannya." Rey tersenyum hambar. Sebenarnya ia ingin menakuti Psycho-B agar tidak terlibat dengan Starlight Empire lebih jauh karena dalam waktu dekat ia akan menyusup ke sana.


"Katakan saja! Aku bisa jaga rahasia." Psycho-B merasa sangat penasaran sekarang. Ia tahu sahabatnya itu menyembunyikan sesuatu.


"Sudah kubilang, saat ini ...."


"Rey?"


Rey segera menoleh karena merasa namanya dipanggil. Saat itulah Rey menemukan Yun dan lainnya menatap dirinya penuh kebingungan. Yun menjadi orang pertama yang berlari menghampirinya.


"Bagaimana kabarmu? Kudengar orang tuamu kecelakaan," ucap Yun sambil menunjukkan ekspresi khawatir. Yang lain juga tak jauh berbeda, mereka juga menunjukkan ekspresi sama seperti Yun.


Rey segera menoleh ke arah Psycho-B yang mulai melangkah menjauh. Pria itu bersiul pelan seolah tidak terjadi apa-apa. Rey menggelengkan kepalanya pelan melihat sahabatnya itu.


"Ayahku baik-baik saja, begitu pula aku," jawab Rey. "Hanya saja beberapa pekan ini aku mungkin tidak akan pulang ke ibu kota."


Yun mengangguk pelan. Alma terlihat ingin mengucapkan sesuatu, tapi seseorang telah berucap terlebih dahulu.


"Aku ingin kau menjelaskan tentang monster yang kita lawan beberapa waktu lalu. Kenapa Dark Elf itu bisa berurusan dengan mahkluk sepertinya?"

__ADS_1


Tentu saja Celine akan menanyakan hal tersebut dan meminta penjelasan lebih lanjut. Karena hanya Rey sendiri yang terlihat memiliki jawaban. Atau setidaknya ia memiliki dugaan tentang monster yang mereka lawan beberapa waktu lalu.


"Psycho-B tidak menceritakannya?" tanya Rey sambil menunjuk pria yang menyandang sebuah senapan itu.


"Aku tak ingin mendengar penjelasan dari kakek-kakek," sahut Celine pelan.


"Aku bukan kakek-kakek! Dasar buaya betina!" teriak Psycho-B dari kejauhan.


Rey tersenyum kecut melihat dua orang temannya kembali bertengkar. Mereka seperti tidak akan bisa akur selamanya.


"Namanya Raph," ucap Rey pelan. "Aku tidak bisa menjelaskan secara rinci, tapi aku pastikan dia adalah lawan yang kuat. Bisa dipastikan dia adalah ras Demon."


"Lalu kenapa dia mengincar Dark Elf?" tanya Celine lagi.


"Itulah yang akan kucari tahu," sahut Rey.


Ia lalu mengedarkan pandangannya. Namun, ia tidak menemukan orang yang ia cari di mana pun.


"Vale? Di mana?"


"Dia sedang bersama Deon. Katanya sedang menyelidiki sesuatu," jawab PeAce.


"Tolong antar aku ke sana."


Alma terdiam menatap Rey yang mulai melangkah menjauh. Ia sebenarnya ingin mengatakan sesuatu, hanya saja ia tidak punya keberanian. Saat itulah seseorang menepuk pundaknya pelan.


"Dia hanya canggung," ucap Yun pelan.


"Mungkin," sahut Alma.


***


"Halo pasangan muda! Sedang menikmati keindahan hutan?" ledek Psycho-B yang datang dari belakang. Rey tersenyum kecut, sedangkan PeAce hanya mengalihkan pandangannya.


"Menurut kalian berdua, raja Starlight Empire itu orang yang seperti apa?" tanya Rey. Ia ingin tahu sifat dari raja itu sebelum menggali informasi lebih lanjut.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? Tidak biasanya," ucap Psycho-B sambil memasang ekspresi bingung.


"Aku hanya tertarik dengan istri raja itu," sahut Rey diikuti tawa pelan. Ia tidak mungkin memberi tahu Psycho-B alasan sebenarnya ia bertanya.


"Menurutku dia adalah orang yang menjengkelkan. Kadang juga tidak kompeten. Namun, dia bisa dibilang cerdik," ujar Psycho-B.


"Ooh, begitu. Kalau menurutmu PeAce?" Rey mengalihkan pandangannya ke kiri. PeAce terdiam sejenak. Ia terlihat mencoba mengingat-ingat sesuatu.

__ADS_1


"Menurutku dia orang yang pintar, tapi kadang kelakuannya cukup aneh," jawabnya. "Ia kadang suka berjalan-jalan saat tengah malam di taman kerajaan.


Rey menganggukkan kepalanya dua kali mendengar jawaban PeAce. Seingatnya, ia belum pernah bertemu raja dari Starlight Empire. Jika pernah pun, Rey pasti sudah lupa.


"Sudah kuduga ada yang kau sembunyikan," ucap Psycho-B pelan, tapi cukup untuk didengar keduanya.


"Memang. Dan aku tidak akan memberitahunya sekarang."


"Ah, kau selalu membuatku penasaran!" teriak Psycho-B sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Rey tersenyum kecut, sedangkan PeAce tertawa pelan. Mereka terus melanjutkan langkah kaki mereka menuju sebuah rumah. Rumah yang paling besar di desa itu. Terlihat Deon dan Vale sedang mencari sesuatu di pekarangan rumah yang ditumbuhi rumput itu.


"Kalian sedang mencari apa?" tanya Rey.


Deon dan Vale menoleh karena mendengar suara yang mereka kenal. Deon segera tersenyum hangat, sedangkan Vale segera memberi hormat. Menurut Vale, Rey adalah penyelamatnya saat ini karena telah menyelamatkan dirinya dan teman-temannya dua kali.


"Kami sedang mencari sesuatu," jawab Deon.


"Mereka mencari sesuatu yang terkubur di pekarangan ini." Tanpa dipinta Rey, Psycho-B telah menjawab terlebih dahulu. Vale menceritakan bahwa saat desa mereka di serang, ada sekelompok Ogre yang mendatangi rumah tepat di hadapan mereka. Ogre itu seakan meninggalkan sesuatu di pekarangan ini. Sebenarnya Vale tidak terlalu yakin dengan apa yang ia lihat, hanya saja ia berpikir harus menceritakan hal ini.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Psycho-B.


"Tentang apa?" Rey menaikkan kedua alisnya, tidak terlalu mengerti dengan pertanyaan sahabatnya itu.


"Tentang cerita Vale. Apakah menurutmu para Ogre itu sungguh meninggalkan sesuatu di sini?"


Rey terdiam. Ia lalu mengedarkan pandangannya menatap pekarangan rumah kayu itu. Ia bisa melihat tidak ada yang janggal sama sekali. Jika disembunyikan di dalam tanah, seharusnya terlihat bekas galian. Namun, Rey tidak menemukan hal yang seperti itu saat ini.


"Apa mungkin di atas pohon?" tanya PeAce sambil melihat ke atas.


Rey menghela nafas sebelum menoleh ke atas. Selain ranting-ranting yang dipenuhi daun dari pohon di dekat mereka, tidak ada hal mencurigakan apa pun. Rey terdiam sebelum mulai duduk bersila.


Psycho-B tersenyum lebar saat melihat sahabatnya itu telah menarik pelan rambut bagian depannya ke bawah dengan tangan kanan.


Rey segera menutup matanya, berusaha untuk fokus. Ia sebenarnya merasa ada yang aneh, hanya saja ia tidak tahu apa itu. Rey mencoba mengingat semua petualangannya baru-baru ini. Dimulai dari mendatangi Starlight Empire, hingga bertemu dengan para Dwarf. Semua kejadian itu terputar di kepala Rey layaknya film layar lebar. Hingga pada suatu ketika, ia menyadari sesuatu. Pria jangkung itu segera berdiri dan menatap Vale dari atas ke bawah.


"Aku telah menemukannya!" Rey tersenyum penuh makna ke arah Vale.


"Be-benarkah?"


Rey mengangguk. Ia lalu berjalan pelan sambil mencabut pedangnya. Tak ingin berlama-lama, Rey segera mencongkel sedikit pekarangan itu dengan pedangnya. Ia segera mengambil sesuatu di dalam sana.


"Psycho-B, PeAce!" Rey kembali membalikkan badannya. "Ikuti aku! Ada sebuah misi yang harus kita kerjakan. Kita akan menuju daerah kelam," ucap Rey sambil tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2