Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 30: PeAce


__ADS_3

Rey menghabiskan satu koin emas hanya untuk menemukan gang kumuh saja. Di tengah kebingungannya dalam mencari Saint, ia ingat bahwa biasanya pemilik bar-bar selalu penuh akan informasi. Jadi ia mendatangi bar yang sebelumnya ia lewati. Ia segera menanyakan apa yang ingin dicarinya pada salah satu pelayan yang mengurus minuman-minuman. Pelayan itu memang mengetahui informasi terkait Saint, tetapi ia meminta bayaran karena informasi itu begitu langka. Dengan berat hati Rey merelakan 1 koin emasnya. Saat sampai ke tempat yang ditunjukkan pelayan itu, Rey hanya menemukan sebuah gang kotor. Dan Rey berada di tempat itu sekarang, menatap lorong di hadapannya dengan malas.


Ia menarik pedang yang tersarung rapi di punggungnya. Bukan tak mungkin ada orang yang ingin membunuhnya di tempat sepi seperti ini. Rey berjalan pelan memasuki gang itu. Aroma busuk segera tercium oleh hidungnya. Ia bahkan bersin beberapa kali karena hidungnya tak tahan dengan bau-bau itu. Rey mengumpat pelan. Ia telah tiba di ujung gang itu, tapi tak ada apapun disana. Hanya ada jalan buntu dengan penuh coretan disana.


"Coretan ini sedikit aneh," ucap Rey pelan saat mengetahui ada yang tak biasa dengan tembok hadapannya. Rey mengusap tembok itu dengan tangan kirinya. Ia mengerutkan dahinya saat melihat ada pola di dinding itu. Ia tak peduli tangannya kotor, yang penting ia tahu keberadaan Saint berada.


"Peta?" Rey tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Sekilas coretan di dinding itu tak menggambarkan apapun. Namun, Rey sejak lahir bisa membedakan hal-hal aneh seperti coretan di hadapannya. Ia menatap coretan di hadapannya dengan seksama. Di peta itu, ada sebuah titik yang berbentuk lingkaran kecil berwarna merah. Rey mengumpat saat menyadari maksud dari bagian peta di hadapannya itu. Walaupun coretan itu jelas hanya berbentuk sebagian, namun Rey tahu itu merupakan bagian sebuah peta, lebih tepatnya sebagian kecil peta ibukota Solaris Kingdom. Dan yang membuatnya kesal saat menyadari titik merah itu tepat berada di istana kerajaan.


"Keluarlah. Kalian mengikutiku sejak tadi," ucap Rey sambil membalikkan badannya. "Cepat katakan apa tujuan ka-eh itu kalian?" Rey terkejut saat menyadari beberapa orang yang muncul di hadapannya adalah temannya.


"Kau terlalu waspada." Pria tinggi itu tertawa. Ia tak lain tak bukan adalah Lluminos. Deon dan Heilige berjalan perlahan mengikutinya dari belakang.


"Jadi, sejak kapan kalian mengikutiku?" tanya Rey. Sejujurnya ia tak sadar teman-temannya itu mengikuti. Ia tak mungkin berpikir sebuah kebetulan jika mereka bertemu di gang ini, mengingat tempat mereka berada sekarang begitu terpencil dan kotor, Rey tak yakin bahwa ini sebuah kebetulan.


"Sejak kau keluar dari bar. Kau terlihat antusias dan buru-buru, jadi kami berniat mengikutimu diam-diam." Kali ini Deon yang berbicara. "Tapi kami lupa berhadapan dengan seorang legenda." Dion tertawa pelan.


Rey menyarungkan kembali pedangnya perlahan sambil menghela nafas lega. Ia lalu menatap kedua teman laki-lakinya itu sejenak sebelum beralih menatap Heilige.


"Alya?" Sejujurnya sejak awal ia tak yakin bahwa perempuan ini memang temannya. Walau wajahnya memang mirip dengan Alia di ingatannya, namun salah satu fitur MMO adalah merubah tubuh beberapa puluh persen.


"Kau bisa memanggilku Heilige," ucapnya setelah mengganguk pelan.


"Ayo kita makan di restoran yang berada di dekat sini. Aku lapar," kata Lluminos sambil menepuk perutnya perlahan. Rey dan lainnya mengangguk pelan dan berjalan keluar dari gang kumuh itu.

__ADS_1


******


Selain Update besar-besaran kala itu, pihak Ultra Techno juga mengeluarkan seratus nama pemain yang cukup terkenal di dunia MMO. Seratus pemain itu diberikan julukan atau disebut juga dengan sebuah Ranker. Ranker itu diberikan untuk mereka yang telah membangun namanya menjadi terkenal sesuai dengan ciri-ciri mereka. Seperti halnya Rey di God Reason, ia mendapatkan julukan Black Kenshi karena ia adalah seorang petualang pengguna pedang dengan pakaian serba hitam.


Berikut adalah sepuluh pemain yang termasuk ke dalam jajaran seratus Ranker itu beserta Job yang mereka miliki:


Blue Knight, Cold// Holy Swordman


Cloud Veil, Mist // Cursemancer


The Flash, Alan// Assasin


Gentle Warrior, Raymond// Ravager


The Ranger, Roger// Brawler


Recovery Lady, Moona// Priestess


Bright Lancer, Revy// Lancer


Dead Target, Psycho-B// Sharpshooter


Black Lady, Claudia// Dark Stalker

__ADS_1


Sebenarnya selain sepuluh nama itu, masih ada beberapa puluh orang lagi yang memiliki nama Ranker. Namun para ahli mengatakan sepuluh orang inilah yang saat ini banyak menyita perhatian publik. Sepuluh orang terkuat saat ini juga diberikan nama Ranker masing-masing. Seperti The Ferocious Tiger ShiroNeko, Wisdom Leader Arshlan, dan lainnya.


Dengan adanya nama Ranker, para pemain lain akan mudah mengingat mereka. Ranker juga bermakna mereka adalah pemain profesional yang begitu kuat.


Di sebuah tempat seorang lelaki baru saja menghabisi monster di hadapannya. Ia tak sendiri. Ada dua orang wanita lain di sana.


"Blue Knight Cold memang kuat," ucap wanita yang memiliki ras Tiefling itu. Ia memakai jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya hingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Ia memiliki mata putih dengan manik ungu muda seperti transparan. "Ia sejak dulu selalu haus akan kekuatan," ucapnya lagi.


"Dia seperti itu karena dirimu tahu," jawab salah satu gadis lain. Rambutnya hitam panjang dan dibiarkan terurai. Wajahnya cantik jelita dengan warna manik mata berwarna serasi dengan rambutnya. Wanita itu memakai pakaian berwarna biru muda dan rok selutut yang seirama. Ia memakai zirah berupa pelindung lengan, pelindung dada, dan pelindung kaki.


"Aku tak ingin mendengar hal tersebut dari dirimu. Kau juga melakukan hal yang sama. Seharusnya kau beruntung saat mengetahui dia adalah teman dekatmu," balas Tiefling tadi. Ia menatap tajam ke arah wanita dengan ras manusia di sampingnya.


"Kau tahu aku tak ingin membahas hal tersebut Scream." Wanita itu terlihat tertunduk lesu. Ia tak ingin mengingat masa lalunya.


"Jika kau selalu lari dari masa lalu, kapan kau ingin menggapai masa depanmu?" ucap Scream sambil menghela nafas berat. "Ia selalu memikirkanmu. Andai kau tahu kondisinya saat ini."


"Kau bertemu dengannya?" tanya wanita itu. Ia terkejut mendengar bahwa Scream bertemu orang yang mereka bicarakan.


"Ya. Ia masih saja baik seperti dulu. Ia bahkan membantu temanku. Namun, saat ini ia sedang dalam masalah. Dan ia tak ingin siapapun membantu dirinya. Ia menjadi pendiam saat ada masalah." Suara Scream terdengar melemah.


"Tolonglah. Aku tidak bisa membantunya." Scream tertunduk sedih. Ia lalu kembali menatap wanita cantik di sampingnya itu. "Tolonglah dia...."


"PeAce"

__ADS_1


__ADS_2