
Rey segera terbangun di bawah sebuah pohon. Matahari terlihat mulai terbit. Rey juga melihat beberapa pemain yang mulai bersiap untuk berangkat. Ada juga player yang baru login seperti Rey. Lalu terlihat seseorang berjalan pelan ke arah Rey. Wanita itu tersenyum sejenak ke arah Rey.
"Pagi!" sapa wanita yang tak lain tak bukan bernama Yun itu. Wanita itu duduk di sebelah Rey-jaraknya sekitar 1 meter dari Rey. Rey mengangguk pelan.
"Kapan kita akan berangkat?" tanya Rey sambil menoleh ke arah Yun.
"Kudengar dari rekan Guildku tadi sekitar seperempat jam lagi," ujar Yun. Rey pun mengangguk pelan sebelum bangkit.
"Aku ingin berburu monster sebentar. Kau mau ikut?" ajak Rey. Yun terlihat berpikir sejenak. Ia memandang perkemahan Guildnya, lalu memandang ke arah Rey. Ia kembali memandang perkemahan Guildnya sebelum menutup matanya sebentar. Yun lalu membuka matanya dan perlahan mengangguk setuju. Rey pun mulai melangkah memasuki hutan diikuti oleh Yun. Tak banyak percakapan yang terjadi diantara keduanya. Rey lebih banyak bertanya agar suasana diantara mereka tidak canggung.
__ADS_1
Sesekali mereka menemukan monster berlevel rendah seperti Dire Wolf. Walaupun Dire Wolf memiliki level 15, tapi biasanya mereka selalu berkelompok. Kekuatan Rey menjadi menurun karena ia tidak mendapatkan bonus dari Job Twin Heart miliknya. Walaupun begitu, kombinasi antara Rey dan Yun cukup untuk mengalahkan kelompok Dire Wolf itu tanpa menerima kerusakan yang begitu berarti. Mereka juga tak butuh waktu serta banyak stamina untuk mengalahkan kelompok hewan berbulu abu-abu itu. Sejujurnya salah satu alasan Rey mengajak Yun untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki wanita di sebelahnya itu. Rey bisa melihat kekuatan yang dimiliki Yun setidaknya setara dengan Swordman biasa level 30. Rey beranggapan level Yun paling paling tidak berada di level 17. Namun, itu adalah kekuatan yang ia keluarkan. Rey melihat masih banyak kesalahan yang dilakukan Yun saat melakukan tebasan menggunakan pedangnya. Walaupun dulunya ia mengambil Job Assasin, tetapi Rey adalah seorang pengguna pedang yang cukup ahli di God Reason. Jadi Rey tahu Yun melakukan banyak gerakan yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Yun juga terlalu boros dalam menggunakan Mana. Seperti yang ia lakukan sekarang. Saat ia mau menyerang, ia baru membuatĀ pedang es miliknya. Dan saat pertarungan telah selesai ia menghilangkan pedangnya itu. Itulah salah satu alasan MP yang ia miliki turun dengan cepat. Walaupun ia seorang Job Special-Tier, tapi keahliannya termasuk biasa. Bahkan bisa dibilang kurang.
Rey menghela nafas sejenak sebelum mengajak Yun untuk kembali. Yun mengangguk dan menghilangkan pedang esnya. Kali ini Rey tidak berjalan di depan melainkan berdampingan dengan Yun. Awalnya Yun terganggu dan hendak berjalan lebih cepat atau lebih lambat, tetapi Rey segera mengambil alih situasi tersebut. Rey menarik pedangnya ke depan.
"Daripada menebas seperti ini ...." Rey pun mulai melakukan sebuah tebasan yang dilakukan Yun sebelumnya. "Lebih baik kau menebas seperti ini, karena akan cocok dengan pergelangan tanganmu yang lebih fleksibel dari laki-laki." Rey lalu melakukan tebasan lain yang jauh berbeda. Yun sebenarnya terkejut Rey mengajarinya cara berpedang. Yun belajar cara berpedang yang dilakukan Rey, karena itu gerakan Rey tak cocok untuk tubuhnya yang lebih lentur.
"Kau juga bisa memegang pedang es milikmu seperti ini agar lebih erat dan tak mudah tergelincir." Rey mulai memperagakan pegangan pedang yang cocok untuk wanita itu. Yun memperhatikan penjelasan Rey. Ia terlihat hendak mengeluarkan pedang es lagi, tapi Rey segera menahannya. Rey mengeluarkan sebuah Iron Sword dan memberikannya pada Yun. Yun mengangguk dan menerima pedang tersebut. Walaupun ketajaman pedang itu tak sehebat pedang esnya, Yun tetap mengambilnya untuk berlatih. Ia segera melakukan tebasan yang diperagakan Rey tadi. Ia terkejut saat tebasan yang diajarkan Rey tadi terasa lebih nyaman di tangannya.
Rey menjelaskan bahwa Job yang dimiliki Yun adalah Job yang begitu kuat. Walaupun dalam membuat sesuatu dari es menggunakan Mana yang cukup banyak, namun setelah menembus level 50 Yun tak akan kesulitan lagi. Yun juga bisa membuat benda lain selain pedang. Dengan Jobnya, Yun bisa membuat perisai. Ia juga dapat melapisi armor miliknya dengan es agar ketahanan armornya meningkat. Rey juga menyarankan untuk lebih memfokuskan untuk menaikkan status Int. Rey menjelaskan semakin tinggi Int milik Yun, maka semakin baik pula penguasaan sihir es miliknya.
__ADS_1
Yun tertegun mendengarkan penjelasan Rey. Rey begitu banyak memberikan informasi berguna untuk perkembangan dirinya. Pria itu juga ingin membantu Yun keluar dari masalah. Yun menatap kebawah membisu.
"Te-terima kasih," ucap Yun ragu. "Kau begitu banyak membantu diriku." Yun sedikit menyesali nasibnya. Coba saja dia lebih dahulu bertenu dengan Rey daripada RobKing, mungkin mereka sekarang sudah berteman dekat.
"Bukan masalah. Itu hal yang kecil. Lagipula bukankah sudah menjadi hal biasa jika membantu teman?" Rey menyadari ekspresi Yun berubah. Sekarang Yun terlihat terkejut sekaligus kebingungan. "Ah, apa hanya aku yang merasa begitu?" tanya Rey.
"Bu-bukan begitu." Yun berucap cepat. Ia menjelaskan bahwa ia tidak merasa Rey menganggapnya teman. Sejak awal Yun selalu membutuhkan pertolongan dirinya. Rey juga berniat membantunya. Rey dengan senang hati juga mengajari Yun agar ia menjadi lebih kuat. Yun bukan orang yang tak pandai berterima kasih, namun ia merasa kebaikan Rey terlalu banyak. Sedangkan Yun selalu menjaga jarak dari Rey.
Rey menghela nafas sejenak. Ia akhirnya tahu kenapa Yun sedari tadi sedikit terganggu. Memang Yun yang berinisiatif mendekat lebih dulu, namun ia selalu menjaga jarak karena takut Rey selalu menolongnya hingga ia tak dapat membalasnya.
__ADS_1
"Aku menolong dirimu karena memang aku mau. Dan setelah mendengar ceritamu kemarin, kurasa kau bukan veteran dari God Reason. Menipu, memperdaya, mengancam adalah hal yang biasa di dunia yang tak terikat hukum dunia asli ini. Karena itulah aku tak mengambil hati atas sikapmu yang selalu menjaga jarak. Tapi ingatlah satu hal. Aku berjanji tak akan menyakitimu. Kau bisa memegang ucapanku." Rey memberikan senyum terbaik yang ia miliki. Yun sendiri menghentikan langkahnya. Ia menatap Rey tersenyum tulus. Tak ada sedikitpun kebohongan terpancar dari dirinya.
"Terima kasih. Aku akan mulai mempercayai dirimu mulai saat ini," ucap Yun tersipu malu.