
Rian segera menatap Raihan. Walaupun Raihan menunjukkan ekspresi tidak peduli, namun ia bisa merasakan perasaan Raihan setidaknya sedikit terganggu. Namun ia tidak begitu memperdulikannya. Raihan segera melangkah masuk diikuti oleh Rian. Mereka mengedarkan pandangannya. Tatapan mereka jatuh ke sebuah tempat di sudut ruangan ini. Rian menunjuk tempat itu dan melangkah diikuti oleh Raihan.
Meja yang dituju oleh Raihan dan Rian berbentuk persegi panjang dengan lebar sekitar 2 meter dan panjang 3 meter. Di atas meja itu terdapat sebuah vas lengkap dengan bunga yang berbau harum. Di sisi kanan dan kiri meja itu juga terdapat masing-masing 2 kursi kayu yang elegan.
Raihan dan Rian segera duduk berdampingan. Seakan tahu pikiran masing-masing, mereka berdua kompak mengeluarkan ponsel pintar mereka masing-masing. Raihan bisa melihat waktu di layar ponselnya yang menujukkan pukul 09.45 waktu setempat. Raihan teringat sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Rian karena Rian telah bermain MMO lebih lama daripada dirinya dan mengerti semua fitur MMO.
Raihan menepuk pundak temannya itu. Setelah pandangan temannya itu terlepas dari ponsel, barulah Raihan menjelaskan permasalahannya. Raihan mulai menceritakan dari pertempurannya dengan Light Crusader. Dari pertempuran tersebut, Raihan mendapatkan banyak sekali item yang jatuh saat membunuh anggota Light Crusader. Banyak item yang tidak berguna untuknya, namun item itu setidaknya memiliki harga. Raihan ingin menjualnya. Namun jika ia menjualnya di jalanan MMO, maka banyak waktu yang akan terbuang. Terlebih ia memiliki misi yang harus ia selesaikan.
Rian berpikir sejenak. Ia tahu pokok permasalahan sahabatnya itu. Rian sebenarnya memang punya satu solusi untuk Raihan. Rian pun menjelaskan salah satu fitur baru dari MMO. Fitur itu berupa tempat penjualan item-item dari MMO yang bisa diakses dari ponsel. Untuk masuk ke pasar online itu juga cukup mudah. Namun setiap penjualan barang disana akan dipotong sebanyak 15% untuk biaya operator.
"Tidak masalah," ucap Raihan sambil memegang ponselnya. " Apa nama situsnya?"
"MMO Market," jawab Rian singkat.
__ADS_1
Raihan pun segera mencari situs yang disebutkan oleh Rian. Tak butuh waktu lama untuk menemukan situs itu. Setelah Raihan memasuki MMO Market, ia harus mengisi beberapa kolom yang menujukkan identitasnya. Raihan mengisi kolom nama karakternya di MMO. Setelah itu ia kembali mengisi kolom nomor ID karakter. Raihan cukup ingat nomor ID miliknya. Lalu, ponsel pintar berfungsi otomatis memindai wajah Raihan. Raihan tak terlalu terkejut dengan hal tersebut karena untuk masuk MMO sendiri menggunakan retina mata.
Setelah itu, Raihan segera diarahkan ke MMO Market sebagai Rey. Ia bisa melihat semua item di inventori miliknya ada disana. Dengan semangat, Raihan segera mengatur barang dagangannya dengan harga pas. Tak lupa, ia juga meletakkan 200 Small Potion di kedai online miliknya itu. Setelah selesai, ia segera menyimpan ponselnya. Raihan bisa melihat salah satu kelebihan MMO Market adalah pembayaran dilakukan menggunakan uang dunia nyata karena Raihan diharuskan mengisi nomor rekeningnya tadi. Dengan cara ini, setidaknya Raihan bisa menjual Item MMO tanpa takut petualangannya di MMO serta biaya kehidupannya di dunia nyata terganggu.
Tiba-tiba terdengar suara lonceng yang merupakan tanda pintu dibuka. Raihan menoleh ke arah pintu. Ia bisa melihat dua gadis cantik yang terlihat seumuran dengannya. Raihan bisa mengenali salah satunya adalah Yun karena wajahnya tidak begitu berbeda dengan di MMO. Sedangkan gadis lainnya Raihan tidak begitu mengenalinya, namun wajah gadis itu seakan tak asing.
Yun mengedarkan pandangannya dan menemukan wajah yang ia kenal. Ia segera melangkah ke tempat meja dimana orang itu berada.
Raihan terbatuk pelan sebelum membuka suara untuk mencairkan suasana. "Sebelum kita berbicara, lebih baik kita memperkenalkan diri masing-masing," ucap Raihan sambil menoleh ke arah Rian. Rian menyadari tatapan Raihan dan segera mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu dimulai dari diriku. Namaku Adrian Hernando. Kalian bisa memanggilku Rian. Di MMO aku menggunakan nama Psycho-B. Aku seorang ADC yang berasal dari Guild Antariksa Aksara," ujar Rian menutup perkenalannya. Yun dan gadis di sebelahnya terlihat mengangguk sejenak. Kini pandangan Raihan beralih ke arah Yun.
"A-aku bernama Sri Ayu Ningsih. Teman-temanku biasanya memanggilku dengan nama Yuni. Nama karakterku di MMO adalah Yun. Aku memiliki Job Special-Tier Ice Witch," ucap Yun terbata. Raihan tersentak mendengar hal itu. Yun orang pertama yang berani mengungkapkan identitas sebagai seorang yang memiliki Job Special-Tier. Ia tak tahu bahwa begitu bahaya mengungkapkan hal tersebut. Rian dan teman perempuannya tersebut terlihat terkejut dan ingin melontarkan pertanyaan. Namun, mereka tahu bahwa mereka akan mendapatkan kesempatan itu nanti.
__ADS_1
Raihan dan Rian mengangguk sejenak. Kini giliran teman Yun itu untuk memperkenalkan diri. Sejujurnya Raihan sendiri sedikit penasaran dengan identitas perempuan disebelah Yun itu. Wajahnya seakan tak asing di mata Raihan. Hanya saja, ia lupa pernah bertemu dengan perempuan itu di mana. Dan sebetulnya Rian juga merasakan hal yang sama. Satu yang dapat mereka berdua pastikan, kemungkinan besar mereka bertemu perempuan ini di God Reason.
"Namaku Nabila Putri," ucap perempuan bernama Nabila itu. Suaranya begitu lembut dan halus. Namun, bukan itu yang membuat Raihan begitu terkejut. Raihan terkejut karena suara itu tak asing di telinganya dan hanya ada satu orang di ingatannya yang memiliki suara seperti itu. "Aku seorang Cursemancer. Nama karakterku adalah ...."
"Scream," potong Raihan pelan. Nama itu spontan keluar dari mulutnya. Raihan begitu mengenal Scream. Ia adalah salah satu dari Seven Hero di God Reason. Perempuan bernama Nabila itu terkejut melihat pria di hadapannya mengetahui nama karakternya. Nabila menatap Raihan lekat-lekat sebelum tersadar bahwa ia mengenal pria itu.
"K-kau ...." Nabila seakan tak percaya dan menunjuk wajah Raihan. Raihan segera berdiri dan sedikit waspada begitupun Nabila. Yun bingung melihat itu, sedangkan Rian yang mengetahui apa yang terjadi antara Rey dan Scream di masa lalu menepuk meja hingga membuat suara di antara mereka. Semua pandangan kini beralih ke Rian.
"Aku tahu apa yang terjadi diantara kalian. Namun, itu hanyalah masa lalu. Biarkanlah hal itu hanya menjadi kenangan. Sekarang mari kita berteman," ucap Rian menengahi Raihan dan Nabila. Raihan memandang Nabila sesaat. Walaupun ia masih kesal, Nabila duduk kembali dengan tatapan lurus menatap Raihan. Raihan sendiri tersenyum canggung sebelum memperkenalkan dirinya. Tentu saja Raihan tak memberitahukan tentang Job miliknya.
"Aku masih bingung. Apakah di antara kalian ada yang mau menjelaskan tentang kejadian tadi?" tanya Yuni bingung. Tentu saja ia bingung. Raihan dan Nabila awalnya tak terlihat saling mengenal. Namun begitu Nabila memperkenalkan dirinya, Raihan segera mengenal dirinya. Disaat itu pula Nabila menjadi marah.
Raihan tersenyum canggung, sedangkan Nabila menatap ke arah lain. Rian tersenyum kecut sebelum menjelaskan identitas asli Nabila dan Raihan di God Reason. Yuni sedikit terkejut, namun ia segera tahu darimana pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki oleh Rey. Tak berhenti di sana, Rian menjelaskan konflik di antara keduanya pada masa lampau.
__ADS_1