
Khell berhasil membuat lawannya terpukul mundur hingga beberapa meter darinya. Dari pertukaran serangan tersebut, ia bisa memastikan kekuatannya lebih besar, bahkan mungkin kekuatan setingkat di atas pria itu. Khell masih diam memperhatikan gerak-gerik lawannya lebih lanjut. Menurutnya, tak mungkin pria yang mengenalkan dirinya sebagai Rey itu masuk ke wilayah musuh tanpa rencana apa pun. Pasti ia menyembunyikan sesuatu.
"Kau yakin tidak ingin menyerah?" tanya pria itu sambil menodongkan senjatanya. Khell tersenyum sembari menggeleng pelan. Lawannya ikut tersenyum, tetapi senyumnya mengandung arti tersembunyi. Pria itu mengayunkan pedangnya cepat sambil berbisik pelan. Saat itu pula muncul duri hitam yang hampir menusuk Khell dari bawah. Untung saja Khell menyadari hal tersebut lebih cepat sehingga ia dapat menghindarinya tepat waktu. Khell lalu menatap lawan di depannya penuh kesal. Namun kekesalannya itu ia pendam jauh-jauh di dalam hatinya. Tidak baik untuknya jika bertarung dalam kondisi mental yang tidak tenang.
"Aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mengalahkanmu. Bagaimana kau bisa menyusup ke desa ini? Terlebih lagi masuk ke dalam rumahku seolah tidak ada halangan di luar sana," ucap Khell sambil memasang ekspresi penasaran. Di luar rumahnya pasti banyak Dark Elf yang berlalu lalang untuk membersihkan kekacauan yang baru saja terjadi. Khell menebak pria di hadapannya itu cukuplah berpengalaman dalam menyelinap serta memiliki keahlian yang tidak memiliki kebanyakan orang.
"Kau tahu aku akan menjawab seperti apa. Lagipula tidak ada gunanya kau mengetahui hal tersebut karena waktu hidupmu tidak lama lagi." Pria itu tertawa pelan diiringi nada kesungguhan.
"Kau terlalu percaya diri. Biarkan aku memperlihatkanmu kekuatan yang sepenuhnya," balas Khell. Kali ini ia tidak membiarkan lawannya menyerang duluan. Khell melompat ke depan dan mengayunkan pedangnya. Lawannya tak bisa menghindar, jadi ia menahan serangan tersebut dengan pedangnya. Namun apalah daya, kekuatan tebasan pedang Khell lebih kuat. Daripada menyebut tebasan, mungkin lebih tepat disebut dengan hantaman.
Pria itu termundur hingga tersantak di dinding. Ia segera bangkit dan melompat ke samping saat tusukan pedang mengarah ke arah dirinya. Khell kembali menyerang dengan ganas dan tak membuka sedikit pun celah. Khell menangkap tangan lawannya saat tebasannya berhasil dihindari. Karena lawannya tak bisa bergerak, Khell membanting pria itu ke lantai. Suara berdebum terdengar keras. Saat itulah tubuh lawannya berubah menjadi bayangan hitam sebelum menghilang.
"Sudah kuduga," ucap Khell sembari melihat sekelilingnya. Karena tak ada pergerakan, ia menjadi geram. "Keluarlah pengecut!"
"Tanpa kau suruh pun aku akan keluar." Terdengar suara dari belakangnya. Saat Khell menoleh, ia menemukan pria tadi sedang duduk di kursi yang sebelumnya Khell duduki. Selain pria itu, ada seorang lagi yang berdiri di dekatnya. Wajah Khell menjadi sedikit buruk saat menyadari orang yang berdiri di dekat lawannya tadi adalah pria yang sama.
__ADS_1
"Kau!? Bagaimana bisa?" Khell terkejut melihat dua orang di hadapannya.
"Kau ingin tahu identitasku, bukan?" kata pria yang sedang berdiri itu.
"Aku bukanlah Rey. Namaku sebenarnya adalah Lluminos. Aku seorang Dark Stalker," sambung Lluminos yang sedang duduk. Ia lalu bangkit dan mengangkat pedangnya bersiap menyerang.
"Aku tidak akan melepaskanmu." Khell menggeram kesal. Ia lalu menancapkan pedangnya di lantai. "Blade Aura!" pekiknya keras. Saat itulah Lluminos terkejut. Sebuah notifikasi muncul di hadapannya cepat yang memberitahu dirinya terkena Stun selama 3 detik, hal itu berarti ia tak bisa bergerak selama 3 detik. Mungkin 3 detik termasuk cepat, tetapiĀ waktu segitu cukup bagi Khell untuk mengalahkan Lluminos.
Lluminos tidak memiliki tiruan bayangan yang tersisa. Jika ia terkena serangan yang cukup fatal, ia takut dirinya tak sanggup untuk menahan hal tersebut.
Khell melesat ke depan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari sebelumnya. Kedua tubuh Lluminos berada cukup dekat satu sama lain, jadi ia bisa membunuhnya hanya dengan satu tebasan.
Hany satu detik, Khell telah tiba di hadapan Lluminos. Sedetik berikutnya ia mengayunkan pedang sekuat tenaga. Ia melimpahkan segala kekuatannya untuk mengalahkan Lluminos hanya dalam satu serangan.
Lluminos pasrah. Ia tidak bisa bergerak. Ia juga tidak memiliki Skill yang membuatnya bisa terlepas dari posisi itu. Lluminos hanya berharap ada seorang yang bisa menolongnya.
__ADS_1
Khell tersenyum menang saat pedangnya hampir mengenai tubuh Lluminos. Detik berikutnya, pandangan terbalik dan ia merasa tubuhnya terbang.
***
Rey melihat keseluruhan pertarungan antara Lluminos dan Khell dari luar. Ia sengaja menunggu untuk mempelajari keahlian Khell lebih jauh. Sesuai yang ia duga sebelumnya, Khell tidak sekuat Dark Elf Lancer yang menjadikan lawannya sebelumnya. Karena itulah sebelum Lluminos masuk, Rey memberitahukan rencananya. Dengan rencana Rey yang sengaja membuat Lluminos dalam posisi terpojok, maka Rey bisa melakukan serangan balasan.
Khell memang tidak sekuat Dark Elf Lancer yang ia lawan sebelumnya, tetapi kekuatannya tetap saja lebih besar daripada Rey maupun Lluminos. Jika Rey dan Lluminos bekerja sama untuk membunuh Khell, ia akan menjadi waspada dan akan berhati-hati. Ada kemungkinan juga ia memanggil Dark Elf yang ia kendalikan. Karena itulah Rey sengaja menjebak Khell. Khell merasa ia lebih kuat dari Lluminos. Karena ia merasa di atas angin, ia tak berniat untuk memanggil Dark Elf yang lain.
Rey tersenyum saat Lluminos sudah terpojok. Khell maju ke depan untuk segera menghabisi Lluminos. Saat itulah Rey segera masuk untuk menyelamatkan temannya dari ambang kematian.
Saat yang tepat untuk melakukan serangan balik adalah di saat lawan merasa ia telah menang, gumam Rey dalam hatinya. Di detik-detik terakhir, Rey melesat cepat untuk menghentikan Khell sebelum pedangnya mengenai Lluminos. Rey menendang Khell sekuat yang ia bisa. Khell terpelanting hingga dinding ruangan itu menghentikan dirinya.
Khell terbatuk darah. Ia tak mengira akan terkena serangan saat ia baru saja menghabisi Lluminos. Ia gegabah dan terlalu cepat mengambil keputusan.
Sedetik berselang, barulah Lluminos bisa bergerak. Tiruan bayangannya segera ia menghilang. Dengan cepat, pria itu melemparkan pedangnya ke arah Khell. "Dark Strike!" Pedang itu berputar cepat di hadapannya Khell. Sejumlah luka menghiasi tubuh Khell setelah pedang itu menghilang menjadi asap. Tak berhenti di sana, Lluminos meninju tangannya ke lantai. "Spectral Gaze!" Tepat saat Lluminos menyebutkan nama Skill miliknya, mungkin tiga duri tajam berwarna hitam yang segera menusuk tubuh pria itu. Ia kembali terbatuk darah. Nampaknya semua serangan itu belum cukup untuk membunuhnya.
__ADS_1
"Rasakan ini. Chaos Wave!" Rey mengerahkan hampir 20% Mana yang ia miliki dalam serangan itu. Gelombang pedang itu mengarah ke arah Khell cukup cepat.
Saat Rey dan Lluminos berpikir mereka telah menang, sebuah lingkaran mantra sihir muncul di belakang Khell. Saat itu pula Khell menghilang dan serangan Rey menghantam dinding cukup keras.