
"Wah, kau terlalu gegabah." Rey tidak bisa menahan tawanya. Ia memanglah orang yang suka memancing amarah orang lain, terlebih lagi lawannya.
RobKing menjadi kesal. Ia segera bangkit dan mengedarkan pandangannya mencari si penembak. Namun ia tidak menemukan orang itu di mana pun, membuat dirinya semakin kesal.
"Keluar kau pengecut!" pekik RobKing keras. Ia sungguh tidak bisa berpikir jernih saat ini.
Sementara itu Rey melirik ke belakang. Ia segera memberikan kode kecil dengan tangan kirinya agar Yun menjauh. Yun mengerti maksud dari kode itu dan melangkah mundur. Rey lalu segera mencabut pedangnya dari tanah. Ia melirik ke arah tiga menara tersebut berusaha menebak-nebak posisi Psycho-B. Rey tahu yang tadi menembak adalah Psycho-B yang berada di menara pengawas. Sayangnya, Rey tidak tahu pria itu berada di menara pengawas yang mana. Bahkan jalur tembakannya tidak bisa Rey lihat.
Rey tersenyum melihat ke arah RobKing. Pria itu terpelanting ke samping kiri. Dengan kata lain tembakan berasal dari kanan. Rey tersenyum ke arah menara pengawas yang berada di tembok kanan.
"Yun, mereka berada di kanan. Saat aku maju, segera ke sana dan lindungi mereka," bisik Rey pelan.
"Apakah kau tidak apa-apa? Mereka sangat banyak. Kau tidak mungkin bisa ...."
"Kita tidak punya waktu berdebat. Setidaknya aku akan baik-baik saja jika Psycho-B terus membantu dari sana," potong Rey. Yun mengangguk pelan. Ia sebenarnya tak tega meninggalkan Rey sendirian, terlebih saat jumlah lawan lebih banyak daripada dirinya. Namun, Rey mengatakan hal yang sebenarnya. Mereka tidak punya waktu untuk berdebat.
Rey segera mengambil kuda-kuda siap bertarung. Pedang di tangannya sedikit bergetar. Ia juga tak yakin bisa melawan musuh sebanyak ini. Namun, Rey percaya pada Psycho-B bahwa pria itu bisa menutupi celahnya.
"Dasar berengsek. Kemari kau!" RobKing segera berlari cepat ke arah Rey dengan emosi memenuhi pikirannya.
"Bantu RobKing. Lawannya itu kuat." Mark segera memerintahkan beberapa orang anggota Light Crusader untuk membantu RobKing.
Rey tersenyum. Ia tidak berniat diam di sana. Rey lalu maju ke depan dengan pedang telah bersiap di tangan. Dengan keras, Rey mengayunkan pedangnya ke arah RobKing.
Senjata keduanya bertemu dan menimbulkan suara yang cukup keras. RobKing melompat ke belakang sebelum tubuhnya menghilang. Lalu dengan tiba-tiba ia menyerang Rey dari samping dengan kedua pisaunya.
"Trik yang sama tidak akan berhasil." Rey menangkis serangan itu. Ia lalu dengan cepat mendaratkan sebuah tendangan ke perut RobKing hingga ia terpukul mundur. Saat itulah suara tembakan kembali terdengar, RobKing sekali lagi kembali terpelanting.
__ADS_1
"Bagus. Ia memang tepat mencari celah." Rey segera maju dan menyerang lawan lain yang datang ke arahnya.
Rey seolah angin berhembus, ia meliuk-liuk menghindari serangan lawan. Saat ada celah, ia segera menyerang. Mereka terkejut saat dampak yang ditimbulkan dari serangan Rey mengurangi separuh bar HP milik mereka.
Rey melompat mundur. Ada suatu hal yang ingin ia coba. Pada peningkatan level sebelumnya, Rey mendapatkan Skill baru. Ia hanya pernah membaca penjelasan dari Skill ini karena sebelumnya ia begitu sibuk hingga tidak sempat untuk mencobanya.
"True Vengeance!" Rey mengacungkan pedangnya ke atas, seketika tubuhnya mengeluarkan cahaya biru sejenak.
[Skill True Vengeace Diaktifkan
Mengumpulkan semua damage selama sepuluh detik dan mengubahnya menjadi serangan true damage]
Rey tersenyum sembari maju ke depan. Skill ini sebenarnya memiliki cooldown sekitar 10 menit, jadi ia tidak bisa menggunakan Skill ini selama 10 menit ke depan. Namun biarpun begitu, Rey tetap ingin menggunakannya agar ia mengetahui kelebihan Skill ini.
Rey sengaja membiarkan dirinya terkena serangan. Saat ada tebasan yang mengarah ke arah vital, Rey segera menghindarinya. Selama sepuluh menit, Rey hanya menghindar tanpa melakukan serangan apa pun. Saat itulah lawannya menyadari Rey merencanakan sesuatu.
Rey menebas sambil berputar. Keenam pemain itu terpotong sempurna oleh pedang Rey. Jasad mereka segera hilang beberapa saat kemudian.
RobKing berkeringat dingin, sedangkan Mark menatapnya tajam. Mereka sungguh tidak menyangka ada yang bisa memotong tubuh enam pemain sekaligus. Hal itu hanya bisa dilakukan pemain profesional dan bisa dihitung jari orang-orang yang dapat melakukan. Saat itulah Fuu yang memperhatikan dari jauh merasa ada sesuatu yang salah. Ketua Guild-nya telah menyinggung orang yang salah.
***
Yun segera menuju ke menara pengawas setelah Rey berhadapan langsung dengan RobKing. Tidak ada rintangan yang berarti saat Yun menuju menara itu. Namun sesampainya di dalam, ada beberapa anggota Light Crusader yang tengah naik ke atas. Yun segera menghabisi mereka dengan menikam dari belakang. Saat itu juga terdengar suara pertarungan dari atas.
"Mereka ketahuan."
Yun segera berlari menaiki tangan yang berputar itu. Pedang es kedua telah bersiap di tangan kirinya. Ia harus sampai secepat mungkin agar Psycho-B bisa membantu Rey dari kejauhan. Untuk saat ini, hanya Psycho-B yang bisa memberikan support pada Rey.
__ADS_1
Yun segera tiba di bagian paling atas menara pengawas. Ia melihat Psycho-B yang berusaha menghindari serangan 5 lawannya. Celine sendiri berusaha menyerang lawan dengan sihir apinya.
"Hei, buat celah agar aku bisa menyerangnya!"
"Kau pikir mudah!?" Psycho-B menjawab kesal. Saat itulah Yun segera melompat ke depan memisahkan Psycho-B dan lawannya.
"Bantu Rey. Ia lebih membutuhkanmu," ucap Yun cepat. Psycho-B segera mengangguk dan berlari menuju tepi menara. Ia segera membidik. Beberapa saat berselang, Psycho-B menembak. Ia kembali menembak saat ada yang mencoba menyerang Rey dari belakang.
"Biarkan aku membantu." Celine segera tiba di tepi menara. "Membantu Rey maksudku," ucap Celine saat menyadari ada kata-kata yang salah pada perkataannya sebelumnya. Ia segera mengangkat tongkatnya. Saat itulah belasan bola api muncul di sekeliling Celine. Celine segera menodongkan pedangnya ke arah lawan. Saat itulah api itu melesat dan membantu Rey.
"Hebat juga kau. Tidak salah dirimu menjadi Ranker terkenal," ucap Psycho-B sambil terus menembak.
"Aku anggap itu sebagai pujian." Celine hendak tersenyum, tapi kata-kata Psycho-B selanjutnya membuat ia menjadi kesal.
"Kau hebat. Namun aku lebih hebat." Psycho-B membidik lagi. "Dead Shot!" Suara tembakan menggelegar keras di udara. Dua orang pemain segera terbunuh hanya dengan satu tembakan.
"Biarkan aku ikut."
Yun telah membunuh semua lawannya. Ia segera berlari dan membuat sebuah tombak es. Yun melemparkan pedang itu ke barisan lawan. Tombak itu mengenai tanah, sebuah es besar segera membekukan 4 orang di sekitar sana.
"He-hebat!" puji Celine.
"Hebat sih. Tapi ...." Psycho-B tersenyum kecut. Ia melihat Rey yang kini menatap tajam ke arah mereka bertiga. "Seranganmu hampir membekukan Rey."
"Karena itulah aku disuruh membantu kalian daripada membantu Rey. Ia takut aku akan membekukan dirinya." Yun tertawa pelan.
"Lalu kenapa kau membantunya tadi?"
__ADS_1
"Mungkin karena asik melihat kalian bersaing membantu Rey." Yun tertawa pelan.