Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 72: Kebencian mendalam


__ADS_3

Firasat Rey segera menjadi lebih buruk setelah melihat dua lambang itu. Namun pandangan Rey lebih terarah ke lambang awan hitam yang disertai beberapa petir kecil di sekelilingnya. Ingatannya tentang beberapa kejadian di masa lalu kembali naik karena lambang itu. Dan itu bukanlah ingatan yang baik.


"Ada apa? Ada sesuatu yang salah?" Yun menyadari perubahan pada air muka Rey, karena itu ia segera bertanya.


"Aku tidak tahu. Yang jelas kita harus segera menghancurkan Guild Light Crusader dan pergi dari tempat ini secepatnya." Rey segera bangkit dan mengajak Yun untuk pergi. Mereka harus melakukan sesuatu agar semuanya berjalan lancar.


Rey berlari cepat diikuti oleh Yun dari belakang. Jika prediksi Rey benar, seharusnya Psycho-B dan Celine telag berada di dalam mansion. Sebenarnya rencana yang akan mereka rencanakan cukup mudah. Agar menghancurkan Guild Light Crusader, ia hanya perlu membunuh Randi dan beberapa wakilnya. Mungkin saat ini anggota Light Crusader berjumlah 1500 orang, tapi jumlah segitu bukanlah hal yang sulit mereka lawan jika levelnya setara atau lebih rendah daripada Rey. Terlebih ia adalah seorang Black Kenshi Rey yang dulu pernah menjadi pemain nomor satu di God Reason. Lalu ada Yun yang memiliki sihir manipulasi es yang cukup tinggi. Dengan Job Special-Tier keduanya, 100 orang dengan level setara merupakan sesuatu hal yang mudah. Selain itu ada Celine. Wanita itu merupakan Ranker yang terkenal di MMO. Dengan sihir area yang ia miliki, maka ia bisa membunuh banyak pemain jika ada yang mengawalnya. Jangan lupakan juga Psycho-B. Seorang wakil ketua Antariksa Aksara. Seorang pemain yang memiliki jangkauan serang cukup jauh. Ia diyakini menjadi satu dari tiga yang terhebat saat ini dalam bidangnya.


Rey hampir tiba di mansion milik Randi. Ia segera mengenakan topeng miliknya untuk menutupi identitas. Ia bisa melihat dari kejauhan ada banyak NPC yang berteriak marah ke arah mansion. Namun mereka tidak bisa menerobos karena banyak anggota Guild Light Crusader yang menghalangi jalan masuk. Tidak ada pergerakan dari kedua kubu, selain teriakan marah dari NPC. Rey melesat cepat masuk ke barisan NPC. Yun juga melakukan hal yang sama, tetapi ke arah yang sedikit berbeda agar mereka berpencar.


Rey menghela nafas sejenak sebelum mengeluarkan sebilah pisau lempar. Ia lalu menggenggam erat pisau itu sejenak sebelum melihat jarak antara dirinya dan pintu masuk. Dari jaraknya saat ini, Rey hanya perlu melempar sedikit ke atas agar mengenai anggota Light Crusader itu.


Rey melemparkan pisaunya tepat sasaran. Seorang anggota Light Crusader segera jatuh ke tanah karena sebuah pisau yang menancap di dadanya. Sedetik kemudian, para NPC segera ricuh dan berlari kocar kacir. Mereka takut mereka yang akan disalahkan akan kejadian itu. Para anggota Light Crusader melihat temannya yang tewas sebelum mengangkat senjatanya. Mereka bersorak sebelum maju ke depan untuk menyerang balik dan membubarkan kelompok NPC itu.


Namun beberapa pisau kembali melesat dan mengenai anggota Light Crusader. Rey bergerak cepat di antara kerumunan orang itu sambil terus melemparkan pisau. Ia memang sengaja membeli pisau lempar yang cukup banyak untuk kepentingan seperti ini. Saat ini ia harus menyimpan tenaga yang ia miliki untuk melawan Randi dan wakilnya nanti.


"Hati-hati. Ada Assasin yang bersembunyi di kelompok ini." Seorang laki-laki berteriak keras. Saat itulah sebuah pisau melesat cepat dan tepat mengenai lehernya. Ia berteriak keras sebelum tubuhnya menghilang.


Dalam melawan musuh yang berjumlah lebih banyak, habisi lebih dahulu ketua ataupun pemimpinnya. Maka kelompok lawan akan lebih rentan karena tidak memiliki seseorang yang bisa menggerakkan mereka. Rey tidak akan pernah melupakan hal itu.


Tepat saat pemimpin kelompok itu terbunuh, sebuah jarum es mencuat cepat dari tanah membuat beberapa anggota Light Crusader segera terluka. Mereka sedikit telat bereaksi karena pemimpinnya telah mati. Mereka tidak yakin apa langkah yang harus mereka ambil. Namun beberapa diantara mereka segera berteriak takut dan berlari masuk ke dalam. Bahkan mereka mendorong anggota mereka sendiri karena saking takutnya.

__ADS_1


Rey tersenyum lebar. Ia yakin yang melarikan diri itu adalah NPC. Karena jika itu seorang player, maka ia lebih takut dikeluarkan dari Guild karena tidak memenuhi tugas daripada mati dalam menjalankan tugas. Rey melihat tiga jarum es yang sebesar kepalan tangan melesat cepat dari satu sisi. Saat itulah Rey melesat ke depan. Tepat ketika tiga jarum es itu mengenai lawan, Rey segera berputar sambil mengayunkan pedangnya. Ia segera menerobos masuk diikuti oleh Yun dari belakang.


Pihak lawan masih kebingungan dengan situasi mereka, jadi tidak ada satu pun orang yang bisa bereaksi tepat waktu. Mereka hanya bisa melihat sekelebat bayangan yang menerobos masuk. Saat topeng putih polos dengan beberapa motif sederhana berhasil mereka lihat, saat itulah pandangan mereka menjadi gelap dan sebuah notifikasi muncul si hadapan mereka.


[Kamu telah terbunuh


Terkena pinalty berupa pengurangan level sebanyak 2 level


Anda dapat kembali terhubung setelah 24 jam]


Notifikasi itulah yang muncul di hadapan mereka. Mereka sebelumnya memang sudah mendengar ada musuh yang akan menyerang mereka. Hanya saja mereka menganggap enteng informasi tersebut. Mereka memanglah pemain yang sering mencari masalah, tetapi mereka tidak pernah menyinggung Guild besar. Karena itu mereka percaya bisa mengatasi serangan yang akan datang.


Yun juga tak kalah hebat. Ia melindungi titik buta Rey. Saat ada celah, ia yang menutupinya. Namun Rey seolah menjadi orang yang berbeda. Gerakannya berubah sepenuhnya. Yun menduga Rey melakukan latihan untuk memperbaiki kesalahan dalam serangannya.


"Ayo cepat!" Rey segera menembus barisan lawan membiarkan anggota Guild Light Crusader yang tersisa. Ia bisa melihat mansion besar yang berada sekitar 100 meter di depannya. Selain mansion itu, ada tiga menara pengawas yang berada di dekat dinding beton.


Rey menghela nafas berat. Ada barisan pemain di depannya dengan senjata siap di tangan. Selain itu ada dua orang dengan armor lengkap di depan barisan anggota Light Crusader. Rey mengenal salah satunya. Ia segera menoleh ke kiri dan menemukan pandangan Yun menjadi lebih buruk.


"Kita bertemu lagi j*lang. Aku akan menangkap dirimu dan menyiksamu sampai kau menangis memohon untuk memaafkanku." RobKing tersenyum sambil menjilat bibirnya. Yun bergidik pelan melihat hal itu.


"Jangan lupakan aku." Rey tersenyum dan maju ke depan Yun. "Bukan 'kah juga memiliki dendam padaku? Aku ingat hari itu kau tertipu dengan mudahnya." Rey tertawa pelan membiarkan emosi RobKing meluap-luap.

__ADS_1


"Dasar kepar*t. Aku akan menghabisimu hari ini!" RobKing maju ke depan dengan dua pisau di genggaman tangannya. Ia begitu kesal dan menatap Rey seolah ingin menerkam pria itu.


"Hei tunggu!" Pria satu lagi bernama Mark itu mengangkat tangannya seolah ingin menggapai RobKing. Namun RobKing begitu kalap karena terkena pancingan Rey.


Bukannya takut, Rey malah tersenyum lebar. Rey segera menancapkan pedangnya di tanah. Dengan penuh gaya, pria itu membentuk tangannya seperti sebuah pistol. Ia lalu mengangkat tangannya ke depan.


"Bum!" Seolah sedang menembak, Rey membuat suara dentuman. Saat itulah sebuah suara tembakan menggelegar di udara. RobKing segera terpental ke samping sepersekon setelahnya. Rey tersenyum lebar. Psycho-B telah mengerjakan tugasnya dengan baik.


*****


Setelah saya ngetik chap ini, serasa ingin membuat meme 📈


Psycho-B be like:


Gw yang nembak malah lu yang gaya


Canda:D


Jangan lupa Follow Ig penulis yah teman-teman.


@maniak_huruhara

__ADS_1


__ADS_2