Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 78: Orang Misterius


__ADS_3

Rey segera menyusul Psycho-B dan berlari di depannya. Mark telah bersiap dengan pedangnya untuk menyambut serangan yang datang. Ia sebelumnya sudah bertukar beberapa tebasan dengan Rey, jadi pria itu tahu bahwa kekuatan Rey begitu mengerikan.


"Chaos Wave!" Rey mengerahkan salah satu Skill miliknya yang segera menghantam lawan begitu cepat. Untung saja Mark bisa menghindar tepat waktu hingga serangan Rey hanya mengenai beberapa bawahannya.


Psycho-B mengangkat senapannya. Suara tembakan terdengar beberapa sekon kemudian. Seorang anggota Light Crusader yang hendak menyerang Rey segera jatuh dan berubah menjadi butiran debu.


"Sudah lama sekali aku tidak bertarung bersama dirimu." Psycho-B tertawa pelan sambil terus menembakkan peluru.


"Kira-kira sudah beberapa tahun kita sudah tidak bertarung bersama," sahut Rey yang baru saja membunuh 2 orang lawan dengan pedangnya. "Mau gunakan cara itu?" Rey menatap pria itu sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Ah, aku baru saja ingin mengajukan ide tersebut."


Mereka berdua mengangguk. Rey segera menebas sambil berputar untuk membunuh musuh yang berada di sekeliling mereka. Tak berhenti di sana, Rey kembali maju menyerang gerombolan musuh yang berlari ke arah mereka. Psycho-B segera mengikuti pria itu dari belakang.


Sebuah tebasan vertikal datang dari depan Rey. Rey dengan sigap menyambut tebasan itu dengan pedangnya. Rey lalu memiringkan kepalanya ke kiri dengan cepat. Saat itulah suara tembakan kembali terdengar. Lawannya segera tewas karena tembakan Psycho-B.


Tak berhenti di sana, Rey kembali menghadang serangan yang datang bertubi-tubi dan membiarkan Psycho-B yang melakukan penyelesaian.


Rey tahu prioritas utama mereka saat ini adalah untuk membunuh musuh sebanyak mungkin. Psycho-B memiliki daya serang yang begitu tinggi, karena itulah ia yang paling cocok untuk membunuh lawan. Walaupun Exp yang didapatkan berbeda, tetapi Rey melihat levelnya telah naik 10 angka di pertarungan ini.


"Kau tidak ingin melakukan hal itu? Aku menantikan gaya bertarungmu yang lama sebagai Assasin." Psycho-B berucap di tengah pertarungan. Ia mengetahui bahwa gaya bertarung Rey sedikit berubah.


"Saat ini tidak. Aku ingin membiasakan diri dengan Job baruku," jawab Rey tanpa sedikit pun teralihkan pandangannya dari pertarungan.


"Jadi benar, kau tidak mengambil Job Assasin. Pantas saja gaya berpedangmu berubah."


Rey sebenarnya adalah seorang Assasin yang unik di God Reason. Selain terkenal karena kekuatannya, Rey juga terkenal karena gaya berpedangnya yang berbeda daripada pemain lainnya. Gaya berpedang itu ia dapatkan dari ekskul anggar jepang di sekolahnya dulu.


Tiba-tiba sebuah serangan datang dengan cepat. Rey segera mendorong Psycho-B ke samping lalu melompat mundur di saat-saat terakhir. Ia lalu melihat wajah penyerangnya yang tak asing.


"Wah, ketua Guild Light Crusader turun tangan. Ini membuktikan betapa lemahnya anggota Light Crusader," ejek Psycho-B sambil tertawa pelan.


"Kuakui kalian memang kuat. Aku juga tak menyangka hanya dengan kalian berdua sudah membunuh separuh dari anggota Guild. Paling banyak saat ini hanya ada 300 anggota Light Crusader di sini. Dan aku tidak akan membiarkan angka itu terus menurun.


Randi mulai bersiap dengan pedangnya. Ia adalah seorang Assasin berlevel 127, jadi ia lebih unggul dari Rey. Saat ia hendak menyerang, Mark segera tiba dan berdiri di sebelahnya.

__ADS_1


"Kau fokus sibukkan pria yang menggunakan senapan itu," bisik Randi. Mark mengangguk pelan menanggapi perintah ketua Guild-nya itu.


***


"Apakah mereka akan berhasil?" tanya Yun yang baru saja melemparkan sebuah tombak es.


"Mereka akan berhasil. Tidak, mereka pasti berhasil." Celine menyadari ada kekhawatiran dari nada bicara Yun. Celine tersenyum jahil karena menyadari sesuatu.


"Kulihat kau terlalu mengkhawatirkan dirinya. Kau juga terlihat dekat dengan Rey. Apa ada sesuatu di antara kalian?" tanya Celine.


Yun tiba-tiba tersedak nafasnya sendiri karena pertanyaan Celine. Ia buru-buru menjawab karena takut Celine salah paham.


"Aku dan dia hanya berteman. Dia pernah menyelamatkanku, karena itu aku merasa berhutang budi," sahut Yun.


"Kau yakin?" Celine mengembangkan senyum dan menutup sebelah matanya ke arah Yun membuat wanita itu salah tingkah.


"Kau sendiri juga terlihat dekat dengannya."


"Ya, karena aku menyukai dirinya," sahut Celine. Yun sedikit terkejut mendengar hal tersebut.


"Sebagai teman tentunya," sabung Celine tanpa membiarkan Yun menyelesaikan perkataannya.


Yun tersenyum pahit. Ia merasa sudah dipermainkan. Sesaat, Celine terasa seperti Rey yang suka bermain dengan perkataan. Yun menggelengkan kepalanya pelan tak ingin menanggapi perkataan Celine.


"Lihat!" Celine menunjuk satu sisi, tepatnya ke arah Rey dan Psycho-B. "Mereka sedang bertarung dengan Randi."


Yun segera menoleh. Ia menemukan Rey yang sedang menahan setiap serangan yang dilancarkan oleh Randi. Walaupun tebasan Randi mudah ditebak dan dibaca oleh Rey, tetapi Rey terlihat kesulitan menghadapi serangan Randi.


"Aku akan menyusul," ucap Yun sambil berlari.


"Hoi! Tunggu!" Celine segera membuat bola api dengan tongkatnya dan menghanguskan beberapa titik es agar ia bisa melompat untuk menyusul wanita itu.


***


"Hanya segini saja kekuatanmu? Menyedihkan."

__ADS_1


Randi mengayunkan pedangnya. Rey berusaha menahannya, tapi kekuatan serang Randi begitu besar hingga ia terpukul mundur.


Rey menyadari kekuatan Randi jauh di atasnya. Walaupun serangannya tidak bervariasi, tetapi kecepatan serangnya cukup sulit untuk dihindari. Rey cukup yakin sepuluh serangan dari Randi cukup untuk membunuh dirinya, karena itu Rey sebisa mungkin untuk menghindar.


Di sisi lain Psycho-B juga tidak terlalu berbeda. Dia tidak bisa membantu Rey. Bahkan ia harus memfokuskan seluruh perhatiannya untuk menghindari setiap serangan Mark.


"Celaka." Psycho-B mengumpat di dalam hatinya karena fokusnya terpecah. Saat itulah Mark mengayunkan pedangnya cepat. Psycho-B berusaha melompat mundur untuk menghindarinya, tetapi serangan lawan terlalu cepat. Psycho-B terpental ke belakang. Poin nyawa yang ia miliki turun secara signifikan.


Mark terlihat kembali maju untuk melanjutkan serangannya. Psycho-B segera bangkit untuk kembali menghindar. Namun, Mark tiba lebih cepat dan hendak memberikan serangan susulan. Pedang Mark bergerak cepat mengarah ke leher Psycho-B, siap untuk mencabut nyawa pemuda itu.


Namun, ternyata dewi fortuna masih berpihak pada Psycho-B. Sebuah bola api melesat cepat mengenai keduanya. Walau tidak banyak poin nyawa yang berkurang, tapi cukup untuk membuat keduanya saling terlempar jauh.


Psycho-B segera bangkit dan menatap ke belakang, lebih tepatnya ke arah penyelamatnya. Celine tersenyum tipis sambil mengangkat tongkatnya, saat itulah beberapa bola api muncul.


"Aku akan mengalihkan perhatiannya. Kau harus menghabisinya dengan satu tembakan!" seru Celine sambil berlari ke depan. Saat itulah bola api itu berputar cepat hingga membentuk cincin api berwarna kejingga-jinggaan.


Psycho-B mengangkat senapan miliknya dan mengarahkan benda itu ke udara. Suara tembakan terdengar tiga kali secara beruntun. Psycho-B mengembangkan senyumnya sambil berlari menyusul Celine.


Mark tidak tinggal diam, ia tahu bahwa Celine dan Psycho-B lebih mudah di lawan jika dalam pertarungan jarak dekat. Karena itulah Mark berlari menghampiri Celine. Nafas ketiganya memburu, seolah mangsa mereka telah masuk dalam perangkap.


Salah satu cincin api Celine melesat ke depan, saat itu juga suara tembakan terdengar dari Psycho-B. Walaupun serangan keduanya cukup cepat, tetapi Mark dapat menghindarinya dengan melompat ke samping.


Mark mengayunkan pedangnya saat Celine sudah berada dalam jangkauan serangannya. Biarpun pedang Mark cepat, tetapi Celine lebih cepat menghindari serangan tersebut. Mark mencoba menyerang sekali lagi, tapi Celine seolah sudah menebak arah serangan Mark. Saat itulah Mark sadar, Psycho-B tersenyum tipis di belakang Celine.


"Dead Shot!"


Sebuah tembakan terdengar keras di udara. Peluru yang dikeluarkan senapan Psycho-B melesat cepat satu inci di atas kepala Celine. Peluru itu tepat mengenai kepala Mark. Kepalanya tersentak ke belakang hingga tubuhnya ikut terjatuh sebelum berubah menjadi butiran cahaya.


Celine segera menghela nafas lega, sedangkan Psycho-B terjatuh lemas. Ia sebelumnya belum pernah melawan seorang pemain dalam pertarungan jarak dekat di MMO. Walaupun ia pernah mengalaminya beberapa kali di God Reason, tapi ia tidak pernah terbiasa. Untung saja Celine datang membantunya, jika tidak pasti ia sudah terbunuh sekarang.


"Sebenarnya apa maksud 3 tembakan ke langit tadi?" tanya Celine saat dirinya sudah bisa bernafas lega. Walaupun tembakan itu terlihat biasa saja, tapi ia tahu ada maksud tertentu pada tembakan beruntun itu.


"Itu adalah tembakan peringatan. Di God Reason, 3 tembakan beruntun berarti jangan mengganggu atau kau akan dapat balasannya," ujar Psycho-B menjelaskan.


"Lalu untuk siapa tembakan peringatan itu?"

__ADS_1


"Untuk seseorang yang memperhatikan pertarungan ini sejak tadi," kata Psycho-B sambil memandang ke arah salah satu menara di belakang mereka. Walau sekilas, tapi Psycho-B tahu ada orang lain di sana yang belum menunjukkan rupanya.


__ADS_2