
"Jadi, kemana kau akan pergi?" tanya Psycho-B pada Rey. Mereka telah kembali ke perkemahan Antariksa Aksara beberapa saat yang lalu. Dan kini mereka telah berada di dalam tenda Psycho-B .
"Entahlah, aku sendiri masih bingung. Aku ingin ke Midgard Tengah, tetapi aku takut Khell akan kembali dan membawa pasukan lain." Rey menghela nafasnya. Ia tahu Khell masih hidup dan sewaktu-waktu akan kembali menyerang Starlight Empire.
"Tenang saja. Kami cukup kuat untuk bertahan jika saja Khell kembali menyerang. Lagipula sekarang semua anggota Antariksa Aksara telah berkumpul di Starlight Empire. Jangan lupakan juga Vale akan membantu kami." Psycho-B tersenyum, berusaha mengusir keraguan di dalam hati temannya itu.
"Baiklah jikalau begitu. Lagi pula kurasa tidak akan ada serangan dalam waktu dekat," ujar Rey. Psycho-B mengangguk menanggapi hal tersebut.
Memang seharusnya Khell tidak akan menyerang dalam waktu dekat. Ia tidak memiliki Dark Elf untuk dikendalikan. Lalu dirinya juga mengalami luka yang cukup besar pada pertarungan sebelumnya. Jadi kemungkinan besar Khell tidak akan menyerang dalam waktu dekat. Atau setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Psycho-B.
Namun Rey memiliki pemikiran lain. Ia terpikir tentang seseorang yang berada di belakang Khell, menggerakkannya layaknya bidak catur. Itulah yang membuat Rey sedikit tidak nyaman saat meninggalkan perbatasan ini. Karena itu Rey sedikit ingin tinggal lebih lama, lagipula ia sedikit bosan untuk menyelesaikan misi Byakko maupun Ivan.
"Ah." Rey teringat sesuatu, "bagaimana kabar PeAce? Aku tidak melihatnya sejak berada di sini," ucap Rey pelan.
"Dia bersama Heilige, berada di sebuah hutan yang tidak jauh dari sini. Katanya ia ingin segera menaikan level. Mau melihatnya?" tanya Psycho-B sambil tersenyum. Rey terlihat berpikir sejenak. Ia sejujurnya tidak ingin bertemu PeAce untuk saat ini. Namun, hanya alasan itulah yang bisa membuat dirinya bisa sedikit lebih lama berada di perkemahan ini.
"Baiklah. Namun daripada melihat, lebih baik kita mengintip saja. Untuk sekarang sih aku cukup ...."
__ADS_1
"Ya, aku tahu." Psycho-B mengerti, karena itu dia memotong perkataan Rey. "Ayo berangkat!" Psycho-B bangkit lalu berjalan keluar diikuti oleh Rey. Tak lupa Rey segera mengenakan topeng agar identitasnya tidak ketahuan. Mereka segera melangkah menjauh ke sebuah hutan yang berlawanan arah dengan hutan di depan perbatasan.
Rey mengetahui jalan yang sedang mereka lalui menuju pusat Starlight Empire, kira-kira sekitar 2 hari perjalanan dengan menggunakan kuda. Sambil berjalan, Rey melihat sekitarnya. Tidak ada tanda-tanda belas pertempuran yang berarti pasukan Dark Elf yang menyerang sebelumnya tidak pernah menembus pertahanan Antariksa Aksara.
"Ngomong-ngomong, apa Job yang kau miliki?" tanya Psycho-B di perjalanan.
"Aku sendiri tidak terlalu mengerti, yang jelas Job milikku adalah Special-Tier." Rey tak ingin menyembunyikan kebenaran tersebut. Lagipula percuma untuk membohongi Psycho-B.
"Aku sudah menduganya. Perkembanganmu terlalu cepat untuk Job biasa. Kekuatanmu bahkan setara dengan Swordman berlevel 110, padahal kau bermain belum lama."
Perkataan Psycho-B tesebut menyadarkan dirinya. Jika ia pikir lagi, perkembangan kekuatannya memang meningkat pesat. Bahkan Rey bisa merasakan Job yang ia miliki memang sedikit khusus, seperti Job spesial dalam jajaran Special-tier. Terlebih semua atribut yang ia miliki sangat jarang ditemukan.
Rey meminjam senapan yang dibawa oleh Psycho-B. Awalnya Psycho-B bingung, tetapi ia tak berniat bertanya lebih jauh dan segera memberikannya pada Rey. Rey menghentikan langkahnya, lalu mengarahkan senapan itu ke langit. Ia menarik pelatuk senapan itu, saat itulah suara tembakan terdengar cukup keras.
Psycho-B terkejut melihat hal itu, sebaliknya Rey malah menyunggingkan senyum puasnya saat melihat ekpresi temannya itu. Rey menduga Psycho-B terkejut karena Rey bisa menggunakan senapan itu seolah dirinya memiliki Job Adc atau sejenisnya.
Dalam MMO seorang Swordman tidak bisa menggunakan panah atau pun senapan, begitu pula sebaliknya. Namun Rey dengan jelas memperlihatkan bagaimana dirinya menggunakan senapan itu. Walau Psycho-B tidak tahu seberapa kuat dampak dari tembakannya, tetapi hal itu cukup untuk membuat Psycho-B terkejut. Atau setidaknya itulah yang dipikirkan Rey tentang keterkejutan Psycho-B.
__ADS_1
Namun ternyata Rey salah. Psycho-B segera merebut senapannya itu dari tangan Rey secepat yang ia bisa. Ia lau berlari ke arah pepohonan yang cukup lebat setelah memberi kode pada Rey untuk mengikutinya. Rey jadi sedikit bingung, tapi ia tidak bertanya. Ia yakin Psycho-B akan menjelaskannya sendiri.
Saat mereka telah cukup jauh dari tempat tadi, Psycho-B segera sembunyi si balik sebuah pohon besar sambil berlutut. Rey segera mengikutinya walau tak paham untuk alasan apa Psycho-B mengambil posisi tersebut.
"Kau ceroboh," kata Psycho-B pelan hampir seperti berbisik, "di depan kita tadi adalah kawasan PeAce dan Heilige biasanya berburu. Bagaimana jika mereka mendengar suara tersebut dan segera mencari asal suaranya? Kau ingin mengintip tapi malah memancing keributan." Psycho-B menggeleng pelan.
Kini gantian Rey yang terkejut. Ia tidak tahu jika mereka hampir sampai di tempat tujuan mereka. Lagi pula Rey berpikir tidak sepenuhnya salah dirinya, Psycho-B tidak memberi tahu bahwa mereka hampir tiba.
Rey hendak mengungkapkan argumen pembelaannya, tapi nasib berkata lain. Mereka bisa mendengar ada suara langkah dari kejauhan. Walaupun cukup jauh, tetapi suara yang ditimbulkan bisa terdengar keras karena langkah itu seperti menginjak dedaunan kering.
Rey mengumpat pelan sebelum berlari menjauh. Psycho-B terkejut dan segera menyusul. Saat itu pula suara lantang terdengar dari belakang.
"Siapa di sana? Berhenti!"
Rey menambah kecepatannya, bahkan Psycho-B cukup sulit untuk mengejar Rey. Suara pengejarnya hampir hilang, tetapi Rey tahu jika ia melambat sedikit saja akan mudah terkejar.
"Hey, berhenti dulu. Jangan ke sana," ucap Psycho-B. Namun suaranya terlalu kecil untuk terdengar oleh Rey. Psycho-B hendak berteriak, tetapi semuanya telah terlambat. Mereka telah tiba di sebuah jalan buntu. Sebenarnya jalan yang mereka lalui mengarah ke sebuah dasar jurang. Walaupun tidam terlalu tinggi, tetapi tetap saja tidak bisa didaki karena curam.
__ADS_1
Rey terkejut. Ia segera berbalik dan menatap Psycho-B, lebih tepatnya sesuatu yang berada di belakang Psycho-B. Dengan cepat Rey menarik pedangnya.