
Rey menebas beberapa kali menggunakan kedua pedangnya. Namun, seperti yang telah Rey duga, kecepatan yang dimiliki RobKing begitu tinggi. Walaupun Rey bisa mengimbanginya, tetap saja Rey kesulitan.
RobKing sendiri merasa kekuatan Rey berada di bawahnya. RobKing meloncat mundur sesaat sebelum melemparkan beberapa pisau kecil dari balik bajunya. Rey bisa menangkis pisau itu dengan pedangnya, tetapi di saat itulah RobKing melesat ke arah Rey dengan cepat. RobKing menebaskan pisaunya beberapa kali. Rey tak bisa menangkis semua serangannya hingga ia terkena beberapa luka. Rey segera melompat menjauh sambil meminum Small Potion.
Pihak Guild Light Crusader bersorak senang saat mengetahui kekuatan Rey berada di bawah RobKing. RobKing sendiri tersenyum tipis sebelum kembali melesat untuk menyerang Rey. Rey terlihat terkejut mengetahui RobKing menambah kecepatannya. RobKing menyerang Rey lagi dengan cepat hingga memaksa Rey dalam posisi bertahan tanpa sedikit pun menyerang balik. RobKing tersenyum lebar melihat ekspresi putus asa Rey.
Rey kembali meloncat menjauh berniat memperlebar jarak lagi. Namun, kali ini RobKing tak memberikan kesempatan tersebut, ia melesat ke arah Rey dan terus melancarkan serangannya tanpa henti. Perlahan, Hp milik Rey telah berkurang sebanyak 50%.
RobKing berada di atas angin. Ia melompat mundur sejenak. Perlahan, kedua pisau yang ia pegang mengeluarkan cahaya ungu. Rey mengumpat pelan sambil meminum Small Potion untuk memulihkan poin nyawanya.
RobKing terlihat melompat pelan beberapa saat. Sedetik kemudian, ia berlari cepat ke arah Rey dan kembali menyerang Rey. Rey menyambut serangan yang dilancarkan RobKing dan menyadari kekuatan yang dikeluarkan pria itu sedikit lebih besar dari sebelumnya. RobKing terus menyerang lagi dan lagi. Ia tak berniat memberikan Rey kesempatan untuk menyentuhnya. "Aku pasti menang," gumam RobKing sambil tersenyum lebar. Matanya memancarkan aura membunuh yang jelas. Rey terus memperhatikan setiap gerakan RobKing. Walaupun Rey dalam posisi bertahan, Rey bisa melihat lama-kelamaan ia mulai terbiasa dengan kecepatan RobKing. RobKing meloncat kebelakang. Sedetik kemudian tubuhnya menghilang.
Rey tersenyum tipis. Ia tahu Skill tersebut karena Rey juga memilikinya saat bermain God Reason. Skill itu bernama Stealth. Skill yang berguna untuk menghilangkan raga penggunanya sesaat.
Beberapa saat kemudian RobKing muncul dari belakang Rey dan hendak menusuknya. Rey segera melompat ke kiri dan berniat menyerang balik. Namun, Rey tersenyum kecut menyadari RobKing kembali menghilang. Sedetik kemudian RobKing muncul kembali dan menyerang Rey. RobKing kembali menghilang setelah Rey berhasil menghindar. Beberapa pendukung RobKing segera bersorak sorai. Mereka mendengar Rey sempat menghina mereka tadi. Jadi kini mereka membalas menghina Rey. Mereka terus mencaci maki Rey. Beberapa orang bahkan mengumpat keras ke arah Rey.
__ADS_1
Rey berusaha menghindari serangan yang dilancarkan oleh RobKing. Rey melihat ke satu sisi. Ia melihat seorang perempuan datang mendekat ke arah Daesang. Rey tersenyum lebar melihat hal tersebut. Rey mulai memfokuskan pertarungannya. Ia menutup matanya dan merasakan keberadaan lawannya. Sedetik kemudian Rey melompat ke kiri.
"Chaos Heart! Slash!" ucap Rey sambil mengerahkan dua Skill miliknya. Pedang Rey menghantam RobKing dengan keras. RobKing terkejut hingga ia tak bisa menerima serangan itu dengan baik. RobKing terpelanting beberapa meter. Ia bisa melihat serangan yang dikeluarkan Rey menguras 30 % HP miliknya.
"Kau!" RobKing menatap Rey marah. "Kau sedari tadi menyembunyikan kekuatanmu. Dasar keparat," ucap RobKing memaki Rey.
"Kau terlalu naif," balas Rey pelan. Skill Stealth memang bisa menghilangkan raga penggunanya, tapi tidak dengan suara. Rey kembali melesat menyerang RobKing. Rey mengeluarkan segenap kekuatannya. Kini mereka terlihat seimbang. RobKing sebenarnya tidak menduga kecepatan yang dikeluarkan Rey setara dengannya. RobKing baru berniat melancarkan serangan belasan saat Rey menebas RobKing dengan kedua pedangnya secara menyilang. RobKing tersentak mundur. Serangan yang dikeluarkan Rey membuat poin nyawa miliknya tersisa hanya separuh.
RobKing adalah seorang Assasin. Walaupun ia memiliki kekuatan dan kecepatan yang begitu tinggi, tetapi sebagai seorang Assasin nyawanya begitu kecil daripada Swordman. Status pertahannya juga tak lebih baik. Karena itu setiap serangan yang dilancarkan Rey membuat HP RobKing menurun drastis. Apalagi Rey menggunakan Skill khususnya yaitu Chaos Heart.
Beberapa anggota yang melihat kode itu hendak membantu RobKing. Mereka mencabut senjata mereka dan bersiap untuk melancarkan serangan. Rey tersenyum lebar melihat hal itu. Sedetik kemudian kelompok lain keluar dari semak-semak dan menyerang anggota Guild Light Crusader. Mereka tak terpikir bahwa mereka akan diserang secara tiba-tiba. Terlebih orang yang menyerang mereka berasal dari Guild Aozora dan Azure Rose. Daesang dan Mizu juga tak tinggal diam. Mereka menggerakkan pasukan mereka yang tersisa untuk menyerang anggota Guild Light Crusader.
RobKing terkejut melihat hal itu hingga penjagaannya menurun. Rey datang dengan cepat dan menendang pria itu. RobKing kembali terpelanting beberapa meter. Ia bangkit dan menatap Rey dengan ekspresi terkejut.
Sebenarnya sejak bertarung dengan RobKing, ia terus menunggu kode yang diberikan oleh Daesang. Rey sengaja menyambut beberapa serangan yang diluncurkan RobKing untuk menarik perhatian. Akibatnya, semua anggota Guild Lighting Crusader berkumpul karena keributan itu. Setelah semua anggota Guild Light Crusader berkumpul, Daesang dan Mizu menggerakkan separuh anggotanya untuk menyergap mereka. Setelah selesai, Rey melihat seorang perempuan yang ia kenal mendatangi Daesang. Saat itulah Daesang mengangguk pelan bahwa semua persiapan telah selesai.
__ADS_1
"Kau pikir aku hanya menyembunyikan kekuatanku? Kau bahkan tak berpikir bahwa Daesang bersandiwara tadi. Sekarang rencana Guild Light Crusader untuk menyerang mereka telah berantakan," ucap Rey sambil tersenyum lebar. RobKing semakin terkejut dengan apa yang dikatakan Rey.
"Kau.. Darimana kau tahu rencana kami untuk melemahkan Guild Aozora dan Azure Rose?" RobKing begitu terkejut karena Rey tahu rencana Guild mereka. Seharusnya yang tahu rencana ini adalah Guild Light Crusader dan kelompok lain yang mendukungnya.
"Aku tidak pernah mengatakan begitu loh. Kau sendiri yang mengatakannya." Rey tertawa puas. Kini dugaan Rey terbukti benar. RobKing menatap Rey kesal. Rey lalu melirik ke belakangnya. Seseorang perempuan baru saja tiba. Siapa lagi kalau bukan Yun, orang yang memberitahu Daesang bahwa semua anggota Guild Light Crusader telah berkumpul.
RobKing menatap Yun yang tersenyum hangat ke arah Rey. RobKing menyadari senyuman itu. Ia menatap marah ke arah Yun.
"Dasar bajing*n. Dasar kau j*lang. Berengsek." RobKing pun mengeluarkan semua sumpah serapah yang bisa ia katakan. Rey menatap ke arah Yun penuh arti.
"Ini adalah bagianmu. Kau harus mengakhirinya sendiri," ucap Rey. Yun mengangguk sejenak.
"Terima kasih," ucap Yun pelan. Yun lalu membuat sebuah pedang dari es. RobKing terlihat mulai bangkit dan bersiap melawan.
Yun segera melesat berlari ke arah RobKing. RobKing sendiri melakukan hal yang sama. Yun menyerang RobKing dengan cepat. RobKing terkejut melihat gaya bertarung Yun berubah. Setiap tebasan yang dilakukan Yun tak bisa ia prediksi. Kekuatan Yun juga lebih besar. RobKing mengumpat pelan saat mengetahui Yun yang dulunya lemah membuat dirinya kesulitan. Terlebih nyawa RoKing tinggal sedikit karena serangan Rey. Kecepatannya juga berkurang. Poin HP RobKing berkurang dengan cepat. Saat itulah pedang Yun menembus dada pria itu.
__ADS_1