Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 75: Terpancing


__ADS_3

Psycho-B merasa Rey terpancing emosinya karena ucapan dari RobKing. Pasti RobKing menyinggung sesuatu tentang teman-temannya. Psycho-B sudah mengenal Rey bertahun-tahun, jadi ia tahu sifat pria itu seperti apa. Ia tidak akan marah dan emosi jika seseorang menghina dirinya. Bahkan jika kau mengatakan Rey adalah orang gila yang sudah tidak punya otak pun ia akan tetap tenang. Namun, ketenangan itu bisa hilang jika seseorang menyinggung teman-temannya. Pada kasus Celine di God Reason, seorang lawannya mengatai Celine tentang hal buruk. Karena itu Rey segera kalap dan kehilangan ketenangannya hingga ia bisa terbunuh.


Seperti pada saat ini, bukan tak mungkin Rey kembali terbunuh. Ia harus segera membuat Rey sadar dan membuat pria itu berpikir dengan kepala dingin. Lagipula Psycho-B juga bosan sembunyi, ia ingin melawan musuh secara langsung. Ia ingin kembali merasakan serunya pertarungan saat bersama Rey.


Namun, ternyata itu semua tidak semudah yang ia pikirkan. Psycho-B bertemu sekelompok musuh yang tadi terlihat memasuki menara tempat mereka berada. Pria itu buru-buru melompat mundur, akan sulit jika ia melawan di tempat sempit seperti sekarang. Lagipula ia tidak terlalu bisa bertarung jarak dekat.


Saat Psycho-B melompat mundur, Yun segera maju ke depan dan menghadang orang-orang yang berusaha menyerang Psycho-B. Psycho-B bergerak cepat mengangkat senapan miliknya dan suara tembakan terdengar beberapa milisekon setelahnya. Dua orang pemain yang berada dalam jalur tembakan Psycho-B segera tewas dan menghilang setelah terjatuh ke lantai. Yun juga bergerak cepat membuat pedang es keduanya dan menebaskannya cepat.


Sejujurnya ia sulit bergerak di dalam lorong kecil seperti ini. Terlebih lagi ia harus menahan setiap serangan agar tidak mengenai Psycho-B dan Celine. Yun berpikir keras agar ia bisa keluar dari posisi ini secepat mungkin.


"Mundur ke belakangku!"


Yun bergerak cepat merespon teriakan itu. Ia segera melesat ke belakang Celine hanya dalam beberapa saat, begitu pula dengan Psycho-B. Celine segera mengangkat tongkatnya ke depan. Psycho-B tidak terlalu mendengar apa yang wanita itu katakan, tapi ia tahu wanita itu sedang menyebutkan sihir miliknya. Saat itulah tiga bola api seukuran bola basket muncul di depan Celine. Celine dengan cepat mengibaskan tongkatnya, saat itu juga bola api itu melesat cepat dan menghantam lawan menimbulkan sebuah ledakan.


"Cepat, selagi mereka belum bangkit." Celine bergerak lebih dahulu melangkahi orang-orang yang sudah terjatuh itu. Psycho-B segera mengikutinya dari belakang, sedangkan Yun memilih untuk membunuh beberapa orang saat melewati orang-orang itu.


"Seperti yang diharapkan dari Si Dara Jingga. Kau memiliki sihir yang cukup kuat. Apakah kau berniat bergabung dengan Antariksa Aksara?" Psycho-B sengaja memuji wanita itu agar ia menjadi senang dan kemungkinan Celine menyetujui tawarannya meningkat.

__ADS_1


Saat itulah Celine menatap Psycho-B penuh keheranan lalu memasang senyum jahilnya. Psycho-B segera tersadar dengan tindakannya dan terbatuk pelan. Ia mulai menyesali apa yang ia katakan barusan.


Yun menjadi bingung melihat itu. Walaupun Celine terlihat tidak memberikan respon apa pun, tapi Psycho-B paham akan tanggapan Celine. Hal itu membuat Yun bertanya-tanya di dalam hatinya apakah Psycho-B dan Celine memiliki atau pernah punya hubungan khusus. Karena tidak mungkin mereka akan mengerti satu sama lain tanpa harus berbicara.


"Saat kita keluar, mungkin akan ada banyak musuh yang menghadang." Psycho-B lebih memilih mengalihkan pembicaraan. "Jadi, aku ingin Yun tetap bersama Celine dan membunuh musuh sebanyak mungkin. Jika tidak bisa, maka bertahanlah selama mungkin. Selama itu, aku akan mencoba ke tempat Rey dan membuatnya tenang," ujar Psycho-B menjelaskan rencananya. Celine dan Yun segera mengangguk. Menurut mereka, tidak ada rencana lain yang terlihat bagus selain itu.


Mereka menyadari telah menuruni tangga selama beberapa menit. Psycho-B sedikit berlari lebih cepat. Tak peduli ada musuh atau tidak, ia harus bisa menyelinap dan pergi ke tempat Rey. Psycho-B segera mengakselerasi larinya saat sebuah cahaya terlihat di depan.


***


"Jarang-jarang RobKing merasa tertarik pada seorang wanita. Aku jadi ingin melihat wanita yang ia maksud," ucap Fuu sambil tertawa kecil. Ia sejujurnya saat ini berpura-pura untuk tenang. Ia sungguh membutuhkan bantuan Randi untuk membunuh Rey. Setelah melihat kecepatan pria itu, maka wajar saja serangan yang ia lancarkan tidak mengenai Rey.


"Jangan pernah berpikir untuk ...."


"Memangnya bisa apa kau?" Mark memotong perkataan Rey cepat dan berjalan pelan ke arahnya. Ia saat ini sekuat tenaga menahan getaran di kakinya. Rey menjadi orang pertama yang membuatnya takut mati di MMO.


"Kami masih memiliki ratusan anggota yang siap bertarung denganmu. Terlebih lagi ketua belum turun tangan. Dan masih ada dua orang lagi yang bisa membuatmu bertekuk lutut." Mark tertawa lantang setelah mengatakan hal tersebut. Perasaannya menjadi sedikit tenang setelah itu.

__ADS_1


"Setelah kami menghabisimu, aku akan mencari wanita bernama Yun itu dan sedikit bermain-main dengannya," ucap Mark pelan. Namun, Rey bisa mendengar itu cukup jelas.


Rey diam membisu tak memberikan respon apa pun. Pedang di tangannya bergetar, tangan kiri mengepal keras, dan matanya mengandung kebencian mendalam. Emosinya kembali memuncak.


Rey melangkah ke depan pelan. Namun semakin lama langkahnya semakin cepat sebelum ia mulai berlari. Kali ini Fuu lebih siap dan segera mundur ke barisan anggota Guild Light Crusader, begitu pula dengan Mark.


Mereka melihat dengan jelas sebelumnya Rey menyerang dengan membabi buta saat ia marah. Mereka bisa menjadikan itu cara untuk membuat stamina Rey terkuras dengan cepat. Dan mereka tampaknya berhasil membuat Rey kembali kalap.


Rey melesat ke depan dan mengayunkan pedangnya cepat. Ia sungguh ingin membuat Mark membayar perkataannya dengan kematian. Dua orang lawan terbunuh saat mereka mencoba menghadang Rey. Rey kembali bergerak cepat mengayunkan pedang dari kiri bawah ke kanan atas. Rey juga menusuk dan menebas sambil berputar. Rey terus menyerang lawan menuju ke arah Mark.


Dua lusin anggota Light Crusader segera tewas di tangannya. Bahkan Rey mulai bergerak lagi dan menambah korbannya menjadi tiga lusin. Ia tidak bisa benar-benar tenang sebelum Mark mati.


Tanpa Rey sadari, ada seseorang yang tersenyum lebar di antara kerumunan pemain yang mencoba menahan Rey. Ia berjalan pelan, tapi cukup untuk mendekati Rey secara perlahan.


Senyum di wajahnya semakin lebar saat melihat Rey penuh celah. Ia segera melompat ke depan dan mengayunkan pedangnya ke arah leher. Rey terkejut melihat kecepatan orang itu. Ia sungguh tidak berpikir ada pemain kuat yang bersembunyi di kelompok itu. Rey tidak bisa mengelak. Jika ia terkena serangan itu, ia pasti mati.


Saat itulah waktu seolah terhenti. Mata Rey bertemu dengan orang itu. Saat itulah Rey menyadari pemain itu adalah Randi. Rey pasrah, ia telah kalah. Tidak mungkin mengelak jika pedang Randi hanya tersisa tiga jengkal dari lehernya. Rey menyadari dirinya telah kalah. Atau itulah yang dipikirkan Rey saat ini.

__ADS_1


__ADS_2