
Lluminos, terkenal sebagai seorang pria yang memiliki wajah rupawan. Selain baik pada siapa pun, ia juga memiliki rasa humor yang tinggi hingga orang lain mudah akrab dengannya. Ia juga memiliki pengalaman bertarung yang lumayan banyak. Saat ia masuk ke dalam Guild Antariksa Aksara, para pengamat MMO memastikan peningkatan kekuatannya akan terus meningkat sekalipun Guild Antariksa Aksara masih menjadi Guild First Class.
Seperti yang diharapkan, semenjak masuk Guild Antariksa Aksara, Lluminos semakin dikenal banyak pemain lain. Guild Grand Class juga semakin melirik pada pria rupawan ini. Lluminos juga dikenal aktif dalam website pribadinya dan sering membagikan video petualangannya.
Namun, beberapa hari yang lalu Lluminos mulai jarang aktif di website pribadinya. Ia juga tak terlihat selama beberapa hari. Tanpa diketahui khalayak ramai, Lluminos sebenarnya sedang melakukan perjalanan menuju sebuah desa kecil di ujung Midgard Utara, dekat perbatasan Midgard Barat.
Sudah 2 minggu Lluminos melakukan perjalanan menggunakan kuda. Walaupun tidak menemui monster yang begitu berarti, tapi tetap saja merepotkan hingga menghambat perjalanannya. Selain tidak ditemui orang yang berlalu lalang, Lluminos juga kerap kali keluar masuk semak karena tidak ada jalan setapak. Ia sebelumnya sudah menduga bahwa perjalanan yang ia lakukan tidak akan mudah. Hanya saja ia tidak tahu perjalanan ini sungguh sulit.
Sebenarnya bukan tanpa alasan Lluminos pergi ke tempat kecil seperti ini. Sebelumnya, ia menemukan sebuah kertas yang menyuruhnya pergi ke suatu tempat. Selain tidak ada nama pengairim, kertas itu juga sangat aneh karena ada bau amis darah. Namun, yang membuat Lluminos tertarik adalah adalah nama lengkap dirinya di sana. Bukan nickname akun, tetapi nama lengkap dirinya di dunia nyata. Karena itulah Lluminos segera pergi setelah ia pamit pada ketua Guild.
Di saat-saat harapannya mulai pupus karena lelah mencari, Lluminos menemukan selusin rumah kayu di dalam hutan. Lluminos menduga inilah desa kecil yang disebutkan dalam surat itu. Tanpa pikir panjang, akhirnya Lluminos segera mendatangi desa itu.
Suasana sungguh sepi tanpa ada satu pun pintu rumah yang terbuka. Lluminos segera turun dari kuda dan mengikatnya di salah satu pohon. Lluminos lalu berjalan masuk ke desa itu.
Bukan hanya sepi, desa itu juga tak terlihat ada tanda-tanda kehidupan di mana pun. Namun, ada sebuah aroma yang begitu menusuk hidung Lluminos. Aroma darah bercampur bau busuk bangkai menyebar di udara. Saat itulah Lluminos menyadari seseorang memperhatikannya. Ia segera membalikkan tubuhnya untuk melihat orang asing itu. Seorang wanita cantik sedang duduk di atas salah satu dahan pohon sambil tersenyum lebar ke arah Lluminos.
"Aku tidak ingat pernah kenal dengan dirimu. Siapa kau?" tanya Lluminos. Tangannya telah menyentuh gagang pedang, takut jika ada bahaya yang tiba-tiba mendekat.
Lluminos memperhatikan wajah wanita itu lekat-lekat. Ia sungguh tidak mengenal wanita si hadapannya. Jika bisa, Lluminos ingin menghindari pertarungan.
"Pernah. Bahkan aku cukup mengenal baik dirimu. Rama Wijaya, seorang Assasin yang diyakini menjadi terkuat ke dua puluh di God Reason." Perempuan itu tertawa pelan sebelum melompat turun. Saat itu pula 5 orang wanita berjubah biru muda keluar dari balik pohon.
Lluminos menjadi semakin waspada. Ia segera menarik pedangnya dan mengambil kuda-kuda. Lluminos sudah menduga bahwa surat itu adalah jebakan
"Kami tidak akan melawanmu jika kau tidak menyerang duluan. Kami juga tidak akan melakukan apa pun terhadapmu jika kau tidak bertindak duluan," ucap wanita itu. Ia lalu melemparkan pedang yang tersarung rapi di pinggangnya cukup jauh ke depan untuk membuktikan dia tak ingin bertarung. Lluminos mengangguk sebelum menyarungkan kembali pedangnya.
__ADS_1
"Lalu, dari mana kau tahu?" tanya Lluminos tanpa menurunkan kewaspadaannya.
"Kau ingat Corps 7?" tanya balik wanita itu pelan.
Lluminos tersentak kaget mendengar sebutan itu. Corps 7 adalah sebuah sebutan penjelajah Dungeon terkenal di God Reason. Corps 7 terdiri dari 7 10 orang yang memiliki pengalaman luas. Selain itu saat Corps 7 terbentuk, semua anggota menyebutkan nama asli masing-masing. Lluminos sudah bisa memikirkan identitas asli wanita itu.
"Aku adalah salah satu anggota Corps 7. Lebih tepatnya, seorang murid dari Raihan Trinata," ucap wanita itu.
Lluminos termundur. Tebakannya benar. Wanita di depannya adalah seorang monster sejati layaknya Black Kenshi Rey.
"Kenapa kau takut? Bukankah kita semua berteman?" wanita itu memiringkan kepalanya, bingung dengan reaksi Lluminos.
"Aku tahu tujuanmu memanggilku. Kau ingin mencari Rey." Lluminos sudah bersiap melarikan diri. Sebenarnya dia yakin tidak akan kalah. Hanya saja instingnya berkata lain.
"Sebenarnya aku ingin mencarinya, tapi tidak sekarang. Aku lebih tertarik dengan suatu hal," katanya, " aku dapat informasi dari temanku, ia bertarung dengan seorang wanita yang menggunakan pedang es sebagai senjatanya."
"Fuu, wakil Guild Light Crusader," potong wanita bernama Mira itu. "Ia bertarung melawan Psycho-B. Ia juga yang memberikan informasi itu."
Lluminos memang mendengar Psycho-B menghancurkan Guild Light Crusader. Namun, ia tidak menyangka bahwa ada salah satu kenalan Mira di sana.
"Dia ada dalam perlindungan Guild kami. Jangan kau ganggu dia, Mira!" teriak Lluminos. Lluminos tak bisa menyembunyikan rasa cemasnya. Ia sudah tahu tujuan wanita itu.
"Aku tahu kau mengerti. Karena itulah aku ingin kau mengantarku ke tempat wanita itu. Secara baik-baik atau secara paksa. Kau pilih yang mana?"
Lluminos menggertakkan giginya. Ia segera menarik pedang untuk bersiap bertarung. Hidup atau mati, ia tidak ingin mengkhianati temannya sendiri.
__ADS_1
"Aku memilih jalan kasar. Hari ini aku akan mengalahkanmu." Lluminos sebelumnya memang berniat kabur, tapi setelah ia pikir lagi hal itu tidak akan mudah. 1 di antara 6 lawannya pasti bisa mengejarnya.
"Baiklah jika itu maumu." Mira berjalan ke depan untuk memungut pedang yang ia jatuhkan tadi. Ia lalu mencabut pedang itu dan menondongkannya pada Lluminos. "Padahal aku tidak ingin kasar pada dirimu.
Mira segera maju dan menyerang Lluminos. Walau kecepatannya lebih lambat daripada Lluminos, tetapi teknik berpedangnya lebih tinggi dibandingkan Lluminos. Mira merupakan satu dari lima orang yang mendapat pengajaran langsung tentang teknik berpedang di God Reason. Lluminos merasa seakan melawan Rey dalam versi lambat.
Lluminos melompat mundur untuk memperlebar jarak. Ia lalu melemparkan pedangnya ke depan. Pedang itu melesat sambil berputar cepat.
"Dark Strike!"
Pedang itu berputar semakin cepat dan melesat ke arah Mira berada. Mira dengan gesit menghindari pedang itu cukup mudah. Lluminos menjadi geram sambil mengangkat tangannya ke udara. Saat itupun pedang hitamnya kembali muncul dari bayangan.
"Peraturan pertama saat melawan Assasin. Hindari Skill mereka. Kak Rey selalu mengingatkanku hal itu." Mira tersenyum lebar seolah kemenangan sudah dipastikan.
Lluminos maju ke depan dengan cepat. Dua detik berselang, perlahan tubuhnya menghilang seolah lenyap tertelan bumi. Mira diam membisu sambil melirik ke sekelilingnya.
Tiba-tiba ia bergerak cepat sambil mengayunkan pedangnya secara berputar. Saat itulah tubuh Lluminos muncul di dekat Mira dan terkena serangannya. Lluminos kembali melompat mundur untuk memulihkan nyawanya.
"Peraturan keempat saat melawan Assasin. Mereka bisa menghilangkan fisik, karena itulah kenali daratanmu dan liat perubahan yang terjadi. Jika mereka sudah berada cukup dekat, tebas sambil berputar. Kak Rey juga mengajarkanku hal tersebut," ujar Mira.
Ia lalu melesat ke depan sambil menggenggam erat pedangnya dengan tangan kanan. Ia lalu dengan cepat mengayunkan pedangnya ke arah Lluminos. Lluminos berusaha menangkis serangan itu, tapi tindakannya salah.
Mira melepaskan genggaman pedangnya di udara. Dengan cepat ia menarik sebuah belati yang ia sembunyikan di balik pakaiannya. Lluminos terlalu terfokus pada pedang itu hingga tidak sadar Mira telah melakukan tusukan lain dengan tangan kirinya.
Lluminos begitu terkejut hingga tidak bisa menghindar. Akibatnya, belati itu tepat mengenai perutnya. Seolah belum selesai, Mira segera menarik tangan kiri Lluminos dengan tangan kanannya. Ia lalu menahan dada Lluminos dengan tangan kirinya. Dengan cepat, ia membanting tubuh Lluminos ke tanah dengan menarik tangannya ke belakang. Mira kembali bergerak cepat mengambil pedangnya yang terjatuh. Wanita itu segera mengunci pergerakan Lluminos dan menempatkan pedangnya di leher Lluminos.
__ADS_1
"Itu adalah sebuah trik yang diajarkan Kak Rey jika melawan orang yang memiliki pengalaman luas." Senyum lebar terlukis di wajah Mira.