Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 56: Penyergapan


__ADS_3

"Maaf kami sedikit lebih lama. Ada yang harus kuurus tadi," ucap seseorang dari belakang. Rey segera menoleh dan menemukan Lluminos, Deon, serta Scream yang baru saja tiba. Rey mengangguk pelan merespon permintaan maaf Deon tadi.


"Ayo segera berangkat!" kata Rey lalu mulai melangkah pelan diikuti yang lainnya. Mereka segera memasuki hutan tempat dimana Psycho-B masuk beberapa hari yang lalu. Rey sejujurnya juga mendapatkan beberapa informasi lain dari Rian di dunia nyata. Rian menjelaskan kemana ia berjalan hingga akhirnya tertangkap. Dengan informasi itu, Rey akan menjadi sedikit lebih mudah untuk menemukannya.


"Jadi, kau tidak memberitahukan identitasku kepada ShouThor, ya?" celetuk Rey di perjalanan pada Deon. Deon mengangguk sejenak.


"Kupikir akan mendatangkan bahaya jika identitasmu sebagai Black Kenshi tersebar luas. Karena itu aku hanya memberi tahu ShouThor kau adalah pelacak yang hebat," jawab Deon pelan lalu menatap Scream yang baru saja melepas tudung jubahnya. "Aku tahu karena Scream selalu menggunakan tudung jubahnya saat di keramaian."


"Tepat. Ada bahaya yang menunggu jika posisi kami sampai diketahui. Namun, aku sedikit terganggu dengan ucapanmu barusan. Aku tidak sehebat yang kau pikirkan dalam melacak sesuatu," ucap Rey sambil menggelengkan kepalanya pelan. Lluminos tertawa lantang melihat hal tersebut.


"Kau selalu saja merendahkan dirimu. Kau memang Rai yang kukenal." Lluminos kembali tertawa.


"Dia memang seperti itu. Bahkan di God Reason. Ia tidak memiliki ambisi yang besar. Namun pada akhirnya ia menjadi pemain nomor satu. Sungguh suatu kebohongan yang besar," tambah Scream.


"Rendah hati itu boleh, tapi merendahkan diri sendiri itu jangan." Rey tersentak kaget mendengar perkataan Deon tersebut. Ia seakan pernah mendengar kata-kata itu dari seseorang, tapi ia lupa dimana.


"Sudah-sudah. Kita ini sedang melakukan misi, kenapa kalian malah menasehatiku?" Rey sebenarnya sadar bahwa merendahkan diri itu tidak boleh, tetapi itu adalah sifat aslinya. Lagipula merendahkan diri sendiri itu akan berguna dalam pertarungan. Rey percaya itu.


"Lihat, kau kalah berdebat. Tumben seorang Black Kenshi mau mengalah," balas Deon sambil tersenyum penuh makna, sedangkan Lluminos kembali tertawa.

__ADS_1


"Bukan begitu. Hanya saja ...," ucapan Rey terhenti. Ia menyipitkan matanya ke depan seperti seakan melihat sesuatu yang aneh. "Ayo!" Rey segera berlari pelan tanpa menunggu respon yang lainnya.


Rey dan yang lainnya segera tiba di bawah sebuah pohon yang cukup rindang. Tepat di bawah pohon itu ada sebuah bangkai monster yang sedikit membusuk. Namun bukan hal itulah yang membuat Rey berlari ke sini. Ada sebuah tombak yang tertancap di sebelah bangkai itu. Rey mencabutnya pelan dan mulai memeriksa benda itu.


"Mari melanjutkan perjalanan," ajak Rey tanpa menjelaskan apa pun pada yang lainnya. Namun mereka bisa mengerti karena Rey sedang fokus berkonsentrasi untuk menemukan jejak dari Psycho-B. Mereka kembali menemukan bangkai lain, tetapi yang tersisa dari bangkai itu hanya kepalanya. Namun kali ini Rey tidak berhenti untuk memeriksa lebih lanjut. Ia segera berjalan sedikit lebih cepat.


Ada sesuatu yang mengganggu pikiran Rey. Jika tebakannya benar, maka lawan mereka akan sedikit lebih sulit dari biasanya. Rey tak ingin mengambil resiko, karena itu ia berniat memeriksa kondisi mereka lebih jauh. Melihat tatapan serius Rey, Lluminos mencabut pedangnya begitu pula dengan Deon. Scream sendiri berjalan di tengah karena dibandingkan ketiganya, ialah yang lebih mudah terbunuh karena memiliki kapasitas HP yang lebih sedikit.


Mereka telah menemukan tiga bangkai monster lainnya. Rey menghela nafas berat saat melihat suatu tombak kembali tertancap di dekat sana. Kali ini Rey mencabut pedangnya pelan. Ia mulai waspada.


"Mulai saat ini kita akan berjalan memakai formasi. Scream berjalan di tengah. Deon jaga sisi kanan Scream, lalu Lluminos menjaga sisi kiri serta titik buta kita. Aku akan menjaga bagian depan. Ada pertanyaan?" tanya Rey yang segera mendapatkan respon anggukan dari ketiganya.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan. Namun kali ini dengan kewaspadaan tinggi. Suasana di dalam hutan itu begitu hening. Bahkan hanya ada suara langkah kaki mereka yang terdengar pelan. Perlahan tapi pasti, aura mencekam mulai mereka rasakan. Tangan Rey bahkan sedikit bergetar. Bukan karena takut, hanya saja tubuhnya seakan merespon agar ia tidak masuk hutan itu lebih dalam.


Dark Elf adalah Ras Elf yang cukup cepat. Bahkan jika dibandingkan dengan Ras Elf lainnya, maka Dark Elf adalah yang tercepat karena bisa memanipulasi elemen kegelapan. Namun hanya Dark Elf berlevel tinggi atau Dark Elf Assasin saja yang bisa melakukan hal tersebut. Jika dilihat dari perlengkapan yang mereka pakai, setidaknya kelompok Rey masih lebih unggul dalam hal kekuatan pribadi.


"Bagaimana rencananya?" Deon menyikut tangan Rey pelan. Ia menggenggam pedang di tangan kanannya dan sebuah tameng di tangan kirinya.


"Mudah. Jaga Scream dan jangan biarkan mereka mendekat. Lluminos ...," panggil Rey sambil menoleh ke arah pria Assasin rupawan itu. Lluminos menyadari tatapan penuh makna Rey. Sedetik kemudian, mereka berdua sama-sama mengembangkan senyum lebarnya.

__ADS_1


"Terobos lalu hancurkan," ucap Rey dan Lluminos serempak.


Tak ingin menunggu lawan, Rey segera berlari diikuti oleh Lluminos yang melesat ke arah sisi yang berlawanan. Rey tak ingin menyembunyikan kekuatannya dan segera menyerang sekuat tenaga.


"Chaos Heart!" Rey berseru sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga. Dark Elf yang menjadi sasarannya tak bisa menghindar dan berniat menahan serangan tersebut. Namun kekuatan yang dilepaskan Rey begitu besar, Dark Elf itu terpental beberapa meter ke belakang karena tak sanggup menahan serangan Rey. Rey tak ingin membuang kesempatan yang ada dan berniat menghabisi Dark Elf itu. Namun di saat hendak menyerang, tiga rekan dari Dark Elf itu segera menghadangnya.


"Kalian juga akan memiliki nasib yang sama," kata Rey sambil tersenyum lebar.


Di sisi lain, Lluminos baru saja menghindari sebuah tebasan yang mengarah kepadanya. Lluminos dengan cepat memberikan serangan balasan karena melihat ada kesempatan.


"Vital Strike!" Pedang Lluminos menembus jantung lawannya. Dark Elf itu segera rubuh ke tanah dengan darah yang mengucur deras dari dadanya. Vital Strike adalah sebuah Skill yang memberikan serangan tepat ke arah bagian vital lawan jika berhasil. Lluminos menarik pedangnya dan segera menyerang rekannya yang lain.


"Scream, bantu aku." Deon maju ke depan di ikuti Scream yang menggenggam erat tongkatnya. Salah satu Dark Elf berusaha menyerang dengan menyerang dari kiri. Di sisi lain rekannya ikut menyerang dari kanan. Deon tak akan mungkin bisa menahan kedua serangan yang mengarah ke Scream tersebut. Jika ia melepas salah satunya, maka Scream akan terkena serangan.


"Death Call!" Deon menggunakan salah satu Skill miliknya. Skill itu berguna untuk mengalihkan perhatian musuh agar menyerang dirinya. Kedua Dark Elf yang hendak menyerang Scream itu berbalik arah dan menyerang Deon.


"Dark Fire!" Scream segera mengerahkan sihirnya. Empat bola api segera menyerang dua Dark Elf itu hingga mereka terpental beberapa langkah. Saat itulah Deon bergerak cepat dan menghabisi mereka.


"Awas!" Lluminos berteriak keras. Saat Scream sadar, ada dua Dark Elf lain yang telah berada cukup dekat dari dirinya.

__ADS_1


"Menunduk Scream," ucap Rey yang berada di belakang wanita itu. Scream segera bergerak cepat mengikuti arahan pria itu. Rey segera mengumpulkan kekuatannya. Ia lalu menebaskan pedangnya cepat. Sebuah gelombang hitam tercipta dari tebasan tersebut dan segera menghantam dua Dark Elf yang hendak menyerang Scream tadi.


"Mereka tidak sekuat yang kukira," ucap Rey sambil melompat ke depan untuk melawan Dark Elf yang tersisa. "Atau sekuat yang kukira itu masih bersembunyi di desanya." Rey menghela nafas pelan saat pedangnya merenggut nyawa Dark Elf terakhir yang menyerang mereka.


__ADS_2