Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 76: Keras Kepala


__ADS_3

Tepat sebelum pedang itu menyentuh lehernya, pandangan Rey berubah. Dunia seolah menjadi terbalik dan rasa sakit segera menyusul beberapa saat setelah itu. Saat Rey sadar, ia telah berpindah tepat cukup jauh dengan posisi bebaring.


Rey segera bangkit dan melihat siapa yang telah menyelamatkan dirinya. Ia melihat seorang pria bertubuh lebih rendah dari dirinya dengan pose seperti menendang. Pria itu membawa sebuah senapan berwarna hitam dengan garis-garis biru. Dia adalah Psycho-B.


Psycho-B segera melompat mundur setelah menendang Rey cukup jauh. Jika ia terlambat sedikit saja, pasti Rey telah menghilang menjadi butiran cahaya saat ini. Untunglah Psycho-B datang di saat-saat yang tepat. Rey dengan cepat berlari ke arah Psycho-B.


"Terima kasih," ucap Rey saat dirinya telah berada di samping Psycho-B.


"Tidak masalah, asalkan jangan keseringan," sahut Psycho-B sambil tertawa pelan. "Untuk saat ini, lebih baik kita ke tempat Yun dan Celine dulu. Aku meninggalkan mereka." Psycho-B melirik ke belakang berusaha mencari posisi kedua wanita itu.


"Baiklah, kau duluan." Rey mengangguk sambil mengangkat pedangnya. Psycho-B segera berlari untuk mencari posisi Yun dan Celine, sedangkan Rey mengikutinya dari belakang sambil terus melindungi pria itu dari serangan.


Rey melirik, ia dapat melihat Randi tidak menyerang dirinya. Ia hanya memerintahkan Fuu dan Mark untuk mengejar Rey dengan membawa dua lusin anggota Guild Light Crusader. Namun, jumlah segitu bukanlah masalah bagi Rey. Kini ada Psycho-B yang bisa membantunya.


Sebelumnya Rey takut membawa Psycho-B terjun ke dalam pertempuran secara langsung karena lawannya begitu banyak. Rey tidak akan bisa melawan sambik terus melindungi Psycho-B. Fokusnya akan terpecah, terlebih lagi masih ada dua wanita lagi yang bisa terbunuh kapan saja jika terjun langsung ke pertempuran.


Namun, sudah banyak anggota Light Crusader yang terbunuh di tangan Rey mau pun yang lainnya. Karena itu Rey sedikit tenang jika Psycho-B ikut membantunya dalam pertempuran ini. Terlebih lagi setelah Rey memperhatikan Yun lebih jauh, wanita itu berkembang cukup jauh. Ia cukup handal mengendalikan sihir es miliknya. Rey teringat seseorang wanita yang memiliki Job seperti Yun di God Reason.


"Itu mereka," ucap Psycho-B sambil menunjuk ke depan.


Rey menyipitkan matanya sesaat. Ia bisa melihat Yun dan Celine dikelilingi beberapa orang anggota Light Crusader. Rey tahu sebenarnya Yun bisa menghabisi orang-orang itu. Namun, fokusnya pecah karena keberadaan Celine.

__ADS_1


"Bantu aku." Rey melesat mendahului Psycho-B dengan pedang bersiap menebas. Rey melompat ke depan saat jaraknya hanya tersisa beberapa meter dari lawan.


Pedang Rey berubah menjadi gelap. Saat itulah Rey mengayunkan pedangnya sekuat tenaga hingga menembus barisan lawan. Orang-orang itu terkejut karena mendapat serangan dari belakang. Psycho-B juga tak mau kalah segera menembak untuk membantu membunuh musuh.


Yun tersenyum karena keberadaan Rey dan Psycho-B yang datang tepat waktu. Ia tidak yakin mereka bisa bertahan berapa lama lagi jika kedua lelaki itu tidak datang untuk menolong. Yun segera membuat pedang es kedua di tangan kirinya dan ikut melawan musuh. Celine juga tak tinggal diam, ia segera mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi. Saat itulah beberapa bola api segera menyerang lawan. Tak butuh waktu lama, kelompok yang berusaha menyerang Yun dan Celine itu harus log out secara paksa oleh mereka berempat.


"Kalian memang monster," ucap Fuu yang baru saja tiba dengan pasukannya. Ada sekitar seratus orang yang berada di belakang Fuu dan Mark.


"Kau sungguh tidak membiarkan kami beristirahat." Rey menghela nafasnya dan meminum sebotol Potion untuk memulihkan HP miliknya.


"Silahkan istirahat untuk beberapa saat. Biarkan kami yang mengurus hal ini." Yun maju ke depan Rey sambil menggenggam kedua pedang es miliknya dengan erat. "Lagipula kau harus menyimpan tenagamu untuk lawan yang lebih kuat." Pandangan Yun beralih ke arah Randi yang berada cukup jauh. Walaupun ia tidak terlalu jelas melihat wajah pria itu, tapi jelas terpancar aura licik dari senyumnya.


Rey menggeleng pelan. Ia maju dan berdiri di samping Yun. Saat ini, ia harus berjuang sekuat tenaga. Rey berpikir bukan saatnya untuk istirahat. Lagipula ia masih sanggup bertarung jika terus dibantu oleh ketiga temannya.


"Tidak. Walaupun aku letih sekalipun, aku tidak akan membiarkan kalian bertarung tanpa diriku." Rey mengangkat pedangnya tanpa keraguan. Ia sudah seringkali memaksakan dirinya di God Reason. Menurutnya pertarungan seperti ini bukanlah masalah besar.


Yun menggigit bibirnya pelan. Ia sungguh khawatir terhadap kondisi Rey. Walaupun sejenak, tetapi Yun bisa melihat Rey berjalan sedikit lunglai. Di tengah kecemasannya itu, Yun merasakan tepukan pelan di bahunya.


"Dia memang seperti itu, begitu keras kepala. Tapi, percayalah. Saat ia sudah yakin akan sesuatu, bahkan pemain terbaik saat ini akan bertekuk lutut di hadapannya," ucap Celine yang berada di sebelahnya.


"Rey memang seperti itu. Biarkan saja. Semakin lama kau berpetualang bersama dirinya, maka kau akan tahu satu hal. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan." Psycho-B membenarkan ucapan Celine.

__ADS_1


Yun menghela nafasnya mendengar penyataan kedua temannya itu. Rey sendiri tersenyum pahit mendengarnya. Mereka mengatakan sesuatu tentang Rey di depan orangnya.


"Aku tidak tahu apa yang kalian pikirkan tentangku," ucap Rey sambil berjalan ke depan. Ia lalu mengambil sikap kuda-kuda bersiap menyerap. Pria itu lalu menghela nafasnya pelan.


"Yang jelas, aku percaya pada instingku. Dan instingku berkata kita akan meraih kemenangan melawan Guild Light Crusader."


Rey segera maju ke depan dengan cepat dengan pedangnya. Ia berlari sekuat tenaga ke arah Mark. Sejujurnya ia masih sedikit marah, tapi ia bisa mengontrolnya saat ini.


Mark ikut maju menghadapi Rey. Pedang keduanya bertemu dan menimbulkan suara yang cukup keras. Tidak ada yang berniat mengalah dalam adu kekuatan tersebut.


"Aku akan membuatmu membayar apa yang kau katakan sebelumnya. Dengan kematianmu." Rey berucap dingin. Ia mengerahkan lebih banyak kekuatan. Saat itulah Mark terdorong mundur.


Tak berhenti di sana, Rey kembali menyerang dengan mengayunkan pedang dari kiri bawah. Pada pertempuran sebelumnya, Rey menyadari pegangan tangan Mark terhadap pedangnya cukup lemah. Dan titik yang paling lawan dari pengguna pedang tangan kanan adalah tebasan dari paha kanan ke atas.


Rey mengaktifkan Skill Chaos Heart. Tebasan pedangnya menjadi lebih kuat. Mark tidak bisa menghindar dan memilih untuk menahan dengan pedangnya. Di saat itulah Rey menambah kekuatan tebasannya.


Pedang Mark terlepas dari tangannya. Sebuah luka tercipta di dada Mark secara menyilang. Mark termundur beberapa langkah karena kekuatan tebasan Rey. Jika saja ia tidak bergerak ke belakang, pasti luka di tubuhnya lebih dalam.


Rey tersenyum senang. Tebakannya benar. Jika ia bisa menghabisi Mark, kekuatan lawan akan berkurang. Rey hendak maju dan menghabisinya segera. Namun Fuu telah bergerak lebih dahulu dengan pasukannya untuk mengamankan Mark.


"Kau sungguh keras kepala." Fuu segera mengambil posisi kuda-kuda dengan mengarahkan tombaknya ke depan.

__ADS_1


"Kau baru sadar?" Rey melebarkan senyumnya sebelum ikut menodongkan pedangnya ke depan.


__ADS_2