Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 11: Dua Guild


__ADS_3

Rey segera bergerak cepat setelah mendengarkan penjelasan yang diutarakan oleh Yun. Yun menjelaskan bahwa memang Guild Light Crusader yang membuat ide untuk melakukan perburuan goblin. Mereka menganggap populasi goblin meningkat secara cepat. RobKing juga datang secara langsung ke Guild Azure Rose dan Aozora untuk mengundang mereka dalam perburuan ini. RobKing juga memerintahkan beberapa orang di Guild mereka yang mengikuti perburuan ini agar mengundang beberapa kenalan mereka. Karena itulah Yun mengundang Rey untuk mengikuti perburuan ini.


Rey mengerutkan dahinya karena semua hal ini direncanakan oleh RobKing. Rey bersumpah akan membunuh orang itu suatu saat.


Tak butuh waktu lama, mereka tiba di sebuah padang rumput tempat kelompok pemburu goblin itu beristirahat. Rey beranggapan bahwa kelompok itu telah selesai beristirahat dan mulai melanjutkan perjalanan. Rey bisa melihat ada beberapa bagian rumput yang rebah. Rey segera berlari lagi mengikuti arah itu. Yun sendiri sedikit kesulitan mengimbangi kecepatan yang dimiliki Rey. Yun harus mengerahkan segenap tenaganya agar ia tak tertinggal. Butuh waktu hampir dua jam untuk Rey menyusul rombongan itu. Rey bisa melihat rombongan itu masih berjalan perlahan. Rey memperlambat gerakannya dan menatap Yun.


"Yun," panggil Rey. "Aku butuh bantuanmu. Tolong awasi pergerakan Guild Light Crusader," ucap Rey.


Yun mengangguk sejenak sebelum masuk ke dalam barisan itu perlahan. Rey sendiri juga berjalan menerobos rombongan itu. Beberapa orang memakinya saat Rey meneribos paksa, tetapi Rey tak menghiraukan hal tersebut. Rey segera terus berjalan sambil mengedarkan pandangannya. Setelah menemukan orang yang ia cari, ia segera menuju ke tempat player itu. Terlihat seorang player itu dikelilingi beberapa pemain yang lumayan kuat. Rey berjalan ke tempat player itu. Rey bisa melihat dengan jelas logo bunga mawar berwarna biru di pelindung dada yang mereka kenakan. Rey menoleh ke sekitar dan menemukan orang yang juga memiliki lambang yang sama. Rey segera menuju ke arah Swordman itu dan menepuk pundaknya.


"Ada apa?" tanya orang itu menatap Rey bingung.


"Aku mau bertanya. Guild kalian cukup terkenal di daerahku. Siapa yang memimpin anggota kelompok Guild kalian dari perburuan ini?" tanya Rey. Swordman itu segera menujuk ke arah orang yang dikelilingi beberapa pemain kuat tadi.


"Namanya Daesang," jawab Swordman itu pelan.


"Ah, ternyata ia memang Daesang. Terima kasih ya." Rey pura-pura antusias. Dan setelah berterima kasih ia segera melangkah menjauh. Tepatnya Rey kembali ke barisan paling belakang. Rey tak melonggarkan kewaspadaannya sedikit pun hingga matahari kembali terbenam.


...***...


Rey melihat dari jauh Yun terus mewaspadai Guild Light Crusader. Rey mengangguk sejenak sebelum melangkah. Tak butuh waktu lama, Rey tiba di tempat tujuannya, yaitu perkemahan Guild Azure Rose. Rey segera masuk ke perkemahan itu dan langsung menjadi pusat perhatian. Namun, Rey tak memedulikan hal itu dan segera menuju sebuah tenda yang paling besar sekaligus paling mencolok di antara semua itu. Saat tiba di tenda itu, ia segera dihentikan oleh seorang Swordman dan seorang Lencea, Job First-tier pengguna tombak.

__ADS_1


"Katakan apa maumu datang kemari?" tanya Swordman itu.


"Aku mau bertemu Daesang," jawab Rey tanpa basa-basi.


"Ia sibuk dan tak ada waktu untuk meladeni dirimu," ucap Swordman itu dengan nada sarkastis.


"Aku memaksa," ucap Rey dingin. Swordman itu menarik pedangnya begitu pula Rey. Mereka segera beradu beberapa tebasan. Lencea itu juga segera membantu rekannya. Rey mendapatkan bonus dari Job Twin Heart miliknya. Jadi untuk mengimbangi kekuatan dua orang ini bukanlah masalah besar. Namun, beberapa orang yang berada di sana segera ikut menyerang Rey.


"Daesang. Keluar kau!" ucap Rey setengah berteriak. Mendengar keributan itu, seorangĀ  lelaki dengan Job Fighter keluar dari tenda itu. Ia menemukan seorang Swordman yang tak ia kenal sedang diserang oleh beberapa orang. Namun, anehnya orang itu tak memiliki luka yang parah.


"Hentikan!" ucap Daesang. Beberapa orang yang mendengar ucapan Daesang pun menghentikan serangan mereka. Rey bernafas lega karena Rey tak yakin ia bisa bertahan lebih lama dari semua serangan itu.


Rey menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia lalu menatap Daesang sambil tersenyum tipis.


"Kau yakin aku memberitahukan rahasiamu disini?" tanya Rey penuh arti. Daesang sedikit terkejut mendengar hal tersebut. Ia lalu menghela nafas sebelum menyuruhnya masuk ke dalam tenda. Daesang pun masuk ke dalam tenda diikuti oleh Rey. Beberapa orang anggota Azure Rose kebingungan melihat hal itu. Namun, mereka segera membubarkan diri dari sana.


"Katakan sebenarnya tujuanmu. Kau sampai berbohong kalau aku memiliki rahasia yang harus tetap terjaga." Daesang sejujurnya tidak merasa memiliki rahasia yang harus ia sembunyikan. Namun, ia paham maksud dari Rey bahwa ia ingin membicarakan sesuatu yang penting. Karena Rey nekat datang ke perkemahan mereka, berarti Rey cukup percaya diri dengan kekuatan miliknya. Karena itulah Daesang menganggap ia tak seharusnya bergerak gegabah.


Rey menghela nafas sejenak. Ia bisa melihat ada dua orang yang berdiri di belakang Daesang. Karena Daesang tak berniat menyuruh kedua rekannya itu keluar, berarti mereka adalah orang kepercayaan Daesang. Rey menghirup nafas sejenak sebelum menceritakan apa yang berada di pikiran Rey. Ekspresi Daesang sedikit terkejut. Ia sejujurnya kurang percaya dengan apa yang diceritakan oleh Rey. Namun, melihat memang ada kebenaran di cerita Rey, perlahan tapi pasti Daesang sedikit melunak. Setelah mendengar cerita dari Rey, Daesang terlihat berpikir beberapa saat. Ia berusaha mengolah keseluruhan cerita Rey. Daesang menatap Rey serius.


"Jika yang kau katakan benar, maka ini adalah sesuatu yang bahaya. Mari ikut aku menemui ketua perkemahan Guild Aozora," ucap Daesang sambil melangkah.

__ADS_1


"Aku juga ingin menyarankan hal itu," jawab Rey dan bergegas pergi. Rey, Daesang, dan dua orang rekan Daesang itu segera pergi ke perkemahan Aozora yang terletak tak terlalu jauh. Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai. Awalnya rombongan Rey sempat dicegat oleh beberapa orang wanita yang berjaga di sana. Namun, saat Daesang mengenalkan identitasnya dan tujuannya datang kemari, mereka segera diperbolehkan masuk. Mereka pun mulai melangkah ke sebuah tenda yang cukup besar. Setelah menunggu beberapa saat, mereka diperbolehkan masuk. Terlihat ada lima orang wanita di sana. Mereka berlima terlihat sebagai pengguna pedang. Namun, yang berada di tengah cukup menarik perhatian. Wajahnya begitu cantik jelita. Rambut hitam panjangnya ia biarkan terulur bebas dan menambah keanggunan dirinya. Rey sendiri mengenali wanita itu. Ia adalah pemimpin perkemahan ini sekaligus 1 dari 3 orang penting di Guild Aozora yang memiliki nama Mizu.


"Lalu, apa yang kalian ingin diskusikan?" tanya Mizu. Suaranya terdengar begitu lembut.


Daesang menatap Rey sejenak. Rey mengangguk dan melangkah satu meter ke depan. Rey pun menjelaskan apa yang ia jelaskan pada Daesang.


"Aku mendapatkan informasi dari salah satu kenalanku bahwa kalian diundang untuk mengikuti perburuan ini ... " Rey memulai menjelaskan bahwa ia juga diundang oleh Guild Light Crusader. Awalnya Rey memang tak menemukan sesuatu yang aneh. Ia juga berpikir perjalanan ini memanglah untuk melakukan perburuan goblin. Namun, perlahan Rey mulai aneh. Sejak berangkat dari desa Rosevelt, RobKing tak memberikan arahan yang begitu berguna lagi. Ia juga tak mengajak dua Guild besar ini untuk merencanakan strategi mereka. Bahkan saat ingin beristirahat, RobKing tidak memeriksa keadaan disekitar lokasi mereka dulu. Rey mulai curiga saat itu. Dan benar saja. Rey menceritakan pertemuan dengan kelompok goblin kemarin malam. Tak berhenti di situ, Rey juga menceritakan kejadian siang tadi. Seharusnya mereka telah berjalan kurang lebih 4 jam, tetapi Rey kembali ke tempat pertarungannya dengan goblin kemarin malam. Ia juga menjelaskan bahwa ia mengikuti Goblin Knight.


Rey menghembuskan nafasnya pelan sambil melempar kepingan kayu kepada Mizu. Ia menjelaskan bahwa itu adalah Gada milik goblin yang ia hancurkan. Mizu terlihat menunggu penjelasan lebih lanjut dari Rey. Rey menghirup nafas sebelum kembali menceritakan apa yang ia lihat.


Setelah Rey mengikuti Goblin Knight itu, ia menemukan sebuah desa goblin. Rey terkejut melihat ukuran desa goblin itu terlalu kecil. Rey bisa memperkirakan paling tidak di desa Goblin itu hanya dipimpin Goblin Captain. Rey juga memperkirakan paling banyak hanya ada sekitar 200 goblin di dalam sana. Namun anehnya, kenapa RobKing memerlukan bantuan dua Guild ini serta beberapa player lain jika hanya ingin menghancurkan sebuah desa goblin kecil? Kenapa RobKing tidak membawa anggota Guildnya saja? Itulah yang dipikirkan Rey. Rey percaya kekuatan anggota yang dibawa oleh RobKing cukup untuk menghancurkan desa goblin itu. Terlebih lagi, ia membawa 200 pemain bersamanya. Jadi, apa alasannya melakukan hal tersebut?


Rey tak naif. Ia tahu RobKing pasti berencana melakukan sesuatu yang buruk. Dan Rey memilik satu dugaan.


"Aku ingin bertanya. Apakah lokasi markas pusat Guild Azure Rose dan Aozora berada di Midgard Barat


berdekatan dengan Guild Light Crusader?" tanya Rey. Daesang dan Mizu berpandangan bingung sejenak sebelum mengangguk pelan. Rey menghela nafasnya berat.


"Aku tak bisa menduga motif lain. Aku menduga Guild Light Crusader akan menyerang markas Guild Azure Rose dan Aozora," ujar Rey pelan.


"Apa?" Mizu dan Daesang begitu kaget dengan perkataan Rey.

__ADS_1


__ADS_2