
Setelah bangun dari tidur, Rey segera membangunkan Selena. Mereka segera membersihkan diri di telaga yang berada di dekat mereka. Setelah membersihkan diri dan memakan sarapan yang dibawa Rey, bayi Suzaku itu pun datang dan segera hinggap di pundak Rey. Selena awalnya sangat terkejut. Rey menggaruk bagian belakang kepalanya dan menjelaskan apa yang ia lakukan semalam. Mulai dari menjelajahi lorong di belakang air terjun, saat Rey hampir mati terbakar, dan ia telah berhasil mendapatkan barang yang mereka cari. Rey juga menjelaskan tentang permintaan tolong dari bayi Suzaku yang berada di pundaknya itu. Walaupun Selena tak begitu mengerti tentang situasi yang tengah mereka alami, tapi ia menyanggupi untuk mengikuti Rey-lebih tepatnya mengikuti bayi Suzaku.
"Sebelum itu, bagaimana kita harus keluar dari tempat ini?" tanya Selena sambil melihat ke atas. Jika dipikir-pikir, tidak ada jalan lain untuk keluar dari tempat ini selain memanjat ke atas. Rey lalu memandang ke arah burung merah di pundaknya berharap ia mengetahui jalan keluar dari tempat itu. Seakan burung itu mengerti tatapan yang diberikan Rey, ia terbang perlahan yang segera diikuti oleh Rey dan Selena. Selena bingung saat burung itu terbang ke arah dinding kosong, tapi Rey mengerti maksud burung tersebut. Rey mencabut pedangnya dan segera menebas dinding di hadapannya dengan mengaktifkan Skill Chaos Heart. Dinding itu segera rubuh karena serangan Rey. Terlihat ada lorong di balik dinding yang tadi berdiri kokoh itu.
Rey kembali menyarungkan pedangnya dan burung itu segera hinggap kembali ke bahu Rey. Mereka memasuki lorong itu perlahan. Rey sebenarnya sedikit terkejut karena kualitas pedang yang ia dapatkan begitu bagus. Ketajaman pedangnya juga tidak buruk. Terlebih lagi kelangkaan White Fang Sword memiliki tingkat Mystic.
Mereka terus berjalan beberapa saat. Entah sejak kapan, Rey mulai merasakan jalan ia ia tapaki lama kelamaan mulai menanjak. Rey juga merasakan mereka berjalan memutar seperti sedang mengelilingi sesuatu. Rey menduga lorong yang tengah mereka jalani ini adalah sebuah jalan menuju ke atas dengan strukturnya memutari air terjun tempat Rey menemukan peti semalam, karena Rey bisa mendengar suara gemericik air sedari tadi.
Dan benar saja, terlihat ada cahaya di depan. Selena segera menjadi antusias dan berlari mendahului Rey. Burung yang berada di pundak Rey tak mau kalah, ia segera mengepakkan sayapnya dan terbang ke depan. Rey menghela nafas sebelum menyusul mereka.
Rey tak bisa menyembunyikan ekspresi kagumnya saat ia telah tiba di dataran. Di hadapannya ada sebuah air terjun yang mengarah ke bawah. Rey bisa melihat bekas api unggun yang mereka nyalakan semalam dari sini. Rey berbalik untuk mencari keberadaan Selena dan Suzaku. Rey kembali terpana dengan pemandangan yang ditangkap oleh matanya. Sebuah dataran rendah dengan hutan lebat yang di tutupi kabut putih. Rey bisa melihat Selena juga kagum dengan pandangan tersebut.
Suzaku kembali hinggap ke pundak Rey. Ia bercicit sejenak. Rey menoleh dan menatap burung itu sambil menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya "Ada apa?". Namun, Rey lupa jika burung itu tidak bisa berbicara, ia hanya paham apa yang dikatakan Rey.
"Kau ingin aku masuk ke dalam hutan itu?" tanya Rey sambil menunjuk hutan yang berada di hadapannya. Burung itu mengangkat sayap kanannya. Rey pun mengangguk dan perlahan berjalan ke arah Selena. Rey menepuk pundak wanita itu pelan.
"Ayo kita berangkat!" ucap Rey mengajak Selena untuk segera berangkat.
"Ayo!" Selena mengangguk pelan. Mereka segera melangkah pergi memasuki hutan yang tak mereka kenal itu.
__ADS_1
...***...
Starlight Empire sedang melakukan perlawanan keras terhadap serangan dari Dark Elf. Pasukan bantuan segera datang dari segala penjuru dan memukul mundur pasukan Dark Elf tersebut. Walaupun mereka tidak mengetahui alasannya, tetapi pasukan Dark Elf yang mereka lawan begitu kuat. Terlebih jumlahnya juga tidaklah sedikit membuat Starlight Empire menjadi kewalahan. Baru satu hari Dark Elf tidak melakukan serangan, mereka kembali menyerang dengan kekuatan yang lebih besar.
Starlight Empire kembali mengumpulkan setiap pasukan mereka yang ada untuk memukul mundur kembali pasukan Dark Elf tersebut. Guild Antariksa Aksara juga tak tinggal diam ikut serta membantu mengusir Dark Elf dari kerajaan. Deon, Lluminos, Heilige, serta Yun terlihat di beberapa kesempatan. Seperti biasanya kombinasi antara Deon dan Lluminos selalu membuat lawannya ketakutan. Heilige di sisi lain juga menghabisi lawannya dengan gagah berani. Namun di antara semua orang itu, Yun yang paling menarik perhatian. Kekuatan yang ia lepaskan begitu besar hingga membuat lawannya bertekuk lutut. Ia juga senantiasa mengeluarkan sihir es untuk menyerang lawan-lawanya. Terkadang ia menggunakan sebuah pedang, tapi ia juga terlihat menggunakan sebuah tombak es.
Para pengamat MMO menjadi tertarik dengan Yun. Mereka mulai menduga-duga Job yang dimiliki Yun adalah Special-Tier. Guild professional juga melirik keahlian Yun dalam memainkan senjatanya. Mereka berniat merekrut Yun untuk masuk ke dalam Guild mereka.
Psycho-B sebenarnya juga tahu bahwa bukan saat yang tepat untuk Yun keluar dari persembunyiannya. Hanya saja situasi memaksanya untuk menurunkan Yun secara langsung dalam pertempuran. Lama kelamaan Psycho-B merasa pasukannya semakin tidak diuntungkan, karena itulah ia segera menerjunkan Deon, Lluminos, Heilige, serta Yun langsung ke pertempuran. Karena mereka, arus pertempuran segera berbalik membuat pasukan gabungan Starlight Empire dan Antariksa Aksara menjadi di atas angin.
Psycho-B mengamati pertempuran di atas sebuah menara tinggi. Sejauh yang ia lihat, pasukannya unggul. Namun bukan saatnya untuk merasa senang. Di MMO semuanya bisa saja terjadi. Bahkan jika saja ada kekuatan pribadi dari pihak lawan yang bisa mengimbangi kekuatan Yun maupun yang lainnya, maka situasi bisa saja jadi berbalik. Psycho-B berharap dengan ikut andilnya Yun dalam peperangan ini, levelnya juga naik hingga kekuatannya juga meningkat drastis.
"Psychopatic Bullet." Terdengar suara seseorang dari belakang. Psycho-B segera menoleh dan menemukan Scream berjalan mendekat ke arahnya.
"Keberadaanmu dan PeAce seharusnya masih harus dirahasiakan. Kenapa kau di sini?" tanya Psycho-B yang kini kembali mengamati pertempuran. Scream duduk di sebelah Psycho-B dan menoleh ke bawah, tepatnya ke arah pertempuran yang sedang terjadi.
"Apa kau tidak merasa aneh?" tanya Scream tanpa menggubris pertanyaan Psycho-B sebelumnya.
"Tentang Dark Elf yang jikalau dibunuh itu menjadi asap dan hilang tak bersisa? Tentu saja aku menyadarinya." Psycho-B tak bodoh, ia memang menyadari hal tersebut. Seharusnya jika makhluk dari MMO mau itu manusia, monster, maupun ras lain dibunuh, maka akan meninggalkan mayatnya. Namun saat Dark Elf ini dibunuh, tubuh makhluk itu hilang tak bersisa meninggalkan pertanyaan besar di benak Psycho-B. Hal ini membuatnya menjadi bingung, ia ingin menghubungi Rey secepatnya. Namun tidak ada kabar dari lelaki itu.
__ADS_1
"Dimana PeAce?" Psycho-B berbalik dan tak menemukan keberadaan wanita itu. Biasanya ia selalu ada di sisi Scream.
"Dia di ruangannya. Apakah perlu kupanggil?" Scream menawarkan dirinya. Namun Psycho-B menggelengkan kepalanya pelan.
Psycho-B kembali menatap ke arah pertempuran. Ia mengangkat senapannya karena merasa arus pertempuran mulai berubah. Psycho-B mulai membidik.
DUARR
Suara tembakan menggelegar di udara. Dark Elf yang mencoba menyerang Heilige segera terbunuh karena peluru menembus kepalanya dengan cepat. Tubuh Dark Elf itu segera menghilang tak berbekas.
Tak berhenti di sana, Psycho-B kembali menembak. Tak ada target yang dapat meloloskan dirinya. Anggota Guild Antariksa Aksara terpana melihat keahlian Psycho-B. Mereka takjub dan hampir lupa kalau mereka sedang dalam pertempuran.
"One Shot, One Kill. Sepertinya semboyan itu cocok untukmu." Scream tertawa pelan melihat Pyscho menghabisi selusin Dark Elf hanya dalam kurun waktu seperempat menit.
Psycho-B mengangkat senapannya dan menyandarkan senjata itu ke pundaknya.
"Aku memiliki semboyan lain," ucapnya sambil mengelus senapannya itu dengan tangan kiri. Ia lalu menatap ke arah Scream. " You Target, You Dead." Psycho-B kembali membidik ke arah lawannya. Suara tembakan peluru kembali terdengar keras yang segera membunuh satu Dark Elf lain.
"Karena itulah nama Ranker-mu.."
__ADS_1
"Dead Target," ucap Psycho-B memotong perkataan Scream.