
Rey segera mencabut pedangnya dan menangkis duri-duri yang melesat ke arah mereka. Selena begitu terkejut, ia tidak menyangka bahwa kaktus yang mereka temukan tadi adalah monster. Rey menatap kumpulan kaktus itu yang terlihat hendak menyerang lagi.
Nama monster itu adalah Wild Cactus, monster yang hidup di gurun atau tempat-tempat tandus. Rey sudah menduga bahwa kaktus-kaktus itu akan menyerang mereka saat mereka telah jauh. Jika tadi Rey langsung menyerang monster itu saat mereka masih dekat dengan mereka, maka kaktus itu akan meledak dan membuat mereka akan lebih sulit menghindari setiap duri yang terbang ke setiap penjuru. Rey juga tahu cara mengalahkan monster ini, yaitu biasanya adalah menggunakan serangan jarak jauh.
"Chaos Wave!" ucap Rey sambil mengerahkan salah satu Skill miliknya. Sebuah gelombang pedang melesat dan mengenai kaktus itu hingga membuatnya terbelah secara horizontal. Rey tersenyum lebar melihat isi dalam kaktus itu terlihat basah yang berarti memiliki air.
"Kau harus menyerangnya dari jarak jauh," ucap Rey pada Selena sambil berusaha menghindari setiap duri-duri yang melesat ke arah mereka. Rey kembali menggunakan Skill Chaos Heart menggunakan 5% Mana miliknya. Kini, dua monster kaktus yang terbelah dua. Mungkin serangan Rey memang sedikit boros, tapi Rey sengaja menggunakan Skill Chaos Wave secara terus menerus agar level dari Skill ini meningkat. Lagipula dia tidak memiliki Skill jarak jauh lagi selain Chaos Wave.
Beberapa pisau melesat cepat ke arah monster kaktus itu. Walaupun monster itu tak terbelah dua, tapi cukup untuk memberikan sejumlah kerusakan hingga akhirnya mati. Rey mengetahui pisau-pisau itu berasal dari Selena.
Sebenarnya monster kaktus ini memang bukanlah monster yang kuat. Ia hanya sulit untuk dikalahkan karena kaktus-kaktus ini selalu hidup bergerombol. Ia juga sulit dihadapi karena duri-duri yang dikeluarkannya sulit untuk ditangkis oleh pemain berlevel enam puluhan.
Namun, hal itu tidak berlaku untuk Rey. Walaupun ia masih berlevel 56, tapi setidaknya status yang ia miliki hampir sama dengan pemain berlevel 65 jika ia tidak mendapatkan semua bonus Job-nya. Di sisi lain, Selena juga tak kesulitan menghadapi semua duri-duri yang mengarah ke arah mereka. Daripada menangkis setiap serangan yang ada, ia lebih memilih untuk menghindarinya. Rey akui gerakannya begitu gesit dan sedikit sulit ditebak jika dibandingkan dengan pemain biasa.
__ADS_1
Rey melihat duri-duri yang menempel di setiap kaktus itu hampir habis semuanya. Rey menunggu saat duri-duri di setiap kaktus itu habis tak bersisa.
"Ayo!" seru Rey cepat. Ia melesat maju ke depan diikuti oleh Selena. Rey mengayunkan kedua pedangnya. Dua kaktus terbelah dua. Rey kembali mengayunkan pedangnya lagi menghabisi kaktus-kaktus yang lain. Karena kaktus-kaktus itu tak memiliki duri lagi, tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu kematian mereka. Di tangan Rey dan Selena, semua kaktus itu mati dengan terbelah dua.
Sebenarnya Rey berniat menghabisi semua Wild Cactus itu dari jauh menggunakan Chaos Wave. Namun, ia tersadar bahwa bahaya yang menunggunya akan semakin besar. Jadi ia harus menghemat Mana yang ia miliki dan menggunakannya di saat yang tepat.
"Aku baru sadar," ucap Rey sambil menoleh ke arah Selena. "Dirimu sebenarnya Assasin atau ...."
"Aku seorang Assasin yang menggunakan pedang," potong Selena cepat.
"Aku juga baru sadar." Selena berjalan pelan ke arah Rey dan berjongkok di sampingnya. "Aku bertarung sambil menahan haus," ucapnya dengan nafas mulai tak beraturan. Ia segera mengulurkan tangannya untuk meminta minum. Senyuman lebar Rey segera berubah jadi senyuman pahit. Ia lalu memberikan botol minum yang baru saja ia isi tadi kepada Selena yang segera diteguk habis olehnya. Rey melotot melihat hal tersebut.
"Ah, leganya," ucap Selena tanpa menghiraukan tatapan tak senang Rey. Rey menghela nafas berat melihat hal tersebut. Ia segera mengisi kembali botol minuman tadi. Setelah mengisi penuh persediaan air minum mereka, Rey dan Selena kembali melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
"Kira-kira berapa lama lagi kita sampai di Death Realm?" tanya Rey.
"Mungkin nanti malam kita sudah sampai. Tapi kita tidak boleh memasuki tempat itu saat malam tiba," jawab Selena. Ia pun mulai menjelaskan monster-monster yang menghuni Death Realm akan semakin kuat jika pada saat malam hari dan semakin bertambah banyak. Mereka akan segera mati jika memaksa masuk pada malam hari.
"Tunggu!" Rey terlihat berpikir sejenak. "Jika kita tidak boleh masuk saat malam hari, lalu bagaimana jika benda yang kita cari tak ketemu saat siang hari? Death Realm itu luas, semakin masuk, maka semakin sulit keluar. Dan jika kita harus keluar pada saat malam, terlalu banyak memakan waktu," ujar Rey mengutarakan apa yang dipikirkannya. Selena segera tersadar karena ucapan Rey dan segera berpikir yang membuat Rey tersenyum kecut. Rey berpikir Selena telah memikirkan masalah ini baik-baik dan tahu solusi yang sangat baik untuk mereka. Namun, Rey lupa bahwa Selena adalah orang yang tak seharusnya ia andalkan jika dalam memikirkan solusi. Rey tersenyum kecut sambil ikut memikirkan solusi terbaik dari permasalahan mereka.
"Bagaimana jika begini ...." Rey tak bisa memikirkan solusi lain. Selena segera menoleh untuk mendengarkan rencana Rey baik-baik.
Rey pun menjelaskan rencananya dengan pelan agar Selena dapat memahami semuanya. Rey berencana agar malam ini mereka beristirahat terlebih dahulu di dekat Death Realm untuk memulihkan tenaga mereka. Hari esoknya, barulah mereka menjelajahi Death Realm bagian pertama yang sangat dekat dengan pintu keluar. Jika pada saat malam monster menjadi kuat dan mereka tak bisa menghabisinya, maka mereka dengan mudah bisa keluar dari sana. Rey memiliki kecepatan di atas rata-rata dan Selena adalah seorang Assasin yang pasti cukup cepat untuk keluar dari sana. Lalu, mereka akan terus menaikkan level hingga mereka bisa melawan monster di malam hari. Dengan begitu, pasti mereka akan bisa hidup di Death Realm.
"Satu yang membuatku bingung," ucap Rey.
"Apa?"
__ADS_1
"Aku tidak yakin persediaan makanan serta minuman kita akan bertahan lama. Dugaanku paling lama persediaan kita akan bertahan dalam 20 hari. Tapi melihatmu minum air terus dari tadi, kurasa persediaan air minum kita akan habis dalam 5 hari," ucap Rey yang kini melihat Selena kembali meneguk air minumnya. Selena tersenyum kecut mendengar ucapan Rey.
Seperti prediksi Selena, mereka sampai saat malam hari. Dan seperti rencana Rey, mereka beristirahat malam itu untuk memulihkan tenaga agar bersiap menjelajahi Death Realm yang terkenal belum ada seorang pun yang menaklukkannya.