Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 29: Rama dan Dion


__ADS_3

Rey menatap Lluminos dan Deon yang tengah membantu wanita yang ia tabrak tadi. Rey sadar bahwa wanita itu sedang dalam masalah. Tetapi level yang dimiliki Rey tak cukup tinggi untuk menghadapi tiga orang wanita yang mengejarnya sekaligus. Karena itulah Rey meminta pertolongan dua temannya yang sempat ia temui tadi.


Lluminos dan Deon adalah temannya yang ia temui secara tak sengaja tadi. Awalnya Rey memang berniat menghindari dua orang itu. Tapi karena mendesak, terpaksa ia menyapa kedua orang itu. Lluminos atau yang memiliki nama asli Rama Wijaya itu adalah seorang Assasin. Jika dilihat dari kecepatan serta kekuatannya, ia telah mencapai Job Second-tier yaitu Dark Stalker karena setiap serangannya seperti ada bayangan hitam mengikuti. Lalu Dion Mahendra atau yang memiliki nickname game Deon sendiri terlihat seperti Swordman biasa. Tetapi Rey tahu bahwa pria dengan tubuh kekar itu telah menjadi seorang Knight, Job Second-tier setelah Swordman. Rey tahu karena Deon memiliki sebuah perisai di tangan kiri serta pedang satu tangan di tangan kanan.


Mereka bisa memenangkan pertarungan ini, gumam Rey dalam hatinya sambil menyaksikan pertarungan tersebut dari balik pohon. Dua Assasin yang menyerang mereka terpental mundur karena ayunan pedang Deon. Saat itulah Lluminos melesat cepat memberikan serangan beruntun.


Rey berdecak kagum melihat hal tersebut. Sejak dulu ia sudah tahu bahwa Lluminos dan Deon selalu kompak. Bahkan sejak sekolah menengah pertama mereka selalu bersama. Karena itulah kombinasi serangan kedua orang itu begitu kompleks.


Pandangan Rey beralih ke arah wanita yang ditolong oleh Lluminos dan Deon. Wanita itu terlihat terkejut sekaligus bingung dengan dua orang pria yang membantu dirinya. Rey tersenyum tipis saat mengenali paras wanita itu.


Rey lalu melangkah pergi saat situasi sudah berhasil diambil alih oleh Deon. Ia tahu bahwa Deon akan melindungi wanita itu. Terlebih wanita itu adalah salah satu kenalan mereka.


Midgard begitu luas. Tapi orang-orang yang kukenal selalu kutemui. Aku akan memotong pendek rambutku jika dalam minggu ini bertemu salah satu Seven Hero, gumam Rey dalam hati sambil tertawa pelan. Ia lalu kembali masuk ke dalam kota.


"Baiklah. Kemana kita akan bertanya arah?" Rey bertanya pada dirinya sendiri saat berada di dalam kota. Sekali lagi, ia mengedarkan pandangannya. Ia sedikit menyesal karena tak sempat bertanya pada dua temannya tadi. Dengan enggan, Rey memutuskan untuk mengelilingi kota sambil bertanya pada NPC.


Rey bertanya tentang Saint pada penjual di pinggir jalan, para buruh, bahkan pada para pemain yang ia temui. Namun tak ada satupun jawaban yang membantu Rey.


"Saint? Apa itu legenda?"


"Nama makanan?"


"Aku tidak pernah mendengar kelompok bernama Saint. Kau bercanda yah?"

__ADS_1


Dan seperti itulah jawaban yang diberikan orang-orang padanya. Rey mengerutkan dahinya. Pada buku yang ditinggalkan Rhodes, tertulis jelas bahwa Saint berada di Midgard Tengah, tepatnya di ibukota Solaris Kingdom. Tapi ia mendengar dengan jelas dari warga sekitar tak ada kelompok bernama Saint di kota ini.


*****


Deon meloncat ke depan sambil mengayunkan pedangnya secara menyilang. Serangan itu tepat mengenai lawannya hingga tubuhnya terurai menjadi butiran cahaya.


Di sisi lain Lluminos bergerak cepat ke arah satu lawannya yang tersisa. Dengan Skill yang ia miliki sebagai Dark Stalker, Lluminos berhasil menusukkan pedang hitamnya ke arah wanita terakhir yang menjadi lawannya. Tak sulit untuk Dark Stalker mengalahkan Job First-tier, terlebih ia dan Deon termasuk pemain profesional. Deon berbalik diikuti oleh Lluminos menatap wanita yang mereka selamatkan. Lluminos tersenyum lebar sedangkan Deon menatap wanita itu terkejut.


"Ada apa? Kau kenal dia?" tanya Lluminos sambil menyikut sahabatnya itu.


"Bodoh jika aku tak kenal. Dia kan Alia," jawab Deon sambil menyarungkan pedangnya kembali. "Alia, kan?" Deon mengangkat tangannya pelan menunjuk wanita di hadapannya. Orang yang ditatap hanya mengangguk pelan dan tersenyum canggung.


"Wah. Kebetulan sekali bisa bertemu dirimu," ucap Deon sambil tersenyum.


"Serius? Dia Alia?" kini Lluminos yang bertanya. Tetapi pertanyaan itu ditujukan untuk Deon.


Lluminos yang mendengar suara wanita itu segera percaya kalau wanita di depannya ini adalah teman seangkatannya. Suara wanita itu tak asing di telinganya, karena itu ia segera percaya.


"Ah, ya. Tadi dia yang..." Deon berbalik ke arah satu pohon. Ia mematung saat orang yang dicarinya telah hilang dari sana.


"Dia siapa?" Heilige ikut memandang ke arah yang dipandang Deon. Selain pepohonan dan semak, tak ada siapapun disana.


"Orangnya hilang. Tadi Raihan yang meminta kami untuk ke sini," jawab Deon sambil tertawa hambar. Temannya itu memang selalu suka menghilang tanpa kabar.

__ADS_1


"Raihan? Raihan yang sering sama Rian?"


"Ya. Di MMO dia katanya pake nama Rey. Rian sendiri sih di MMO dikenal dengan nama Psycho-B," ujar Deon menjelaskan. "Sebenarnya ada masalah apa? Kenapa mereka mengejarmu?" Kini Deon yang bertanya pada Heilige. Lluminos mengangguk sejenak sebelum menatap teman wanitanya itu.


"Sebenarnya..." Heilige pun mulai menceritakan masalah. Bisa dilihat wanita itu begitu sedih. Beberapa bulir air mata keluar dari sudut matanya saat bercerita.


Deon yang mendengarkan sedikit banyaknya paham apa yang sedang di hadapi wanita itu. Anggota mantan Guildnya pasti akan mencari Heilige lagi. Dan tentunya dia tak akan bisa melindungi diri sendiri. Terlebih jika orang-orang tadi membawa lebih banyak orang, Heilige pasti akan dikalahkan dalam beberapa saat saja.


"Sejujurnya sulit untuk membantumu. Tetapi jika kau masuk ke dalam Guild Antariksa Aksara pasti mereka tidak akan mengejarmu lagi. Psycho-B juga termasuk ke dalam Guild kami dan menjadi salah satu orang penting," ucapĀ  Lluminos memberi saran.


"Benar. Psycho-B juga pasti akan setuju. Ia pasti akan menerimamu ke dalam Guild," sambung Deon membenarkan ucapan sahabatnya itu.


Heilige menatap keduanya cukup lama. Ia juga terlihat berpikir.


"Sudahlah. Aku pasti akan melindungimu," ucap Deon penuh tekad. Lluminos terbatuk pelan mendengar hal tersebut sambil tersenyum.


"Baiklah. Terimakasih Dion, Rama," kata Heilige" kalian benar-benar membantu diriku."


"Panggil aku Deon di MMO."


"Kalau aku Lluminos."


Heilige mengangguk sejenak mendengar hal tersebut. Ia lalu memandang ke arah yang dipandang Deon tadi.

__ADS_1


"Mari kita cari Rey. Ia pasti di dalam kota," ucap Deon sambil ikut memandang ke arah pepohonan.


"Baiklah. Aku juga ingin berterima kasih." Mereka bertiga pun melangkah menjauh. Lebih tepatnya melangkah untuk memasuki kota.


__ADS_2