
"Tenang dan pikirkan dengan kepala dingin. Apa yang bisa kau perbuat dengan es milikmu itu," teriak Rey yang kini sedang berdiri di atas pohon. Yun tak mengetahui alasan Rey berdiri di atas sana. Namun, Yun bisa tahu bahwa Skill miliknya bisa melakukan sesuatu, tetapi tidak akan sampai ke atas pohon. Dan apakah itu?
Yun tersenyum. Ia sedikit banyaknya sudah tahu apa yang harus ia lakukan.
"Ice Realm!" ucap Yun sambil menghentakkan kakinya sekali. Kali ini Skill miliknya menghabiskan lebih dari separuh mana miliknya. Kini mana miliknya hanya tersisa 10%. Namun, hasil yang ia dapatkan juga setara. Perlahan, tanah yang dipijak oleh Yun berubah menjadi es. Tak berhenti disana, es itu segera menyelimuti dataran di sekitarnya. Goblin itu terkejut dan jatuh tersungkur karena tanah yang mereka pijaki begitu licin. Es itu berhenti saat telah mencapai wilayah dengan radius 5 meter dari Yun berpijak.
Yun menoleh ke sekelilingnya. Goblin-Goblin itu terlihat berusaha berdiri. Namun mereka selalu jatuh karena tak terbiasa berdiri di atas es. Walaupun mereka bisa berdiri sempurna, pasti mereka akan jatuh tak lama dari 5 menit. Yun sendiri begitu bingung ia tetap bisa berdiri dengan bebas di atas es miliknya. Namun, Yun tak ingin memperhitungkan hal itu begitu lama. Ia lalu segera menuju Goblin Knight itu dan menyerangnya.
Goblin Knight itu tak bisa berbuat apa-apa saat ia terkena serangan dari Yun. Yun dengan bebas menyerang mereka. Akhirnya tak butuh waktu lama untuk Yun mengakhiri kelompok Goblin itu. Yun terjatuh lemas karena stamina yang ia miliki cukup terkuras. Ia lalu melihat Rey yang kini tersenyum lembut padanya. Rey melemparkan dua botol ramuan penambah MP pada Yun. Yun menangkap kedua botol itu dengan sigap. Yun menyadari Rey tidak sepenuhnya memberatkan pertarungan tadi padanya. Yun bisa merasakan jika ia dalam hal sulit, pasti Rey akan membantunya.
Rey melihat dataran yang diselimuti es itu mulai mencair. Hal itu wajar mengingat matahari masih menerangi langit MMO. Karena itulah hawa dingin dari es itu kalah dengan suhu dari sinar matahari. Rey melompat turun dan berjalan pelan ke arah Yun. Rey lalu menjulurkan tangannya ke arah Yun.
"Hehe. Maaf yah. Kelihatannya kau begitu kelelahan. Mari kita istirahat," ucap Rey sambil menggaruk pipinya dengan jari telunjuk tangan kirinya.
Yun menyambut uluran tangan Rey dan segera bangkit. Rey segera mengajak Yun untuk duduk di sebuah pohon yang cukup rindang. Rey juga mengeluarkan beberapa botol Small Potion.
"Kau istirahatlah di sini. Biar aku yang menyelesaikan sisanya," ucap Rey menjelaskan idenya. Yun terkejut mendengar hal tersebut. Rey mengatakan dengan jelas akan menyelesaikan sisanya yang berarti akan menyerang desa Goblin itu sendirian. Yun segera meminum Small Potion yang diberikan Rey.
"Aku ikut," ucap Yun. Tentu saja ia tidak setuju dengan ide gila Rey dengan menyerang desa Goblin sendirian.
"Tidak. Beristirahatlah disini. Tadi aku sudah membebankan dirimu. Sekarang gantian. Biar aku yang menyelesaikan sisanya."
"Tidak. Aku tetap ikut," jawab Yun tetap memaksa ikut. Rey menatap Yun dengan bingung. Karena melihat tak ada keraguan di matanya, akhirnya Rey hanya bisa mengalah dan menghela nafas berat.
"Baiklah. Namun, bantu disaat terdesak saja. Selama itu, kau pulihkan staminamu lebih dulu," ucap Rey dan mulai beranjak. Rey pun mulai melangkahkan kakinya diikuti oleh Yun. Tak butuh waktu lama untuk mereka tiba di desa itu. Rey bisa melihat ada segerombolan Goblin yang sedang berjaga di depan gerbang desa itu. Rey tertawa pelan sambil berlari pelan ke arah desa Goblin.
Goblin itu terkejut melihat kedatangan Rey. Ia hendak mengambil gadanya, tapi terlambat karena pedang Rey telah menusuk dadanya. Tak berhenti di situ, Rey segera mengayunkan kedua pedangnya lagi. Ia bisa melihat keributan yang ia timbulkan memancing lebih banyak Goblin biasa dan Goblin Archer. Rey tersenyum kecut. Sejauh ini ia belum melihat Goblin Knight di antara pasukan ini. Status yang Rey miliki setidaknya sekarang berada di level 45. Dengan hati-hati ia seharusnya juga bisa mengalahkan Swordman biasa level 50. Jadi pasukan Goblin ini hanya mainan untuk Rey.
__ADS_1
Tak lama, Rey bisa melihat dari kejauhan sepasukan Goblin Knight yang terdiri dari 12 Goblin. Namun, Rey bisa melihat ada Goblin lain yang terlihat berbeda di barisan belakang pasukan itu. Ia memiliki tubuh yang cukup besar. Perbedaannya dengan Goblin Knight biasa adalah Goblin itu tak memakai satupun armor. Ia juga menggunakan sebuah Great Sword yang cukup besar.
Rey tak asing dengan penampakan Goblin itu. Itulah yang dinamakan Goblin Captain sekaligus Goblin yang memimpin desa ini. Rey mengayunkan pedangnya sambil berputar. 6 Goblin biasa segera mati.
Reh melompat mundur. Goblin Archer dan Goblin biasa sudah tidak banyak yang tersisa. Rey tak begitu mengkhawatirkan Goblinvbiasa lagi. Ia hanya sedikit ragu melawan 12 Goblin Knight dan 1 Goblin Captain itu. Rey mengangkat pedangnya. Ia berlari ke pasukan Goblin itu.
"Chaos Heart! Slash!" Rey mengayunkan pedangnya. Serangan itu disambut oleh salah satu Goblin Knight menggunakan pedangnya. Namun, apalah daya kekuatan Rey lebih kuat. Goblin itu tersentak mundur. Tak berhenti di sana, ia segera menyerang Goblin Knight yang lain. Rey mengayunkan pedangnya sekali lagi kesalah satu Goblin Knight. "Chaos Wave!" Rey mengerahkan Skill yang baru ia dapatkan. Rey menebaskan pedang. Dari tebasan itu muncul gelombang yang cukup besar menghantam salah satu Goblin Knight itu. Goblin itu jatuh tak bergerak lagi.
Yun berdecak kagum dengan Skill yang baru saja dikeluarkan oleh Rey. Ia bisa merasakan kekuatan dari Skill itu cukup menakutkan. Yun yakin Rey bisa membunuh beberapa dari Goblin itu tanpa masalah yang berarti.
Sejujurnya Rey cukup terkejut dengan serangan yang ia lancarkan barusan. Skill itu cukuplah kuat. Namun sebagai gantinya, ia mengerahkan 10% mana miliknya agar Skill miliknya menjadi lebih kuat. Rey menatap Goblin Knight yang tersisa dan kembali menyerang. Tidak hanya kuat, Rey juga memiliki kecepatan di atas rata-rata serta memiliki reflek yang bagus. Akibatnya serangan dari para Goblin itu lebih banyak meleset daripada mengenai targetnya.
"Slash!" Rey kembali menebas ke salah satu Goblin Knight yang Hp miliknya telah hampir habis. Tak lama setelah itu, Goblin Knight lain menyusul dengan cepat. Goblin Captain menatap marah kaumnya dibantai oleh Rey. Ia melompat maju menyerang Rey. Rey terkejut karena serangan tiba-tiba itu. Untung saja ia masih bisa menyambut serangan itu dengan kedua menyilangkan kedua pedangnya. Rey dipaksa mundur beberapa langkah akibat serangannya. Goblin Captain itu kembali mengayunkan Great Sword miliknya. Rey sendiri tak bisa terus-menerus menyambut serangan itu. Rey melompat mundur dengan cepat menghindari serangan itu.
Rey sadar kekuatan Goblin itu cukuplah besar. Rey menyarungkan pedang di tangan kirinya itu. Walaupun statusnya akan menjadi Swordman biasa berlevel 45, setidaknya pergerakan Rey akan menjadi lebih cepat. Ia sejak awal memang belum terlalu handal menggunakan dua pedang. Dari dulu ia adalah pengguna pedang satu tangan, bukan pengguna dua pedang sekaligus. Rey menggenggam pedang merah di tangannya lebih erat.
Rey kembali melesat menuju Goblin Captain itu. Goblin Captain itu mengangkat pedangnya dan melakukan tebasan lagi. Namun, kali ini Rey dapat menghindarinya dengan mudah. Rey segera menebaskan pedangnya. Bekas-bekas sayatan segera timbul di kulit Goblin Captain itu. Tak berhenti di sana, Rey melompat ke belakang untuk menghindari serangan Goblin Captain itu. Rey kembali melancarkan serangan sambil berputar.
Rey melihat Goblin Captain itu mundur ke belakang perlahan. Goblin Captain yang tadi mundur sekarang maju menghadapi Rey. Rey lalu menatap pedang di tangannya. Perlahan tapi pasti, pedang itu memancarkan aura yang begitu kuat. Rey mengalirkan lebih dari separuh Mana yang ia miliki untuk melancarkan serangan ini. Rey bersiap untuk menebas. Enam Goblin Knight itu terus berlari ke arah Rey sambil mengangkat pedang mereka
Yun disisi lain sedikit bingung karena Rey hanya diam saat 6 Goblin Knight itu menuju ke arahnya. Ia segera membuat satu tombak es dan bersiap melempar jika diperlukan.
Rey sendiri tetap tenang. Ia menunggu keenam Goblin Knight itu berada dalam jarak serangannya. Rey terus menunggu dan menunggu. Tiba-tiba Rey menebaskan pedangnya dengan cepat saat keenam Goblin Knight itu berada cukup dekat dengan dirinya.
"Chaos Wave!" Dari tebasan Rey, keluar gelombang tenaga yang kuat dan menghantam keenam Goblin Knight itu. Tak tanggung-tanggung, Goblin Knight itu bukan hanya terpelanting cukup jauh, tetapi mereka juga tewas seketika. Rey tersenyum pahit. Ia telah menguras Mana yang ia miliki hanya untuk satu serangan itu. Kini MP yang ia miliki tak lebih dari 25%.
Rey kembali melesat menuju Goblin Captain itu. Ia mengangkat pedangnya dan mengayun pedangnya sekuat tenaga secara horizontal. Rey dengan sigap melompat. Rey menarik pedang dengan tangan kirinya dan menebas tangan Goblin Captain itu. Tak berhenti disana Rey kembali menebas tangan kiri Goblin itu dengan pedang di tangan kanan. Goblin itu termundur kesakitan karena kedua tangannya telah putus.
__ADS_1
Rey kembali melompat ke belakang dan menyarungkan kedua pedangnya di punggung. Ia lalu mengambil Great Sword milik Goblin Captain itu di tanah. Walaupun Rey merasa pedang itu sedikit berat, tapi pergerakan Rey termasuk cukup cepat. Rey melesat sambil memegang Great Sword itu dengan kedua tangannya. Ia lalu mengayun Great Sword itu dari bawah ke atas secara menyilang. Goblin Captain itu tak dapat menghindari serangan Rey hingga badannya terbelah dua oleh serangan itu.
Goblin Knight yang tersisa terkejut melihat pemimpinnya dikalahkan dan hendak melarikan diri. Namun, Rey tak berniat melepaskan Goblin Knight yang tersisa dengan Great Sword itu. Walaupun ada lebih dari 30 Goblin biasa dan Archer yang dapat meloloskan diri, tapi Rey dapat menghabisi keseluruhan Goblin Knight itu. Rey tersenyum canggung melihat pedang yang ia rebut dari Goblin Captain itu.
[Kupa Great Sword(Rare)
Attack: 345
Sebuah pedang yang memenggal banyak petualang]
Rey memutuskan untuk menyimpan Great Sword itu ke dalam inventori miliknya sebelum melangkah mendekati Yun yang tersenyum canggung padanya.
"Kau memang tidak membutuhkan bantuanku yah. Sepertinya aku harus lebih banyak belajar lagi tentang pedang." Yun tersenyum canggung. Ia merasa bahwa Rey orang yang begitu misterius. Ia adalah orang yang cukup handal menggunakan dua pedang. Jika ia menggunakan satu pedang dua tangan, kecepatan serangan miliknya sedikit meningkat. Dan saat ia menggunakan Great Sword tadi, ia tak terlihat kesulitan sedikit pun.
"Ah, kau ingin belajar berpedang? Kalau begitu, bagaimana jika kita bertemu besok?" ajak Rey.
"A-aku tidak bisa. Aku tak terbiasa bertemu teman laki-laki di luar," jawab Yun tergagap. Sebenarnya alasan utama ia menolak ajakan Rey karena dirinya malu. Bukankah jika laki-laki dan perempuan yang seumuran berjalan bersama tanpa ditemani seorang pun akan disebut kencan?
Dan Rey bukanlah orang yang tidak berpikir. Sedikit banyaknya ia hampir tahu bagaimana sifat Yun. Dan juga ia tidak mau jika bertemu Yun tanpa ditemani orang lain.
"Tidak apa-apa. Aku akan mengajak seorang temanku dan kau akan mengajak seorang temanmu. Bagaimana? Kau dari Indonesia kan?" tanya Rey.
"I-iya." Yun mengangguk dengan enggan menjawab pertanyaan Rey tentang negara Yun.
"Nah, karena kau telah setuju maka kita akan bertemu besok jika tempat tinggalmu cukup dekat dengan tempat tinggalku," ucap Rey sambil tertawa pelan. Yun terkejut dan mengutuk Rey dalam hatinya karena telah menjebak dirinya dengan pertanyaan tersebut. Yun mulai mempertanyakan apakah Rey adalah orang cerdik atau licik?
Yun pun menghela nafas berat sebelum menunjukkan sebuah alamat pada Rey. Rey sendiri sedikit terkejut dengan alamat tersebut.
__ADS_1
"Baiklah. Tempat itu cukup dekat dengan tempat tinggalku," ucap Rey.
"Kalau begitu kita akan bertemu pukul 10 pagi. S-sampai berjumpa besok," ucap Yun. Perlahan tubuhnya berubah menjadi butiran cahaya tanda dia telah log out. Rey sendiri memperhatikan sekitarnya sebelum memutuskan untuk keluar dari game juga