Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 34: Legends Never Die


__ADS_3

Cold, PeAce, dan Scream telah melakukan dua hari perjalanan dan kini mereka telah tiba di perbatasan Midgard Tengah. Mereka lebih memilih untuk berjalan kaki daripada menggunakan kereta kuda karena akan terlihat mencolok. Selama dua hari ini, mereka tidak mengalami pertarungan hingga perjalanan mereka begitu lancar.


Mereka terus berjalan hingga tiba di suatu padang rumput.


"Jangan sangka air yang tenang tidak ada buayanya," ucap Cold sambil tertawa dingin. Ia lalu menarik pedangnya pelan dan berjalan sedikit lebih ke depan. Mereka menghentikan langkahnya dan mengedarkan pandangan.


"Keluarlah! Aku menyadari rumput yang kami lewati telah rebah duluan sebelum kami lewat," ucap Cold lagi. PeAce dan Scream menjadi waspada setelah mendengar perkataan Cold tersebut. PeAce segera menarik pedangnya sedangkan Scream mengeluarkan tongkat sihirnya.


Terdengar suara tawa yang melengking keras di udara. Suara tawanya terdengar aneh. Seperti merendahkan sekaligus sombong dalam satu waktu. Mereka segera mencari asal suara itu dan menemukan tiga orang lelaki di hadapan mereka. Selain itu, ada dua orang lagi yang keluar dari balik pohon di belakang mereka.


"Lama tidak bertemu PeAce," sapa pria di tengah yang berada di hadapan mereka. PeAce berkeringat dingin melihat orang itu. Orang yang paling tidak ingin ia temui di MMO. Orion sang ketua Nirvana Garden.


"Boleh kutahu darimana kau mendapatkan informasi tentang keberadaan kami?" tanya Cold pelan.


"Sepertinya kau harus memilah dulu anggota baru yang masuk ke dalam Guild Frozen Lotus," jawab Orion sambil tertawa pelan. Ia lalu menarik pedangnya. "Serahkan PeAce. Maka kalian akan kubiarkan lolos dengan selamat," ucapnya.


"Kau tahu ungkapan  'Legends Never Die'? Aku percaya hal tersebut," balas Cold.


Orion melesat cepat ke arah Cold. Mereka sama-sama membenturkan pedang masing-masing. Cold menambah tenaga miliknya hingga Orion terdorong ke belakang. Ia lalu kembali mengangkat pedangnya itu.

__ADS_1


"Kau kuat juga Cold."


"Terima kasih pujiannya."


Orion kembali maju dan mengayunkan pedangnya secara diagonal, tapi Cold lagi-lagi berhasil menangkis serangan itu pada detik-detik terakhir. Cold menendang pria itu dengan cepat hingga kembali terpental ke belakang .


"Hanya ini kemampuanmu? Kuat sekali," sindir Cold.


Orion bangkit. Ia lalu memberi kode kepada empat temannya yang lain. Mereka segera mengepung Cold dan lainnya. Cold berdecak kesal saat kelima lawannya kembali maju bersamaan. Jika bertarung satu lawan satu, ia pasti bisa mengalahkan kelimanya. Namun, jika mereka maju sekaligus, PeAce serta Scream bisa terpisah dari dirinya.


Cold segera dihadapkan oleh Orion serta tiga rekannya. Ia sempat menoleh dan menemukan PeAce dan Scream menghadapi 2 orang lainnya. Orion kembali menyerang. Dengan sigap, ia menyambut serangan itu dengan pedangnya. Cold melompat ke kiri saat salah satu pisau mengarah ke dirinya. Tak berhenti disana, seorang pengguna tombak maju dan memberikan beberapa serangan.


Cold mengumpat pelan sebelum melesat maju. Ia tak berniat bertahan. Ia menghindari setiap pisau yang dilemparkan ke arahnya. Cold mengayunkan pedangnya dengan cepat saat ia berada dekat dengan Orion. Orion juga tak mau kalah juga membalas serangan Cold. Rekannya ikut melompat dan membantu menggunakan tombaknya.


Secara kekuatan individu, Cold adalah pemenangnya. Namun, jika masalah kuantitas serta kekompakan, ia jelas kalah dari dua orang ini. Cold bisa menangkis setiap serangan orang ini karena level Cold setingkat di atas mereka. Jika lawannya memiliki level yang setara dengannya, Cold bahkan telah tewas tak lebih dari 20 serangan. Dan sedari tadi perhatiannya teralihkan ke arah PeAce dan Scream yang melawan dua orang lainnya.


Mereka telah bertukar lebih dari 50 serangan. Beberapa serangan berhasil didaratkan oleh Cold, tetapi jelas dirinyalah yang paling banyak terkena serangan lawan. Cold melompat mundur dan meminum Potion dengan tergesa-gesa untuk memulihkan poin nyawanya. Ia bisa dipastikan kalah jika tak ada yang berubah dari pertarungan ini.


Di sisi lain, Scream mengeluarkan sihir kegelapannya untuk membantu PeAce yang hampir terkena tebasan lawan. PeAce melompat mundur sambil menghirup nafasnya. Ia menoleh dan menemukan kondisi Cold tidak jauh lebih baik daripada mereka. PeAce lalu kembali menatap 2 orang pria di hadapannya. Sejujurnya ia masih belum terbiasa dengan Job miliknya. Di God Reason, PeAce mengambil Job Cleric dan menjadi Sage terkenal pada masanya. Namun, di God Reason, ia berniat berubah haluan dan mengambil Job Swordman. Ia tidak handal dalam menggunakan pedang. Hanya saja ia kenal dengan orang yang ahli dalam pedang dan ingat gerakan orang-orang itu. Karena itulah ia bisa mencapai titik ini berkat ingatannya tentang orang itu.

__ADS_1


Dua lawannya maju bersamaan sambil mengangkat dua senjatanya.


"Dark Ball!" Sebuah bola kegelapan melesat cepat keluar dari tangan Scream. Sayangnya bola itu tidak cukup cepat hingga dengan mudah dihindari oleh kedua lawannya. PeAce bersiap. Ia menyambut tebasan lawannya dengan pedang miliknya. Seorang pengguna pisau datang dan mengayunkan pisaunya. Untunglah di detik-detik terakhir PeAce bisa menghindari serangan itu.


Ternyata nasib tak begitu bersahabat. PeAce mendengar teriakan Cold sesaat. Saat ia menoleh, sebuah tangan dengan cepat menutup mulutnya. Pedangnya juga dijatuhkan dan dua tangannya digenggam erat. Dan orang yang melakukan itu adalah Orion.


"Kita bertemu lagi, Princess." Orion tertawa pelan. Keempat rekannya segera melindungi Orion. Cold mengeluarkan sumpah serapah, sedangkan Scream menatapnya kesal.


"Kalian tidak akan bisa melawan kami. Bahkan aku belum mengeluarkan seluruh kekuatanku," ucap Orion penuh angkuh. Ia lalu menatap PeAce yang sedari tadi berontak.


"Kau begitu cantik. Sama seperti dulu. Aku ingin kita kembali seperti dulu," katanya pelan. PeAce bergidik pelan mendengar hal tersebut. Ia tak cukup kuat untuk melepaskan pegangan Orion. Cold dan Scream juga tak bisa berbuat apa-apa. PeAce menyesali pilihannya untuk menemui Rey. Bukan pria itu yang ditemuinya, malah seorang bajingan yang ia temui. PeAce pasrah. Ia berniat untuk menghapus akunnya jika ia dibawa ke markas Nirvana Garden.


Setetes air mata keluar dari pelupuk matanya. Ia teringat wajah seorang lelaki. Wajah Black Kenshi Rey. Ia tak pernah meminta maaf pada lelaki itu.


"Kau ingin seperti dulu? Maka terima  ini!"


Sebuah suara terdengar keras. Saat itu pula PeAce terlepas dan Orion terpental cukup jauh. Seseorang lalu menggendong PeAce layaknya tuan putri. Ia lalu melompat sejauh yang ia bisa.


PeAce dengan cepat menatap wajah penyelamatnya. Wajah yang sangat ia rindukan. Orang yang sangat ingin ia temui.

__ADS_1


Black Kenshi Rey.


__ADS_2