
"Aku tarik perkataanku barusan. Kau tidak selemah kelihatannya," ucap Randi pada Rey.
Rey melirik ke arah Celine dan Psycho-B yang telah berhasil membunuh Mark. Yun juga terlihat dari kejauhan hendak membantu Rey. Walaupun Rey tidak setuju dengan pilihan mereka berdua yang terjun langsung ke dalam pertempuran, tapi ia juga tidak bisa marah karena Celine telah menyelamatkan Psycho-B.
Pandangan Psycho-B dan Rey bertemu sesaat. Rey menggerakkan bola matanya cepat. Walau hanya sedikit kode yang diberikan Rey, tapi Psycho-B segera paham. Psycho-B segera bangkit dan membantu Yun untuk menghabisi yang lainnya.
"Berani sekali kau melihat yang lain saat berhadapan denganku." Randi berteriak keras dan mengayunkan pedangnya cepat. Tanpa menoleh sedikit pun, Rey segera melompat mundur untuk memperlebar jarak di antara keduanya.
Rey menatap Randi tajam saat ia telah menyelesaikan segala urusannya pada Psycho-B. Ia mendapatkan beberapa informasi menarik dari Psycho-B. Dari informasi yang ia dapat, mereka harus mengakhiri pertempuran ini secepat mungkin. Dan cara tercepat untuk mengakhiri pertempuran ini adalah dengan menghabisi ketua dari Guild Light Crusader, yaitu Randi.
"Akhirnya aku bisa serius bertarung. Mari kita lakukan duel satu lawan satu,"ucap Rey sambil memutar salah satu lengannya.
"Baiklah. Aku setuju dengan duel ini. Lagipula kau tidak akan mungkin menang dari diriku," kata Randi. Ia lalu memandang ke sekelilingnya. "Kalian dengar itu? Jika kalian mengganggu duel kami, aku akan menghukum kalian!" teriak Randi pada anggota Light Crusader yang berada di sekelilingnya. Harga dirinya akan terluka jika duelnya diganggu oleh orang lain, terlebih lagi bawahannya.
"Sebelum kita mulai berduel, aku ingin menanyakan sesuatu. Dimana dia?" tanya Rey sambil mengedarkan pandangannya berusaha mencari seseorang. Sejak pertempuran tadi ia tidak melihat Alina di mana pun.
"Oh, wanita itu. Dia membelot, jadi aku memerintahkan bawahanku untuk mengurusnya. Apakah ada masalah?" tanya Randi enteng seolah tidak ada masalah.
"Kau ... membunuhnya?" tanya Rey sambil menyipitkan matanya tajam.
"Tidak, aku hanya mengurungnya untuk beberapa saat."
"Itu kejam. Kau tidak berperasaan,"geram Rey sambil menggenggam erat pedangnya.
Rey segera maju tanpa memperdulikan lawannya. Walaupun ada sedikit emosi dalam setiap gerakan Rey, tetapi ia mampu untuk mengendalikan tubuhnya. Setidaknya emosi Rey tidak sampai meracuni pikirannya. Randi hanya tersenyum tipis sebelum berlari mendatangi Rey.
Keduanya mengayunkan pedang mereka sangat keras. Benturan kedua senjata itu menimbulkan suara yang cukup untuk memekakkan telinga. Seolah keduanya tidak terpengaruh, mereka kembali mengayunkan pedang untuk menjatuhkan lawan.
__ADS_1
Rey memiringkan tubuhnya ke kiri saat Randi melancarkan sebuah tusukan cepat. Rey memutar badan dan memberikan tebasan menyilang yang segera di tahan oleh Randi. Tak berhenti di sana, Rey kembali menyerang dengan menendang Randi cukup keras.
"Chaos Wave!" Sebuah gelombang pedang keluar dari tebasan pedang Rey dan melesat cepat ke arah Randi. Rey berdecak kesal saat melihat Randi dengan cukup mudah menghindari serangan tersebut.
"Ini giliranku." Randi maju ke depan dengan cepat. "Triple Slash!" Randi mengerahkan salah satu Skill miliknya saat Rey telah berada di jangkauan serangnya.
Rey terkejut hingga ia telat bereaksi. Akibatnya Rey terkena dua dari tiga tebasan pedang Randi. Rey segera melompat mundur karena takut Randi melancarkan serangan susulan.
"Triple Slash adalah Skill yang banyak dicari para pemain, terutama pemain veteran. Darimana kau mendapatkannya?" tanya Rey sedikit penasaran. Sejujurnya ia juga mencari Skillbook Triple Slash, tapi ia tak tahu harus mencari ke mana.
"Aku diberikan seseorang. Seorang wanita yang cukup kuat. Bahkan ia ditakuti pada masanya." Randi merasa Rey tidak akan mengenal orang itu, jadi ia sengaja tidak memberitahukan namanya.
Mereka terdiam beberapa saat sebelum kembali maju dan menyerang satu sama lain. Randi melancarkan tusukan beruntun dengan cepat yang membuat Rey sedikit kesulitan menghindarinya. Setelah selesai menusuk, ia kembali mengayunkan pedangnya. Kali ini dengan kekuatan penuh.
Rey kembali menghindari serangan Randi. Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit mata Rey mulai terbiasa dengan kecepatan serang Randi. Rey tersenyum di balik senyumnya saat semua gerakan Randi hampir terbaca olehnya.
Randi kembali melakukan tusukan ke depan dengan pedangnya. Di saat itulah Rey melangkah ke depan setelah menghindari serangan Randi. Rey mengayunkan pedangnya sekuat yang ia bisa, bahkan Rey menggunakan Skill Chaos Heart. Ia harus mengakhiri Randi dengan serangan ini, jika tidak Randi akan berhati-hati dengan tebasan Rey.
"Kau masih menyembunyikan kekuatanmu. Untung saja aku masih sempat menghindar walau sedikit. Jadi, apakah kau masih menyembunyikan trik-trik kecil lain?" Randi tertawa pelan sambil meminum beberapa Potion untuk memulihkan nyawanya.
"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kucoba. Namun, aku takut kau akan hilang minat jika aku menunjukkannya di depan matamu secara langsung," ucap Rey sambil menyeringai di balik topengnya.
"Lebih baik kau tunjukkan. Aku takut kau tidak akan memiliki kesempatan lain untuk itu," balas Randi.
"Baiklah, tapi jangan menyesalinya."
Rey tersenyum sebelum mengubah pegangan pada posisi pedangnya. Yang semula mata pedang mengarah ke depan, sekarang Rey memegang pedangnya secara terbalik.
__ADS_1
"Mengubah pegangan pada pedangmu tidak akan membuat dirimu seperti sang legenda. Kau melucu atau bagaimana?" Randi tertawa cukup keras.
"Aku tidak ingin membuat dirimu percaya, tapi di God Reason hanya ada satu orang yang memiliki pegangan pedang seperti ini. Namanya adalah Rey, dengan julukan Black Kenshi. Apa kau mengenalnya?"
"Tentu saja aku kenal. Aku bahkan sering kali belajar banyak gerakan berpedang dari dirinya. Dan aku juga yakin kau juga meniru Black Kenshi Rey," ucap Randi tanpa tahu identitas asli lawannya.
Rey ingin sekali tertawa untuk saat ini. Jika Randi tahu identitas lawannya, pasti pria itu akan sangat terkejut. Namun, Rey tidak ingin memberi tahu nama akunnya. Biarkan Randi sendiri yang membuat dugaannya terkait dirinya.
Karena merasa tak ada yang perlu dibicarakan lagi, Rey mengangkat senjatanya bersiap untuk menyerang. Ia sudah lama tidak bertarung sebagai Assasin. Terlebih pegangan pedang yang ia gunakan seolah asing di tangannya karena sudah lama sekali ia bertarung seperti itu. Ingatan-ingatan lama seolah timbul kembali. Dengan semangat membara di dadanya, Rey melesat maju dengan pedang bersiap di tangan.
Rey maju sambil mengayunkan pedangnya yang segera ditahan oleh Randi. Dengan cepat, Rey memukul perut Randi dengan tangan kiri hingga ia termundur beberapa langkah. Tak berhenti di sana, Rey maju ke depan dan menebas sambil berputar beberapa kali. Semua serangan tersebut tepat mengenai Randi tanpa bisa dihindari sedikit pun.
"Aku masih terlalu kaku," ucap Rey sambil memegangi bahu kanannya dengan tangan kiri.
"Bisa meniru gerakan Black Kenshi Rey hingga tingkat ini, kau sungguh memujanya," kata Randi dan segera meminum sebotol Potion.
Rey sekali lagi maju ke depan dengan kecepatan cukup tinggi. Kali ini Rey mengerahkan seluruh kekuatannya. Rey mengayunkan pedangnya lagi dari arah kanan. Randi lebih berhati-hati dengan serangan Rey, jadi ia memilih untuk menghindari serangan tersebut.
Namun, itulah yang tak pernah terpikirkan olehnya. Karena mengetahui Randi menghindari tebasan tersebut, Rey segera menarik kembali tangannya dan mengubah serangannya menjadi tusukan. Randi begitu terkejut dan mencoba untuk menangkis tusukan tersebut, tetapi semuanya telah terlambat. Tanpa ia sadari, pedang Rey membuat luka di bagian kanan tubuhnya.
Tak berhenti di sana, Rey kembali menarik tangannya dan melakukan tebasan berputar sekali lagi. Rey juga mendaratkan beberapa pukulan tepat pada dada Randi. Rey tersenyum tipis sebelum menendang Randi hingga ia terdorong ke belakang. Sekilas, Rey melihat ada ekspresi terkejut di wajah Randi. Jika Randi sungguh belajar dari gerakannya di masa lalu, ia pasti tahu gerakan yang Rey lakukan sebelumnya tidak banyak bisa digunakan banyak orang.
Rey mengubah kembali pegangan pada pedangnya. Ia lalu mengalirkan setengah Mana yang ia miliki pada pedangnya. Serangan sebelumnya pasti sudah membuat Randi kehilangan beberapa puluh persen HP. Jadi Rey harus menghabisi Randi dengan serangan terakhir sebelum ia meminum Potion.
"Chaos Wave!"
Sebuah gelombang pedang berkekuatan tinggi keluar dari tebasan pedang Rey. Namun, tak berhenti di sana Rey kembali menggunakan semua Mana yang tersisa untuk mengerahkan Skill Chaos Wave. Akibatnya dua gelombang pedang berbentuk huruf silang melesat cepat ke arah Randi.
__ADS_1
Randi terdiam tak berkutik. Serangan pamungkas Rey tepat mengenai dirinya. Tanpa tahu bagian mana dari tubuhnya yang terbelah, Randi terbunuh dan menghilang menjadi butiran cahaya.
"Yeah!" Rey bersorak keras atas kemenangannya. Di tangannya, ketua Guild Light Crusader yang sering membuat banyak masalah terbunuh. Guild Light Crusader juga lenyap dari daratan Midgard oleh 4 orang pemain.