Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 69: Sahabat


__ADS_3

"Aku penasaran siapa yang kau ajak selain diriku dan Psycho-B," celetuk Celine. Mereka hampir sampai di tempat untuk berkumpul. Rencananya mereka akan sama-sama pergi ke markas Light Crusader yang berada di Midgard Barat.


"Kau akan tahu nanti. Lagipula, kau tidak mengenal dirinya," sahut Rey tanpa memandang ke arah Celine.


"Siapa? Temanmu yang dari Inggris itu?" tebak Celine penasaran.


"Kau akan tahu nanti. Yang pasti merupakan orang yang cukup kuat." Rey tak ingin memberitahukan identitas satu lagi teman yang ia ajak untuk menyerang Light Crusader. Lagipula hanya butuh beberapa waktu saja mereka akan segera tiba di titik pertemuan.


"Oh, iya. Aku lupa memberitahumu suatu hal." Rey teringat sesuatu saat ia mengingat-ingat orang yang ia ajak. Sebenarnya ia sedikit enggan mengajak orang ini, tetapi ia tidak memiliki pilihan lain. Lagipula orang yang ia ajak akan sangat berperan penting dalam rencana yang ia buat beberapa saat lalu.


"Orang ini sedikit pendiam. Jadi, kuharap kau tidak terlalu mengganggu dirinya," ucap Rey sambil menatap Celine serius. Saat itulah Celine memukul lengan Rey cukup keras.


"Sejak kapan aku menjadi orang yang suka mengganggu orang lain? Aku ini orang yang cukup menyenangkan. Aku bahkan ...."


"Itu 'kan pendapatmu pribadi. Kau tidak tahu bagaimana pendapat orang lain." Rey segera memotong perkataan Celine cepat-cepat hingga wanita itu menjadi cemberut. Rey menahan tawanya saat melihat ekspresi wanita mungil di sebelahnya itu.


"Dia seorang perempuan?" tanya Celine setelah terdiam beberapa saat.


Rey merasa sesuatu yang buruk akan terjadi saat ia menjawab pertanyaan itu. Setelah beberapa pertimbangan, Rey akhirnya mengangguk pelan dengan enggan. Saat itulah senyum jahat terlukis di wajah Celine.


"Jadi kau sudah berani bermain-main dengan perempuan lain." Celine menatap tajam.


"Kenapa kau jadi marah? Aku 'kan bukan siapa-siapa dirimu." Rey membalas dengan menyipitkan matanya tidak suka.

__ADS_1


"Memang. Namun wanita itu harus dapat restuku untuk mendapatkan dirimu. Aku sudah tidak sabar."


Setelah berkata seperti itu, Celine segera berlari secepat mungkin meninggalkan Rey. Rey berteriak memanggil nama wanita itu beberapa kali, tetapi Celine menoleh pun tidak. Rey menggertakkan giginya sebelum menyusul wanita itu. Ia sebenarnya takut jika Celine bertemu dengan orang yang ia ajak itu, maka Celine menjadi sedikit tidak terkontrol.


Namun, semuanya terlambat. Terlihat ada padang luas di depan. Selain itu ada dua orang yang berdiri di sana menunggu kedatangan mereka. Rey tiba sedetik lebih lambat dari Celine. Rey akui, untuk seorang Wizard Celine memiliki kecepatan di atas rata-rata dengan tubuh mungilnya itu.


Celine segera memasang senyum menggoda dan memperhatikan wanita di samping Psycho-B. Senyumnya luntur saat ia menyadari siapa wanita itu. Ia segera berbalik dan menatap Rey kesal.


"Dia 'kan orang yang mau membunuhmu beberapa hari yang lalu," ucap Celine sambil menunjuk wajah Yun.


Yun segera tersadar. Wanita yang datang bersama Rey merupakan orang misterius yang membantu Rey sebelumnya. Yun tidak mengenal siapa wanita bertubuh rendah di hadapannya itu, tapi ia mengetahui hubungannya dengan Rey sedikit dekat.


"Jangan tunjuk orang yang tidak kau kenal sembarangan." Rey segera menepuk jatuh tangan Celine. Lalu tatapannya jatuh pada Yun yang tersenyum bersahabat.


"Jadi begini ...."


Rey menggangguk. Ia berterima kasih pada Psycho-B dalam hatinya karena telah membantu mempersingkat waktu. Rey lalu menghirup dalam sebelum menatap Yun serius.


"Dengarkan," kata Rey sambil menatap Yun, "kita akan menyerang Guild Light Crusader. Walaupun kau juga memiliki alasan untuk membantu kami, tetapi kami tidak memaksamu untuk ikut."


"Biar kuperjelas. Ini bukanlah bagian dari kegiatan Guild. Jadi kau berhak untuk menolak. Untuk saat ini, aku bukanlah atasanmu," ucap Psycho-B memperjelas yang segera diberi anggukan oleh Rey.


"Kali kami akan menantang bahaya. Bisa saja kami terbunuh dalam petualangan kali ini. Dan juga kita pasti terkena Mark of Murder. Karena itu, aku ingin kau menentukan pilihanmu di sini untuk ikut kami atau tidak. Kau bisa menganggap kami kenalanmu jika kau sulit memilih karena kami temanmu." Rey mengakhiri ucapannya membiarkan Yun dengan segala pilihannya.

__ADS_1


Ekspresi wajah Yun menjadi sedikit berubah. Ia menjadi bimbang, bingung akan pilihannya. Setelah beberapa saat, barulah ia menghela nafasnya.


"Maaf. Aku tidak bisa melakukannya ...," ucap Yun pelan.


"Aku mengerti. Silahkan kembali dan ...."


"Aku tidak bisa menganggap kalian sebagai kenalanku," Yun segera melanjutkan perkataannya. "Kalian adalah temanku. Tidak, kalian adalah sahabatku. Aku tidak bisa membiarkan kalian berada di dalam bahaya sedangkan aku bersantai di luar sana."


Rey tersenyum hangat mendengar jawaban Yun. Psycho-B juga tidak jauh berbeda segera tersenyum senang.


"Lagipula, seperti katamu waktu itu. Kita bisa menolong orang-orang yang menjadi korban mereka jika kita bisa menghancurkan Guild busuk itu. Alasan itu sudah cukup untuk diriku membantu sahabatku." Yun membalas senyuman kedua lelaki itu. Baginya, kedua orang ini merupakan sahabat laki-laki terdekatnya. Psycho-B merupakan orang yang membantu dirinya untuk mendapatkan kekuatan. Sedangkan Rey adalah orang yang menyelamatkan dirinya dari Guild Light Crusader. Jika Rey tidak ada, mungkin Yun sampai saat ini masih menjadi anggota Guild itu. Mungkin lebih buruk ia telah menghapus akun miliknya.


Celine terbatuk pelan menyadarkan ketiganya. Ia merasa seolah dirinya orang asing. Wanita itu lalu berjalan pelan ke arah Rey sambil tersenyum pahit. Ia lalu menendang kaki pria itu hingga terjungkal ke tanah.


"Kau memaksaku untuk ikut. Sedangkan kau meminta bantuan wanita ini baik-baik. Kau mau mati?" Celine mengangkat tongkatnya ke arah Rey. Saat itulah tiga bola api segera muncul di sekitarnya. Rey berkeringat dingin dan mengangkat tangannya cepat.


"Ma-maafkan aku."


"Aku tidak terima permintaan maaf sampai kau meminta bantuanku baik-baik." Celine melotot ke arah Rey seolah ingin menelan pria itu bulat-bulat.


Rey menelan salivanya. Ia memang pernah berhadapan dengan Celine saat wanita itu sedang marah, tapi ia selalu berhasil kabur karena memiliki kekuatan yang cukup tinggi. Ia juga tidak terkepung bola api seperti pada saat ini waktu itu.


Rey segera melirik Psycho-B dan memberikan beberapa kode mata. Psycho-B menghela nafas berat sambil menggeleng pelan. Ia tersenyum lebar dan memberikan jempol pada Rey seolah berkata, "semangat. Semoga kau baik-baik saja."

__ADS_1


Celine menyadari kode mata Rey yang diarahkan pada Psycho-B. Dengan cepat wanita itu mengusir Psycho dengan tongkatnya. Saat itu juga bola api di sekitar Rey meledak membuat Rey terpental beberapa meter.


Yun tertawa melihat kejadian itu. Tawa yang menandakan ia cukup bahagia bermain MMO, dikarenakan sahabat-sahabatnya serta petualangan yang menegangkan.


__ADS_2