
"Slash!"
Rey baru saja menghabisi seorang Swordman yang mendekatinya. Sejauh ini ia masih bisa menahan setiap gempuran lawan dengan cukup baik. Rey segera meminum Potion untuk memulihkan poin HP miliknya. Ia sebenarnya sedikit bingung. Sejauh ini Randi belum melakukan pergerakan yang terlalu mencolok. Ia hanya mengerahkan anggotanya yang sedikit lemah untuk melawan Rey. Karena itu sampai saat ini Rey terus berusaha untuk menyimpan stamina sebanyak-banyaknya.
Rey baru saja mengusap beberapa bulir keringat di dahinya saat sebuah serangan cepat datang dari sisi kanan. Rey segera melompat mundur dan hendak melihat wajah penyerangnya
penyerangnya. Namun, belum sempat Rey menoleh sebuah tebasan pedang datang dari atas. Rey terpaksa melompat mundur sejauh yang ia bisa.
"Tidak heran ketua begitu berhati-hati terhadap dirimu, kau sungguh hebat. Apakah kau termasuk satu dari seratus Ranker saat ini?" tanya Fuu sambil memutar-mutar tombaknya.
"Kurasa bukan. Tidak ada Ranker yang berpakaian seperti dirinya. Aku telah membaca informasi tentang Ranker-Ranker saat ini." Mark menjawab sambil memasang kuda-kudanya. Mereka berniat menyerang sekali lagi.
"Ya, aku memang bukanlah seorang Ranker. Setidaknya untuk sekarang."
Rey tak ingin membohongi dirinya, dia memang ingin mencapai puncak sekali lagi. Ia ingin namanya kembali naik ke atas dan menjadi orang yang disegani. Walaupun Rey berambisi, tetapi ia tidak lupa untuk fokus pada tujuannya saat ini.
"Apakah kalian berdua dan RobKing adalah wakil ketua Guild Light Crusader?" tanya Rey berusaha mengorek informasi. Ia sebelumnya memang sudah mendengar bahwa Guild Light Crusader memiliki 4 wakil yang cukup merepotkan jika mereka bekerja sama. Namun, Rey masih belum mengetahui identitas para wakil ketua itu.
"Ya, kamilah orangnya. Sebenarnya ada seorang lagi, tapi ia sedang melakukan sesuatu." Fuu tidak menutupi informasi tersebut. Ia segera maju dengan menghunuskan tombaknya, sedangkan berlari ke arah lain hendak memutari Rey.
Suara tembakan terdengar, Rey mengetahui tembakan berasal dari Psycho-B yang mencoba mengincar Mark. Rey tersenyum simpul sebelum berlari ke arah Fuu. Senjata keduanya bertemu sesaat dan menimbulkan suara yang cukup keras. Rey segera melompat mundur untuk memperlebar jaraknya. Fuu di sisi lain tidak membiarkan Rey melakukan hal tersebut. Pria itu segera maju sambil menyerang Rey.
Rey berusaha mengindari setiap serangan yang dilancarkan Fuu. Rey bergerak seminim mungkin untuk menghemat tenaganya. Ia tidak boleh membuat gerakan yang sia-sia. Lagipula Rey ingin memperhatikan kekuatan lawannya. Sekilas kecepatan serang Fuu terlihat seperti Lancer, Job Second-tier setelah Lencea. Namun, Rey tahu bahwa Fuu masih seorang Lence karena caranya memainkan tombak masih di bawah Lancer. Terlebih lagi sampai saat ini Rey masih belum melihat Fuu mengeluarkan Skill apa pun.
Rey melangkah ke depan saat melihat Fuu memperlihatkan sedikit celah. Namun di saat itulah tombak Fuu berwarna keemasan. Ia mengayunkan tombaknya memutari tubuh. Untunglah di saat-saat terakhir Rey masih menghindari serangan yang hampir memotong tubuhnya itu.
Walaupun Rey hanya menahan serangan Fuu sekali, tapi Rey tahu pria itu masih menyembunyikan kekuatannya. Karena itu Rey masih sangat berhati-hati terhadap Fuu. Rey hendak kembali melancarkan serangan, tetapi sebuah tusukan pedang datang dari arah belakang.
Rey telat bereaksi dan sulit menghindari serangan tersebut. Tiba-tiba suara tembakan terdengar sedikit lebih keras. Mark sedikit terpental ke samping dan pedangnya gagal mengenai Rey.
__ADS_1
Rey hendak melompat menjauh dari sana karena posisinya sungguh tidak menguntungkan. Namun, Mark telah lebih dahulu bangkit. RobKing datang di sisi lain dengan cepat hingga membuat Rey menjadi terkepung.
"Ketua sungguh membuat masalah besar kali ini. Biar kutebak, si penembak itu seorang Ranker 'kan?" tebak Fuu sambil memutar-mutar tombaknya di depan tubuh menggunakan kedua tangan.
"Hnm?" Rey mengerutkan dahinya. Beberapa saat setelahnya barulah ia menyadari sesuatu. "Hooh, ternyata Randi tidak memberitahukan kalian masalahnya yah?"
Rey sedikit terkejut. Anggota Guild Light Crusader bertarung tanpa tahu apa masalah yang mereka hadapi.
"Ketua memang selalu begitu. Ia juga mengatakan ingin menangkapmu, bukan membunuhmu." Setelah mengatakan itu, Fuu mengalihkan pandangannya ke arah RobKing yang sejak tadi menatap tajam.
"Baiklah. Tapi aku akan menyiksa ******** ini sebelum menyerahkannya pada ketua." RobKing menyadari tatapan yang diberikan Fuu. Sebenarnya ia tidak setuju untuk menangkap Rey karena ia ingin membalas dendam dengan kejadian lalu. Namun, setelah ia pikir-pikir menyiksa Rey merupakan hal yang bagus.
"Di MMO kita tidak bisa merasakan rasa sakit yang diberikan lawan. Bagaimana caramu menyiksaku?" Tentu saja Rey bingung. Ia selama di MMO tidak pernah merasakan rasa sakit yang berasal dari serangan lawan. Dan ternyata RobKing juga tidak memikirkan hal tersebut sebelumnya. Beberapa saat setelah itu, barulah ia mengangguk pelan.
"Tidak perlu membuatmu merasakan rasa sakit." RobKing tersenyum lebar sebelum melanjutkan perkataannya, "Yun, wanita yang bersamamu itu. Biarkan aku membuatnya merasa menyesal karena telah kau bawa ke sini."
Tatapan Rey tajam seolah seekor singa yang ingin menerkam mangsanya. RobKing merasa ada sebuah duri yang menusuk tulang punggungnya. Walaupun wajah Rey tertutup sebuah topeng, tapi RobKing tahu pria itu sungguh ingin membunuhnya saat ini. RobKing tanpa sadar mundur satu langkah.
Terlihat pedang Rey bergetar, bukan karena takut melainkan ada rasa amarah di dalamnya. Rey berjalan pelan ke arah RobKing. Langkahnya tidak bersuara seolah saat ini ia sedang menginjak angin.
"Aku sungguh tidak ingin melakukan ini sebelumnya, tapi kau memancing amarahku," ucap Rey dingin.
Saat itulah Fuu dan Mark bersiap dengan senjata mereka. Namun mereka terlambat, Rey telah lebih dahulu melesat ke depan. Kecepatannya sungguh berbeda daripada sebelumnya.
***
"Aku melihat ada yang menaiki menara ini," ucap Celine.
"Aku akan menahannya nanti. Lagipula butuh beberapa saat untuk sampai ke atas. Bagaimana keadaan Rey saat ini?" tanya Yun pada Psycho-B karena hanya pria itu yang bisa melihat kondisi Rey saat ini.
__ADS_1
Psycho-B terdiam tak menjawab pertanyaan Yun. Yun hendak bertanya sekali lagi, tetapi tangan Celine telah bergerak dan memukul bahu pria itu cukup keras. Psycho-B tersentak kaget, ia bangun dari lamunannya.
"Apa yang kau pikirkan? Kita sedang dalam pertempuran saat ini. Bagaimana situasi Rey saat ini?" tanya Celine sedikit meninggikan suaranya.
"Buruk," jawab Psycho-B cepat. "Lihat itu!" Psycho-B menunjuk ke salah seorang yang bergerak sangat cepat.
Yun dan Celine menyipitkan matanya. Mereka tidak terlalu bisa melihat orang itu karena berada di jarak yang cukup jauh, tapi dari pakaiannya orang itu terlihat seperti Rey.
Rey terlihat baru saja memutus tangan kiri RobKing menggunakan pedangnya. Tak berhenti di sana, Rey menunduk dan memutar kakinya membuat sebuah lingkaran hingga RobKing terjatuh. Rey mengangkat pedangnya yang mengeluarkan sinar gelap itu dan memotong tangan kiri RobKing.
RobKing seolah pasrah, dengan levelnya ia tidak bisa mengikuti pergerakan Rey. Bahkan saat Rey menhujam tubuhnya dengan beberapa tusukan pedang, ia tidak melawan. Poin HP miliknya turun drastis sebelum ia mati dengan leher terpotong dan menghilang menjadi butiran cahaya.
"Dia hebat," puji Yun.
"Tidak. Ini buruk. Hal ini pernah terjadi sebelumnya." RobKing segera bangkit dan berlari untuk menuruni menara. Celine paham apa maksud perkataan Psycho-B dan segera menyusulnya diikuti Yun yang tidak mengerti apa-apa.
"Apa yang terjadi? Kenapa Rey membunuh lawannya itu menjadi hal buruk?" Yun tidak bisa menahan diri untuk bertanya. Setidaknya ia harus tahu apa yang sedang mereka hadapi.
"Jika ia membunuh lawannya seperti biasa itu bukanlah masalah. Tapi aku bisa mengetahui dirinya saat ini kehilangan ketenangannya."
"Benar." Celine mengangguk membenarkan perkataan Psycho-B. "Aku pernah diselamatkannya di God Reason. Saat itu ia termakan emosi. Akhirnya aku behasil diselamatkan, tapi ia berakhir dengan kematian."
"Kenapa bisa begitu?"
"Kau akan tahu."
"Yang jelas ...."
"Bukan Rey jika tidak memiliki ketenangan," ucap Psycho-B dan Celine bersamaan.
__ADS_1