Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 43: Tiger Sabertooth


__ADS_3

Rey mengumpat pelan saat harimau yang menatapnya itu kini berlari cepat ke arahnya. Ia buru-buru menarik Selena keluar dari lubang itu. Namun, sayangnya harimau itu lebih cepat hingga ia terkena terkamannya tepat saat Selena keluar dari lubang. Rey begitu terkejut saat serangan yang dikeluarkan harimau itu begitu besar. Ia segera menendang harimau itu hingga ia tersentak di dinding. Rey buru-buru memungut pedang yang tadi sempat ia jatuhkan.


"Aku tahu makhluk ini," ucap Selena sambil mengangkat senjata miliknya. Ia menoleh ke arah Rey yang terlihat baik-baik saja dan melanjutkan bicaranya, "Tiger Sabertooth. Hewan yang cukup kuat. Dilihat dari besarnya, kurasa ia memiliki level 100," ujarnya sambil menganalisis harimau di depannya.


Harimau itu telah kembali berdiri dan sekarang mengaum cukup keras yang membuat telinga Selena menjadi sedikit sakit. Tanpa menunggu lebih lama, harimau itu kembali meloncat dan kali ini berniat untuk menerkam Selena yang terlihat tidak siap.


Rey bisa melihat serangan tersebut, tapi ia tidak cukup cepat menarik Selena untuk menghindar. Akhirnya Rey maju ke depan Selena untuk melindunginya. Serangan itu begitu cepat hingga memaksa Rey menahan menggunakan pedangnya dengan mengaktifkan Skill Chaos Heart. Rey begitu terkejut. Memang ia berhasil menahan serangan tersebut, tetapi Rey yakin dirinya termundur ke belakang.


Tangan Rey bergetar hebat, gigi taring dari harimau itu begitu keras. Bahkan giginya tak lecet saat bersentuhan dengan pedang Rey. Rey mulai menerka-nerka letak dari kelemahan harimau di depannya. Rey sebelumnya belum pernah melawan makhluk yang berada di depannya pada game God Reason, karena itulah ia sedikit bingung.


"Kaki. Serang kakinya." Selena menyadari kesulitan Rey, jadi ia segera memberitahunya.


"Terima kasih. Tolong tutupi celah yang aku buat," ucap Rey pelan dan berusaha untuk tenang. Walaupun terdengar seperti memerintah, tapi Selena menyadari Job yang ia miliki tidak cocok untuk berhadapan langsung dengan harimau di hadapannya karena ia memiliki Hp yang lebih rendah.

__ADS_1


Selena mundur dengan cepat saat menyadari harimau itu kembali bergerak. Harimau itu mengangkat kaki kanannya dan berniat untuk menyerang Rey. Dengan cepat, Rey menghindari kontak langsung dari hewan itu sambil terus mencari momen yang tepat untuk menyerang. Harimau itu kembali menyerang dengan cakarnya dan giginya yang tajam itu seolah tidak ingin membuat Rey mendapatkan kesempatan menyerang balik. Selena begitu takjub saat Rey menghindari setiap serangan hewan buas itu, ia berpikir dirinya tidak akan segesit Rey.


"Chaos Heart! Slash!" Rey menggunakan Skill miliknya saat melihat celah, akibatnya sebuah goresan panjang terlihat di paha depan kaki kiri harimau itu. Seolah tak merasakan sakit, harimau itu mengangkat kaki kanan depannya dan berniat mencabik Rey. Untung saja di saat yang tepat Selena datang menghadang serangan tersebut menggunakan pedangnya. Rey mengerutkan dahinya dan menendang harimau itu cukup jauh.


"Ada yang aneh dengan harimau itu. Walaupun ia memiliki kekuatan yang begitu besar, namun pengalamannya dalam bertarung tidak seperti harimau biasa pada umumnya. Ia seperti anak harimau yang berada dalam tubuh harimau dewasa, atau ada kondisi tertentu yang membuatnya seperti itu," ucap Rey mengutarakan pemikirannya. Selena sedikit terkejut mendengar hal tersebut. Padahal Rey belum lima menit melawan harimau itu, tapi ia sudah memiliki dugaan tentang kondisi lawan mereka. Jika saja mereka tidak dalam situasi yang berbahaya, mungkin Selena sudah bertepuk tangan sambil memuji pria itu.


"Mungkinkah hal ini ada hubungannya dengan pusaka itu?" Selena tak dapat memikirkan alasan lain, hanya alasan itulah yang terpikirkan olehnya.


Rey mengangguk dan menarik pedang keduanya. Barulah ia sadar obor yang tadi ia pegang jatuh, namun apinya masih belum padam. Rey kembali bersiap saat melihat harimau itu kembali bangkit. Kali ini ia tak menunggu harimau itu untuk mendatanginya, Rey melesat cepat sambil menggenggam erat dua pedang miliknya.


Selena melompat ke depan melihat hal tersebut. Ia mengayunkan pedangnya dan memotong kaki depan harimau itu yang tersisa. Harimau itu mengaum keras, tapi kali ini aumannya penuh dengan rasa sakit. Selena kembali bergerak cepat. Ia tak menghiraukan darah yang kini membasahi dirinya. Sebuah luka lebar kembali menghiasi tubuhnya. Tak berhenti di sana, ia mengayunkan pedangnya berkali-kali membuat tubuh harimau itu penuh dengan luka.


Rey berdecak kesal saat menyadari harimau itu belum juga mati. Ia segera mengumpulkan kekuatannya di pedang yang berada di tangan kirinya.

__ADS_1


"Chaos Wave!" Rey menggunakan Chaos Wave dalam jarak yang begitu dekat. Akibatnya debu-debu beterbangan beberapa saat sebelum menampakkan bangkai harimau dengan kepala terpenggal. Rey menghela nafas lega melihat hal tersebut, sedangkan Selena buru-buru mengambil obor yang terjatuh di tanah.


Rey segera mengambil beberapa Drop Item yang jatuh di tanah. Karena Selena terlihat tak menginginkannya, Rey segera menyimpan Item tersebut.


Rey mulai mencium bau amis di udara. Pakaiannya serta pakaian Selena kotor akibat pertarungan tadi. Rey menatap Selena yang terlihat tidak begitu memperdulikan pakaiannya. Rey tahu wanita itu telah terbiasa terhadap darah karena bekerja sebagai pelindung tuannya.


Rey mengambil pedangnya dan segera menyarungkannya. Ia kembali menatap Selena yang masih bernafas tersengal-sengal.


"Ada apa?" tanya Selena. Ia menyadari Rey dari tadi menatap dirinya.


"Ah, tidak. Aku hanya berpikir pedang di tanganmu itu memiliki kualitas yang cukup bagus." Rey menyadari pedang Selena jauh berbeda daripada dirinya. Pedang itu dengan mudah dapat membuat luka pada tubuh harimau tadi yang cukup keras. Setidaknya itulah yang Rey pikirkan. Tetapi perkataan Selena segera menyadarkan dirinya.


"Tidak. Pedangku biasa saja. Hanya saja pedangmu yang tidak sesuai dengan kemampuan dirimu." Setelah mendengarkan perkataan Selena, barulah ia sadar masih menggunakan pedang yang diberikan oleh Mizu. Pedang itu disarankan untuk seorang player yang memiliki level 20, sedangkan level Rey sekarang dua kali lipat daripada itu. Pantas saja serangan yang dikerahkan Rey tidak dapat dikeluarkan secara maksimal oleh pedang itu. Rey berniat untuk mengganti pedangnya, tapi akan sangat sulit untuk mencari pedang yang seimbang seperti pedangnya sekarang. Dengan kata lain ia tidak akan mendapatkan bonus Job jika ia hanya menggunakan satu pedang saja.

__ADS_1


Rey menghela nafas, merelakan nasibnya. Ia berharap bisa menemukan pedang kembar yang cocok dengannya. Mereka pun kembali melangkah memasuki lorong tadi, tentu saja dengan penuh kehati-hatian karena ada banyaknya jebakan.


__ADS_2