
Dua orang pelayan segera memasuki sebuah ruangan sambil mengangkat sebuah kotak kayu besar. Mereka berjalan cepat dan menaruh kotak kayu itu di sudut ruangan.
"Apa perasaanku saja atau bahan masakan yang dikirim hari ini lebih berat?" tanya salah satunya.
"Aku juga merasakannya,"sahut pelayan lain, "kurasa isi dalam kotak kayu itu adalah daging."
Mereka tertawa sejenak sambil mengelap keringat di dahi mereka. Lalu mereka segera keluar untuk melakukan pekerjaan lain.
"Memang isi dalamnya daging."
Rey tersenyum lebar sambil keluar dari kotak kayu tadi. Ia telah berhasil menyusup menggunakan barang-barang persediaan yang dikirimkan ke istana pada hari ini. Dan Rey tahu saat ini ia tengah berada di dalam gudang.
Rey segera berjalan pelan menuju pintu dan mengintip keluar. Setelah memastikan baik-baik bahwa tidak ada yang melihatnya, Rey buru-buru berlari keluar dari ruangan itu. Ia segera mengeluarkan sebuah kertas dari balik jubahnya.
Kertas itu adalah denah istana yang diberikan Psycho-B padanya. Di denah itu terdapat logo silang dan lingkaran. Psycho-B berpesan bahwa logo silang berarti ruangan yang terkunci dan logo lingkaran berarti ruangan yang mencurigakan. Selain itu, juga ada nama-nama ruangan di setiap petak kamar.
"Yosh!" Rey mempercepat langkahnya karena ruangan yang ia tuju tak lagi jauh. Rey telah menyimpan semua armor serta pedang ganda yang ia miliki ke dalam Inventori miliknya. Karena itu tidak ada suara yang ia timbulkan ketika berlari.
"Di depan sana dan belok ke kiri." Rey kembali menambah kecepatannya. Ia harus sampai secepat mungkin sebelum ada yang melihat dirinya. Rey berbelok ke kiri saat ia telah sampai di perempatan lorong itu. Si ujung lorong, ada sebuah pintu kecoklatan. Tak butuh waktu lama untuk Rey tiba di sana. Rey segera masuk ke dalam ruangan itu dan melihat ke sekeliling.
"Sudah kuduga. Ruangan ini pasti kosong." Rey menatap puluhan rak buku di sekelilingnya. Selain itu, masih ada ratusan rak lain yang berada di lantai berbeda, tepatnya lantai dua yang terhubung dengan anak tangga di sudut ruangan.
Rey menghirup nafas dalam sebelum berjalan mengelilingi ruangan itu. Ia memperhatikan setiap sudut ruangan serta barang-barang yang berada di ruangan itu lekat-lekat. Ia tidak punya waktu untuk membaca setiap buku yang berada di ruangan itu. Lagi pula, jika ada sesuatu hal yang disembunyikan, pasti tidak akan diletakkan di tempat yang bisa dilihat orang lain.
"Tidak ada apa-apa di sini." Rey menghela nafasnya. Ia tidak menemukan apa pun di ruangan itu. Lagi pula Rey sudah menduga ia tidak akan menemukan sesuatu yang berkaitan dengan raja Starlight Empire secepat itu. Terlebih lagi tanpa petunjuk apa pun.
__ADS_1
"MMO adalah game yang mengambil tema petualangan, aksi, dan misteri yang diambil dari ratusan novel pendekar China dan kesatria Eropa." Rey mencoba untuk mengingat penjelasan game MMO yang ia baca sebelum pertama kali memainkannya. Ia memang cukup banyak membaca novel-novel terkenal.
"Apakah mungkin jika menyembunyikan sesuatu di lantai?" Rey bertanya-tanya dalam benaknya. Ia memang mengingat pernah membaca novel eropa tentang misteri.
Rey kembali melangkah, mencoba menyusuri setiap detail ruangan itu sekali lagi. Kali ini, matanya mengarah ke lantai. Namun, ia tetap tidak menemukan apa pun. Lantai itu bersih tanpa ada sesuatu apa pun.
"Apa di ruangan lain?" Rey mencoba mengingat isi denah yang diberikan Psycho-B. Memang ada beberapa ruangan lain yang cukup mencurigakan, tetapi ruangan inilah yang menurut Rey begitu mencurigakan. Terlebih lagi ruangan itu berada di tengah-tengah istana.
"Ah? Itu?" Mata Rey mendelik cepat. Ia menemukan sesuatu yang aneh. Rey segera berlari cepat menuju tempat itu.
Sebuah lampu dinding yang menyala redup. Sekilas lampu itu terlihat biasa, tapi Rey tahu ada yang tidak biasa dengan lampu itu.
"Sudah kuduga, ada bekas putaran aneh pada pangkal lampu ini." Rey sedikit berjinjit untuk melihat lampu itu lekat-lekat.
Rey segera batang besi tempat meletakkan lampu itu. Ia lalu memutarnya searah jarum jam. Saat itulah suara derak terdengar jelas.
"Terkadang sesuatu yang terlihat biasa merupakan sesuatu yang luar biasa. Aku harus mengingat itu." Rey tertawa pelan sebelum berjalan ke arah anak tangga itu. Ia segera melangkah menuruni anak tangga itu.
Rey menemukan satu lagi lampu dinding yang menyala redup di dinding lorong itu. Hanya saja, lampu dinding itu mengarah ke bawah.
Rey segera memutar lampu dinding itu berlainan arah jarum jam. Saat itulah suara derak kembali terdengar jelas. Rey menduga pintu tersembunyi yang tadi ia lalui kembali tertutup.
"Aku harus bergegas." Rey kembali melangkahkan kakinya cepat menuruni anak tangga itu. Semakin jauh ia turun, cahaya semakin hilang. Tidak ada penerangan apa pun. Lorong itu begitu gelap. Namun, Rey tak menurunkan kecepatannya sedikit pun. Langkahnya tepat menginjak setiap anak tangga hingga ia tidak terjatuh.
Setelah beberapa saat, terlihat cahaya di depan. Rey tersenyum lebar sambil mengeluarkan kedua pedangnya. Ia telah sampai di lantai dasar.
__ADS_1
Rey terbatuk pelan melihat kondisi ruangan itu. Ada sebuah batu bersinar yang ditaruh di langit-langit hingga Rey bisa melihat jelas ke dalam ruangan itu.
Ada sebuah meja lengkap dengan kursi di sudut ruangan. Di atas meja, terdapat buku-buku yang tertata cukup rapi. Rey juga bisa melihat ada sebuah karung di bawah meja itu.
Selain itu, ada sebuah kasur yang berada di sisi lain ruangan. Rey buru-buru berjalan ke arah kasur itu. Ada sebuah tengkorak manusia utuh di sana.
"Siapa dia?"
Rey tak mungkin tahu orang itu hanya dari tengkorak saja. Namun, kemungkinan besar ia meninggalkan sesuatu yang mungkin menjadi petunjuk. Itulah yang Rey yakini.
Rey kembali melangkah dan mengambil salah satu buku di atas meja. Ia melihat sekilas, lalu membaca buku lain. Sampai buku yang kelima, Rey bisa menyimpulkan sesuatu.
"Orang ini telah mati cukup lama, tapi kenapa ia memiliki mati di sini?" Rey menarik kursi kayu di dekatnya lalu segera duduk. Ia mencoba untuk tenang.
Ada lima buku di atas meja yang tidak terlalu penting. Di lantai Rey juga menemukan sebuah pena yang tampak usang. Lalu, di atas tempat tidur ada sebuah tengkorak. Rey bisa melihat tengkorak itu dalam posisi telentang dengan memegang dada kiri dengan kedua tangannya.
"Ah? Itu dia!" Rey segera beranjak dan berlari ke arah tengkorak itu. Dengan cepat, Rey segera membuka kepalan tangannya. Rey menemukan sebuah liontin berbentuk bintang di sana.
Rey menekan bagian tengah bintang itu. Liontin itu pun terbelah dua. Di sisi kiri tampak foto dua orang yang tidak ia kenal. Lalu, di bagian kanan ada sebuah kertas yang dilipat kecil. Rey segera membukanya.
"Bukan aku. Dia menggantikanku," ucap Rey membaca tulisan di kertas itu. Selain itu ada tulisan lain di sudut kertas, "Raja".
"Sudah kuduga!"
Rey bergerak cepat meninggalkan ruangan itu. Ia tahu tempat itu tak aman lagi untuk Rey. Ia segera memutar lampu dinding yang sebelumnya ia temui. Suara derak terdengar jelas. Rey berlari cepat keluar dari tempat itu. Namun, ia dikejutkan oleh sesuatu. Dua orang yang cukup ia kenal mendelik ke arahnya.
__ADS_1
"Apa kalian kembali melanjutkan hubungan kalian?" tanya Rey sambil tertawa pelan. Namun, ia segera dipaksa untuk menarik kedua pedangnya.