Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 80: Cara Unik Meloloskan Diri


__ADS_3

Setelah Randi terbunuh, cukup mudah untuk Rey dan yang lainnya membunuh anggota Guild Light Crusader yang tersisa. Bagai yang menyerah, mereka diberikan keringanan dan diminta segera meninggalkan kota. Mereka juga diharuskan keluar dari Guild Light Crusader. Psycho-B sebenarnya tidak setuju dengan ide Rey. Ia beranggapan bahwa orang-orang itu bisa saja kembali mencari masalah di kemudian hari.


Namun, Rey memikirkan hal lain. Rey sangat yakin bahwa banyak dari anggota Light Crusader yang tidak paham dengan alasan pertempuran ini. Lagipula jika mereka kembali mencari masalah di masa depan, Rey yakin bisa menghadapi mereka asalkan mendapatkan bantuan teman-temannya.


Lebih dari seratus orang anggota Light Crusader meninggalkan kota Trindamar, sedangkan yang memberontak dibunuh tanpa pandang bulu. Kalahnya Guild Light Crusader segera tersebar ke seluruh kota. Keributan segera terjadi. Mereka bersorak senang karena pemerintahan Guild Light Crusader telah berakhir.


Psycho-B segera mendatangi Rey yang terduduk kelelahan untuk menjelaskan situasinya saat ini. Pria itu menjelaskan bahwa tak lama lagi warga akan berbondong-bondong datang ke mansion ini. Jika hal itu sampai terjadi, besar kemungkinan identitas mereka akan diketahui kerajaan. Psycho-B takut hal itu akan membawa keburukan dari pada kebaikan.


"Baiklah." Rey segera bangkit dan memungut pedang yang sebelumnya ia jatuhkan ke tanah. "Aku ada urusan di dalam mansion sejenak. Tunggu sebentar," ucap Rey lalu segera berlari masuk ke dalam mansion meninggalkan tiga orang lainnya.


Rey sebenarnya tidak tahu di mana posisi penjara. Namun menurut pengalamannya di God Reason, setiap penjara pemerintahan selalu berada di bawah tanah. Karena itu Rey segera menuruni tangga. Dan benar saja, lorong gelap segera menyapa Rey. Hanya ada obor-obor yang diletakkan di dinding sebagai penerangan.


Rey segera berlari lagi menelusuri lorong gelap iti hingga ia tiba di sebuah pintu besi. Di depan pintu itu, menggantung sebuah kunci. Rey segera mengambil kunci itu dan membuka pintu di hadapannya. Tepat setelah pintu itu terbuka, hawa dingin segera datang menerpa.


Rey segera masuk ke ruangan itu. Saat itulah ia melihat 10 jeruji besi tempat mengurung tawanan. Orang-orang yang berada di dalam jeruji itu bersorak senang karena ada yang menyelamatkan mereka. Mereka segera berteriak meminta pertolongan Rey.


Namun, Rey tidak menggubris perkataan mereka. Rey lebih memilih berjalan ke sebuah jeruji yang terletak paling dalam ruangan. Di sana, ada seorang wanita yang duduk sambil memeluk kedua kakinya di tepi. Wanita itu terlihat seperti sedang menyesali sesuatu.


"Keluarlah. Kau aman sekarang, Alina," ucap Rey sambil membuka gembok jeruji besi itu.


Wanita itu pun menoleh karena nama aslinya dipanggil. Ia terdiam beberapa saat karena tidak mengenali orang yang menyelamatkannya. Rey terbatuk pelan sebelum membuka sedikit topengnya.


"Ra-raihan?" teriak wanita itu. Ia segera bangkit. Air matanya keluar, ia sungguh senang melihat pria di depannya. Dan tanpa sadar, ia memeluk Rey.


Rey terkejut karena tiba-tiba wanita itu memeluknya. Rey segera melepaskan pelukan itu karena merasa tidak nyaman. Ia sekali lagi menatap wanita di hadapannya, memastikan bahwa wanita itu memanglah Alina.


"Ayo keluar. Kau sudah bebas, Guild Light Crusader juga sudah kami kalahkan." Rey kembali membetulkan topengnya sebelum mengusap air mata Alina.


"Te-terima kasih, Rai," katanya malu.


"Rey. Panggil aku Rey." Rey membalikkan badannya saat wanita itu sudah tenang. Ada rasa aneh di lubuk hatinya saat Rey bertemu Alina.


"Kalau begitu, kau bisa memanggilku Alma. Dan juga, maaf karena ...."


"Tidak usah dipikirkan. Aku sudah merelakannya," potong Rey cepat. Ia sebenarnya sudah melupakan masalahnya dengan Alma setelah ia berhasil membunuh Randi.


"Tapi, tetap saja aku ...."


"Sudahlah, biarkan saja hal itu berlalu. Aku tidak terlalu memikirkannya, dan aku juga tak ingin kembali mengulanginya. Ayo pergi!"


Alma sedikit sedih karena Rey berkata tidak ingin mengulanginya. Dengan kata lain ia tidak ingin melanjutkan hubungan mereka sebelumnya. Namun, Alma segera merelakan hal tersebut. Ia sudah bersyukur mendapatkan maaf dari Rey.


Rey segera melempar kunci di tangannya ke salah satu jeruji. Mereka segera berebut dan mencoba membuka jeruji masing-masing.


Rey segera keluar dari mansion itu. Saat ia datang, Rey terkejut karena adanya keberadaan orang lain di sana. Orang itu sedang dikepung oleh Psycho-B, Yun, dan Celine. Rey segera bergegas menghentikan mereka yang terlihat ingin saling menyerang.


"Hentikan. Dia itu teman," teriak Rey cepat sebelum Psycho-B menarik pelatuknya. Psycho-B sedikit terkejut dengan kedatangan Rey, terlebih ada Alma bersamanya. Walupun begitu, ia tidak ingin bertanya lebih jauh. Psycho-B segera memberi gerakan mata pada Yun dan Celine untuk menurunkan senjata mereka.

__ADS_1


"Lux? Kenapa kau ke sini?" tanya Rey.


"Ah? Ternyata kau masih mengingat namaku. Aku merasa tersanjung," katanya," aku ingin memberitahu bahwa ada bahaya yang sedang menuju ke sini. Aku yakin 5 menit lagi mereka akan sampai ke sini. Kalian berempat bukan lawan mereka."


"Siapa? Jangan katakan ...."


"Ketua dari awan hitam," ucap Lux pelan.


Rey serasa tersambar petir karena ucapan Lux. Awan hitam atau yang lebih dikenal dengan sebutan Black Cloud, adalah satu dari 7 Guild terkuat saat ini. Namun, bukan itu yang membuat Rey terkejut. Rey tidak menyangka Black Cloud tahu posisinya saat ini. Sejak dahulu, Rey menentang PK serta Dark Guild. Dan Black Cloud termasuk Dark Guild. Rey sering kali mencari masalah pada Black Cloud sejak zaman God Reason. Rey tidak yakin mereka bisa mengalahkan lawannya kali ini.


"Kita harus bergegas pergi. Lux, kau juga segera tinggalkan tempat ini. Jika mereka tahu kau adalah bawahan Cold, maka kau akan ditangkap." Rey segera berlari keluar dari sana.


Psycho-B tidak terlalu mengerti dengan situasi mereka, tapi ia yakin keputusannya untuk mengikuti Rey adalah yang paling tepat. Ia segera menyusul Rey diikuti yang lainnya.


"Ada apa? Masalah apa yang sedang kita hadapi?" Yun tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.


"Aku tidak bisa menjelaskan sekarang. Yang jelas kita harus keluar dari kota ini dan pergi sejauh mungkin," jawab Rey sambil terus berlari.


Kecepatan lari mereka cukup tinggi. Alma juga bisa menyamakan kecepatannya dengan yang lainnya. Hanya dalam beberapa menit, mereka sudah sampai di luar gerbang. Namun, Rey tidak menghentikan langkahnya. Ia terus berlari seolah stamina yang ia miliki sudah terisi penuh.


"Hei, jelaskan sedikit," bisik Psycho-B pelan.


"Black Cloud. Aku yakin kau pernah mendengar nama itu," ucap Rey.


Psycho-B terkejut, ia adalah mantan pemain God Reason. Jadi ia juga tahu kekuatan Guild itu. Terlebih lagi saat ini semua orang sudah kelelahan, pantas saja Rey lebih memilih menghindari pertarungan. Namun, mereka terlembat.


Perlahan, debu-debu yang menghalangi pandangan pun hilang. Saat itu pula dua sosok wanita cantik terlihat dengan senyum yang terlukis di wajah mereka. Orang lain mungkin melihatnya sebagai senyum manis, tapi Rey tahu senyum itu bukan bermaksud baik.


"Claudia, apa maksudmu menghadang kami?" teriak Rey sambil menodongkan pedangnya.


"Hoh? Kau tahu namaku, berarti kau pernah mengenalku di God Reason." Salah seorang wanita menjawab. Dia melipat tangannya di depan dada santai. Rey terdiam. Ada sesuatu yang janggal dari perkataan wanita itu barusan.


"Aku tidak ada urusan dengan pria bertopeng sepertimu. Urusanku ada pada pria tampan di belakangmu," ucap Claudia lagi. "Aku ingin ia memberikan informasi terkait seseorang yang mengganggu kami di masa lalu." Claudia melebarkan senyumnya, senyum penuh tipu daya.


Rey terkejut. Dia menyadari sesuatu hal yang bisa membuat teman-temannya lolos dari situasi ini. Rey segera menarik Psycho-B ke dekatnya.


"Kau pergilah dengan yang lainnya ke utara. Di sana ada sebuah markas Guild Aozora. Berlindung di sana dan tunggu intruksiku lebih lanjut," bisik Rey.


"Tapi, bagaimana denganmu? Jangan bilang kau ingin ...."


"Tidak ada cara lain. Claudia juga tidak mengenal diriku karena topeng ini. Percayalah, aku punya cara unik untuk meloloskan diri. Lagi pula dia mengincar dirimu," ucap Rey tanpa keraguan.


Psycho-B terdiam beberapa saat berusaha memikirkan cara lain. Namun, ide Rey terdengar masuk akal. Sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Rey sendiri, tapi karena melihat keyakinan bahwa Rey memiliki cara, karena itu Psycho-B menerima ide tersebut.


"Baiklah. Maaf merepotkanmu," ucap Psycho-B.


"Pergilah!" teriak Rey.

__ADS_1


Saat itulah Psycho-B segera menarik Yun pergi secara paksa. Psycho-B yakin Yun tidak akan menuruti ide yang diajukan Rey, karena itu Psycho-B harus memaksanya. Celine dan Alma terdiam beberapa saat sebelum teriakan kedua kali Rey menyadarkan mereka. Keduanya segera berlari cepat mengikuti Psycho-B. Mereka berempat segera menghilang di kejauhan meninggalkan Rey dengan dua musuhnya.


"Merelakan nyawa sendiri? Kuakui kau memiliki keberanian." Claudia bertepuk tangan beberapa kali memuji Rey. Ia lalu menujuk arah Psycho-B pergi, saat itulah Lily hendak mengejar. Namun Rey segera menghadang wanita itu, ia tak akan membiarkan keduanya pergi lebih jauh.


"Siapa yang sedang kau cari?" tanya Rey.


"Aku tidak akan menutupinya. Dia adalah Black Kenshi Rey. Jadi, lebih baik kau menyingkir dari tempatmu sebelum aku memaksa," jawab Claudia.


"Dia ada di Midgard Selatan. Ada sebuah tempat persembunyian di sana," ucap Rey berbohong.


"Dan apa kau berpikir aku akan percaya begitu saja? Aku sudah sering kali dibohongi laki-laki, salah satunya sang legenda itu."


"Terserah. Yang jelas, aku tidak akan membiarkan kalian berdua pergi dari sini. Mari temani aku bermain, gadis aneh."


Rey maju dengan pedangnya menyerang Claudia. Namun, serangan Rey dapat ditahan dengan mudah oleh pisau wanita itu. Lily segera datang dari samping dan mengayunkan belatinya. Rey segera menghindar dengan merendahkan tubuhnya. Ia lalu berputar cepat dan memberikan sebuah tendangan tepat ke perut Lily. Rey segera melompat mundur setelah melakukan hal tersebut.


"Biadab. Kau menendang seorang gadis. Kau laki-laki atau perempuan?" teriak Claudia kesal.


"Aku tidak peduli. Mau dia perempuan atau bukan, adikmu atau bukan, dan Lylia atau bukan, aku tidak peduli," ucap Rey diiringi sebuah tawa pelan. Claudia terdiam membisu. Perkataan Rey barusan membuatnya tersadar akan sesuatu.


"Aku tidak ingat pernah mengatakan bahwa Lily adalah adikku sevelumnya. Aku juga tidak pernah mengatakan nama aslinya adalah Lylia. Kau? Siapa kau?"


"Pacarmu yang datang dari masa lalu," sahut Rey dingin.


"Kau?! Cold!" Claudia memekik keras.


Ia segera mencabut pisau keduanya dan berlari ke arah Rey. Kecepatan wanita itu sungguh berada jauh di atas Rey. Dalam waktu singkat, poin HO milik Rey telah sampai di angka 50%.


Rey segera mengaktifkan Chaos Heart dan mencoba untuk membalas serangan Claudia. Walaupun serangan Claudia terbaca oleh Rey, tetapi kecepatannya sungguh tinggi. Rey juga sangat kelelahan dan tidak memiliki stamina yang tersisa.


Tusukan pisau Claudia tepat mengenai jantung Rey. Saat itulah Rey melihat bar HP miliknya turun dengan drastis. Claudia tersenyum penuh kemenangan serta tertawa senang.


Rey membuka topengnya pelan. Saat itulah tawa Claudia terhenti. Rey tersenyum lebar seolah ia yang memenangkan pertarungan. Belum sempat Claudia melakukan sesuatu terhadap Rey, tubuh pria itu telah lebih dahulu berubah menjadi butiran cahaya. Sesaat, Rey mendengar Claudia berteriak memanggil namanya.


Memang hal ini sudah direncanakan oleh Rey. Cara yang tepat untuk keluar dari situasi itu adalah terbunuh. Pandangan Rey segera menjadi gelap. Ia juga tak bisa merasakan tubuhnya.


[Anda terbunuh


Hukuman: Pengurangan level berlipat ganda karena status Mark of Murder


Level turun sebanyak 4


Status Mark of Murder telah dihilangkan


Anda dapat kembali terhubung setelah 23.59.59]


Saat itulah Raihan kembali merasakan tubuhnya. Ia sudah mendapatkan kembali kesadarannya di dunia nyata. Ini adalah pertama kalinya ia terbunuh di MMO.

__ADS_1


__ADS_2