
Daesang dan Mizu disertai beberapa orang lain mendatangi Rey dan Yun yang tengah beristirahat itu. Mereka datang dengan tatapan lega.
"Rey. Barusan aku menghubungi ketua Guildku. Sesuai dugaanmu ..." Daesang menjelaskan kepada Rey bahwa mereka menghubungi ketua Guild mereka. Mereka menemukan memang ada kelompok Light Crusader yang berada di dekat markas mereka. Daesang lalu menceritakan kejadian yang mereka alami kepada ketua Guild mereka. Mizu juga demikian. Akhirnya Guild Azure Rose dan Aozora saling membantu untuk memukur mundur pasukan Light Crusader di dekat markas mereka. Ketua Guild Aozora dan Azure Rose juga menyampaikan bahwa mereka begitu berterima kasih pada Rey.
"Aku mewakili ketua Guild Azure Rose serta anggota yang lain mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untukmu. Jika kau tidak menolong kami, mungkin markas kami juga hancur. Ketua juga mengundang dirimu ke Guild," ucap Daesang serta beberapa anggota Guild Azure Rose sambil menunduk.
"Kami Guild Aozora juga berterima kasih padamu. Salah satu aturan Guild kami adalah melarang orang lain memasuki Guild. Jika kau ingin bergabung, maka pintu Guild kami terbuka lebar untukmu." kini Mizu yang memberi hormat pada Rey.
Rey tersenyum canggung sebelum mengatakan bahwa ia masih memiliki urusan lain. Jadi Rey menolak undangan kedua Guild itu dengan sopan. Daesang dan Mizu memaklumi keputusan Rey. Tentunya mereka juga tak ingin memaksa penolong mereka. Bagaimana pun juga, Rey telah membantu mereka begitu banyak.
"Baiklah kalau begitu. Kami ingin pamit karena takut adanya serangan susulan," ucap Mizu.
"Baiklah kalau begitu. Ini kukembalikan pedangmu," ucap Rey sambil menyodorkan dua pedang berbeda warna itu. Namun, Mizu menyodorkannya kembali pada Rey. Mizu bukan orang yang tak tahu cara berterima kasih, jadi ia berniat memberikan pedang itu.
"Terima kasih," ucap Rey.
"Oh, ya. Namamu Yun bukan?" Mizu menoleh ke arah Yun yang berdiri di sebelah Rey. "Pintu Guild kami juga akan terbuka untukmu. Aku harap kita akan bertemu lagi," ucap Mizu lalu melambaikan tangannya. Mizu mengirimkan permintaan pertemanan pada Rey dan Yun sebelum mengajak anggotanya pergi. Ia dan anggota Guild Aozora segera berangkat.
"Aku juga akan kembali Rey. Jika kalian butuh bantuan, hubungi saja aku. Dan untuk Yun. Kau beruntung dilindungi pria seperti dirinya," ucap Daesang tertawa pelan lalu mengirimkan permintaan pertemanan pada Rey dan Yun agar mereka berdua masuk dalam daftar temannya. Daesang dan anggota Guildnya juga segera berangkat meninggalkan Rey dan Yun, serta beberapa player yang tak tahu konflik antara Azure Rose dan Aozora dengan Guild Light Crusader. Player yang tak tahu menahu itu segera membubarkan diri mereka. Tinggallah Rey dan Yun.
Rey kembali menyandang dua pedang yang tersarung itu di pengaitnya. Rey cukup beruntung bisa mendapatkan dua pedang itu. Ia juga mencapai level 30. Rey segera menambahkan 24 poin status bebas ke status Str dan Dex. Rey sempat bertanya pada Yun, dan Yun menjelaskan ia berada di level 31. Perkembangan Yun begitu tinggi. Yun juga menambahkan separuh poin status bebasnya ke status Int. Rey juga mendapatkan lebih dari dua puluh item. Rey berniat memberi beberapa pada Yun, tetapi Yun kembali menolak.
Rey lalu memeriksa statusnya kembali. Rey sempat ingat bahwa dirinya mendapatkan Skill baru saat berada dalam pertarungan tadi.
__ADS_1
[Chaos Wave (Active)
Melepaskan sebuah gelombang energi pedang dengan menggunakan 10 Mana setiap satu gelombang. Semakin banyak Mana yang dimasukkan, maka semakin kuat pula kerusakan yang diberikan ]
Rey bisa menilai Skill yang ia dapatkan merupakan Skill untuk melawan musuh yang berada jauh. Skill ini akan berguna untuk melawan Player yang memiliki Job ADC ataupun Wizard. Rey lalu memandang ke arah Yun.
"Jadi? Bagaimana?" tanya Rey.
"Bagaimana apanya?"
"Masih mau berburu Goblin?" tanya Rey. Yun terlihat berpikir sejenak. Sejujurnya dengan kekuatan mereka sekarang, mereka bisa menghancurkan desa Goblin itu dengan mudah. Yun mengangguk sekali. Mereka pun mulai berlari ke arah desa Goblin yang mereka temui kemarin. Dengan kecepatan mereka sekarang, mereka sampai di desa Goblin itu kurang lebih dua jam tanpa hambatan yang begitu berarti.
Rey dan Yun berjalan mengendap-endap memeriksa desa Goblin itu. Rey memutuskan untuk menunggu beberapa saat sambil memulihkan stamina mereka. Rey terus memandang ke arah desa Goblin itu. Rey menduga desa itu tak memiliki Goblin Chief dan hanya dipimpin oleh Goblin Captain. Namun, Rey belum mengetahui keseluruhan jumlah Goblin yang berada di dalam desa itu. Rey bisa melihat sedari tadi selalu ada Goblin yang keluar masuk desa itu.
***
Seorang pria bertopeng kucing sedang bertarung dengan seekor monster setinggi 4 meter. Ia menggunakan sebuah pedang dengan bilah berwarna perak. Monster itu begitu cepat. Monster itu berbentuk seekor anjing dengan tiga kepala. Taringnya begitu tajam. Dari setiap kepalanya juga mengeluarkan api yang begitu panas.
Pria itu melompat mundur sebelum menyerang kembali. Ia menebaskan pedangnya. Dari tebasan itu keluar pisau angin yang begitu tajam. Pisau angin itu segera melesat cepat mengenai kaki monster yang bernama Cerberus itu.
Seharusnya pria itu bisa mengalahkan Cerberus itu dengan mudah. Namun, Cerberus adalah monster yang memiliki kekuatan yang tinggi. Ia juga memiliki tiga kepala. Dengan ditambah dua kaki depannya, cukup sulit untuk selalu menghindari serangan Cerberus itu tepat waktu. Akhirnya pria itu memutuskan untuk menguras stamina monster itu. Setelah bertarung selama sejam penuh, barulah monster itu menunjukkan staminanya terkuras.
Pria itu melompat ke depan melakukan beberapa tebasan sambil berputar ke arah Cerberus itu. Monster berkepala tiga itu tak sempat merespon hingga salah satu kepalanya terpenggal. Darah segera mengucur deras. Monster besar itu mengaum keras kesakitan. Tak berhenti di sana, pria bertopeng itu kembali bergerak cepat memotong salah satu kaki belakang monster itu hingga putus. Monster itu mengerang kesakitan sebelum jatuh berdebum ke tanah. Darah monster itu kembali keluar dari luka yang disebabkan pria bertopeng kucing tersebut. Bau amis segera memenuhi udara sekitarnya.
__ADS_1
Pria itu berjalan pelan sambil memegang pedangnya erat. Cerberus itu terlihat sekarat karena kekuarangan banyak darah. Perlahan, ia memenggal satu kepala lainnya. Cerberus itu kembali mengerang kesakitan. Ia hendak melawan. Namun, kekuatannya seakan terserap habis. Tak berhenti di sana, pria bertopeng itu kembali memenggal kepala yang tersisa hingga Cerberus itu meregang nyawanya. Pedang yang digunakan pria itu berubah menjadi merah darah begitupun dengan armor yang ia kenakan. Pria itu menatap layar hologram di depannya.
[Selamat karena telah menjadi pemain yang menyelesaikan Main Story I
Seorang pahlawan telah bangkit. ShiroNeko sebagai Player pertama yang menyentuh level 150]
[Agni Sword berhasil didapatkan ]
[Anda mendapatkan Title First Hero]
[Anda mendapatkan Title The Cerberus Killer]
******
Para Player yang sedang terhubung ke Might Magic Online begitu terkejut karena sebuah notifikasi muncul secara tiba-tiba di hadapan mereka. Namun, keterkejutan mereka tidak bertahan lama karena notifikasi itu menyertakan nama pemain terkuat saat ini.
[Main Story I telah diselesaikan
Player yang bernama ShiroNeko telah menyesaikan Main Story I. Might Magic Online akan mengadakan Update yang dimulai 24 jam dari sekarang. Harap keluar sebelum Update berlangsung atau anda akan dikeluarkan secara paksa]
Player yang melihat notifikasi itu seakan tak terkejut. ShiroNeko bukanlah nama asing di telinga mereka. Ketua dari Guild Nekomata itu adalah Player terkuat MMO saat ini. Ia juga seorang veteran dari God Reason. Beberapa Player segera log out dari permainan. Rey dan Yun berpandangan sejenak. Mereka berpikir apakah akan melanjutkan perburuan mereka atau tidak.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Rey sambil melihat Yun. "Sejujurnya jika kita bergerak cepat, kita bisa menghancurkan desa Goblin itu sebelum gelap," ucap Rey mengutarakan pendapatnya.
__ADS_1
"Jika kau beranggapan begitu, aku akan mempercayainya. Mari kita hancurkan desa Goblin itu," jawab Yun sambil bangkit untuk berdiri.