Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 20: Sifat Asli


__ADS_3

Sebelum memulai menceritakan konflik di antara Raihan dan Nabila, Rian memutuskan untuk memesan terlebih dahulu. Saat pelayan datang, Raihan menaikkan tudung jaketnya. Rian tahu Raihan tak ingin mengundang masalah untuk mereka. Setelah mereka memesan pesanan masing-masing, barulah Rian menceritakan konflik di antara mereka berdua.


Sejujurnya Rey dan Scream berteman baik di God Reason. Rey juga seringkali membantu Scream serta Guild miliknya saat kesulitan. Pada suatu kesempatan, Rey diincar oleh Guild Nirvana Garden. Rey tak mungkin menghadapi semua anggota Guild Nirvana Garden sekaligus, karena itu ia berniat bersembunyi. Scream dengan senang hati menawarkan bantuan. Lalu Rey menerima bantuan itu dan bersembunyi dalam Guild milik Scream. Tak tahu kapan, namun kedekatan di antara keduanya bertambah. Setelah berminggu-minggu, Scream menyadari bahwa sosok Rey telah mencuri hatinya. Ia pun mengutarakan perasaannya pada Rey. Namun Rey menolaknya dengan sopan. Scream sempat patah hati, namun ia terus berusaha untuk menaklukkan hati Rey. Pada suatu ketika, ia tahu alasan Guild Nirvana Garden mengincar dirinya. Rey membunuh banyak anggota Nirvana Garden karena seorang perempuan yang tak lain tak bukan adalah Peace. Scream marah saat itu. Namun kemarahannya tak bisa berlangsung lama. Guild Nirvana Garden mengetahui bahwa Rey bersembunyi di Guild milik Scream. Pertempuran antara kedua Guild itu pun pecah dan mengakibatkan kemenangan di pihak Nirvana Garden. Scream yang saat itu berada di markas utama menatap Rey dengan kesal. Saat itu pula Rey mengatakan hal aneh tentang perpisahan dan semacamnya. Setelah mengucapkan kalimat perpisahan tersebut, Rey segera log out. Hari itu menjadi terakhir kalinya ia terhubung ke God Reason. Scream mencoba menghubungi Rey melalui teman-temannya. Namun tak ada yang mengetahui kabar pasti tentang pemain terkuat God Reason itu.


Raihan tersenyum canggung sebelum menceritakan alasannya meninggalkan Scream saat itu karena kondisi keluarganya yang buruk. Nabila sendiri masih mengalihkan pandangannya seakan tak peduli dengan Raihan.


"Aku minta maaf. Mari kita mulai semuanya dari awal," ucap Raihan sambil menyodorkan tangannya pada Nabila. Nabila bergeming.


"Aku akan membalas semua kebaikanmu di God Reason. Maafkan aku," ucap Raihan lagi. Namun Nabila tetap diam tak bersuara.


"Aku akan membantumu kembali mendapatkan Job Special-Tier Death Necromancer," ucap Raihan pelan. Saat itu pula Nabila merespon cepat. Ia segera menyambut tangan Raihan dan tersenyum manis.


"Janji yah," ucap Nabila. Raihan tersenyum pahit sebelum mengangguk. Rian sendiri sedikit terkejut karena Raihan tahu cara mendapatkan Job Special-Tier Death Necromancer. Rian segera menanyakan hal tersebut pada Raihan. Dengan pelan Raihan menjelaskan bahwa Nabila mendapatkan Job Death Necromancer memang dibantu dirinya di masa lalu. Jika tidak ada yang berubah, seharusnya Scream bisa mendapatkannya kembali. Rian manggut-manggut pelan.


"Ah, Raihan.." panggil Nabila.


"Ada apa?" tanya Raihan.


"Lepaskan tanganmu" ucap Nabila malu. Raihan tersentak kaget dan segera melepaskan tangan Nabila. Barulah ia sadar sedari tadi ia masih menjabat tangan Nabila. Yuni dan Rian tertawa pelan melihat hal itu.

__ADS_1


"Oh, iya. Yuni kan?" celetuk Rian sambil menoleh ke arah Yun. Yun mengangguk pelan.


"Aku sarankan lain kali lebih baik kau sembunyikan bahwa dirimu pengguna Job Special-Tier," ucap Rian. Yuni sedikit bingung dengan hal tersebut. Raihan pun mulai menjelaskan dengan pelan bahwa ada bahaya yang menunggu dirinya jika ada orang jahat yang mengetahui dirinya jika mempunyai Job Special-Tier. Nabila juga menambahkan di God Reason dahulu, ada sekelompok orang yang menamai diri mereka Dark Cloud. Mereka adalah sekelompok pemain yang senang membunuh pemain lain, terutama pengguna Job Special-Tier.


Lalu pesanan mereka segera datang. Sambil menikmati pesanan mereka, Raihan mulai menjelaskan beberapa hal tentang berpedang pada Yuni. Rian dan Nabila menyimak dengan baik-baik karena jarang-jarang seorang legenda memberikan pengetahuannya tentang pedang. Tak berhenti disana, Raihan juga menjelaskan trik-trik kecil yang dapat digunakan saat menemui lawan kuat. Raihan juga menjelaskan pengetahuannya tentang senapan. Tentunya hal itu ia arahkan pada Rian. Di masa lalu, Raihan sering bertemu dengan pengguna senapan. Jadi sedikit banyaknya ia tahu pola menyerang yang cocok untuk Rian. Nabila sendiri tak perlu diberi penjelasan karena memang ia sudah paham betul dengan Job yang ia miliki.


"Oh, iya. Apa kau sudah menentukan pilihanmu?" tanya Raihan pada Yuni. Yuni segera terdiam dan terlihat berpikir. Rian yang tak mengerti tentang pertanyaan Raihan tersebut segera meminta penjelasannya. Dengan senang hati, Raihan menceritakan petualangannya dengan Yuni beberapa waktu yang lalu dengan lebih jelas. Raihan juga menjelaskan pilihan yang oa berikan pada Yuni.


"Apakah jika aku bergabung dengan Guild Antariksa Antara kau tidak akan marah?" tnya Yuni pelan. Rian segera antusias mendengar hal tersebut. Ia mengetahui potensi yang ada pada Yuni. Setidaknya, Yuni pasti akan masuk ke dalam 100 orang terkuat jika berada dibawah perlindungan Antariksa Aksara.


"Tentu tidak. Itu adalah pilihanmu. Rian." Raihan menoleh pada Rian yang berada di sebelahnya. Ia lalu menepuk pundak temannya itu. "Kau dengar jawabannya bukan? Aku harap Guild Antariksa Aksara bisa melindungi Yuni dengan baik," ucap Raihan. Raihan sendiri memaklumi pilihan Yuni. Saat ini Raihan tidak bisa menjanjikan apa-apa. Namun Guild Antariksa Aksara adalah salah satu Guild besar. Sudah pasti Yun memilih untuk berlindung pada kelompok yang sudah pasti kekuatannya.


"Santai saja. Kita teman kan? Jadi tak perlu mempermasalahkan hal kecil seperti ini," jawab Raihan sambil tersenyum lebar. Yun sendiri sedikit lega setelah mendengar hal tersebut.


Mereka pun mulai lanjut memakan pesanan mereka sambil terus mengobrol. Hubungan diantara keempat orang sedikit menjadi lebih erat. Mereka terus mengobrol hingga suara seseorang terdengar di dekat mereka.


"Kau memang orang yang nekat yah," ucap seseorang di dekat Raihan. Raihan segera menoleh dah menemukan Randi berdiri disana. Rian dan lainnya sedikit terkejut dengan keberadaan Randi disana.


"Bagaimana kabar Guild milikmu?" tanya Raihan sambil tertawa pelan. Randi terkejut mendengar hal tersebut. Namun ia segera sadar dan menatap Raihan tajam.

__ADS_1


"Jadi itu ulahmu. Bagaimana jikalau kau kuundang ke Guild Light Crusader?" tanyanya sambil tersenyum lebar. Mendengar nama Light Crusader, Yuni menjadi sedikit panik.


"Apa aku boleh membawa beberapa temanku?" tanya Raihan tetap tenang.


"Silahkan. Aku ingin tahu dirimu bisa apa di markas kami"


Raihan pun segera berdiri. Melihat Raihan berdiri, Rian dan dua teman perempuannya itu ikut berdiri juga. Raihan meletakkan sejumlah uang di atas meja. Ia berjalan pelan melewati Randi.


"Biarkan aku yang datang ke tempatmu. Suguhkan saja ratusan pedang," ucap Raihan dingin saat melewati Randi. Ia berjalan cepat diikuti yang lain keluar dari kafe siber itu.


"Raihan. Siapa itu?" tanya Yuni. Mendengar orang itu menyebutkan nama Light Crusader membuat dirinya tak tenang. Namun Yuni tak mendapatkan jawaban dari Raihan. Raihan hanya diam membisu.


"Dia ketua Guild Light Crusader," jawab Rian pelan pada Yuni. Ia tahu Raihan tak ingin berkata apapun, jadi ia berinisiatif untuk menjawab. Rian juga menjelaskan bahwa saat ini tak ada yang bisa membuat Raihan kembali seperti biasanya. Sifatnya yang selalu diam membisu saat marah ini sudah ada pada dirinya sejak lama. Tepatnya saat ia berpisah dengan Peace.


Yuni menghela nafasnya sejenak dan berjalan mendekati Raihan. Namun saat ia berusaha mendekat, Raihan berhenti melangkah. Ia lalu menatap ke arah Rian.


"Jemput Yuni di Rosevelt, Midgard barat. Tolong jaga dia," ucap Raihan. Ia lalu berbalik dan segera berlari pergi meninggalkan ketiga temannya itu.


*****

__ADS_1


__ADS_2