Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Rasa memiliki


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuhnya, Mutiara kembali merasa segar. luka-luka ringan akibat kejadian kemaren sudah mengering, sehingga dia sudah bisa bebas beraktivitas seperti biasa, meski Dev melarang Mutiara untuk bekerja sementara waktu diperusahaan nya, sampai Aldo ataupun komplotannya berhasil diringkus yang berwajib, karena saat ini dia masih harus menjalani perawatan intensif akibat pukulan Devano kemaren.


Merasa suntuk dikamar terus, Mutiara berjalan menuju jendela kaca. menatap keluar menikmati pemandangan dan indahnya bunga yang tengah bermekaran.


Dibawah, saat hendak menuju kantor perusahaan. langkah kaki Devan tiba-tiba dicegat Ariana. dia tidak ingin masuk penjara karena Devan juga mencurigai nya ikut mencelakai Mutiara.


"Devan tunggu, tolong percaya padaku. aku tidak pernah bekerjasama dengan Aldo." ucap Ariana tiba-tiba dia mencium Devan, berharap pria itu bisa berubah pikiran setelah sentuhan lembutnya barusan.


Suasana hati Mutiara yang mulai membaik berubah dengan senyuman hambar, ketika mata bulatnya menangkap perbuatan Ariana yang nekat tersebut, meski pada akhirnya Devan menepis cumbuan Ariana dengan kasar.


"Meskipun pernikahan kita bukan dilandasi cinta dariku, namun aku tidak akan pernah rela melihat mu dekat dengan perempuan lain Dev." gumam Mutiara.


"Istri manapun di seluruh dunia ini pasti akan cemburu melihat suaminya dicium perempuan lain." ucap Mutiara, disaat yang bersamaan Devano melirik Mutiara pandangan nya mereka seketika bertemu.


Refleks Mutiara segera menutup jendela gorden, lalu bersembunyi dibalik selimut tebal nya. sedangkan Devano seketika mendorong tubuh Ariana hingga terjungkal jatuh ke tanah.


"Kamu kasar sekali Devan."


"Aku bisa berbuat lebih kejam lagi jika kamu masih berusaha mendekati ku, apalagi mencoba untuk menyentuh ku lagi."


Devan mengabaikan teriakan Ariana yang masih memangil-manggil namanya, dia segera berlari masuk. entah kenapa perasaan nya menjadi resah setelah melihat perubahan wajah Mutiara begitu melihat dia dan Ariana ditaman barusan.


"Devano, berhenti."

__ADS_1


Dev yang tengah melangkah menuju kamarnya terhenti, dia menoleh kearah asal suara sang mami.


"Mami ngak nyangka ternyata kamu masih berhubungan dengan perempuan ****** itu, tega ya kamu menyakiti hati menantu kesayangan mami."


"Tidak mi, ini tidak seperti apa yang kami lihat. kalian semua telah salah paham." ucapan Devano berusaha untuk menjelaskan.


"Apanya yang salah paham, yang ada kamu itu ikut menikmati cumbuan Ariana, ingat kamu sudah menikah dengan Mutiara, sah dimata hukum dan agama. tapi kamu malah membiarkan perempuan itu menyentuh mu, dimana istri mu melihat nya juga. mana perasaan mu, Devan, mami kecewa padamu." ucap mami lantang.


"Mi, aku sudah berusaha menolak jika perlu hari ini Ariana akan mendekam di penjara akibat perbuatannya." terang Devan merasa disudutkan.


"Oke kalau begitu, tapi mami akan tetap membawa Mutiara dan cucu-cucu ku pergi liburan bersama keluar negeri, dia akan menjadi anak perempuan kesayangan mami. dan kamu silahkan selesai Jan permasalahan mu dengan para wanita-wanita penggemar mu itu." ancam mami.


"Tidak bisa, mami tidak boleh memisahkan kami dan membawa pergi istri dan anakku." ucap Devan tidak terima.


Devan begitu takut dengan ancaman maminya, dia sadar tidak akan bisa hidup tanpa Mutiara dan anak-anaknya.


"Mutiara isteri ku dan ini rumahku, mami tidak bisa berbuat sesuka hati mami."


"Terserah, suka atau tidak. mami akan tetap membawa Mutiara serta Reyhan dan Reyhina ke Amerika."


"Tidak, aku tidak setuju.'


Devano segera masuk kedalam kamarnya, dia lalu mengunci rapat pintu masuk. dia percaya pada perkataan maminya yang nekat jika sudah menginginkan sesuatu.

__ADS_1


"Tok...tok... Devano buka pintunya, jika kamu masih menyakiti Mutiara. awas kamu akan kehilangan istri mu." ancam mami.


Mutiara tersenyum, dia merasa lucu melihat pertengkaran ibu dan anak, Devan yang melihat langsung menindih tubuh yang tengah mentertawakan nya tersebut.


"Maaf atas kejadian tadi, apa yang kamu lihat tidak seperti kenyataannya." ucap Devan.


"Aku tidak peduli, itu kehidupan mu Dev. kamu bebas aku hanya ingin mempersiapkan hatiku."


ucapan Mutiara membuat rahang Devan mengeras.


"Maksudmu sudah merencanakan ingin berpisah dariku, jangan mimpi." Devan menarik tangan Mutiara yang ingin menghindari nya.


Devan menindih tubuh Mutiara yang belum siap dengan serangan tiba-tiba, sebisa mungkin dia mencoba menghindari dari ciuman Dev yang kasar. bahkan Devan tidak bisa berbuat sedikit lembut mencumbu nya dengan buas tanpa peduli jika saat ini Mutiara masih kerasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Devan, kamu menyakiti ku." ucap Mutiara disela-sela isak tangisannya.


"Makanya jangan sekali-kali kamu memancing emosiku, ikuti permainan ku karena disini akulah pemegang kendali mu, mengerti." ucap Devan kemudian berubah menjadi lembut kembali.


Perlahan Mutiara yang mulai terhayut dengan permainan Devan, ikut membalas ciuman nya. bibir mereka bersatu dan mengeluarkan ******* panjang. percintaan penuh gairah baru saja mereka akiri.


Tanpa Mutiara sadari, cinta dan rasa ingin memiliki sudah mulai tumbuh dihati keduanya. meskipun ke-dua pasangan suami-istri yang sah secara agama dan hukum ini masih mengedepankan ego mereka masing-masing.


Mutiara terbangun lebih dahulu dari Devan, yang masih betah meringkuk dalam balutan selimut tebal nya. Mutiara menatap takjub ketampanan suaminya, perlahan Mutiara bangkit, membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2