
Tidak lama pintu masuk terbuka, pramugari menunduk hormat. beberapa orang yang berpakaian jas hitam dan terlihat sangat rapi, melangkah memasuki pesawat.
Wajah Mutiara langsung berubah pucat, ketika para bodyguard mulai memperhatikan satu persatu wajah para penumpang, hingga pandangan mereka terhenti tepat dihadapan Mutiara.
"Nona, tunggu!" teriak para bodyguard.
Dengan gerakan cepat Mutiara segera menuju toilet, mengunci rapat pintu. dia sangat kesal, meskipun sudah mengunakan pakai tertutup dan cadar, namun orang-orang kepercayaan Devan masih bisa mengenalinya.
"Nona Mutiara, keluarlah. kasihan penumpang lainnya yang harus menunggu Anda." ucap bodyguard mengetuk pintu.
"Pergi kalian, aku tidak akan keluar sampai kapanpun."
"Jika anda tidak keluar, terpaksa kami merusak pintu toilet pesawat ini." mulai mengendor dengan sedikit keras.
"Nona, bekerjasama lah. demi kenyamanan kami para penumpang." salah seorang penumpang ikut bersuara.
"Apa anda ingin tuan Devano, datang untuk menjemput anda."tidak
"Jims benar, dia tidak bisa kabur karena kuasa yang dimiliki Devan. aku akan ikuti permainan mereka. yang penting anak-anak dan bibi sudah sampai di tanah air nantinya, mudah-mudahan mereka baik-baik saja." perlahan Mutiara melangkah keluar.
"Huhu.... ternyata perempuan ini biang keroknya!"
"Pasti dia, seorang istri pejabat negara ini yang berusaha untuk kabur."
"Ya, bisa jadi dia memiliki wajah sangat cantik. sehingga dia begitu dicintai." ucap penumpang lainnya. namun Mutiara mendengus kesal mendengar bisikan mereka.
__ADS_1
***
Devan berdiri menghadap jendela kaca, dalam ruangan ini hanya tinggal mereka berdua. setelah rute penerbangan Mutiara berhasil di blokirnya. Mutiara menundukkan kepala begitu melihat tatapan mata Devano seolah-olah dia adalah mangsa yang siap diterkam saat itu juga.
"Kamu ingin kabur dariku?"
"Tidak tuan, aku hanya merindukan kampung halaman, terutama mengunjungi makam mama. karena lusa bertepatan dengan hari kepergian mama ku." Mutiara menagis sedih, berharap Devano akan luluh.
"Mama aku sangat merindukanmu." Mutiara memeluk tubuhnya sendiri.
"Apa ini salah satu acting mu, untuk mengelabui ku!" ucap Devan dengan ekspresi dingin.
"Tidak sama sekali, aku hanya pulang beberapa hari. setelah itu akan kembali lagi ke negara ini." ucap Mutiara, disaat terdesak dia tidak bisa mencari alasan yang lebih tepat lagi.
"Aku tidak akan melarang mu pergi!"
"Tunggu!"
Langkah Mutiara langsung terhenti, Devan bangkit dari duduknya, berjalan mendekati Mutiara. Devano menarik tangannya lalu memasangkan sebuah cincin berlian yang sangat indah dijari manis nya, Mutiara sangat tahu jika cincin ini sangat mahal, Devan sengaja meminta desain khusus kelas dunia, yang memproduksi untuk dua buah saja. satu dikenakan oleh nyonya Sarah ibunya sebagai hadiah ulang tahun dari Devan, satu lagi dia persembahan untuk Mutiara.
"Maaf tuan, aku merasa tidak pantas memakainya." Mutiara gugup.
"Jangan pernah lepaskan cincin ini!"
"Ya..., tapi kenapa?"
__ADS_1
"Ini bukti, jika kamu sudah terikat dengan ku." ucap Devan singkat.
"Kamu bisa pergi, tapi ingat! aku bisa menemukan mu kapanpun dan di manapun, jadi jangan pernah buat aku marah."
"Oh, baiklah."
Mutiara kembali pulang menemui anak-anak, mereka menyambut hangat kedatangan sang mami.
"Mami kembali...!"
"Mami." ke-dua bocah itu menghambur ke pelukan Mutiara.
"Kenapa nak, apa terjadi sesuatu?"
"Iya bibi, keberangkatan ku digagalkan oleh ayah anak-anak. dia sangat egois dan selalu memaksakan keinginannya." adu Mutiara
"Apa dia menyukai mu?"
"Dia susah ditebak, bahkan aku merasa dia memperlakukan aku tidak lebih sebagai budak nafsu nya." ucap Mutiara melonggos kesal.
"Kalau kamu sendiri bagaimana?"
"Meskipun dia kaya dan sangat tampan, tapi aku belum bisa membuka hatiku untuk nya bibi. dia selalu membuat ku merasa takut dan tertekan." ucap Mutiara.
"Mutiara, ini bukan cincin sembarangan? apakah ini juga pemberian nya padamu?"
__ADS_1
"Iya bibi, aku juga bingung. apa tujuannya memberikan cincin ini padaku." Mutiara menatap jari manisnya, mengusap pelan batu Berlian yang mengeluarkan kilauan yang sangat indah.