
"Bagaimana keadaan istri ku?"
"Nyonya muda, terlihat melamun sendirian di taman." jawab Gracia.
"Hari ini ajak dia jalan-jalan, ataupun pergi kepusat perbelanjaan." perintah Devan melalui sambungan telepon.
"Baik tuan muda."
Gracia menghampiri Mutiara, wanita itu terlihat asyik memberi ikan-ikan hias makanan.
"Nona, tuan muda memintaku untuk mengantarkan anda berbelanja pakaian ataupun jalan-jalan kemanapun anda suka." ucap Gracia.
"Aku sedang tidak mood."
"Tapi tuan muda tetap menyuruh Anda keluar rumah, berbelanja pakaian kantor disalah satu butik kekuarga milik maminya." ulang Gracia.
"Belanja pakaian kantor?"
"Ya, karena mulai besok anda sudah resmi bekerja diperusahaan The Devan's King lagi, sebagai sekretaris pribadi nya."
"Apa dia meminta ku kembali bekerja." wajah Mutiara kembali ceria, mengingat dia akan kembali bertemu dengan teman-teman lamanya, sehingga dia tidak akan merasakan kesepian lagi.
Mereka sampai disebuah butik ternama, dilayani dengan sangat baik, bahkan semua pakaian bermerek dan keluaran terbaru sudah berjejer dihadapan Mutiara.
"Nyonya, silahkan pilih sesuka hatimu."
"Baiklah."
__ADS_1
Mutiara hanya memilih beberapa potong pakaian saja, mengingat dia sudah mempunyai banyak pakaian kantor.
"Sudah nyonya, kenapa cuma beberapa potong?" tanya Gargia.
"Ini sudah lebih dari cukup."
"Tidak Nyonya, tuan Devan pasti marah. karena dia menginginkan anda datang kekantor dengan pakaian yang berbeda-beda setiap harinya, begitu juga dengan tas dan sepatu yang akan anda kenakan nantinya." jawab Gracia.
"Apa? benar-benar gila Devan." bisik Mutiara tidak habis pikir mengingat semua yang tersedia untuk nya pakaian mahal dengan harga fantastis.
"Tapi tidak menurut tuan muda Devan, harga barang-barang ini sangat kecil baginya."
Berdasarkan perintah Devan, Gracia akirnya memilih barang-barang branded yang dirasanya paling cocok dikenakan nyonya mudanya. sehingga mereka pulang dengan membawa banyak belanjaan.
Sampai dirumah, Gracia menyusun semua dilemari khusus pakaian Mutiara. sedangkan Mutiara langsung menghabiskan waktu dengan kedua anaknya, mengingat dia tidak boleh mengerjakan apapun dirumah.
"Kalian menyukainya?"
"Tentu, apapun itu yang mami kasih untuk kami."
"Mami sangat bahagia memiliki kalian, Anak-anakku."
Malam ini Mutiara bisa bernafas lega, paling tidak selama dia dalam masa datang bulan, Devan akan memilih tidur dikamar pribadinya sendiri. karena dia paling tidak tahan mengendalikan nafsunya, jika tetap satu kamar dengan Mutiara nantinya, apalagi dia merasa Mutiara semakin hari semakin terlihat cantik dan menggoda.
"Nyonya muda, ini hati pertama anda bekerja dikantor tuan Devan lagi. ini baju kerja anda sudah saya siapkan." ujar Gracia.
"Mana Devan?"
__ADS_1
"Tuan Devan sudah berangkat duluan, karena hari ini dia ada tamu khusus dari perusahaan Jepang. nanti akan ada sopir khusus yang akan mengantarkan nyonya untuk berangkat dan pulang dari kantor." terang Garcia.
Mutiara langsung mandi, dia terlihat begitu antusias dan bersemangat, mengingat akan memulai pekerjaannya yang baru, Mutiara terlihat sangat cantik, dengan stelan seragam formal kantoran yang melekat ditubuh nya yang langsing. bahkan Gracia pun sempat terkagum dengan istri majikan nya.
Mutiara menikmati sarapannya bersama anak-anak, sepotong roti sandwich dan segelas susu, sudah cukup membuat nya kenyang.
"Ayo Anak-anak, kita berangkat."
Didepan halaman luas, sudah menunggu mobil yang siap mengantarnya. begitu melihat nyonya besar, sopir pribadi langsung membuka pintu belakang sambil menundukkan kepalanya hormat.
"Silahkan nyonya muda."
"Kita antar Anak-anak kesekolah dulu, hari setelah itu menuju kantor."
"Baik nona muda."
Mutiara tersenyum manis menatap Reyhan dan Reyhina yang juga nampak ceria, lalu mereka duduk dengan nyaman.
Mobil memasuki gerbang utama sekolah anak-anak, setelah mengantarkan mereka. Mutiara kembali duduk manis dalam mobil menuju perusahaan.
Mobil berhenti dan terparkir tepat disisi sebelah kiri mobil Rolls Royke milik Devan.
"Nyonya muda, silahkan. kita sudah sampai." ucap sopir seraya membukakan pintu mobil.
"Terimakasih."
Mutiara melangkah turun, senyum mengembang dibibir nya melihat kemegahan gedung pencakar langit dihadapannya. langkah kakinya terayun dengan semangat seorang sektretaris yang akan bekerja.
__ADS_1
"Paling tidak, aku tidak akan pernah merasa kesepian dan bosan lagi dengan berdiam diri di rumah ataupun di kamar lagi." gumam Mutiara melangkah masuk.