Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Ini tidak adil bagiku


__ADS_3

"Aku adalah ibu yang sudah melahirkan mereka, ini tidak adil bagiku." tangis Mutiara pecah.


"Melahirkan anak-anak, lalu menyembunyikan dan membawa mereka dariku. jangan harap aku bisa memaafkan mu dengan mudah, aku rasa ini hukuman yang setimpal untuk mu." balas Devan dengan nada santainya.


"Oke, aku akan melepas Anak-anakku. dia akan jauh lebih baik hidup bersama mu. tolong jaga dan rawat mereka dengan baik. selama ini mereka sering menanyakan keberadaan ayahnya, Anak-anak akan bahagia sekali begitu menyadari keberadaan ayah kandungnya. aku akan tetap memiliki harapan besar, kelak kamu akan memberiku izin bertemu anak-anak lagi." Mutiara memejamkan mata, berusaha menenangkan hatinya yang bergemuruh.


Setiap hari Mutiara mengunjungi rumah sakit, memperhatikan Reyhina meskipun melalui jendela kaca pembatas ruangan.


Kondisi Reyhina sudah semakin membaik dan diperbolehkan untuk pulang, Reyhina terlihat bahagia ketika mengetahui jika dia mempunyai seorang ayah, Oma dan opa baru yang sangat menyayangi nya.


Reyhan ikut datang menjemput Reyhina kerumah sakit, bola mata mereka langsung berbinar-binar begitu melihat keberadaan sang mami dibalik persembunyian nya.


"Mami!"


"Mami!"


Reyhan dan Reyhina langsung berlari kearah Mutiara, lalu memeluk erat sang mami. Devan tidak bisa mencegah kejadian ini, demi menjaga sikap di hadapan Anak-anak.


"Anggap saja ini pertemuan terakhir mu dengan anak-anak. manfaat waktu mu yang singkat." bisik Devan tepat di telinga Mutiara yang langsung menarik nafas pelan. lalu berjongkok dihadapan kedua anaknya.


"Reyhan dan Reyhina, sekarang kalian sudah memiliki seorang papi dan keluarga baru yang akan memberikan kalian limpahan kasih sayang. kalian berdua pasti bahagia!" ucap Mutiara.


"Asyik, akirnya punya papi."

__ADS_1


"Papi!"


Mutiara tersenyum, ada rasa lega melihat binar kebahagiaan di wajah ke-dua anaknya.


"Anak-anak, mulai sekarang kalian akan tinggal dirumah papi, apa yang kalian inginkan semuanya sudah tersedia. rumah nya mewah dan tempat tidur nya juga besar." bujuk Mutiara.


"Iya, banyak mainan." ucap Reyhan antuasias.


Bibi Erika mengusap air mata, dia juga merasa berat harus berpisah dengan Reyhan dan juga Reyhina. namun dia bisa apa? Devan sangat keras dengan pendiriannya.


"Bibi, Anak-anakku akan hidup bahagia. meskipun tanpa kita." ucap Mutiara.


"Iya, kita harus kuat. demi kebahagiaan Anak-anak." bujuk bibi.


"Sabar dan kuatlah nak, bibi yakin semua akan baik-baik saja." bibi Erika menarik Mutiara dalam pelukannya.


Mutiara dan bibi kembali kerumah mereka yang lama, malam ini dia tidak bisa tidur. hanya menagis yang bisa Mutiara lakukan seraya memeluk pakaian Reyhan dan boneka panda kesayangan Reyhina.


"Anak-anakku semoga kalian bahagia, nak. mami sangat merindukan kalian."


"Mutiara, apakah kita sudah kalah atau akan memperjuangkan hak asuh Anak-anak? kedepannya, bagaimanapun juga kamu adalah ibu mereka. ini tidak adil bagimu." ucap bibi Erika.


"Bibi, mereka akan hidup enak. Devan dan orang tuanya pasti akan memperlakukan Anak-anak lebih baik, hanya keajaiban yang bisa membantu kita." balas Mutiara.

__ADS_1


****


"Reyhina sayang, ini adalah kamar khusus untuk mu." tunjuk Sarah.


Reyhina tersenyum senang, kamar nya sangat sangat cantik dan indah. karena dihiasi cat karakter kesukaannya. begitu juga dengan kamar milik Reyhan. Devan juga menyediakan sebuah ruangan khusus penuh mainan untuk mereka berdua.


"Wah, tempat ini seperti pusat permainan anak yang pernah kami kunjungi bersama mami." teriak Reyhina.


"Sekarang kalian bisa bebas untuk bermain, kapanpun kalian inginkan." ucap Sarah yang sangat memanjakan cucu-cucunya. Sarah sangat bahagia mengingat impiannya terkabulkan, bukan hanya satu tapi sepasang cucu kembar yang sangat cantik dan juga tampan.


"Entah kenapa semenjak bertemu pertama kali dengan kalian berdua, Oma sangat yakin jika kalian berdua adalah cucu-cucuku." ucap Sarah.


"Itu namanya kontak batin sayang." sela suaminya.


Reyhan dan Reyhina memiliki seorang asisten masing-masing, mereka siap melayani setiap saat. memandikan twins lalu membantu mereka memasangkan pakaian tidur dengan motif lucu dan imut.


"Papi, kenapa kami tidak melihat mami. apa dia tidak pulang kesini?" tanya Reyhina dan Reyhan ketika Devano menghampiri mereka.


"Tidak, karena sekarang giliran papi yang akan menjaga kalian berdua." balas Devan dengan tatapan lembut.


"Aku mau mami!"


"Aku juga, sebelum tidur mami selalu membacakan kami dongeng." ucap Reyhina melipat tangannya dengan ekspresi wajah cemberut.

__ADS_1


__ADS_2