Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Milikku selamanya


__ADS_3

"Aku sudah membebaskanmu malam ini, tapi kenapa kamu malah datang dengan sendirinya?"


"Aku...aku tidak tahu, rumah ini terlalu besar. aku tersesat?" Mutiara panik seraya memejamkan matanya.


"Buka matamu?"


"Aku tidak bisa, kamu menodai mataku." mundur perlahan, namun dia malah terjerembab keranjang Devan.


"Tuan Devano, tolong izinkan aku keluar!"


"Ha...ha...kamu terlalu banyak minta tolong, aku sudah bosan mendengarnya."


"Setelah aku menjadikanmu milikku, dan aku tidak akan lagi memiliki fikiran untuk mengubahnya." bisik Devano.


Devan memutar tubuh Mutiara, hingga posisi mereka saling berhadapan, dengan satu tangan Dev meraih pinggang Mutiara dan menempelkan birinya ke bibir gadis itu, cukup lembut namun memabukkan. sedangkan tangannya yang lain, dia gunakan untuk membuka kancing baju Mutiara. Ciuman Dev begitu dalam, yang sangat berbeda yang membuat Mutiara hampir kehilangan kendali.


"Aku belum siap!"


"Terlambat, kamu sudah membangun kan singa tidur. semula susah payah aku meredakanya. tapi kamu kembali memancing ku."


"Aku malu, tolong matikan lampu nya."

__ADS_1


"Oke, asalkan kamu nyaman melayaniku." sekali tepuk, suasana yang semula terang berubah gelap.


Ari mata Mutiara memejamkan mata, dia hanya bisa pasrah menolak dan meronta pun seakan percuma. Devan tidak akan melepaskan dirinya.


Meskipun dia tidak bisa menepis pesona yang dimiliki Devan, tubuh yang kekar dan ketampanannya, Devan mulai mencumbu penuh gairah, seakan-akan ingin menelannya utuh-utuh.


Selangkah, demi selangkah Dev melakukannya dengan penuh kelembutan. diluar dugaan Mutiara yang berfikir jika Dev akan berbuat kasar hingga membuat hidup nya lebih buruk, bahkan saatnya tiba Devan tidak terburu-buru.


"Sekarang, puaskan aku sebelum kita melakukan penyatuan." bisik Dev.


"Aku belum berpengalaman, kejadian malam itu tanpa aku sadari." balas Mutiara gugup saat tangannya tanpa sengaja menyentuh dada bidang Devan.


"Kamu menyukainya?"


"Semua wanita tergila-gila padaku, aku harap kamu tidak menjadi wanita yang munafik." menarik tubuh Mutiara hingga jatuh diatas tubuh nya.


Devan ******* bibir dengan rakus dan tidak sabaran, bibir yang manis dan buah dada yang besar, membuat Dev merasa puas memainkannya.


Devan memutar posisi tubuh Mutiara yang tidak merespons sedikitpun, dia membiarkan saja tubuh tinggi dan bentuk perut yang sixpack menimpanya dari atas. Devan sengaja tidak memakai pengaman, dan mulai memasukinya, Mutiara kaget tiba-tiba berteriak kesakitan.


"Stop Devan, ini sangat sakiiit." bisik Mutiara.

__ADS_1


"Ini bukanlah yang pertama kalinya bagimu, apa masih sakiiit?" tanya Dev.


"Iya, karena itu sudah sangat lama sekali. dan ini kali keduanya." Mutiara berterus-terang.


"Apakah hanya aku, laki-laki pertama yang menyentuh mu?"


"Ya!"


"Oke, aku akan lebih lembut memperlakukan mu."


Mutiara merasa tidak bertenaga lagi untuk menolak, tubuh nya lemas. namun dia memejamkan mata rapat saat merasakan bagian intinya terbelah, saat sesuatu yang besar dan panjang masuk dengan sedikit dipaksakan.


"Aaaaaaaggh...sakiiit, periiih baget...sama seperti semula kamu melakukannya." tidak pernah terbayangkan oleh Mutiara sebelumnya, jika dia akan melakukan ini kembali dengan laki-laki yang sama.


Sedangkan Devan tersenyum puas, sambil terus memainkan *"" nya. dia merasa beruntung telah mendapatkan Mutiara kembali, dan akan menjadikan Mutiara miliknya untuk selama nya.


"It feels good...., amazing...yes. ternyata bercinta dengan dengan mu begitu nikmat." ceracau Devan merasa beruntung.


Perlahan rasa perih dan sakit mulai berkurang, berganti rasa nikmat yang tiada tarra. perlahan tangan Mutiara mulai meraba dada bidang diatas tubuh nya.


Devan makin menggila, dia terus menggoyangkan *""" maju mundur, mereka berhasil mencapai pelepasan secara bersamaan.

__ADS_1


"Mutiara!!! I love you...."


__ADS_2