
Mutiara tersengal-sengal ketika Devan melepaskan ciuman, tubuhnya melemas dan hanya bisa pasrah saat Dev menariknya untuk masuk kedalam mobil, lalu melanjutkan cumbuan mereka.
"Dev, sudah cukup. bukankah kamu sudah puas barusan, bercinta dengan perempuan lain." ucap Mutiara.
"Apa maksudmu?" Devan melepaskan pagutanya, seraya menatap manik ke-dua bola mata hazel Mutiara.
"Gadis cantik, yang barusan bersamamu." jawab Mutiara ragu-ragu.
"Kamu Cemburu, Hah?"
"Tidak!"
Mutiara refleks menggelengkan kepala, detak jantungnya semakin berpacu, ibaratkan seorang maling yang sedang tertangkap basah.
"Perlu kamu tahu, tubuhku ini sangat berharga untuk disentuh oleh wanita sembarangan. dan kamu adalah wanita satu-satunya yang paling beruntung." bisik Devan.
Mobil melaju membelah jalanan menuju sebuah villa pribadi, secara tidak langsung Mutiara sudah dapat menduga apa yang diinginkan Devan setelah ini.
"Devano tidak pernah bosan, dimana dia akan menempatkan tubuh ku di atas tempat tidurnya." gumam Mutiara.
"Dev, kenapa kita tidak pulang ke Muntions saja. bertemu lalu berkumpul bersama anak-anak, tentu lebih menyenangkan." bujuk Mutiara.
__ADS_1
"Boleh, tapi puaskan aku dulu. yang sudah beberapa waktu ini merindukan tubuh mu." jawab Devan santai lalu membibing Mutiara menuju kamar utama villa mewahnya.
Devano mulai memperlakukan Mutiara dengan lembut dan pejuh perasaan, perlahan dia merebahkan tubuh mungil Mutiara, memandang wajah cantiknya dari dekat, seperti ada sebuah magnet yang menarik dirinya, tangan Devan menelusuri tiap lekuk wajah cantik itu.
Gerakan Devan pelan namun pasti, tangan nya sudah melingkar sempurna di dada Mutiara, mulai menciumi kening, pipi, mata dan terakhir bibir Mutiara yang selalu membuat nya ketagihan.
"Sayang, tubuhmu selalu wangi dan bibir mu ini rasa anggur manis dan memabukkan, rasanya aku ingin terus melewati malam-malam indah bersamamu." bisik Devano lembut lalu memulai melanjutkan permainan karena sesuatu yang sudah mendesak, yang tidak mampu dia kendalikan lagi.
Cukup lama Mutiara tertidur setelah Devan membawanya terbang bersama ke awan biru, Mutiara merasa seluruh tubuhnya lemah dan sangat capek, karena Devan tidak pernah puas untuk bercinta. perlahan Mutiara menyingkirkan tangan kekar Devan yang masih melilit erat di pinggang nya.
"Mau kemana?" tanya Devan yang tiba-tiba terbangun karena pergerakan Mutiara.
"Membersihkan tubuh ku."
"Aku capek dan sangat lapar, apa kamu mau aku pingsan ditempat tidur." nada suara Mutiara berubah, dia menatap kesal Devan.
"Oke, maaf aku terlalu bergairah malam ini. baiklah kita akan mandi sama-sama lalu sarapan." ucap Devan melunak.
"Tidak bisakah aku mandi sendiri?"
Mutiara sudah dapat menduga jika mandi bersama Dev, akan membutuhkan waktu lebih lama. karena ujung-ujungnya Dev pasti akan memulai permainan semalam.
__ADS_1
"Kali ini aku janji, kita akan mandi tidak lebih." ucap Dev sungguh-sungguh.
"Baiklah, tapi jika kamu ingkar. aku tidak akan percaya."
Mereka mandi bersama, karena sangat lapar sehingga tidak butuh lama bagi Mutiara untuk mandi, sedangkan diruang makan para koki ternama sudah sibuk menyediakan menu hidangan spesial, sebagai sarapan pagi tuan muda dan nona muda mereka.
"Devano, mana pakaian ku."
"Kamu tidak butuh pakaian di villa ini, cukup kenakan pakaian tidur saja." Devan memberikan pakaian tidur yang seksi tanpa dalaman.
"Aku tidak mau, kamu mau aku masuk angin dengan pakaian ini."
"Kamu tidak akan masuk angin, karena aku akan lebih dahulu memasuki mu." tersenyum mesum.
Para pelayan perempuan menunduk hormat menyambut kedatangan Mutiara dan Dev, membuka kursi untuk mereka duduki. Mutiara memerhatikan setiap menu yang tersaji, semua enak-enak dan mampu menggugah selera makanya.
Mutiara mulai memakan potongan daging sapi kedalam mulutnya, dia sempat kaget dengan rasanya yang benar-benar gurih dan bintang lima. rasa lapar membuatnya hampir menghabiskan banyak makanan dihadapan nya, sedangkan Dev tersenyum memperhatikan tingkah Mutiara.
"Kenapa kamu senyum-senyum? apa ada yang salah." Mutiara meraba mulutnya.
"Tidak, aku hanya senang melihat mu makan dengan lahap. paling tidak kamu akan mempunyai cukup tenaga untuk menemaniku diatas ranjang setiap saat." ucap Dev seraya tersenyum.
__ADS_1
"Dasar mesum." umpat Mutiara.