Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Pemeriksaan khusus


__ADS_3

"Kalau boleh tahu, siapa yang sudah membantu perusahaan kakak, hingga kembali sukses!" tanya Erika pada kakak lelakinya Hendra.


"Seseorang yang sangat berkuasa, dia menawarkan bantuan dan kerjasama." jawab Hendra.


"Apakah itu perusahaan The Devan's King?"


"Ya, betul sekali. dia sempat menanyakan informasi tentang Mutiara, aku mengatakan jika Mutiara adalah putri ku yang manis. tengah berada diluar negeri." terang Hendra.


"Apa dia juga mencaritahu, tentang keberdaan Anak-anak Mutiara?"


"Tidak, karena aku tidak ingin memberitahukan sama sekali. sepertinya dia menyukai Mutiara. jika dia mengetahui tentang keberdaan Reyhina dan Reyhan, maka tidak akan pernah ada satupun pria yang akan menikahi Mutiara. makanya aku sangat senang jika kedua cucu-cucu ku terpisah dari maminya" jelas Hendra.


"Syukurlah, jika tuan Devan itu tidak mengetahui keberadaan twins." balas Erika merasa lega.


"Apa kamu sepemikiran dengan ku?" tanya Hendra.


"Iya."


Erika terpaksa menyetujui pendapat Hendra, karena jika dia tahu kalau twins adalah darah daging Devano, dia pasti akan sangat senang dan membongkar semua nya. Mutiara tidak akan menyetujui hal ini, karena dia tidak bisa menerima Devano dalam hidup nya.


***


"Untuk apa kamu menghubungi ku?"


"Dev, tidak bisakah kamu bersikap lebih lembut pada tunangan mu ini, sayang." terdengar suara manja Natali.


"Aku tidak punya waktu untuk meladeni mu, katakan apa tujuan mu menghubungi malam-malam?" ucap Dev dingin.


"Dev percayalah padaku, Mutiara telah membohongi mu selama ini. dia sudah pernah melahirkan anak dari pria lain." ucap Natali berharap Devano akan melepaskan Mutiara, jika perlu membuang dari hidupnya.

__ADS_1


"Omong kosong!"


Dev membanting ponselnya, moodnya tiba-tiba berubah sangat memburuk. berjalan menuju kamar Mutiara yang sudah tertidur pulas.


Ceklek


Devan memperhatikan Mutiara, dalam tidurnya dia terlihat resah. Mutiara sesekali mengigau seraya menyebutkan nama Reyhina. keringat dingin membasahi wajah cantiknya.


"Reyhina!"


"Hati-hati nak."


Devan semakin mendekat, mempertajam pendengaran nya.


"Siapa Reyhina? kenapa Mutiara terus menyebut nama itu." Devan duduk, memperhatikan Mutiara yang masih larut dalam mimpinya.


"Aku yakin, pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku." bathin Dev. pikirannya mulai menerawang pada kejadian beberapa tahun silam.


Paginya Mutiara membuka mata, hal pertama yang dilihatnya Devan. laki-laki itu sudah terlihat sangat rapi. seraya balik menatap nya.


"Siapa Reyhina?"


Mutiara langsung terlonjak kaget, begitu ditodong dengan pertanyaan yang begitu ditakuti nya. semalam dia sangat merindukan Anak-anak sehingga terbawa mimpi, terutama Reyhina yang biasanya selalu tidur dalam pelukan Mutiara, namun dalam mimpinya dia melihat seseorang menarik Reyhina hingga terjatuh. sehingga Mutiara terus memangil Reyhina agar hati-hati.


"Jawab pertanyaan ku, siapa Reyhina?"


"Dia salah satu putri sahabat ku. dulu kami sangat dekat sehingga aku sangat merindukan nya dan terbawa mimpi." ucap Mutiara memberi alasan.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Ya, aku tidak berani untuk membohongi mu tuan." Mutiara memaksakan senyuman.


"Tapi kamu sudah sering membohongi ku, bahkan berani melawan ku." ucap Devan.


Devan berdiri menyambar ponsel Mutiara, lalu menyerahkan ketangan Mutiara yang gugup.


"Cepat hubungi Reyhina?"


"Aku tidak bisa, saat ini dia pasti sekolah dan orang tuanya juga sangat sibuk." Mutiara berusaha mencari alasan.


"Ini hari Minggu, semua tempat diliburkan!" ucap Devan menatap tajam.


"Aku..aku tidak menyimpan no ponselnya."


"Jangan permainkan aku, jika tidak kamu akan terbakar sendiri." Devan menegang dagu Mutiara sedikit keras, hingga memerah.


"Bersiap-siap lah, aku akan mengajakmu ke suatu tempat!"


"Kemana?"


"Nanti kamu juga akan tahu sendiri!" ucap Devan berjalan keluar.


Meskipun penasaran dengan sikap dingin Devan, Mutiara hanya bisa mengikuti saja kemana pria itu akan membawanya pergi, namun dia seketika berontak saat Devan memaksanya turun ketika mobil berhenti disebuah rumah sakit ternama.


"Kenapa kalian membawaku kerumah sakit? aku baik-baik saja." ucap Mutiara panik.


"Kamu harus mengikuti pemeriksaan khusus, seorang dokter ahli akan memeriksa kondisi kandunganmu secara menyeluruh. aku takut efek dari kontrasepsi yang pernah kamu gunakan akan berdampak buruk." jawab Devan.


"Tidak, aku tidak mau diperiksa, apalagi melahirkan anakmu. aku mohon biarkan aku pergi." Mutiara menagis, meskipun dia sudah berhasil membohongi Devan dengan memberi tatto pada bekas cecar nya, namun hal itu tidak akan berlaku pada seorang dokter kandungan.

__ADS_1


"Hari ini semua pasti akan terbongkar, Tuhan tolong aku, Devan pasti tidak akan menerima begitu saja." Mutiara dirundung kecemasan, melihat langkah Mutiara yang lamban. Dev menariknya agar langkah mereka sejajar.


"Selamat datang tuan Dev, suatu kehormatan bagiku untuk melayani anda secara langsung." ucap dokter cantik.


__ADS_2