Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda
Kedatangan Ariana


__ADS_3

Pagi ini, Devan memeriksa dengan serius beberapa dokumen penting dihadapannya. termasuk salah satu dokumen perusahaan the Ariana group yang tengah terlibat permasalahan keuangan, Devan ingin mencabut beberapa saham dan memutuskan kerjasama perusahaan mereka, karena merasa tidak mendapatkan keuntungan atas kerjasama tersebut.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk."


"Tuan, ada tamu untuk anda."


"Siapa?"


Devan masih fokus pada dokument dihadapannya tanpa menoleh sedikitpun.


"Nona Ariana Rosell, sekaligus pemilik tunggal perusahaan The Ariana yang tengah bangkrut. dimana dalam minggu ini perusahaan kita akan menarik kerjasama." ujar Jims.


"Ariana Rosell? suruh dia masuk!" jawab Devan dengan wajah dingin.


Jims menemui Ariana yang duduk diruang tunggu, nampak gadis itu tengah sibuk memperbaiki penampilannya. yah hari ini misinya harus berhasil, selain menyelamatkan perusahaan keluarga. Ariana juga berusaha untuk mendapatkan Devan, sehingga perusahaan mereka bisa bersatu dan tidak akan terkalahkan.


"Selamat siang, tuan Devan."


Sapa Ariana dengan suara yang sangat lembut, serta senyuman yang dibuat semenawan mungkin.


"Siang, ada apa anda ingin menemui ku?" Devan kembali fokus tanpa berniat melirik Ariana dihadapannya.


"Dev, apakah kamu sudah melupakan aku. duku kita adalah sahabat kecil. kamu masih ingat kejadian ditepi pantai yang pernah kita lalui berdua." ucap Ariana mencoba mengingatkan tentang memori masa lalunya dengan Devan.


"Yah, aku mengingatnya. dan kejadian itu sudah sangat lama." balas Devan.


Devan menatap keluar jendela kaca, untuk mengalihkan perhatiannya dari Ariana. karena dia sudah mengubur dalam-dalam masa lalunya. dia hanya ingin menata masa depan bersama Mutiara dan anak-anak nya.

__ADS_1


Meskipun dulu dia dan Ariana pernah dekat, karena suatu kejadian dimana Ariana pernah menyelamatkan nyawa Devan, bahkan dia sempat tertembak pria misterius yang ingin mencelakakan Dev, Ariana yang mengetahui segera mendorong kuat tubuh Devan, hingga akhirnya dia menjadi korban. meskipun Ariana terluka ringan dibagikan lengan, namun pengorbanan nya membuat Devan sadar arti cinta Ariana yang besar untuk nya, sehingga Devan berjanji akan terus menyayangi dan melindungi Ariana sampai kapanpun.


sayang nya, ketulusan dan kebaikan Devan disalah gunakan oleh Ariana dan perusahaannya. bahkan mereka sesuka hati mengunakan uang Devan hingga perusahaan mereka bangkrut, Devan yang sadar akan kebusukan keluarga Ariana segera ingin memutuskan kerjasama mereka.


"Bagaimana, jika malam ini kita menghabiskan malam berdua." bisik Ariana genit.


Ariana bergelayut manja di lengan Devan, dia bahkan langsung naik ketubuh Devan dengan tidak sabaran lagi, mengingat dia sudah lama menginginkan bercinta dan berhubungan layaknya suami-istri.


"Ariana, kendalikan dirimu." ucap Devan ketika tangan Ariana mulai membuka pengait celana nya.


"Kenapa Devan, apa aku kurang menarik." ucap Ariana sedih, karena sudah lama mengharapkan hal ini. Namun Devan selalu menolaknya.


"Bukan begitu Ariana, tapi aku tidak siap karena aku sudah menikah."


"Ha..ha... Devan, kita hidup di zaman modern. tapi sikapmu seperti anak lulusan pesantren." ejek Ariana disela tawa kekecewaan nya, dia tidak percaya jika Devan sudah menikah, hal ini cuma alasan Devan untuk menolaknya.


"Devan, tidak bisakah kamu menolongku kali ini, jangan cabut kerjasama perusahaan kita. aku mohon." ucap Ariana yang akhirnya langsung menyampaikan maksud kedatangannya yang sesungguhnya.


"Maaf Ariana, aku tidak bisa. sudah cukup lama aku mentolerir perusahaan mu, hingga akhirnya aku menyerah." tolak Devan yang tidak bisa menahan dirinya lagi.


***


Mutiara duduk di ruangan kerjanya dengan nyaman, menikmati suasana yang bersih, rapi dengan aromaterapi yang menenangkan. Mutiara menyalakan laptop. saat Jims membawa sebuah mab besar. berjalan kearah nya.


"Nona muda, apakah anda sudah siap untuk belajar mengurus perusahaan." tanya Jims karena itu merupakan perintah Devan, berharap Mutiara bisa menggantikan posisi nya jika dia sedang tidak ada dikantor.


"Siap, pak asisten Jims." mengangkat tangannya hormat.


Jims yang semula jarang senyum, kini berubah semenjak bertemu Mutiara yang selalu bersikap apa adanya.

__ADS_1


"Oke, kita mulai."


Jims dengan santai menerangkan, nampak Mutiara menganggukan pelan kepala nya tanda paham penjelasan dari Jims.


"Apa ada yang ditanyakan?"


"Tidak." jawab Mutiara yang sejatinya dia sangatlah cerdas dan cepat menangkap.


"Jika nona perlu sesuatu atau ada yang ditanyakan, segera hubungi saya."


"Baik, terimakasih asisten Jims."


"Sama-sama nona, saya senang membantu anda."


Mutiara dan Jims, tiba-tiba dikagetkan dengan suara perempuan yang baru keluar dari ruangan Devano. suaranya seolah-olah dibuat selembut mungkin.


Mutiara kaget dan segera menoleh kearah perempuan cantik, penampilan sangat seksi, dengan make-up tebal. sesuatu yang tidak sesuai dengan penampilan Mutiara yang sederhana namun cantik natural.


"Jims, siapa perempuan ini?" tanya Ariana.


"Namanya nona Mutiara, sekretaris baru tuan Devano."


Mutiara mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri, namun Ariana lebih memilih mengabaikannya. sambil memperhatikan kuku-kuku lentik jemari tangannya. Mutiara yang merasa dicuekin menarik tangan nya kembali sambil mengerutkan bibir nya.


"Penampilan sektretaris ini memang jelek, tapi tidak dengan kecantikan wajah dan kulit putih mulusnya, Devan tidak boleh tergoda perempuan ini, aku harus bertindak lebih cepat untuk mendapatkan Devano." bathin Ariana mulai gelisah.


"Jims, kemana Anea. sektretaris Devano yang lama. bukankah cara kerja dia jauh lebih baik. dari pada karyawan baru."


"Kalau masalah itu, anda tanyakan langsung pada tuan Devano." balas Jims tidak suka.

__ADS_1


__ADS_2