
"Ini sulit dipercaya, Devan dan Gavin sama-sama mencintai Mutiara. gadis rendahan yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kecantikan dan kekayaan yang aku miliki." Natali merasa
jika harga diri nya direndahkan dan kecemburuan membuatnya tidak bisa berfikir jernih, sehingga muncul keinginan untuk mengancam dan menteror Mutiara. agar bersedia mundur dari kehidupan Devan.
"Aku akan memberikanmu sedikit permainan, Mutiara akan akan mati kutu ketakutan. karena aku sudah memegang rahasia terbesar nya." Natali tersenyum jahat, lalu menyambar ponsel untuk menghubungi nomor Mutiara.
"Hallo perempuan ******!" sapa Natali begitu panggilan mereka terhubung.
"Natali, untuk apa kamu menghubungi ku. apa belum cukup bagimu mengetahui betapa pentingnya aku bagi Devan." Mutiara mulai mengikuti permainan Natali, dengan sengaja memanas-manasi.
"Aku pastikan Devan akan menendang mu dari kehidupannya, setelah mengetahui jika kamu sudah pernah melahirkan anak. dan aku pastikan Devan akan mempercayai jika anak-anak mu bukankah darah dagingnya, melainkan laki-laki lain." ancam Natali.
"Tunggu, kamu tidak bisa seperti itu!" Mutiara berusaha berfikir keras bagaimana cara untuk menghentikan Natali. Mutiara kebingungan dan sangat panik. dia tidak menyangka jika Natali sudah mengetahui semuanya.
"Kamu tidak akan bisa menghentikan aku, Devano tidak akan memberikan ampun pada wanita pembohong seperti dirimu." jawab Natali.
"Bagaimana jika kita bertemu langsung untuk bernegosiasi, lalu membicarakan hal ini dengan kepala dingin. aku punya ide yang tentunya akan lebih jauh menguntungkan dirimu, nona Natali." suara Mutiara mulai lembut meski terkesan dipaksakan.
__ADS_1
"Aku tetap pada pendirian ku." jawab Natali tegas.
"Oke, tapi jika kamu bersedia mempertimbangkan rencana ku ini, aku akan pergi untuk meninggalkan Devan untuk mu. kalian berdua bisa menikah dan hidup bahagia." bujuk Mutiara.
"Ha...ha...kamu pikir aku anak TK yang bisa dibodohi, Devan pasti akan selalu mencari dan menemukan mu." jawab Natali dengan ekspresi penuh kebencian.
"Natali, aku tahu Devan tidak pernah mencintai mu apalagi pertunangan kalian. aku bersedia membantu mu untuk mendapatkan Devan." Mutiara masih berusaha untuk membujuk.
"Aku tidak yakin kamu akan berhasil?" sindir Natali.
"Natali, aku tidak takut jika Devano marah dan mencampakkan aku, setelah mengetahui aku punya anak dari laki-laki lain, memang itu yang aku inginkan." jawab Mutiara mengarang cerita.
"Bukan, meskipun dia mencampakkan aku nantinya. itu tidak masalah bagiku, tapi aku hanya mengkhawatirkan hubungan kalian yang pasti hancur karena Devan akan semakin membenci mu. izinkan aku membantu mu sebelum terlambat dan aku ketahuan." ucap Mutiara yang membuat Natali mulai berfikir ulang.
"Bagaimana caramu membantu ku?"
"Aku akan memberitahu saat suasana hati Devan sedang membaik, kamu tinggal mengatur pertemuan dan mulailah merayunya dengan baik. sedangkan aku akan bersikap buruk sehingga Devan semakin tidak menyukai ku dan lebih memilih dirimu untuk menjadi nyonya Dev." Mutiara tersenyum dalam hatinya begitu melihat Natali mulai mempercayai kata-katanya.
__ADS_1
***
Seminggu setelah membuat kesepakatan dengan Mutiara, Natali mulai resah dan uring-uringan di kamarnya. dia sudah tidak sabaran menunggu rencana baik apa yang sudah diatur oleh Mutiara untuk dirinya.
"Awas saja kamu, Mutiara. aku akan membocorkan semua rahasia mu pada Devan. jika sampai kamu mempermainkan aku, jika aku tidak bisa memiliki Dev. maka aku juga tidak akan pernah mengizinkan kamu untuk mendapatkan nya." gumam Natali dengan rahang bergetar. tidak lama ponselnya bergetar.
"Panggilan dari Mutiara!" Natali langsung tersenyum seraya menekan tombol untuk menjawab.
"Hallo Mutiara, bagaimana apa kamu sudah mendapatkan cara terbaik untuk aku bisa bertemu dengan Devan?" Natali langsung menodong dengan pertanyaan.
"Ya, kali ini usahaku untuk membantu mu akan berjalan dengan baik. malam ini datanglah ke klub De Larose, aku akan membuat Devan benar-benar mabuk berat. kamu bisa datang lalu menikmati malam dengan nya, aku pastikan Devan akan bertanggungjawab demi nama baiknya." ucap Mutiara bersama idenya kali ini akan berhasil.
Natali sangat bahagia, dia sengaja berpenampilan seksi, berharap Devan akan tergoda dan langsung melahapnya sehingga malam panas mereka akan berakhir ditempat tidur.
Sampai di klub, Natali langsung menuju ruang VVIP yang biasa digunakan Devan. namun tempat itu kosong. Natali menayangkan pada manager klub. mereka pun mengatakan jika Devan sudah lama tidak mendatangi klub.
"Mutiara, ternyata kamu menipuku!"
__ADS_1
Natali meremas jemari nya, dia benar-benar emosi begitu menyadari jika Mutiara berhasil mempermainkan dirinya.